cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Dolines Phenomenon Determination Using by Geological and Geoelectrical Resistivity Survey Approach in Bedoyo Village, Ponjong Subdistrict, Gunung Kidul Regency Fatimah Fatimah; alhussein flower rizqi
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.2.2022.130-139

Abstract

Gunung Kidul Regency is a highland consisting of carbonate rocks dominantly. Bedoyo village in Ponjong sub district has a lot of dolines, but in the summer season, the dolines become dry and could not be water storage. Geological mapping is included in geomorphological, rock observation, structural mapping also petrographical analysis in the laboratory. A Geophysics survey is to observe the subsurface rock distribution laterally and vertically with dipole-dipole configuration. The resistivity method is to determine the resistivity value for the depth of fewer than 40 meters with the length of electrodes of about 250 meters. The result of the geological and geophysical analysis is to review the dolines phenomenon that could not be a shallow aquifer. It is caused by the subsurface condition beneath the dolines consisting of carbonated rocks with poor porosity, lenses of impermeable tuffaceous claystone, and igneous rock. Those rock basements have a moderate to poor porosity in the aquifer. The less opportunity to be a good aquifer if the deeper rock is an impermeable igneous rock. An alternative geophysical survey is needed to observe the deeper rock vertically.
Studi Kelayakan Tambang dalam Perencanaan Kegiatan R4 : Restorasi, Remediasi, Reklamasi, dan Rehabilitasi pada Tambang Andesit Feldspar Gunung Ragas, Desa Clering, Kabupaten Jepara Gracia Megasari Mujianto; Tri Winarno; Rinal Khaidar Ali
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.2.2022.91-103

Abstract

Kegiatan program pascatambang harus memperhatikan kelayakan serta efektivitas kegiatan pascatambang yaitu R4 (Restorasi, Remediasi, Reklamasi, dan Rehabilitasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah dan lingkungan, hasil penilaian kelayakan, serta efektivitas perencanaan R4. Penelitian dilakukan pada daerah usaha pertambangan andesit feldspar milik PT Semarang Mineral Pembangunan yang berlokasi di Gunung Ragas, Desa Clering, Kabupaten Jepara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi lahan terdampak, analisis geologi lingkungan serta pengamatan dampak sosial pada pusat dan sekitar pertambangan, serta penilaian matriks parameter kelayakan kegiatan pascatambang. Parameter penilaian berdasarkan pada dokumen KEPMEN 1806 K/30/MEM/2018. Hasil analisis penilaian kelayakan menunjukkan bahwa area 1 bernilai >80% dan diklasifikasikan sebagai lahan yang layak sebagai parameter pascatambang, sedangkan area 2, area 3, dan area 4 bernilai 60-80% dan diklasifikasikan sebagai lahan yang cukup layak. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan yang direkomendasikan dalam program pascatambang antara lain restorasi air permukaan melalui saluran irigasi dan Daerah Aliran Sungai (DAS), remediasi lahan budidaya kebun jambu, reklamasi sarana geowisata, dan rehabilitasi program reboisasi dan pembuatan terasering.
Identifikasi Lokasi Sebaran Fosil untuk Penentuan Konservasi Situs Paleontologi Bumiayu, Provinsi Jawa Tengah Rahajeng Ayu Permana Sari; Agustina Djafar; Ifan Yoga Pratama Suharyogi; Winantris Winantris; Lili Fauzielly; Erick Setiyabudi
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.2.2022.116-129

