Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi
Jurnal Anuva presents the latest information of study and research of Cultural Studies and Library and Information Science. Scientific scope of this journal covers cultural studies, library, documentation, and information science. Cultural Studies includes philosophy, literature, linguistics, philology, anthropology, and sociology. Library science includes librarianship, management activity/library services, library collection management, library automation, digital libraries, library cooperation, library empowerment, and/or development of library system/document and information institution. Studies of documentation include record and archive management, activities of data documentation, information, and publications/literature/collection in a database or a certain media, such as; repository, big data, codata, metadata, and/or development documentation system in the library/document and information institution. Studies of information include infometrics, bibliometrics, webometrics, repackaging information, retrieval information, knowledge management, literacy information, dissemination information, and/or development of information systems in the library/document and information institution.
Articles
409 Documents
Pembinaan Minat Baca Masyarakat Melalui Pembangunan Taman Bacaan Masyarakat Desa Kemasan Klepu, Semarang, Jawa Tengah
Muhammad Azmi Ali Sani;
Sri Ati Suwanto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (120.462 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.2.2.165-176
Penelitian ini berjudul “Pembinaan Minat Baca Masyarakat Taman Bacaan Desa Kemasan, Klepu, Kabupaten Semarang Jawa Tengah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembinaan minat baca di Masyarakat melalui pembangunan taman bacaan Masyarakat di desa kemasan, Klepu, Semarang . Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian kaji tindak partisipatif dengan menggunakan model Action-reflection cycle yang memiliki 5 tahapan pelaksanaan yaitu tahap observasi, tahap refleksi, tahap tindakan, tahap evaluasi, dan tahap modifikasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan Focus Group Disscussion. Dalam proses pembangunan taman bacaan masyarakat tidak berdasarkan paksaan, tetapi atas dasar keinginan untuk menghindarkan anak-anak ke pergaulan yang kurang baik dan juga agar anak-anak bisa memiliki wawasan yang luas. Taman bacaan masyarakat saat ini bekerja sama dengan komunitas literasi yaitu komunitas buku tuntas untuk kegiatan pembinaan minat baca. Masyarakat dan komunitas memberikan kesan positif sehingga mereka berharap agar kegiatan pembinaan minat baca terus dilanjutkan agar anak-anak memiliki wawasan yang luas, memiliki sentral kegiatan belajar dan komunitas memiliki kesempatan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasinya.
Menggagas Wajah Baru Perpustakaan Umum Menjadi Perpustakaan Taman Pintar dan Kreatif
Ika Krismayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 1, No 1 (2017): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.695 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.1.1.61-69
Kesan kaku dan membosankan dari sebuah perpustakaan masih tetap ada hingga saat ini. Berbagai alasan diungkapkan oleh masyarakat ketika menjelaskan kondisi perpustakaan yang menjenuhkan, seperti gudang buku yang memiliki furnitur sederhana, pustakawan yang murung dan kegiatan yang hanya peminjaman atau pengembalian buku. Melihat kenyataan ini, perlu upaya perubahan dari dalam perpustakaan agar lebih diterima dan dicintai oleh masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan mengubah nama perpustakaan menjadi Perpustakaan Umum Taman Pintar dan Kreatif. Perpustakaan dengan wajah baru juga merubah suasana menjadi santai seperti di taman dilengkapi layanan kreativitas bagi pengunjung.
Aspek Pendidikan Nyanyian Kelonan
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (55.875 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.2.2.225-231
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan aspek pendidikan lagu kelonan. Metode yang digunakan, yaitu studi pustaka dan analisis isi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tradisi menyanyikan lagu kelonan sebagai warisan budaya nenek moyang perlu dilestarikan karena nyanyian kelonan yang berirama halus dan tenang sangat cocok dipakai sebagai media untuk menidurkan anak. Selain berfungsi sebagai pengantar tidur anak nyanyian kelonan mempunyai fungsi yang lain, yaitu sebagai sarana pendidikan karena lirik lagu-lagu nyanyian kelonan kebanyakan berisi doa dan nasihat. Aspek pendidikan yang terdapat dalam ketiga lagu kelonan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) ajaran agar selalau berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2) ajaran budi pekerti, dan 3) cinta pada tanah air dan bangsa.
Literasi Media Pada Digital Native Kota Semarang
Yuli Rohmiyati
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (51.651 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.2.2.127-135
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam literasi media digital native. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Peran Orang tua dalam mendampingi anak-anak digital native dalam menggunakan media/ ponsel dalam hal pengawasan, pembuatan kesepakatan2, dan pendampingan ttg materi apa saja yang diakses oleh anak-anak. Karakter-karakter yang muncul pada anak-anak digital native di Rusunawa Sawah Besar Kota Semarang menjadi bertanggung jawab, terbuka, komunikatif.
