cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Kandungan Pigmen dan Aktivitas Antioksidan pada Tanaman Celosia plumosa Bunga Merah dan Kuning Dewi Prabawaningrum; Sri Kasmiyati; Anggara Mahardika
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.2.2020.119-128

Abstract

Tanaman Celosia plumosa memiliki variasi warna yang ditentukan oleh kandungan pigmen. Aktivitas antioksidan memiliki senyawa yang mampu memperlambat proses oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pigmen (klorofil, karotenoid, dan antosianin), flavonoid, fenolik, dan aktivitas antioksidan pada tanaman C.plumosa bunga merah dan kuning dengan variasi organ daun dan bunga. Analisis kandungan klorofil dan karotenoid dengan spektrofotometri, antosianin dengan pH-diferensial, flavonoid dengan AlCl3(kolorimetri), fenolik dengan Folin-ciocalteau, dan aktivitas antioksidan dengan DPPH. Kandungan klorofil tertinggi pada daun bunga kuning sebesar 128,80 µg/ml. Kandungan karotenoid tertinggi pada bunga merah sebesar 8,27 mg/ml. Kandungan antosianin tertinggi pada bunga merah sebesar 28,94 mg/gr. Flavonoid tertinggi pada bunga merah sebesar 5,60 mg/L. Fenolik tertinggi pada bunga merah sebesar 3,48 mg/L. Nilai IC50 tertinggi ditemukan pada bunga merah sebesar 2,75 ppm. Bunga merah memiliki kandungan pigmen antosianin dan karotenoid yang tinggi, dan didukung dengan metabolit sekunder flavonoid dan fenolik yang tinggi. Pada bunga merah kandungan pigmen karotenoid dengan flavonoid terdapat korelasi positif. Sedangkan pada daun bunga kuning dan merah tidak ada korelasi antara flavonoid dan pigmen. Pada daun bunga kuning terdapat korelasi positif antara pigmen antosianin dengan flavonoid yang kuat. Kata kunci : Antioksidan, Celosia plumosa, Flavonoid, Fenolik, Pigmen.
Kadar Apoprotein A dan Apoprotein B Serum Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi Pakan Tinggi Lemak Setelah diberi Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica) Sri Isdadiyanto; Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.49-55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak etanol daun mimba  (Azadirachta indica) terhadap kadar apoprotein A dan apoprotein B tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diberi pakan tinggi lemak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, sebanyak 24 ekor tikus putih jantan dewasa digunakan sebagai hewan uji, dibagi 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi P0 (control), P1 (pakan tinggi lemak), P2 (simvastatin 8 mg), P3; P4; dan P5 (uji dosis ekstrak etanol daun mimba 75; 100; dan 125 mg). Hari terakir perlakuan, hewan dikorbankan dan diambil darahnya untuk analisis  kadar apoprotein A dan apoprotein B. Kadar apoprotein A dan apoprotein B serum darah ditentukan dengan metode colorimetric enzymatic menggunakan cobas c reagents kits. Kadar apoprotein A dan apoprotein B serum darah diukur dengan menggunakan Roche/Hitachi cobas c systems automatically calculate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan tinggi lemak berpengaruh meningkatkan kadar apoprotein B,  ekstrak etanol daun mimba berpengaruh meningkatkan kadar apoprotein A dan menurunkan kadar apoprotein B.
Struktur Hepar dan Rasio Bobot Hepar Terhadap Bobot Tubuh Mencit (Mus Musculus L.) Jantan Setelah Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta Indica A.Juss) Ratih Nur Fitriani; Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.75-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur hepar dan rasio bobot hepar terhadap bobot tubuh mencit (Mus musculus L) jantan setelah pemberian ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica A.Juss). Penelitian ini menggunakan 2 kelompok perlakuan yaitu Kontrol (akuades) dan Perlakuan (mimba). Perlakuan diberikan secara oral selama 21 hari. Hepar ditimbang dan dibuat preparat menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Pengukuran diameter hepatosit dilakukan dalam 4 bidang pandang. Bobot hepar dan bobot tubuh digunakan untuk menghitung nilai HSI. Data dianalisis dengan uji t. Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh nyata terhadap diameter hepatosit tetapi menunjukan pengaruh tidak nyata terhadap bobot tubuh, bobot hepar dan nilai Hepatosomatik indek (HSI). Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica) sebagai obat tradisional dengan dosis 14 mg/KgBB tidak mempengaruhi struktur hepar dan rasio bobot hepar terhadap bobot tubuh mencit (Mus musculus) jantan. Kata kunci : daun mimba, hepar, diameter hepatosit dan HSI
Respon Perkecambahan Biji dan Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Terhadap Berbagai Limbah Organik Harmigita Putri Fitriani; Endah Dwi Hastuti; Erma Prihastanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.2.2020.198-205

