cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020" : 23 Documents clear
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM.) UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI TELUR ITIK PENGGING (ANAS PLATYRHYNCOS) Masadah, Siti Murni; Kasiyati, _; Djaelani, Muhammad Anwar; Sunarno, _
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.%p

Abstract

Daun kelor mengandung berbagai macam asam amino esensial dan kaya akan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tepung daun kelor terhadap produksi telur itik pengging. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan dan setiap ulangan berisi 3 ekor itik, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 2,5; 5; 7,5; dan 10%. Pengukuran variabel penelitian dilakukan setiap satu minggu dan diukur selama tiga minggu. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa imbuhan tepung daun kelor pada pakan itik pengging memberikan pengaruh yang signifikan pada produksi telur (p<0,05). Imbuhan tepung daun kelor dengan konsentrasi 2,5 dan 10% pada itik pengging mampu meningkatkan persentase produksi telur duck day, masing-masing sebesar 45,34% dan 39,71% dibandingkan kelompok kontrol (tepung daun kelor 0%). Hasil analisis kualitas kerabang telur untuk warna dan ketebalan pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata (p>0,05), sedangkan untuk bobot kerabang menunjukan hasil yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah imbuhan tepung daun kelor dengan konsentrasi 2,5 dan 10% pada pakan itik pengging dapat meningkatkan produksi telur tanpa merubah kualitas kerabang telur. Kata kunci: daun kelor, antioksidan, produksi telur, tebal kerabang, itik pengging
FERMENTASI AMPAS SAGU (FAS) SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF UNTUK MENINGKATAN PERTUMBUHAN BOBOT AYAM KAMPUNG Saebu, Yusuf; Tanjung, Rosye H.R.; Suharno, _
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.%p

Abstract

Sagu (Metroxylon sagu) merupakan salah satu tanaman kelompok palm yang mengandung zat pati tinggi, dan telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan pokok bagi masyarakat Papua. Semua bagian dari tanaman ini dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Namun, ampas sebagai bagian dari sisa produk zat pati belum dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi ampas sagu (FAS) sebagai pakan alternatif untuk pertumbuhan ayam kampung. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu : P0 =Kontrol (PB 100% dan FAS 0%), P1 =PB 96% dan FAS 4%, P2 =PB 92% dan FAS 8%, dan P3 =PB 88% dan FAS 12%. Parameter yang diukur antara lain adalah tinggi badan dan bobot ayam. Analisis dilakukan pada ampas sagu baik sebelum fermentasi maupun setelah proses fermentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa FAS mengandung protein kasar, serat kasar, dan lemak kasar mengalami peningkatan masing-masing sebesar 66,5%, 21,1%, 54,5% dibandingkan sebelum dilakukan fermentasi. Perlakuan FAS tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan tinggi tubuh ayam kampung. Perlakuan signifikan nampak pada parameter bobot tubuh ayam     kampung. Peningkatan terbaik bobot ayam terjadi pada perlakuan P1 (PB 96% dan FAS 4%). Perlakuan P1 mampu meningkatkan bobot ayam hingga mencapai 17,8%, sedangkan P2 mencapai 10%. FAS dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan bobot ayam kampung. Kata kunci : sagu, fermentasi, pertumbuhan, ayam kampung
Pengaruh Formalin dan Periode Simpan terhadap Viabilitas dan Pertumbuhan Awal Benih Kelengkeng (Dimocarpus longan) Sifron Akbar; Dwi Retno Lukiwati; Florentina Kusmiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.84-89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan formalin dan periode simpan terhadap viabilitas dan pertumbuhan awal benih kelengkeng. Rancangan percobaan berdasarkan rancangan acak lengkap faktorial dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah formalin (0%, 0,5%, 1% dan 2%). Faktor kedua adalah periode simpan dengan 3 taraf (tanpa penyimpanan, 15 dan 30 hari). Parameter yang diamati adalah daya kecambah, kecepatan berkecambah, Jumlah daun dan tinggi bibit kelengkeng. Data yang diperoleh dianalisis ragam taraf 5% dan apabila berpengaruh nyata (p<0,05), dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya kadar formalin, nyata menurunkan daya kecambah dan kecepatan berkecambah, sedangkan kadar formalin 0,5% dengan 30 hari periode simpan optimal meningkatkan jumlah daun dan tinggi tanaman. Kata kunci : kelengkeng, formalin, periode simpan, viabilitas, pertumbuhan awal 
Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) untuk Mendukung Produksi Telur Itik Pengging (Anas platyrhyncos) Siti Murni Mas&#039;adah; Kasiyati Kasiyati; Muhammad Anwar Djaelani; Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.25-34

