Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi
Jurnal Anuva presents the latest information of study and research of Cultural Studies and Library and Information Science. Scientific scope of this journal covers cultural studies, library, documentation, and information science. Cultural Studies includes philosophy, literature, linguistics, philology, anthropology, and sociology. Library science includes librarianship, management activity/library services, library collection management, library automation, digital libraries, library cooperation, library empowerment, and/or development of library system/document and information institution. Studies of documentation include record and archive management, activities of data documentation, information, and publications/literature/collection in a database or a certain media, such as; repository, big data, codata, metadata, and/or development documentation system in the library/document and information institution. Studies of information include infometrics, bibliometrics, webometrics, repackaging information, retrieval information, knowledge management, literacy information, dissemination information, and/or development of information systems in the library/document and information institution.
Articles
409 Documents
Pengaruh Pemikiran Raymond C Davis tentang Bibliography Instruction terhadap Konsep Literasi Informasi
Roro Isyawati Permata Ganggi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (48.719 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.2.1.69-75
Bibliography instruction pertama kali digagas oleh Raymond C. Davis pada tahun 1881. Sejak dilaksanakan pada tahun 1881 bibliography instruction masih tetap dilakukan, meskipun kemudian diperbaharui dengan konsep yang sesuai dengan perkembangan zaman. Raymond C. Davis sendiri merupakan pustakawan di University of Michigan. Davis dianggap sebagai pionir dalam bibliography instruction meskipun ia bukanlah orang pertama yang mencetuskan konsep bibliography instruction. Hal ini dikarenakan Davis adalah orang pertama yang melaksanakan bibliography instruction secara formal dan sistematis. Pada perkembangannya muncul banyak istilah terkait bibliography instruction, seperti library instruction, user education, pendidikan pemakai atau library literacy. Gagasan Davis dalam menjalankan bibliography instruction masih digunakan sampai sekarang, hampir semua perpustakaan memberikan pelatihan kepada penggunanya tentang bagaimana cara memanfaatkan sumber daya yang ada di perpustakaan. Perkembangan teknologi informasi khususnya internet membawa pengaruh juga pada pengajaran bibliography instruction. Paul Zurkowski menjadikan konsep instruksi bibliografi sebagai dasar untuk konsep literasi informasi di tahun 1974. Bibliography instruction oleh Zurkowski dianggap tidak terbatas hanya pengenalan sumber daya di perpustakaan saja, tetapi juga sumber daya informasi di luar perpustakaan. Konsep inilah yang pada akhirnya melahirkan literasi informasi.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Taman Baca Masyarakat (TBM): Studi Kasus di Desa Pledokan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang
Yaris Yuliyanto;
Ana Irhandayaningsih
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.33 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.4.377-386
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Taman Baca Masyarakat (TBM) Rumah Uplik dalam permberdayaan masyarakat di Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi dan wawancara. Wawancara dilaksanakan dengan cara semi terstruktur dan melibatkan sebanyak 5 orang informan yang terdiri dari 1 pengelola dan 4 dari masyarakat desa Pledokan yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dari wawancara selanjutnya dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran TBM Rumah Uplik dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang meliputi: pertama, meningkatkan pengetahuan melalui program Taman Bacaan dan Uplik Keliling. Kedua, meningkatkan keterampilan melalui program Sanggar Seni dan Bengkel Kreativitas. Ketiga, menyediakan berbagai fasilitas untuk masyarakat yang meliputi penyediaan koleksi, peminjaman koleksi, penyediaan peralatan kesenian, melakukan kegiatan pemasaran dan memberikan layanan kesehatan melalui kegiatan pengobatan gratis.