Abstract

Bumiayu merupakan daerah yang menarik untuk dikaji dari sisi paleontologi, salah satunya keberadaan Fauna Satir yang merupakan fauna vertebrata tertua di Pulau Jawa. Ada beberapa titik lokasi penemuan yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu; Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong; dan Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung. Situs Paleontologi Bumiayu dikenal dengan nama lain Situs Buton (Bumiayu-Tonjong). Metode yang digunakan berupa identifikasi keragaman geologi dan analisis data kualitatif berdasarkan PP No. 26 Tahun 2008. Lokasi yang perlu dikonservasi adalah Sungai Kaliglagah, Sungai Cisaat, Sungai Kalibiuk, Sungai Pelem, Sungai Slatri, Sungai Santanaya, Sungai Cipanglosoran, Sungai Jawan, dan Sungai Bodas karena menceritakan secara runtut pengangkatan Pulau Jawa menjadi daratan selama Plio-Plistosen. Geosite tersebut memiliki keunikan batuan dan fosil yang berfungsi sebagai laboratorium alam, sehingga direkomendasikan untuk dikonservasi sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) terutama untuk melindungi dari kerusakan.
Formasi Sabu Sebagai Endapan Kolisi Busur Gunungapi Woyla dengan Lempeng Sumatra Barat Angga Jati Widiatama; Rezki Naufan Hendrawan; Evan Rosyadi Ogara; Lauti Dwita Santy; Vallery Inggrid Evitayanti; Lammartua Satria Nusatara Sagala
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.2.2022.104-115

Abstract

Geologi wilayah Lampung relatif masih memiliki referensi yang rendah khususnya tentang formasi batuan sedimen. Salah satu formasi batuan sedimen di Lampung adalah Formasi Sabu yangtersusun atas konglomerat aneka bahan, batupasir, dan batulempung berumur Paleosen hingga Oligosen yang belum diteliti karakteristik batuan asalnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi jenis provinsi tektonik sedimen Formasi Sabu menggunakan metode modal komposisidengan metode perhitungan poin counting terhadap dua belas sampel sayatan tipis yang diambil dari hasil pengukuran penampang stratigrafi setebal 47 m. Formasi Sabu pada lokasi penelitian dapat dibagi menjadi tiga segmen, segmen bawah memiliki provenan dari provinsi tektonik recycled orogen, segmen tengah memiliki provinsi tektonik dissected arc hingga basement uplift, segmen atas memiliki provenan dari dissected arc yang berupa plutonic magmatic arc. Variasi provinsi tektonik ini disebabkan akibatkondisi sumber sedimen berasal dari pegunungan hasil tabrakan antara busur gunungapi Woyla dan terrane Sumatra Barat yang menjadi sumber sedimen provinsi tektonik recycled orogen dan magmatic arc. Tabrakan busur gunungapi Woyla dan terrane Sumatra Barat secara diakronus ditafsirkan memicu terbentuknya sesar mendatar besar yang memicu tersingkapnya batuan alas berupa pluton granit yang menjadi sumber provinsi basement uplift hingga plutonic magmatic arc. Formasi Sabu diintepretasikan terendapkan pada cekungan pull apart yang terbentuk dari sistem sesar mendatar yang terbentuk pada umur Paleogen.
Karst dan Dinamika Tektonik Formasi Wapulaka Kota Baubau Anna Irada La Ode Malim; Wa Ode Amala RM
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.3.2022.191-202

Abstract

Kota Baubau terletak di bagian barat daya Pulau Buton. Perkembangan dan pembangunan fisik serta ekonomi wilayahnya saat ini lebih terpusat pada bentangalam karst yang termasuk dalam Formasi Wapulaka karena lokasinya yang strategis. Namun, pembangunan di wilayah ini belum ditunjang dengan pemahaman yang memadai mengenai karakteristik karst itu sendiri. Pembentukan bentangalam karst dengan berbagai model morfologinya sangat dipengaruhi oleh aktifitas tektonik dan pelarutan. Pelarutan dapat membentuk rongga, meningkatkan porositas dan melemahkan batuan serta menyebabkan penurunan daya dukung lingkungan. Penelitian mengenai karakteristik karst diperlukan dalam pertimbangan penentuan arah pembangunan wilayah kota. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi lapangan dalam pengumpulan data morfologi permukaan dan bawah permukaan untuk menentukan tipe kelas karst, selanjutnya dikorelasikan dengan kelurusan topografi yang diidentifikasi dari peta SRTM, data sekunder berupa geologi regional dan hasil penelitian terdahulu, untuk membantu memahami peran tektonik dalam pembentukan morfologi karst tersebut. Perkembangan fitur karst permukaan dan bawah permukaan menunjukkan bahwa karst di wilayah ini termasuk kelas karst kompleks. Analisis kelurusan topografi  menunjukkan dua periode deformasi yang berpengaruh pada orientasi morfologi karst. Korelasi data morfologi, kelurusan topografi, arah bukaan gua dan penelitian terdahulu mengindikasikan bahwa aktifitas tektonik sangat berpengaruh dalam pembentukan dan orientasi morfologi karst termasuk arah bukaan gua di bawah permukaan.
Palynostratigraphy Subang, Kaliwangu, And Citalang Formation, From Cikandung River Passage, Sumedang Regency, West Java Rizki Satria Rachman; Winantris Winantris
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.3.2022.140-150

