Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi
Jurnal Anuva presents the latest information of study and research of Cultural Studies and Library and Information Science. Scientific scope of this journal covers cultural studies, library, documentation, and information science. Cultural Studies includes philosophy, literature, linguistics, philology, anthropology, and sociology. Library science includes librarianship, management activity/library services, library collection management, library automation, digital libraries, library cooperation, library empowerment, and/or development of library system/document and information institution. Studies of documentation include record and archive management, activities of data documentation, information, and publications/literature/collection in a database or a certain media, such as; repository, big data, codata, metadata, and/or development documentation system in the library/document and information institution. Studies of information include infometrics, bibliometrics, webometrics, repackaging information, retrieval information, knowledge management, literacy information, dissemination information, and/or development of information systems in the library/document and information institution.
Articles
409 Documents
Peran Partisipasi Pimpinan dan Pegawai Administrasi dalam Penyusunan Klasifikasi dan Jadwal Retensi: Studi Kasus pada Terminal LPG Semarang
Tri Handayani;
Endah Sri Hartatik
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 2 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.402 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.2.135-149
Partisipasi adalah peran serta seseorang atau sekelompok orang terhadap suatu kegiatan. Partisipasi dalam konteks kebijakan publik adalah partisipasi aktif pihak yang berada pada posisi rentan tidak hanya pada proses pembuatan melainkan hingga terlibat secara langsung terhadap dampak yang diakibatkan oleh kebijakan tersebut. Klasifikasi dan jadwal retensi arsip merupakan dua dari empat pilar penyelenggaraan kearsipan dinamis. Keberadaannya diperlukan sebagai pendukung keberlangsungan sistem informasi organisasi. Metode penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi, dan penggunaan dokumen pemerintah, dan dokumen milik perusahaan Terminal LPG Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan administrasi publik dan manajemen arsip. Hasil penelitian menunjukkan, pimpinan atau manajer beserta para pegawai administrasi memiliki tingkat partisipasi yang tinggi dalam proses penyusunan klasifikasi dan jadwal retensi arsip. Keberhasilan penelitian terjadi karena gaya kepemimpinan manajer perusahaan yang baik, komunikasi manajer pada para pegawai administrasi yang baik, serta serta komunikasi antar pegawai administrasi yang baik. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti hingga perusahaan benar-benar memiliki klasifikasi dan jadwal retensi arsip sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kearsipan perusahaan.
Globalisasi dan Perubahan Pola Kebudayaan di Kalangan Kaum Muda di Desa Kuala Rosan Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat
Af’idatul Lathifah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.887 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.1.53-63
Globalisasi disebut sebagai salah satu konsep paling absurd di masa ini, sekaligus menjadi kata yang sering diperdebatkan dan diperdengarkan. Globalisasi dibayangkan sebagai sebuah proses dimana keterkaitan antar komponen masyarakat semakin erat. Kaum muda menjadi agen utama dalam globalisasi, masa muda yang merupakan masa transisi mampu mengakomodasi tuntutan globalisasi yaitu mobilitas tinggi dan jiwa yang dinamis. Desa Kuala Rosan di Kabupaten Meliau, Kalimantan Barat adalah sebuah desa yang secara geografis terpencil, akses yang sulit membuat desa tersebut secara infrastruktur tidak terfasilitasi dengan baik akan tetapi paparan globalisasi juga menyentuh para kaum muda Desa Kuala Rosan. Ekspansi komoditas pasar global yaitu karet dan kelapa sawit memungkinkan mereka memiliki uang tunai yang dapat digunakan untuk memenuhi gaya hidup global. Gaya hidup global tersebut meliputi gaya fashion, kepemilikan kendaraan bermotor dan modigikasinya serta kepemilikan telefon seluler. Ritual adat tahunan masyarakat Dayak, Gawai, yang mempertemukan antar pemuda dari desa lain juga menjadi ajang aktualisasi gaya hidup global tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode etnografi, dimana peneliti berusaha mendapatkan data holistik mulai dari keterlibatan pemuda dalam dunia ekonomi global, pemanfaatan uang tunai dalam gaya hidup global dan juga wujud pemikiran para pemuda terhadap masa depan mereka. Informan adalah para kaum muda desa Kuala Rosan yang berusia antara 18-25 tahun, aktif bekerja di perkebunan baik karet maupun sawit, dan ikut dalam kelompok pemuda di desa tersebut.
