cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN LAKUM (CAYRATIA TRIFOLIA L.) DAN BUAH KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) TERHADAP BOBOT TUBUH DAN BOBOT LEMAK ABDOMINAL RATTUS NORVEGICUS L. STRAIN WISTAR JANTAN HIPERLIPIDEMIA Setiawan, Raditya; Saraswati, Tyas Rini; Tana, Silvana
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.%p

Abstract

Daun lakum (Cayratia trifolia) dan buah kersen (Muntingia calabura) mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, steroid dan kaya akan antioksidan. Beberapa senyawa antioksidan seperti squalene, nimbidin dan saponin berpotensi meningkatkan metabolisme HDL dalam tubuh sehingga dapat mengurangi timbunan lemak tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bobot badan dan bobot lemak abdominal tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar jantan hiperlipidemia setelah pemberian jus buah kersen dan ekstrak etanol daun lakum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang teridiri atas 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan, yaitu kelompok kontrol, kelompok pakan hiperlipid positif, kelompok pemberian pakan jus kersen, kelompok pemberian pakan ekstrak lakum dan kelompok pemberian simvastatin. Pakan hiperlipid diberikan selama enam minggu, dimulai dari tikus umur tiga bulan. Pengukuran variable bobot badan diukur tiap minggu dan bobot lemak abdominal di akhir penelitian. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tambahan jus buah kersen dan ekstrak etanol daun lakum memberikan pengaruh yang signifikan pada bobot badan dan bobot lemak abdominal (p<0,05) Penelitian ini dapat disimpulkan  bahwa pemberian jus buah kersen dan ekstrak etanol daun lakum pada tikus putih jantan hiperlipidemia tidak berpotensi menurunkan bobot badan, namun berpotensi menurunkan bobot lemak abdominal. Kata kunci : Cayratia trifolia, Muntingia calabura, antioksidan, bobot badan, bobot lemak abdominal
PENGARUH FORMALIN DAN PERIODE SIMPAN TERHADAP VIABILITAS DAN PERTUMBUHAN AWAL BENIH KELENGKENG (DIMOCARPUS LONGAN) Akbar, Sifron; Lukiwati, Dwi Retno; Kusmiyati, Florentina
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan formalin dan periode simpan terhadap viabilitas dan pertumbuhan awal benih kelengkeng. Rancangan percobaan berdasarkan rancangan acak lengkap faktorial dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah formalin (0%, 0,5%, 1% dan 2%). Faktor kedua adalah periode simpan dengan 3 taraf (tanpa penyimpanan, 15 dan 30 hari). Parameter yang diamati adalah daya kecambah, kecepatan berkecambah, Jumlah daun dan tinggi bibit kelengkeng. Data yang diperoleh dianalisis ragam taraf 5% dan apabila berpengaruh nyata (p<0,05), dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya kadar formalin, nyata menurunkan daya kecambah dan kecepatan berkecambah, sedangkan kadar formalin 0,5% dengan 30 hari periode simpan optimal meningkatkan jumlah daun dan tinggi tanaman. Kata Kunci : Kelengkeng, formalin, periode simpan, viabilitas
PENGGUNAAN NAUNGAN DAN TIPE SUBSTRAT YANG BERBEDA PADA PERIODE AKLIMATISASI EX VITRO PHALAENOPSIS HIBRID Fauziah, Ade Arisma; Prahasti, Nurullita; Setiari, Nintya; Saptiningsih, Endang
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.%p