Strategi Pengembangan Desa Gemawang Sebagai Desa Wisata Eko Budaya
Ana Irhandayaningsih
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 3 (2019): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.416 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.3.283-290
Gemawang merupakan salah satu desa di Kecamatan Jambu, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Gemawang memiliki potensi unggulan yang dihasilkan oleh UKM kreatif bernuansa budaya, yaitu batik tulis dan batik warna alam. Potensi lainnya adalah berupa hasil alam seperti kopi, padi, peternakan lebah, singkong, dan talas. Potensi alam tersebut sebagian telah diolah dimanfaatkan menjadi potensi unggulan berupa produk kuliner yaitu singkong beku dan talas beku. Topografi desa Gemawang juga memiliki kualitas visual yang indah dengan didukung oleh ekologi khas desa di perbukitan. Sejak tahun 2012, Desa Gemawang dinobatkan sebagai desa vokasi karena banyaknya masyarakat yang memiliki keterampilan dalam berwirausaha. Dalam pengembangannya, perlu disusun suatu strategi yang berbasis pada keunggulan kompetitif Desa Gemawang, yaitu kekayaan alam (ekologi) dan kekayaan budaya. Salah satu pengembangan yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan Desa Gemawang sebagai desa wisata eko budaya. Salah satu model analisa yang dapat digunakan untuk pengembangan potensi Desa Gemawang adalah melalui analisas SWOT. Analisis ini digunakan untuk mengenali potensi dan kelemahan Desa Gemawang, berikut kesempatan dan hambatan eksternal yang dihadapi. Berdasarkan hasil analisis dari potensi tersebut dapat disimpulkan bahwa desa Gemawang dapat menjadi desa wisata eko budaya.
Praksis Wacana tentang Pantangan pada Masyarakat Nelayan di Pantura Jawa Tengah
Nurhayati Nurhayati;
Agus Subiyanto;
Astri Adriani Allien
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.036 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.4.437-446
Paper ini berisi tentang analisis praksis wacana yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di Pantai Utara Jawa Tengah dalam merepresentasikan dan menunjukkan sikap tentang pantangan yang ada di daerah tersebut. Tujuan penulisan topik tersebut adalah menjelaskan bahwa melalui praksis wacana yang dilakukan, masyarakat mengkonstruksi fakta sosial tentang pantangan, nilai-nilai apa yang mempengaruhi konstruksi tersebut, dari mana sumber pantangan tersebut, dan bagaimana sikap mereka terhadap pantangan tersebut. Penelitian kulaitatif ini menggunakan tiga informan dari kawasan nelayan di Semarang, Demak, dan Kendal. Data berupa teks yang diperoleh berdasarkan metode wawancara terbuka dan metode naratif. Dengan menggunakan ancangan analisis wacana kritis, penulis menemukan bahwa tiga pantangan besar, yakni (i) jangan melaut di hari meninggal orang tua, (ii) jangan berbicara yang aneh-aneh pada waktu melaut, dan (iii) jangan melakukan hal aneh-aneh di tempat tertentu, masih hidup di tengah masyarakat nelayan. Pantangan tersebut disebarkan dan dipertahankan melalui agen sosial, yakni individu-individu yang pengetahuan dan sikapnya dipengaruhi oleh nilai-nilai yang percaya oleh masyarakat tersebut, baik secara homoglos maupun heteroglos. Tidak ditemukan sumber pantangan yang pasti, tetapi hanya berupa cerita perseorangan yang didengar secara bersinambung. Sikap masyarakat yang percaya bahwa pantangan masih ada dan harus dipatuhi ditemukan dalam praksis wacana mereka yang menghubungkan setiap kejadian yang berbeda dengan pengetahuan bersama (shared knowledge) mereka.