Abstract

Kacang tanah merupakan salah satu bahan industri. Produksi kacang tanah di Indonesia meningkat namun belum dapat mengimbangi konsumsi dalam negeri. Produksi mempengaruhi penggunaan pupuk kimia yang seharusnya dikurangi karena dampak negatifnya terhadap lingkungan. Pupuk organik cair merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Salah satu bahan yang dapat dijadikan pupuk organik cair ialah air kelapa, urin sapi, dan air cucian beras. Limbah organik cair ini mengandung unsur hara yang dapat memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah sehingga mampu meningkatkan perkecambahan biji dan pertumbuhan tanaman kacang tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon perkecambahan biji dan pertumbuhan tanaman kacang tanah terhadap berbagai limbah organik cair. Penelitian dilakukan menggunakan RAL dengan 4 perlakuan, yaitu kontrol, air kelapa konsentrasi 100%, urin sapi konsentrasi 30%, dan air cucian beras konsentrasi 100% dan 5 ulangan. Parameter yang diamati ialah panjang radikula, berat basah kecambah, berat kering kecambah, tinggi tanaman, jumlah daun, umur pembungaan, jumlah bunga, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Analisis data menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan limbah organik cair memiliki kecenderungan meningkatkan perkecambahan biji dan pertumbuhan tanaman kacang tanah. Konsentrasi urin sapi 30% memberikan pengaruh yang paling baik terhadap perkecambahan biji dan pertumbuhan tanaman kacang tanah.Kata kunci : kacang tanah, air kelapa, urin sapi, air cucian beras
Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Hitam (Glycine max L. Merill) pada Berbagai Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria Murtinah Murtinah; Eny Fuskhah; Adriani Darmawati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.52-59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan jenis pupuk kandang dan berbagai konsentrasi plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai hitam (Glycine max L. Merill). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang (tanpa pupuk, pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing) dan faktor kedua adalah konsentrasi PGPR (PGPR komersial 5 ml/l air, 0 ml/l air, 5 ml/l air, 12,5 ml/l air, dan 20 ml/l air). Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Parameter produksi yang diamati yaitu jumlah polong, berat polong dan bobot 100 biji. Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan jenis pupuk kandang mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, berat polong dan bobot 100 biji. Peningkatan konsentrasi PGPR hanya meningkatkan tinggi tanaman. Tidak menunjukkan adanya interaksi antara jenis pupuk kandang dan konsentrasi PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi kedelai hitam. Kata kunci : pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, PGPR, kedelai hitam
Efek Pemberian Suplemen Kurkumin serta Serbuk Kunyit terhadap Kadar Protein Daging dan Bobot Karkas Puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) Fransisca Natalia Avianti; Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.2.2020.96-102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar protein daging dan bobot karkas puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica) setelah diberi suplemen kurkumin serta serbuk kunyit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hewan uji yang digunakan sebanyak 24 ekor puyuh jepang yang dibagi dalam 3 perlakuan yang terdiri dari P0: puyuh jepang yang tidak diberi suplemen kurkumin maupun kunyit (kontrol), P1: puyuh jepang yang diberi suplemen kurkumin kasar 0,15 mg/ekor, dan P2: puyuh jepang yang diberi serbuk kunyit kadar 108 mg/ekor. Parameter yang diamati yaitu konsumsi pakan, konsumsi minum, kadar protein daging dan bobot karkas. Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemberian suplemen kurkumin serta serbuk kunyit memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kadar protein daging, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan konsumsi pakan, konsumsi minum dan bobot karkas puyuh jepang. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian suplemen kurkumin serta kunyit pada puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica) dapat meningkatkan metabolisme protein sehingga kadar protein daging meningkat dan mendukung performa puyuh jepang. Kata kunci: puyuh jepang, kurkumin, serbuk kunyit
Kandungan Klorofil dan Karotenoid Daun Salam (Syzigium polyanthum (Wight) Walp.) pada Umur yang Berbeda Abdul Khafid; Yulita Nurchayati; Sri Widodo Agung Suedy
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.74-80

Abstract

Pohon salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan salah satu tumbuhan yang daunnya sering dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia sebagai penyedap rasa dalam masakan dan obat-obatan tradisional. Daun salam umumnya dimanfaatkan dalam kondisi segar. Pemanfaatan daun segar tersebut dilakukan berdasar umur daun, yang berkaitan dengan kandungan bahan aktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pigmen klorofil dan karotenoid daun salam pada umur yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, sampel daun diambil dari urutan daun yang berbeda berdasarkan letak duduk daun yaitu urut dari daun paling ujung (muda) merupakan daun ke-1, ke-3, ke-5, dan daun ke-7. Ulangan sebanyak 3 kali dari tangkai pohon yang berbeda. Parameter yang diamati adalah kandungan klorofil-a, klorofil-b, klorofil total dan karotenoid yang diukur secara spektrofotometri. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kandungan pigmen klorofil dan karotenoid meningkat seiring pertambahan umur daun. Kandungan klorofil-a tertinggi pada daun ke-3, sementara klorofil-b,klorofil total dan karotenoid tertinggi pada daun ke-5.
Perbaikan Sifat Fisik dan Kimia Tanah dengan Pembenah Tanah Anting-anting, Bandotan, dan Lamtoro untuk Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Relita Aprisa; Endah Dwi Hastuti; Sri Widodo Agung Suedy
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.2.2020.138-146