Abstract

Produksi bibit anggrek Phalaenopsis Hibrid secara umum dilakukan secara in vitro melalui teknik kultur jaringan. Periode selanjutnya adalah tahap aklimatisasi yaitu adaptasi plantlet di lingkungan ex vitro sehingga dapat tumbuh, bertahan hidup dan memproduksi bunga yang optimal. Penggunaan naungan dan tipe substrat berperan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup plantlet selama periode awal aklimatisasi. Penelitian bertujuan untuk mengkaji peran naungan dan tipe substrat yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup plantlet Phalaenopsis Hibrid selama periode awal aklimatisasi ex vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental dalam lingkungan greenhouse menggunakan plantlet Phalaenopsis Hibrid dalam botol, naungan paranet dan perlakuan tipe substrat yaitu serabut kelapa, akar kadaka dan spagnum. Penelitian dilakukan selama 5 minggu di greenhouse Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matemetika, UNDIP, Semarang. Plantlet tumbuh dan mampu bertahan hidup pada semua substrat dan naungan paranet secara bertahap. Pembentukan pori yang besar pada substrat serabut kelapa dan akar kadaka mampu meningkatkan jumlah dan panjang akar. Kemampuan menjerap air tinggi pada spagnum dapat meningkatkan berat segar plantlet. Penutupan paranet secara bertahap dan penggunaan substrat serabut kelapa, akar kadaka serta spagnum dapat mempertahankan kelangsungan hidup plantlet selama periode awal aklimatisasi ex vitro.   Kata kunci: aklimatisasi, anggrek, Phalaenopsis Hibrid, substrat, naungan
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM.) UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI TELUR ITIK PENGGING (ANAS PLATYRHYNCOS) Masadah, Siti Murni; Kasiyati, _; Djaelani, Muhammad Anwar; Sunarno, _
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.%p

Abstract

Daun kelor mengandung berbagai macam asam amino esensial dan kaya akan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tepung daun kelor terhadap produksi telur itik pengging. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan dan setiap ulangan berisi 3 ekor itik, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 2,5; 5; 7,5; dan 10%. Pengukuran variabel penelitian dilakukan setiap satu minggu dan diukur selama tiga minggu. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa imbuhan tepung daun kelor pada pakan itik pengging memberikan pengaruh yang signifikan pada produksi telur (p<0,05). Imbuhan tepung daun kelor dengan konsentrasi 2,5 dan 10% pada itik pengging mampu meningkatkan persentase produksi telur duck day, masing-masing sebesar 45,34% dan 39,71% dibandingkan kelompok kontrol (tepung daun kelor 0%). Hasil analisis kualitas kerabang telur untuk warna dan ketebalan pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata (p>0,05), sedangkan untuk bobot kerabang menunjukan hasil yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah imbuhan tepung daun kelor dengan konsentrasi 2,5 dan 10% pada pakan itik pengging dapat meningkatkan produksi telur tanpa merubah kualitas kerabang telur. Kata kunci: daun kelor, antioksidan, produksi telur, tebal kerabang, itik pengging
FERMENTASI AMPAS SAGU (FAS) SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF UNTUK MENINGKATAN PERTUMBUHAN BOBOT AYAM KAMPUNG Saebu, Yusuf; Tanjung, Rosye H.R.; Suharno, _
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.%p

