cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2018): November 2018" : 5 Documents clear
Penentuan Zona Gerakan Tanah dan Analisis Kemantapan Lereng di Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Monalisa Isma Rikma Marani; Najib Najib; Rinal Khaidar Ali
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3572.022 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.3.2018.89-98

Abstract

Bencana gerakan tanah merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi, baik secara alamiah maupun buatan, yang dampaknya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur (Noor, 2011). Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang perkembangan sarana infrastrukturnya cukup tinggi, tetapi juga berpotensi mengalami gerakan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, tingkat kerentanan gerakan tanah dan kestabilan lereng di Kecamatan Klego. Geologi Kecamatan Klego terdiri dari batulanau, breksi laharik, breksi piroklastik dan endapan alluvium, struktur geologi terdiri dari sesar geser sinistral dengan kedudukan strike dan dip N 325o E/52o, bersifat minor. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di Kecamatan Klego adalah kondisi kemiringan lereng yang curam, litologi/ material penyusun lereng yang telah lapuk, dan faktor pemicu berupa infiltrasi air berlebihan ke dalam lereng ketika intensitas hujan tinggi. Kecamatan Klego termasuk daerah dengan tingkat kerawanan zona Tipe B, yang terbagi menjadi 3 tingkat, yaitu kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi (kemiringan lereng 25% - 40%), tingkat kerawanan sedang (kemiringan lereng 8% - 16%), dan tingkat kerawanan rendah (kemiringan lereng 21% - 31%). Nilai Faktor Keamanan (FK) setelah menggunakan beban tambahan pada 5 titik adalah 1,28-1,22 (Lokasi 1), 1,54-1,49 (Lokasi 2), 0,62-0,61 (Lokasi 3), 5,68-5,71 (Lokasi 4), dan 0,66-0,68 (Lokasi 5). Berdasarkan hasil tersebut, kondisi lereng di Kecamatan Klego terdiri dari lereng relatif stabil dan labil. Nilai FK yang aman ketika diberikan beban tambahan adalah 1,5. Tidak disarankan memberikan beban yang berlebih di atas lereng dengan FK 1,5. Perlu dilakukan upaya penanggulangan dan pengendalian bahaya gerakan tanah di Kecamatan Klego seperti mengubah geometri lereng, membuat dinding penahan dari batuan dan parit permukaan pada lereng yang tidak stabil, serta perlindungan sistem hidrologi kawasan.
Geokimia Daerah Panasbumi Gunung Pandan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Hanindya Ramadhani; Herning Dyah Kusuma Wijayanti; Paramitha Tedja Trisnaning
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.875 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.3.2018.107-112

Abstract

Pulau Jawa memiliki potensi sumberdaya panasbumi yang tinggi, dibuktikan dengan se-kitar 70% jumlah lapangan panasbumi yang telah beroperasi di Indonesia terletak di Pulau Jawa. Sebagian besar prospek yang telah diidentifikasi berasosiasi dengan gunungapi, khususnya yang berumur Kuarter. Eksplorasi dan eksploitasi panasbumi di Pulau Jawa, hingga saat ini banyak berfokus di Jawa Tengah dan di bagian timur Jawa Barat. Minimnya penyelidikan panasbumi di daerah Jawa Timur menyebabkan kurangnya informasi mengenai sistem panasbumi di wilayah ini. Gunung Pandan merupakan salah satu gunungapi yang terletak di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Kehadiran manifestasi mataair panas dan kolam lumpur menjadi salah satu indikasi prospek energi panasbumi. Penelitian terhadap kehadiran manifestasi panasbumi dapat menjadi referensi dalam melakukan penyelidikan detail potensi panasbumi di daerah ini. Pengamatan geologi lapangan dan pengambilan sampel air pada lokasi mataair panas dan kolam lumpur mencakup koordinat dan ketinggian lokasi pengambilan sampel, jenis litologi, serta temperatur dan pH manifestasi. Sampel air diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan unsur kimianya, selanjutnya dilakukan analisis terkait tipe fluida dan geotermometer. Daerah Gunung Pandan, terutama pada setiap lokasi penyelidikan, tertutup endapan limonit dan sebagian lokasi dijumpai adanya travertine. Hasil analisis menunjukkan fluida di ke empat daerah memiliki tipe Sodium Klorida yang dicirikan dengan kandungan Na + K dan Cl yang tinggi, serta memiliki sifat air dewasa. Hasil analisis geothermometer, diperkirakan temperatur terendah reservoir sebesar 153° C dan temperatur tertinggi reservoir sebesar 222°C.
Re-Evaluasi Perencanaan Pengembangan Kota Baru Berdasarkan Informasi Geologi Teknik di Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat Wahdatul Khasanah; Najib Najib; Taufiq Wira Buana
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3513.441 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.3.2018.113-123