Abstract

Daun kelor mengandung berbagai macam asam amino esensial dan kaya akan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tepung daun kelor terhadap produksi telur itik pengging. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan dan setiap ulangan berisi 3 ekor itik, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 2,5; 5; 7,5; dan 10%. Pengukuran variabel penelitian dilakukan setiap satu minggu dan diukur selama tiga minggu. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa imbuhan tepung daun kelor pada pakan itik pengging memberikan pengaruh yang signifikan pada produksi telur (p<0,05). Imbuhan tepung daun kelor dengan konsentrasi 2,5 dan 10% pada itik pengging mampu meningkatkan persentase produksi telur duck day, masing-masing sebesar 45,34% dan 39,71% dibandingkan kelompok kontrol (tepung daun kelor 0%). Hasil analisis kualitas kerabang telur untuk warna dan ketebalan pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata (p>0,05), sedangkan untuk bobot kerabang menunjukan hasil yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah imbuhan tepung daun kelor dengan konsentrasi 2,5 dan 10% pada pakan itik pengging dapat meningkatkan produksi telur tanpa merubah kualitas kerabang telur. 
Jumlah Sel Leydig dan Mikroanatomi Testis Tikus Putih (Rattus norvegicus) Setelah Pemberian Teh Kombucha Konsentrasi 50% Waktu Fermentasi 6, 9 dan 12 Hari Sri Isdadiyanto; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.67-74

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji potensi teh Kombucha kadar 50% dengan variasi waktu fermentasi dalam mempengaruhi jumlah sel leydig dan struktur mikroanatomi testis tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan Tikus putih jantan sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah diameter tubulus seminiferus dan jumlah sel Leydig. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha fermentasi 6, 9, dan 12 hari menurunkan diameter tubulus seminiferus sehingga berpotensi mengganggu proses spermatogenesis, tetapi tidak mempengaruhi jumlah sel Leydig tikus putih (Rattus norvegicus). Kata kunci: Rattus norvegicus, teh kombucha , tubulus seminiferus, sel leydig
Kualitas Madu Lokal Berdasarkan Kadar Air, Gula Total dan Keasaman dari Kabupaten Magelang Devi Adityarini; Sri Widodo Agung Suedy; Sri Darmanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.18-24

Abstract

Madu merupakan cairan alami yang dihasilkan oleh lebah madu,berasal dari nektar bunga atau bagian lain dari tumbuhan. Madu dinyatakan memiliki kualitas baik apabila memenuhi standar kualitas madu. Kualitas madu dapat ditentukan berdasarkan kadar air, gula dan keasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu lokal di Kabupaten Magelang. Pengambilan sampel secara purposive sampling dari lima wilayah Kabupaten Magelang, yaitu Desa Kaliurang, Ringinanom, Kaliabu, Munggangsari, danKebonrejo. Penentuan kadar air dan gula total dengan metode refraktometri, sedangkan keasaman dengan metode titrasi asam-basa. Analisis kadar air, gula total, keasaman dibandingkan dengan standar kualitas madu. Hasil uji kualitas madu menunjukkan nilai kadar air berkisar antara 20,72-31,72%, gula total 66,33-77,89˚Brix, keasaman 37,12-271,35 ml NaOH/kg di mana kualitas madu Desa Kaliurang dan Desa Munggangsari telah memenuhi standar SNI 01-3545-2013 dan  U.S. Patent Application Publication. 
Naungan dan Tipe Substrat Berbeda pada Periode Aklimatisasi Ex-vitro Phalaenopsis Hibrid Ade Arisma Fauziah; Nurullita Prahasti; Nintya Setiari; Endang Saptiningsih
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.60-66