Abstract

Sagu (Metroxylon sagu) merupakan salah satu tanaman kelompok palm yang mengandung zat pati tinggi, dan telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan pokok bagi masyarakat Papua. Semua bagian dari tanaman ini dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Namun, ampas sebagai bagian dari sisa produk zat pati belum dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi ampas sagu (FAS) sebagai pakan alternatif untuk pertumbuhan ayam kampung. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu : P0 =Kontrol (PB 100% dan FAS 0%), P1 =PB 96% dan FAS 4%, P2 =PB 92% dan FAS 8%, dan P3 =PB 88% dan FAS 12%. Parameter yang diukur antara lain adalah tinggi badan dan bobot ayam. Analisis dilakukan pada ampas sagu baik sebelum fermentasi maupun setelah proses fermentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa FAS mengandung protein kasar, serat kasar, dan lemak kasar mengalami peningkatan masing-masing sebesar 66,5%, 21,1%, 54,5% dibandingkan sebelum dilakukan fermentasi. Perlakuan FAS tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan tinggi tubuh ayam kampung. Perlakuan signifikan nampak pada parameter bobot tubuh ayam     kampung. Peningkatan terbaik bobot ayam terjadi pada perlakuan P1 (PB 96% dan FAS 4%). Perlakuan P1 mampu meningkatkan bobot ayam hingga mencapai 17,8%, sedangkan P2 mencapai 10%. FAS dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan bobot ayam kampung. Kata kunci : sagu, fermentasi, pertumbuhan, ayam kampung
Pengaruh Formalin dan Periode Simpan terhadap Viabilitas dan Pertumbuhan Awal Benih Kelengkeng (Dimocarpus longan) Sifron Akbar; Dwi Retno Lukiwati; Florentina Kusmiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.84-89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan formalin dan periode simpan terhadap viabilitas dan pertumbuhan awal benih kelengkeng. Rancangan percobaan berdasarkan rancangan acak lengkap faktorial dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah formalin (0%, 0,5%, 1% dan 2%). Faktor kedua adalah periode simpan dengan 3 taraf (tanpa penyimpanan, 15 dan 30 hari). Parameter yang diamati adalah daya kecambah, kecepatan berkecambah, Jumlah daun dan tinggi bibit kelengkeng. Data yang diperoleh dianalisis ragam taraf 5% dan apabila berpengaruh nyata (p<0,05), dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya kadar formalin, nyata menurunkan daya kecambah dan kecepatan berkecambah, sedangkan kadar formalin 0,5% dengan 30 hari periode simpan optimal meningkatkan jumlah daun dan tinggi tanaman. Kata kunci : kelengkeng, formalin, periode simpan, viabilitas, pertumbuhan awal 
Distribusi Nrf2 dan Enzim GST pada Sel Granulosa Ovarium Tikus Putih Premenopause setelah Pemberian Serbuk Rimpang Kunyit Teguh Suprihatin; Sri Rahayu; Muhaimin Rifa&#039;i; Sri Widyarti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.66-73

Abstract

Kurkumin pada tanaman kunyit dapat mengaktivasi agen transkripsi yaitu Nuclear related factor 2 (Nrf2). Nrf2 berperan dalam transkripsi kelompok enzim detosifikasi fase II, seperti glutathione S-transferase (GST). Enzim GST dapat berfungsi sebagai antioksidan dengan melindungi sel dari radikal bebas terutama dari kelompok ROS. Penelitian bertujuan mengetahui distribusi Nrf2 dan enzim GST pada sel granulosa ovarium tikus putih premenopause, setelah pemberian serbuk rimpang kunyit. Hewan uji yang digunakan adalah 30 ekor tikus putih betina, strain wistar, usia 12 bulan, dengan bobot 200-250 g. Enam kelompok perlakuan, yaitu P0; kontrol negatif, diberi akuades 4 ml, P1; kontrol positif, diberi serbuk kurkumin dosis 6,75 mg/kg BB, P2; diberi serbuk rimpang kunyit dosis 100 mg/kg BB, P3; diberi serbuk rimpang kunyit dosis 200 mg/kg BB, P4; diberi serbuk rimpang kunyit dosis 400 mg/kg BB, dan P5; diberi serbuk rimpang kunyit dosis 800 mg/kg BB. Perlakuan per oral setiap hari selama 27 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, data distribusi Nrf2 dan GST dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serbuk rimpang kunyit dosis 200mg/kg BB, merupakan dosis optimal dalam meningkatkan distribusi Nrf2 dan enzim GST pada sel granulosa ovarium tikus putih premenopause.
Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) untuk Mendukung Produksi Telur Itik Pengging (Anas platyrhyncos) Siti Murni Mas&#039;adah; Kasiyati Kasiyati; Muhammad Anwar Djaelani; Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.25-34