Abstract

Pembenah tanah merupakan bahan-bahan sintetis atau alami yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Anting-anting, bandotan dan lamtoro merupakan tumbuhan yang mengandung bahan organik > 5% sehingga dapat digunakan sebagai pembenah tanah. Penambahan pembenah tanah  ini diharapkan akan meningkatkan sifat fisik tanah, kimia tanah, pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan konsentrasi dan jenis pembenah tanah terhadap sifat fisik tanah, kimia tanah, pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Kawasan Tembalang, Laboratorium BSF Tumbuhan Jurusan Biologi FSM Universitas Diponegoro, Laboratorium Tanah Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor yang pertama yaitu konsentrasi pembenah tanah dan faktor yang kedua yaitu jenis pembenah tanah. Masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Sedangkan data kualitas kimia tanah dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan jenis pembenah tanah berpengaruh terhadap sifat fisik dan kimia tanah namun tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan serta produksi bawang merah. Interaksi antara konsentrasi dan jenis pembenah tanah berpengaruh terhadap peningkatan kapasitas lapang tanah.  Interaksi yang memberikan pengaruh yaitu jenis pembenah Lamtoro konsentrasi 25%, 50% dan 75%, pembenah Bandotan konsentrasi 50% dan 75% serta pembenah Anting-anting konsentrasi 25%. Jenis pembenah Lamtoro konsentrasi 75% memberikan pengaruh optimal terhadap kapasitas lapang tanah. Kata kunci : pembenah tanah, Anting-anting, Bandotan, Lamtoro, Bawang merah
Pengaruh Wadah dan Suhu Penyimpanan yang Berbeda terhadap Kematangan Buah Sawo (Manilkara zapota L.) Rafif Zuhair Muhammad; Erma Prihastanti; Rini Budihastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.42-48

Abstract

Buah sawo merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai sifat mudah rusak. Buah sawo memerlukan penanganan pascapanen yang baik untuk mengurangi kerusakan pascapanen. Penelitian ini menggunakan 24 buah sawo terdiri atas 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 3 buah sawo yang ditempatkan dalam 2 wadah. Penelitian ini menggunakan perlakuan yaitu A1: Wadah plastik yang disimpan pada suhu 15oC, B1: Wadah kardus yang disimpan pada suhu 15oC, A2: Wadah plastik yang disimpan pada suhu 27oC, B2: Wadah kardus yang disimpan pada suhu 27oC. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah warna buah, susut bobot buah, total padatan terlarut buah, dan lama penyimpanan buah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjut uji Duncan dengan α = 0,005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wadah dan suhu berpengaruh terhadap lama penyimpanan dan kualitas buah sawo. Kombinasi wadah plastik dan suhu 15oC dapat meningkatkan masa simpan  hingga 12 hari, sedangkan kombinasi wadah kardus dan suhu 27oC hanya dapat meningkatkan masa simpan selama 3 hari.
Efek Naungan dan Umur Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Profil Metabolit Bunga Krisan (Chrysanthemum sp.) Puji Nur Hana; Yulita Nurchayati; Rini Budihastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.8-17

Abstract

Pertumbuhan dan profil metabolit tanaman krisan (Chrysathemum sp.) dipengaruhi umur fisiologi dan cahaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan kombinasi naungan dan umur fisiologi tanaman terhadap pertumbuhan dan profil metabolit bunga krisan, serta mengetahui senyawa spesifik dari profil metabolit bunga krisan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Krisan Bandungan Jawa Tengah pada bulan Maret hingga Oktober 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal 4 perlakuan dengan 10 kali ulangan, yaitu kombinasi perlakuan naungan 0% umur fisiologi tanaman 80 HST (P0 U80) dan 125 HST (P0 U125), naungan 75% umur fisiologi tanaman 80 HST (P1 U80) dan 125 HST (P1 U125). Perlakuan P0 U125 menghasilkan pertumbuhan tanaman paling tinggi yaitu 131,40 cm, dan diameter bunga yang lebih besar yaitu 6,38 cm. Perlakuan P1 U125 menghasilkan jumlah bunga terbanyak yaitu 21,40 bunga. Perlakuan naungan 0% menyebabkan waktu inisiasi bunga lebih cepat 104,1 HST dibanding naungan 75% 112,8 HST. Kesimpulkan penelitian ini adalah perlakuan kombinasi berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah bunga pada krisan. Pertumbuhan tanaman krisan tertinggi terdapat pada perlakuan P0 U125, jumlah bunga tertinggi pada perlakuan P1 U125. Terdapat senyawa spesifik etil linoleat pada perlakuan P1 U125, merupakan kelompok senyawa asam lemak pembentuk pyrethrin yang berpotensi sebagai insektisida nabati. Kata kunci: bioinsektisda, metabolit sekunder, intensitas cahaya, umur tanaman