Pemanfaatan Drone Emprit dalam Melihat Trend Perkembangan Bacaan Digital melalui Akun Twitter
Putut Suharso
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.914 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.4.333-346
Perkembangan teknologi berbasis artificial intelligent (machine learning) saat ini telah dimanfaatakan oleh beberbagai bidang keilmuan. Drone Emprit salah satunya yang telah memanfaatkannya dengan membuat platform online yang berbasis teknologi big data. Media sosial saat ini merupakan salah satu media yang paling banyak dipakai oleh instansi pemerintah, koorporasi maupun individu di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui trends perkembangan percakapan warganet yang menggunakan twitter dan dapat melakukan pengelompokan secara klaster yang telah ditentukan. Metode penelitian yang dipakai menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif melalui media online berupa twitter. Data diperoleh setelah melakukan pengamatan selama 30 hari dari trending topic twitter dan menganalisis terhadap obyek kajian yaitu secara khusus Bacaan Digital. Data yang diberikan dalam penelitian ini dibatasi dalam kurun waktu satu minggu. Data diolah oleh sistem yang dimiliki Drone Emprit Academic, dan penulis memaparkan dan menganalisa secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada 141 akun twitter yang aktif dalam platfom topik yang sedang dibahas. Trend adanya promosi atau iklan lebih intens dilakukan oleh indihomeSeruTerus melalui penawaran produk buku digitalnya sebanyak 14 tweets. Pembahasan atau tweet oleh warganet menjadi tema yang menarik dikaji dalam bidang ilmu informasi dan perpustakaan sebagai bagian dari sarana promosi layanan perpustakaan dan trend pemustaka saat ini.
Menyoal Relasi Asisten Rumah Tangga dan Majikan
Rifka Pratama
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 3 (2019): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.121 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.3.241-245
Relasi kuasa sebagai bentuk relasi yang berdasar hirarki tidak jarang menjadi tempat dimana opresi terjadi. Kuasa yang lebih kuat menindas yang lemah dalam beragam tingkatannya. Kepemilikan atas modal sosial, budaya, dan ekonomi oleh yang kuat menjadi penguat rantai penindasan kepada mereka yang tidak memiliki capital yang cukup. Sampai poin ini, diperlukan perspektif lain dalam memandang relasi antara keduanya. Penelitian ini memaparkan relasi antara asisten rumah tangga dan majikan yang dinamis dan dalam kasus yang buruk, terdapat opresi. Penulis menilai diperlukan cara pandang baru dan solusi untuk melihat relasi antar keduanya sehingga opresi dapat terhindarkan. Dalam hal ini perspektif sosial dan budaya digunakan untuk melihat relasi yang dimaksud.
Pengembangan Taman Bacaan Masyarakat Al-Bidayah Kabupaten Wonosobo Melalui Program Perpuseru
Elva Arviani Mukaromah;
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.932 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.4.387-398
Penelitian ini membahas mengenai pengembangan Taman Bacaan Masyarakat Al-Bidayah Kabupaten Wonosobo melalui Program PerpuSeru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha dan upaya yang dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat Al-Bidayah dalam mengembangkan TBM nya melalui kerja sama dengan Program PerpuSeru. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis tematik. Analisis tematik adalah sebuah metode yang menghasilkan tema-tema yang menjawab fenomena yang sedang diteliti dan tema-tema yang ditemukan tersebut memiliki keterkaitan antara satu dan yang lain. Hasil penelitian ini menemukan 5 (lima) tema, yaitu motivasi, kerja sama, fasilitas, monitoring dan pemberdayaan masyarakat. Kelima tema tersebut mempengaruhi adanya pengembangan TBM Al-Bidayah melalui Program PerpuSeru. Motivasi koordinator TBM Al-Bidayah muncul karena rasa khawatir terhadap perilaku negatif di masyarakat Kelurahan Sapuran terutama remaja dan tidak adanya tempat belajar yang dapat mewadahi masyarakat untuk berkegiatan. Tema kedua yaitu kerja sama, yang dilakukan oleh TBM Al-Bidayah dan PerpuSeru sebagai langkah pengembangan Taman Bacaan Masyarakat. Ketiga yaitu fasilitas, yang diberikan PerpuSeru untuk TBM atau Perpustakaan yang telah menjadi mitranya. Keempat yaitu monitoring yang terdiri dari dokumentasi dan monitoring kegiatan. Tema terakhir dalam penelitian ini adalah pemberdayaan yang terdiri dari pelatihan, meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat dan pemberdayaan masyarakat.