Evaluasi Keterpakaian dan Ketersediaan Koleksi dalam Penulisan Tesis Mahasiswa Program Studi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) pada Perpustakaan Program Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga
Ika Krismayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.775 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.1.87-92
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterpakaian dan ketersediaan koleksi dalam penulisan tesis mahasiswa program studi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) pada perpustakaan program pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil seluruh daftar pustaka penulisan tesis mahasiswa program studi PGMI (Pendidikan Guru madrasah Ibtidaiyah) Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literatur yang paling banyak dipakai adalah yang berasal dari buku teks. Ketersediaan koleksi dalam kondisi sedang, karena masih ada cukup banyak literatur yang belum tersedia di perpustakaan.
Pengalaman Informasi (Information Experience) Sebuah Alternatif Perspektif Komprehensif dalam Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan
Yanuar Yoga Prasetyawan
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 2 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.442 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.2.101-108
Pengalaman informasi merupakan objek dan domain kajian yang cukup baru di Indonesia. Belum banyak penelitian yang menggunakan perspektif teoritis pengalaman informasi guna mengungkap fenomena sosial lokal di Indonesia. Baik sebagai objek maupun domain kajian dalam fenomena sosial tertentu, perpektif ini memiliki sifat yang cukup fleksibel yaitu mempu diadopsi dalam berbagai konteks dan interdisipliner. Dengan mengusung tradisi interpretative di mana setiap tujuan penelitiannya adalah mengkonstruksi pemahaman dari setiap peristiwa sosial yang terjadi dalam konteks informasi. Pengalaman Informasi adalah salah satu dari sekian banyak pilihan perspektif baru yang dapat digunakan dalam kajian ilmu informasi dan perpustakaan di Indonesia. Perihal ini membuka peluang dan tantangan bagi para peneliti dan akademisi di Indonesia untuk melakukan kajian. Melalui tulisan ini penulis mencoba memberikan pengantar dan gambaran umum sebagai modal untuk memahami kajian pengalaman informasi.
Profesi Penyalin Naskah di Perpustakaan pada Masa Keemasan Islam
Roro Isyawati Permata Ganggi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.634 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.1.19-26
Pada masa kejayaan Islam banyak sekali cendekiawan-cendekiawan muslim yang pemikirannya mampu mempngaruhi dunia bahkan hingga saat ini. Padahal pada saat itu belum ada mesin pengganda kertas seperti mesin foto copy, printer, maupun scanner. Sedangkan seorang cendekiawan tidak memiliki banyak waktu untuk menyalin naskah yang sudah ia tulis untuk kemudian disebarluaskan. Padahal pada saat itu perpustakaan merupakan lambang politik dan kejayaan seseorang, sehingga mendorong munculnya suatu profesi penyalin naskah, atau biasa disebut warraq. Profesi warraq muncul pada sekitar abad 3 – 4 Hijriah. Seorang warraq harus memiliki karakteristik seperti: (1) baik tulisannya; (2) jelas tulisannya; (3) kebenarannya; (4) amanah; (5) memahami apa yang ditulis. Warraq terdapat beberapa jenis: (1) warraq yang menyalin buku untuk mendapatkan bayaran sesuai dengan yang disalin; (2)warraq yang bekerja pada orang kaya; (3) warraq yang berasal dari budak kerajaan. Gerakan warraq ini pada akhirnya mengalami kepunahan sejak ditemukannya mesin cetak pada abad kelima belas oleh Gutternberg.
Penggunaan Mobile Library untuk Perpustakaan Digital
Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 2 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (92.764 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.2.151-155
Artikel ini membahas perpustakaan digital, terkhusus yang diterapkan pada mobile library. Hasil dari penelitian ini adalah agar pustakawan memiliki wawasan tentang perpustakaan digital yang diterapkan pada mobile library akan mempermudah pengelolaan koleksi sehingga dapat mempertimbangkan untuk beralih ke perpustakaan digital dengan membangun dan menggunakan aplikasi mobile library. Serta memberikan wawasan bagi pemustaka dalam menggunakan perpustakaan digital dengan menggunakan mobile library
Penanaman Nilai-Nilai Karakter pada Anak Melalui Permainan Tradisional
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.234 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.1.65-70
Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan pada anak melalui permainan tradisional. Dalam hal ini permainan tradisional dibatasi pada permainan tradisional Jawa. Nilai karakter yang dapat diambil dari permainan tradisional cublak-cublak suweng, sluku-sluku bathok, dhakon, mul-mulan, dan engklek adalah pemberani, aktif mengambil prakarsa, mudah bergaul, rasa kebersamaan, religius, jujur, sabar, taat dan patuh aturan, menciptakan strategi, ketrampilan, ketangkasan, dan persahabatan.