Abstract

Daun kelor mengandung berbagai macam asam amino esensial dan kaya akan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tepung daun kelor terhadap produksi telur itik pengging. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan dan setiap ulangan berisi 3 ekor itik, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 2,5; 5; 7,5; dan 10%. Pengukuran variabel penelitian dilakukan setiap satu minggu dan diukur selama tiga minggu. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa imbuhan tepung daun kelor pada pakan itik pengging memberikan pengaruh yang signifikan pada produksi telur (p<0,05). Imbuhan tepung daun kelor dengan konsentrasi 2,5 dan 10% pada itik pengging mampu meningkatkan persentase produksi telur duck day, masing-masing sebesar 45,34% dan 39,71% dibandingkan kelompok kontrol (tepung daun kelor 0%). Hasil analisis kualitas kerabang telur untuk warna dan ketebalan pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata (p>0,05), sedangkan untuk bobot kerabang menunjukan hasil yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah imbuhan tepung daun kelor dengan konsentrasi 2,5 dan 10% pada pakan itik pengging dapat meningkatkan produksi telur tanpa merubah kualitas kerabang telur. 
Respons Fisiologi Tanaman Cabai (Capsicum annuum) Var. Lembang 1 Terhadap Infeksi Fusarium oxysporum pada Umur Tanaman yang Berbeda Himmatul Ulya; Rejeki Siti Ferniah; Sri Darmanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.2.2020.174-182

Abstract

Cabai  merah  merupakan  komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh  petani, namun  penyakit layu fusarium  yang disebabkan oleh infeksi fungi Fusarium oxysporum menjadi kendala utama dalam budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons fisiologi tanaman cabai  kultivar Lembang-1 pada umur tanaman yang berbeda terhadap infeksi F.oxysporum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x2. Faktor pertama adalah infeksi F.oxysporum (diinfeksi dan tidak diinfeksi) dan faktor kedua adalah umur tanaman cabai  saat infeksi  (35 dan 75 hari setelah tanam). Masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah panjang dan lebar porus stomata, kadar pigmen fotosintesis dan pertumbuhan relative tanaman cabai.  Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (Anova) dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman cabai  yang diinfeksi F.oxysporum pada umur 35 SHT lebih responsif  dibanding dengan yang diinfeksi pada umur 75 SHT.  Respon fisiologinya tanaman cabai yang diinfeksi pada hari ke 35 setelah tanam adalah  penyempitan lebar porus stomata sebesar 31,2%, penurunan kadar pigmen klorofil dan karotenoid sebesar 18%, penurunan tinggi batang 10,4% dan penurunan panjang akar 15,9%.Kata Kunci: defisiensi air, infeksi fungi, stomata, xylem
Struktur Anatomi Daun Mangrove Api-api Putih [Avicennia marina (Forsk.) Vierh] Di Pantai Mangunharjo, Semarang Atia Nadira Lumban Tobing; Sri Darmanti; Endah Dwi Hastuti; Munifatul Izzati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.96-103

Abstract

Mangrove api-api putih (Avicennia marina) adalah jenis mangrove yang dapat hidup di lingkungan dengan kondisi salinitas, intensitas cahaya, dan suhu dengan kisaran yang cukup luas. Hal tersebut ditunjang oleh kemampuan adaptasi secara fisiologi, anatomi maupun morfologi. Adaptasi anatomi terutama berkaitan dengan kemampuan mengabsorbsi air dan hara dari media tanam dengan potensial osmotik rendah yang disebabkan oleh salinitas tinggi, kemampuan regulasi kandungan garam yang tinggi pada jaringan dan kemampuan menekan laju transpirasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  struktur  anatomi daun A. marina yang tumbuh di Pantai Mangunharjo, Semarang. Sampel adalah daun ketiga dari ujung cabang. Masing-masing sampel diambil pada dua titik sampling, yaitu di tambak dan pantai. Tiap titik sampling diambil tiga pohon mangrove dengan ukuran pohon yang hampir sama. Preparat penampang lintang daun dibuat dengan metode embedding. Pengamatan struktur anatomi daun dilakukan dengan menggunakan fotomikrograf. Hasil penelitian menunjukkan struktur anatomi daun A. marina dari permukaan adaksial ke permukaan abaksial  berturut-turut tersusun atas kutikula, epidermis atas, kelenjar garam, jaringan hipodermis, jaringan mesofil yang terdiri atas jaringan palisade parenkim dan spons parenkim. Diantara jaringan mesofil terdapat jaringan pengangkut (vascular bundle) yang terdiri atas xilem dan floem. Sebelah bawah dari spons parenkim terdapat epidermis bawah dengan derivatnya berupa trikoma nonglandular dan stomata dengan tipe kriptofor.