Abstract

Produksi bibit Phalaenopsis Hibrid umumnya dilakukan melalui teknik kultur jaringan. Tahap selanjutnya adalah aklimatisasi plantlet di lingkungan ex-vitro. Penggunaan naungan dan tipe substrat berperan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup plantlet selama periode awal aklimatisasi. Penelitian ini mengkaji peran naungan dan tipe substrat yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup plantlet Phalaenopsis Hibrid selama periode awal aklimatisasi di greenhouse. Penelitian menggunakan plantlet Phalaenopsis Hibrid dalam botol dan naungan paranet. Plantlet diberi 3 tipe substrat yaitu serabut kelapa, akar paku kadaka, sphagnum serta semua perlakuan dinaungi paranet secara bertahap. Parameter penelitian yang diukur meliputi: jumlah akar, total panjang akar, panjang daun, berat segar dan persentase kematian plantlet. Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor dan 3 ulangan digunakan dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji LSD pada taraf signifikansi 95% (P < 0,05). Penelitian dilakukan selama 5 minggu di greenhouse Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matemetika, UNDIP. Plantlet tumbuh dan mampu bertahan hidup pada semua substrat dan naungan paranet secara bertahap. Pembentukan pori besar pada substrat serabut kelapa dan akar kadaka meningkatkan jumlah dan panjang akar. Kemampuan menjerap air tinggi pada spagnum meningkatkan berat segar plantlet. Penutupan paranet secara bertahap dan penggunaan substrat serabut kelapa, akar kadaka serta spagnum mempertahankan kelangsungan hidup plantlet selama periode awal aklimatisasi ex-vitro.   Kata kunci:aklimatisasi, Phalaenopsis Hibrid, serabut kelapa, akar kadaka, sphagnum
Struktur Hepar dan Rasio Bobot Hepar Terhadap Bobot Tubuh Mencit (Mus Musculus L.) Jantan Setelah Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta Indica A.Juss) Ratih Nur Fitriani; Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.75-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur hepar dan rasio bobot hepar terhadap bobot tubuh mencit (Mus musculus L) jantan setelah pemberian ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica A.Juss). Penelitian ini menggunakan 2 kelompok perlakuan yaitu Kontrol (akuades) dan Perlakuan (mimba). Perlakuan diberikan secara oral selama 21 hari. Hepar ditimbang dan dibuat preparat menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Pengukuran diameter hepatosit dilakukan dalam 4 bidang pandang. Bobot hepar dan bobot tubuh digunakan untuk menghitung nilai HSI. Data dianalisis dengan uji t. Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh nyata terhadap diameter hepatosit tetapi menunjukan pengaruh tidak nyata terhadap bobot tubuh, bobot hepar dan nilai Hepatosomatik indek (HSI). Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica) sebagai obat tradisional dengan dosis 14 mg/KgBB tidak mempengaruhi struktur hepar dan rasio bobot hepar terhadap bobot tubuh mencit (Mus musculus) jantan. Kata kunci : daun mimba, hepar, diameter hepatosit dan HSI
Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Hitam (Glycine max L. Merill) pada Berbagai Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria Murtinah Murtinah; Eny Fuskhah; Adriani Darmawati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.52-59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan jenis pupuk kandang dan berbagai konsentrasi plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai hitam (Glycine max L. Merill). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang (tanpa pupuk, pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing) dan faktor kedua adalah konsentrasi PGPR (PGPR komersial 5 ml/l air, 0 ml/l air, 5 ml/l air, 12,5 ml/l air, dan 20 ml/l air). Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Parameter produksi yang diamati yaitu jumlah polong, berat polong dan bobot 100 biji. Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan jenis pupuk kandang mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, berat polong dan bobot 100 biji. Peningkatan konsentrasi PGPR hanya meningkatkan tinggi tanaman. Tidak menunjukkan adanya interaksi antara jenis pupuk kandang dan konsentrasi PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi kedelai hitam. Kata kunci : pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, PGPR, kedelai hitam
Efek Naungan dan Umur Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Profil Metabolit Bunga Krisan (Chrysanthemum sp.) Puji Nur Hana; Yulita Nurchayati; Rini Budihastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.8-17

Abstract

Pertumbuhan dan profil metabolit tanaman krisan (Chrysathemum sp.) dipengaruhi umur fisiologi dan cahaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan kombinasi naungan dan umur fisiologi tanaman terhadap pertumbuhan dan profil metabolit bunga krisan, serta mengetahui senyawa spesifik dari profil metabolit bunga krisan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Krisan Bandungan Jawa Tengah pada bulan Maret hingga Oktober 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal 4 perlakuan dengan 10 kali ulangan, yaitu kombinasi perlakuan naungan 0% umur fisiologi tanaman 80 HST (P0 U80) dan 125 HST (P0 U125), naungan 75% umur fisiologi tanaman 80 HST (P1 U80) dan 125 HST (P1 U125). Perlakuan P0 U125 menghasilkan pertumbuhan tanaman paling tinggi yaitu 131,40 cm, dan diameter bunga yang lebih besar yaitu 6,38 cm. Perlakuan P1 U125 menghasilkan jumlah bunga terbanyak yaitu 21,40 bunga. Perlakuan naungan 0% menyebabkan waktu inisiasi bunga lebih cepat 104,1 HST dibanding naungan 75% 112,8 HST. Kesimpulkan penelitian ini adalah perlakuan kombinasi berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah bunga pada krisan. Pertumbuhan tanaman krisan tertinggi terdapat pada perlakuan P0 U125, jumlah bunga tertinggi pada perlakuan P1 U125. Terdapat senyawa spesifik etil linoleat pada perlakuan P1 U125, merupakan kelompok senyawa asam lemak pembentuk pyrethrin yang berpotensi sebagai insektisida nabati. Kata kunci: bioinsektisda, metabolit sekunder, intensitas cahaya, umur tanaman

Page 2 of 3 | Total Record : 23