Abstract

Rencana pengembangan kota baru akan dilakukan di Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini dilakukan untuk menyediakan informasi geologi, geologi teknik dan melakukan re-evaluasi lokasi pengembangan kota baru berdasarkan peta kemampuan geologi teknik. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan penyelidikan di lapangan meliputi sifat fisik dan keteknikan tanah/ batuan, kondisi morfologi, struktur geologi dan kedalaman muka air tanah, kemudian mengumpulkan peta bencana geologi dan peta tutupan lahan. Penyusunan peta kemampuan geologi teknik dilakukan dengan pembobotan dan overlay peta kebencanaan geologi yang meliputi peta kerentanan gerakan tanah, peta kerentanan gempa bumi, peta zona rawan letusan gunung api dan peta kerentanan banjir. Morfologi di lokasi penelitian terdiri dari bentuk lahan vulkanik bergelombang landai (lereng 3o – 9o) dan perbukitan struktural terjal (lereng 17o – 27o). Struktur geologi yang dijumpai adalah kekar dan indikasi lipatan. Satuan geologi teknik terdiri dari perselingan batupasir-batulempung, breksi laharik, batupasir kerikilan, dan lanau lempungan. Kedalaman muka air tanah pada lokasi penelitian berkisar antara 5 m – 20 m. Zona kemampuan geologi teknik pada lokasi penelitian terbagi menjadi zona kemampuan geologi teknik sangat rendah, zona kemampuan geologi teknik rendah, zona kemampuan geologi teknik menengah, dan zona kemampuan geologi teknik tinggi.
Pemodelan Pergerakan Pencemar Airtanah oleh Hidrokarbon di Kelurahan Jlagran Kota Yogyakarta Harizona Aulia Rahman; Doni Prakasa Eka Putra; Heru Hendrayana
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.302 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.3.2018.81-88

Abstract

Kebocoran tangki bahan bakar minyak untuk kereta api di Stasiun Tugu Yogyakarta pada tahun 1997 menyebabkan pencemaran airtanah pada sumur-sumur penduduk. Bahan bakar minyak (hidrokarbon) tergolong LNAPLs (Light Non Aqueous Phase Liquids), sukar larut dalam air. Penyebaran kontaminan (plume) pada airtanah dipengaruhi oleh biodegradasi. Penelitian terdahulu oleh Setyaningsih (2010) menyebutkan bahwa kecepatan aliran pada daerah penelitian adalah 1,5 km per tahun dalam kurun waktu 5 tahun, plume sudah mengalir jauh dari daerah penelitian. Berdasarkan informasi tersebut, sangat perlu diketahui arah pergerakan aliran airtanah dari 24 sumur observasi. Daerah penelitian merupakan bagian atas dari Sistem Akuifer Merapi (SAM) dengan penyusun endapan pasir dan endapan pasir krikilan, dengan aliran airtanah yang tidak seragam. Secara umum, aliran airtanah di daerah penelitian berarah utara-selatan. Di bagian selatan, aliran terpisah ke arah timur dan barat karena keberadaan sungai yang juga membatasi daerah penelitian. Hasil pengukuran dan analisa sampel airtanah menunjukkan 13 sumur observasi diindikasikan tercemar oleh hidrokarbon dengan plume sepanjang 325 m bergerak dari barat laut ke tenggara. Simulasi penyebaran pencemar dan konsentrasi hidrokarbon terlarut dibuat pemodelan menggunakan BIOPLUME III. Nilai kandungan hidrokarbon yang dipakai diambil dari data sumur, yaitu 1 mg/L hingga 50 mg/L. Pergerakan plume di daerah penelitian mengikuti arah aliran airtanah dan diestimasi mengalami penurunan konsentrasi kemudian hilang setelah 54 tahun. Nilai konsentrasi berkurang dari 50 mg/L menjadi 1,63 mg/L dengan rata-rata penurunan konsentrasi sebesar 7,95 mg/L selama 10 tahun.
Analisis Rembesan Pada Perencanaan Pembangunan Bendungan Logung, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Heni Setyawati; Najib Najib; Ahmad Syauqi Hidayatillah
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2183.033 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.3.2018.99-106

Abstract

Bendungan termasuk kedalam heavy construction sehingga bendungan menyimpan potensi bahaya yang besar dan memiliki resiko kerusakan fisik serta kegagalan fungsi. Salah satu kerusakan fisik serta kegagalan fungsi pada bendungan adalah erosi akibat mengalirnya air melalui lubang-lubang pada pondasi (piping). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air bendungan yang merembes melewati as bendungan pada keadaan muka air normal dan banjir, serta mengetahui nilai faktor keamanan bendungan dari bahaya piping. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi lapangan meliputi pemetaan geologi, pengukuran geolistrik dan pemboran inti, serta perhitungan Faktor Keamanan (FK). Sampel inti batuan diuji di laboratorium untuk mengetahui sifat fisik dan mekanika tanah terutama nilai specific gravity dan void ratio. Perhitungan FK menggunakan simulasi dengan input muka air normal dan muka air banjir. Berdasarkan hasil dari pemetaan geologi, permukaan lokasi penelitian disusun oleh batupasir tuffan, tuff, dan breksi. Pengukuran geolistrik dan pemboran inti menunjukkan bahwa bagian bawah permukaan dari lokasi penelitian tersusun oleh tuff yang mendominasi bagian atas dan batupasir tuffan mendominasi bagian bawah. Debit rembesan sebelum grouting pada keadaan muka air normal adalah sebesar 14,33 m3/hari dan berubah menjadi 9,49 m3/hari, debit rembesan sebelum grouting pada kondisi muka air banjir sebesar 15,32 m3/hari dan berubah menjadi 10,17 m3/hari. Nilai faktor keamanan piping Bendungan Logung pada saat sebelum di grouting adalah 1,38 dan naik menjadi 4,77 setelah di grouting.

Page 1 of 1 | Total Record : 5