cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Struktur Anatomi dan Histokimia Daun Buah Ajaib Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell Mutmainah, Mutmainah; Iriani, Dyah
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.2.2025.177-186

Abstract

Tanaman buah ajaib (Synsepalum dulcificum) merupakan spesies dari famili Sapotaceae yang memiliki habitus semak dan berdaun tunggal yang berpotensi sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi anatomi dan histokimia daun buah ajaib serta menganalisis potensinya sebagai tanaman obat dengan menggunakan metode parafin, metode paradermal, dan histokimia. Struktur anatomi yang diamati mencakup ibu tulang daun, intercostal, tepi daun, dan tangkai daun. Hasil kajian anatomi tepi daun tersusun atas epidermis, jaringan palisade dan jaringan bunga karang. Ibu tulang daun memiliki berkas pengangkut berbentuk semi-sirkular. Tangkai daun berbentuk sirkular dengan berkas pengangkut flat convex. Stomata hipostomatik dengan tipe anisositik dengan kerapatan 31,13 ± 2,83/mm2. Trikoma non glandular dan trikoma glandular ditemukan pada permukaan adaksial dengan kerapatan trikoma non glandular 1,01 ± 0,22/mm2 dan kerapatan trikoma glandular 12,61 ± 0,00/mm2. Hasil uji histokimia menunjukkan bahwa daun buah ajaib positif mengandung senyawa metabolit dengan kepekatan warna yang bervariasi pada setiap jaringan yang diuji. Keberadaan senyawa tanin banyak ditemukan di semua bagian ibu tulang daun, intercostal, tepi daun dan tangkai daun. Senyawa flavonoid banyak ditemukan di tangkai daun dan tepi daun, senyawa terpenoid banyak ditemukan di ibu tulang daun dan tepi daun, dan senyawa alkaloid banyak ditemukan di tepi daun. The miracle fruit (Synsepalum dulcificum) is a species from the Sapotaceae family with a shrub habit and simple leaves, which has potential as medicinal plant. This study aims to characterize the anatomy and histochemistry of the miracle fruit leaves and analyze their potential as a medicinal plant using paraffin, paradermal, and histochemical methods. The anatomical structures observed included the midrib, intercostal, leaf margin, and petiole. The anatomical study revealed that the leaf margin consists of the epidermis, palisade tissue, and spongy tissue. The midrib has a semi-circular vascular bundle, while the petiole is circular with a flat convex vascular bundle. The stomata are hypostomatic with an anisocytic type, having a density of 31.13 ± 2.83/mm2. Non-glandular and glandular trichomes were found on the adaxial surface, with non-glandular trichomes density at 1.01 ± 0.22/mm2 and glandular trichomes density at 12.61 ± 0.00/mm2. Histochemical test confirmed the presence of metabolic compounds with varying color intensities in the tested tissues. Tannins were widely found in all parts, including the midrib, intercostal, leaf margin, and petiole. Flavonoid were abundant in the petiole and leaf margins, terpenoids were mostly found in the midrib and leaf margin, while alkaloids were predominantly found in the leaf margin
Dampak Inklusi In-ovo Feeding Vitamin E dan Selenium pada Histomorfometri Bursa Embrio Itik Hibrida Ahmar, Rasyidah Fauzia; Hanum, Qanza Sofia; Kasiyati, Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.2.2025.144-152

Abstract

Vitamin E dan selenium adalah dua nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh serta mendukung fungsi vital organ. Peran vitamin E (VE) dan selenium (Se) sebagai antioksidan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan performa penetasan itik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur histologi bursa fabricius embrio itik setelah inklusi in-ovo vitamin E dan selenium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu K0 (kontrol), K1 (inklusi in-ovo 0,1 mL NaCl 0,89%), K2 (inklusi in-ovo 0,1 mL VE dan Se), dan K3 (inklusi in-ovo 0,15 mL VE dan Se). Perlakuan diberikan pada saat telur tetas berumur 14 hari, inkubasi diakhiri pada hari ke-26. Pembuatan preparat bursa menggunakan metode paraffin dan pewarnaan hematoksilin eosin. Parameter yang diamati berupa jumlah dan diameter plika, jumlah dan diameter folikel, tebal epitelium, diameter lumen, tebal korteks dan medula. Data diuji dan dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan adanya perbedaan nyata (P<0,05) pada jumlah dan diameter folikel. Jumlah plika, diameter plika, tebal epitelium, diameter lumen, tebal korteks dan tebal medula menunjukkan hasil berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa injeksi vitamin E dan selenium secara in-ovo berpotensi mengoptimalkan perkembangan struktur histologi folikel bursa fabricius, pada gilirannya mendukung kerja sistem imun itik hibrida. Vitamin E and selenium are two important nutrients that play a role in maintaining body health and supporting vital organ function. The role of vitamin E (VE) and selenium (Se) as antioxidants can be utilized to improve duck hatchability. This study aims to analyze the histological structure of the bursa fabricius of duck embryos after in-ovo inclusion of vitamin E and selenium. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments, namely K0 (control), K1 (in-ovo inclusion of 0.1 mL of 0.89% NaCl), K2 (in-ovo inclusion of 0.1 mL of VE and Se), and K3 (in-ovo inclusion of 0.15 mL of VE and Se). The treatments were administered when the eggs were 14 days old; egg incubation ended on day 26. Bursa preparations were made using the paraffin method and stained with hematoxylin-eosin. The parameters observed were the number and diameter of plicae, the number and diameter of follicles, the thickness of the epithelium, the diameter of the lumen, and the thickness of the cortex and medulla. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a significance level of 5% (α = 0.05) and the Kruskal-Wallis test. The results showed a significant difference (P<0.05) in the number and diameter of follicles. The number and diameter of plicae,  epithelium thickness, lumen diameter, cortex and medulla thickness showed no significant differences (P>0.05). Based on the results of this study, it can be concluded that in-ovo injection of VE and Se has the potential to optimize the histological structure of the bursa fabricius follicles, which in turn supports the immune system of hybrid ducks.