Kontrol Informasi Publik terhadap Fake News dan Hate Speech oleh Aliansi Jurnalis Independen
Fatma Khosiah;
Yuli Rohmiyati
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 3 (2019): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.553 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.3.291-302
Penelitian ini membahas Peran Aliansi Jurnalis Independen dalam Kontrol Informasi Publik terhadap Fake News dan Hate Speech. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran aliansi jurnalis independen dalam kontrol informasi publik terhadap fake news dan hate speech. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ialah kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode analisis data tematik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 4 tema yang merupakan Peran Aliansi Jurnalis Independen dalam Kontrol Informasi Publik terhadap Fake News dan Hate Speech diantaranya adalah perannya dalam pelaksanaan program pelatihan, Implementasi Program pelatihan dan pembekalan kompetensi terkait Pengendalian misinformasi dan disinformasi (false news, fake news, hoax), kerjasama eksternal dan diseminasi pengetahuan. Hasil penelitian ini menunjukan Peran Aliansi Jurnalis Independen dalam Kontrol Informasi Publik terhadap Fake News dan Hate Speech sejauh ini masih dalam pembekalan pengetahuan dan kompetensi terkait identifikasi informasi sebagai analisa dasar atas informasi, dan verifikasi informasi untuk mengecek kebersihan data digital (digital hygiene), melakukan pencarian dan penelusuran data dengan beragam tools yang digunakan untuk melakukan investigasi secara online di lingkup internal serta melakukan kerjasama lintas organisasi dalam rangka mendiseminasikan pengetahuan ke masyarakat. Dalam menjalankan perannya terkait penelitian ini, Aliansi Jurnalis Independen wilayah Semarang menempatkan posisinya sebagai fasilitator dan desiminator.
Jadwal Retensi Arsip di Era Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
Tri Handayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (597.431 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.4.447-460
Jadwal Retensi Arsip merupakan salah satu dari empat pedoman yang diperlukan dalam proses pengelolaan arsip dinamis. Keberadaannya diperlukan sebagai pedoman dalam penentuan masa simpan arsip. Merujuk pada 10 Jadwal Retensi Arsip milik 15 institusi pemerintah diketahui bahwa format jadwal retensi arsip tersebut cenderung tidak sama. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis terhadap perundang-undangan kearsipan khususnya terkait nilaiguna arsip beserta bagan alir penyimpanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk masyarakat, khususnya institusi pemerintah, badan usaha, lembaga pendidikan untuk mengetahui unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam penyusunan jawal retensi arsip. Mereka juga akan mengetahui referensi apa yang dapat digunakan dalam penentuan nilaiguna arsip. ANRI telah menyediakan berbagai peraturan kepala ANRI sebagai pedoman dalam perumusan jadwal retensi arsip yang berlaku bagi internal institusi masing-masing. Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen perkantoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dalam penyusunan jadwal retensi arsip dipengaruhi oleh pemahaman terhadap perundang-undangan kearsipan yang berlaku.
Media dan Literasi Informasi Pada Pendidikan Berbasis Keluarga
Yuli Rohmiyati
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.421 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.4.347-352
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana media dan literasi informasi pada pendidikan berbasis keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang pengumpulan datanya dengan wawancara, observasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga yang mendidik anaknya dengan pendidikan berbasis keluarga di Semarang. Adapun objek dalam penelitian ini adalah media dan literasi informasi pada homeschooler. Hasil penelitian menggambarkan Media yang digunakan dalam pendidikan berbasis keluarga ini adalah media terintegrasi antara lingkungan, buku, gadget dan orang tua sebagai fasilitator dan sumber informasi dengan partisipasi kreatif untuk memproduksi hal-hal baru. Literasi informasi pendidikan berbasis keluarga meliputi tahapan menemukan, belajar, buat, evaluasi, berbagi, umpan balik dan ubah dalam sebuah siklus yang berputar.