Kintelan: Kuliner Tradisi Masyarakat Desa Tegalsambi dan Upaya Pelestariannya
Siti Maziyah;
Sri Indrahti
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 2 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.156 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.2.191-198
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara membangun penguatan identitas lokal masyarakat Desa Tegalsambi Kabupaten Jepara melalui kuliner tradisi pada upacara tradisi Perang Obor. Kuliner yang dimaksud adalah kintelan, yang hanya muncul pada setiap upacara tradisi itu. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara kepada pejabat terkait, perangkat desa dan masyarakat Desa Tegalsambi. Hasil wawancara kemudian dianalisis untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat upaya dari pemerintah daerah setempat untuk menjadikan kintelan sebagai identitas lokal masyarakat Desa Tegalsambi. Oleh karena itu selalu diupayakan agar kuliner tradisi ini tidak hanya muncul pada saat upacara tradisi Perang Obor saja, akan tetapi kuliner ini selalu dijadikan sebagai salah satu kudapan yang istimewa yang selalu muncul pada setiap acara penting di Desa Tegalsambi.
Menanamkan Budaya Membaca pada Anak Usia Dini
Ana Irhandayaningsih
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 2 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.681 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.2.109-118
Artikel ini berjudul Menanamkan Budaya Membaca Pada Anak Usia Dini. Di dalam artikel ini terdapat pembahasan mengenai mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas dan berwawasan luas dan mencintai buku. menanamkan budaya membaca pada anak usia dini dilakukan di lingkungan pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan non formal melalui Taman Penitipan Anak, Kelompok Bermain, dan Pendidikan Anak Usia Dini. Tetapi sebelumnya anak-anak mendapatkan pendidikan di dalam keluarga. Dalam keluargalah anak belajar mengenal lingkungan terdekat, baru kemudian dianjutkan ke TK TPA dan PAUD. Masih terdapat penghambat dalam menanamkan budaya membaca pada anak usia dini, antara lain masih kurangnya kesadaran orang tua untuk selalu mendampingi anaknya dan membimbing anaknya mengenal buku, kurangnya koleksi di TPA di TK maupun di PAUD. Terdapat pembahasan mengenai program untuk mengatasi hal tersebut, yaitu pengadaan koleksi buku bacaan untuk anak usia dini di tempat pendidikan non formal maupun formal. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode deskriptif. Mengamati secara langsung maupun tidak langsung pada anak-anak usia dini yang terdapat di sekitar lingkungan kita. Dari hasil pengamatan tersebut, diketahui bahwa pentingnya membaca untuk anak usia dini, mengingat mereka adalah embrio dari generasi penerus yang akan meneruskan keberlangsungan bangsa. Diharapkan bisa berkelanjutan tdk hanya sekarang tapi juga yang akan datang sehingga kesempatan untuk memiliki generasi penerus yang berkualitas dan berwawasan luas terbuka lebar bagi masyarakat Indonesia.
Implementasi Thematic Analysis dalam Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Heriyanto Heriyanto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.668 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.1.27-31
Artikel ini berjudul Implementasi Thematic Analysis dalam Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa dan bagaimana teknik menganalisis data ini digunakan untuk penelitian kualitatif khususnya penelitian dibidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Lebih lanjut, tulisan ini bermaksud untuk menunjukkan hasil yang diperoleh dari penggunaan Thematic Analysis sebagai sebuah teknik menganalisis data penelitian. Adapun penelitian yang dikupas dalam artikel ini adalah dua penelitian terakhir yang menggunakan teknik analisis ini. Yaitu penelitian yang dilakukan oleh Yates dan Partridge (2015) dan penelitian yang dilakukan oleh Heriyanto, Partridge dan Davis (2018). Melalui kajian ini dapat diketahui tema-tema yang ditemukan dan ditentukan oleh para peneliti tersebut. Dari situ pula dapat diketahui relevansi dari hasil analisis data yang dilakukan dan keakuratan dari tema=tema tersebut dalam menggambarkan pola yang sesuai dengan fenomena yang diteliti dan akurat dalam menjawab rumusan masalah penelitian.