Pelestarian Kesenian Tradisional sebagai Upaya dalam Menumbuhkan Kecintaan Budaya Lokal di Masyarakat Jurang Blimbing Tembalang
Ana Irhandayaningsih
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (62.816 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.2.1.19-27
Artikel ini berjudul Pelestarian kesenian tradisional sebagai upaya dalam menumbuhkan kecintaan Budaya Lokal di masyarakat Jurang Blimbing Tembalang, memaparkan tentang berbagai permasalahan terkait dengan Pelestarian kesenian tradisional di masyarakat Jurang Blimbing Tembalang . Ada beberapa kajian dalam artikel ini yaitu : 1. Seni Sebagai Identitas Lokal, 2. Dokumentasi sebagai wadah Pelestarian, 3. Rancangan Pelestarian Kesenian melalui Kemasan Multimedia, 4. Proses Implementasi Rancangan Pelestarian, 5. Budaya Lokal. Dalam menguraikan pembahasan artikel ini faktor-faktor yang menghambat antara lain 1. Banyaknya masyarakat teruama generasi mudanya yang sudah tidak mengenal kesenian tradisional 2. Kesadaran masyarakat untuk melestarika kesenian tradisonal sangat kurang.. Desa Jurang Blimbing Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang merupakan Desa tematik yang dirintis sebagai salah satu Desa Tematik Seni dan Budaya di daerah Jawa Tengah. Dengan beragam kesenian didalamnya desa ini memiliki potensi lebih dalam peningkatan daya saing kesenian dan kebudayaan di daerah Jawa Tengah. Dalam artikel ini Penulis mencoba memaparkan menggunakan metode penelitian deskriptif. Penulis melihat secara langsung permasalahan yang berada di tempat tersebut dan melihat pentingnya optimalisasi dokumentasi sebagai penunjang pelestarian serta mendorong rasa kebanggaan terhadap seni tradisional Desa Tematik Seni dan Budaya Desa Jurang Blimbing. Kemudian Penulis mengembangkan secara spesifik permasalahan yang ada di tempat dan membuat Rancangan Inovasi yang berupa pengimplementasian
Sistem Pemerintahan Kerajaan Butun dalam Naskah Istiadat Tanah Negeri Butun
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (65.254 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.1.2.111-118
Penelitian dengan objek kajian Istiadat Tanah Negeri Butun: Edisi Teks dan Komentar mengangkat permasalahan bagaimana sistem pemerintahan kerajaan Butun yang terdapat dalam naskah Istiadat Tanah Negeri Butun bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pemerintahan di kerajaan Butun. Metode yang digunakan meliputi studi pustaka dan analisis isi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah sistem pemerintahan di Butun dilaksanakan secara desentralisasi dengan membentuk sembilan wilayah kecil yang dipimpin oleh Bontona. Secara struktur pemerintahan kekuasaan tertinggi di tangan Sultan, akan tetapi yang lebih berperan dalam pemerintahan adalah Sapati.
Implikasi Prasasti dan Kekuasaan Pada Masa Jawa Kuna
Siti Maziyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.169 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.2.2.177-192
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi prasasti dan kekuasaan raja di Jawa Kuna. Artikel ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan arkeologi. Dimulai dengan mengumpulkan prasasti-prasasti pada abad IX hingga abad XV, menerjemahkannya, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prasasti dapat berguna untuk menunjukkan kekuasaan raja, terutama pemberian anugerah raja kepada rakyatnya untuk mendapat loyalitas mereka.
Pengelolaan TBM Sebagai Sarana Meningkatkan Minat Baca Masyarakat
Sri Ati Suwanto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 1, No 1 (2017): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.26 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.1.1.19-32
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahuai apakah pengelolaan TBM dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatitif dengan jenis Literatur review, kemudian diolah secara deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Bacaan Masyarakat dapat digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan minat baca. Keberadaan Taman Baca sangat penting karena sangat dekat dengan masyarakat di akar rumput. Oleh karena itu perlu dikelola dengan baik, sesuai dengan teori-teori pengelolaan perpustakaan yang dapat digunakan sebagai pedoman Taman Baca Masyarakat.
Pemetaan Masalah-Masalah Sumber Daya Manusia Kearsipan Pada Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia: Sebuah Studi Teoritis
Tri Handayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.34 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.2.1.77-98
Manusia merupakan salah satu unsur penting pada suatu organisasi termasuk di lingkungan perguruan tinggi negeri di Indonesia. Keberadaan unsur manusia dalam penyelenggaraan kearsipan konvensional maupun elektronik diperlukan agar arsip yang diciptakan dapat ditata, dilestarikan, disusutkan, diakuisisi, dikendalikan, dan digunakan untuk berbagai keperluan. Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Undang-undang tersebut mengatur tentang bagaimana arsip dikelola termasuk hukuman jika seseorang melanggar undang-undang tersebut. Arsip akan dikelola dengan baik oleh orang yang memiliki kempetensi dan keterampilan dalam bidang kearsipan. Meskipun Indonesia memiliki undang-undang kearsipan, tetapi negara ini masih kekurangan sumber daya manusia kearsipan yang professional atau Arsiparis saat ini. Kita sebaiknya melakukan pemetaan tentang faktor-faktor yang menyebabkan masalah tentang implementasi kebijakan sumber daya manusia kearsipan. Kajian teori digunakan untuk memecahkan masalah implementasi kebijakan sumber daya manusia kearsipan di Indonesia didasarkan pada aspek teori. Hasil kajian adalah beberapa masalah dapat didekati dari beberapa pendekatan keilmuan. Penggunaan pendekatan tersebut diharapkan untuk dapat memecahkan masalah implementasi kebijakan sumber daya manusia kearsipan pada perguruan tinggi negeri di Indonesia
Mewujudkan Fungsi Perpustakaan di Daerah
Ika Krismayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (64.131 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.2.2.233-242
Perpustakaan memiliki lima fungsi pokok yaitu penyimpanan, pendidikan, penelitian, informasi, dan rekreasi kultural. Fungsi tersebut dijadikan dasar dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Perwujudannya berupa kinerja yang dihasilkan oleh pustakawan selaku pengelola perpustakaan. Membangun perpustakaan yang tetap eksis di era globalisasi mutlak dilakukan agar fungsi yang melekat dapat terpenuhi. Beberapa langkah yang dapat diterapkan yaitu dengan mendekatkan diri dengan pemustaka, penguasaan teknologi serta pembenahan di sisi pustakawan. Oleh karena itu, sebagai bagian dari perpustakaan, pustakawan juga harus selalu berbenah.