Abstract

The Subang, Kaliwangu, and Citalang Formation which are important parts of the Bogor Basin have not been studied, especially from the palynostratigraphic aspect. Therefore, this study aims to conduct palynostratigraphic study of these three formations that are well exposed in the Cikandung River area, Sumedang Regency, West Java. Method used in this research is divided into several stages including sampling by spot sampling; preparation of palynomorphs and palynodebris by hydrogen peroxide and acid methods; identification of samples using CX-22 microscope; analysis and interpretation of data using basic research statistics. Result, the research area was divided into three groups. The first group (sample W.9 – W.10) correlates with the Subang Formation which has predominantly claystone lithology with Middle Miocene age and shallow marine environment. This group is in proximal basin position with dysoxic conditions. The second group (sample W.5 – W.8) correlates with the Kaliwangu Formation which has alternating lithology between sandstone and claystone with younger age than the Middle Miocene and transitional environment. This group is in proximal basin position with dysoxic-anoxic conditions. The third group (sample W.1 – W.4) correlates with the Citalang Formation which has sandstone and conglomerate lithology with younger age than the Middle Miocene (Kaliwangu Formation) and terrestrial environment. This group is in proximal basin position and anoxic conditions. In general, when viewed from palynodebris, the presence of plant material (palynomorph, cuticle, and wood) is negatively correlated with AOM and other rock fragments. On the other hand, in terms of palynomorphs, the presence of foraminifera lining test has negative correlation with other terrestrial palynomorphs, especially those of the Florschuetzia species.
Analisis Kestabilan Lereng Menggunakan Metode Rock Mass Rating (RMR) dan Slope Mass Rating (SMR) untuk Menentukan Faktor Keamanan Lereng Pada Tambang Tuf Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Marolop P Pangaribuan; Nofrohu Retongga
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.3.2022.171-190

Abstract

Batuan yang tersingkap di permukaan bumi umumnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi bangunan. Masyarakat Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil batu dengan cara sederhana yaitu penambangan tuf menggunakan pahat dan palu besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kestabilan lereng tambang tuf akibat aktifitas penambangan oleh masyarakat sekitar sehingga dapat mengetahui nilai faktor keamanan lereng pada tambang tuf di Desa Candirejo. Metode yang diguanakan adalah Rock Mass Rating (RMR) dan Slope Mass Rating (SMR). Hasil analisis hubungan nilai faktor keamanan lereng dan intensitas longsor berdasarkan nilai faktor keamanan <1,07 termasuk longsor sering terjadi (lereng labil), 1,07 < FK < 1,25 termasuk longsor pernah terjadi (lereng kritis) dan > 1,25 longsor jarang terjadi (lereng relatif stabil). Faktor keamanan yang dianalisis menggunakan bantuan software Rocscience Slide v.6.005 setelah dianalisis didapatkan nilai FK sebesar 4,775. Berdasarkan nilai FK 4,775 adalah longsor jarang terjadi (lereng relatif stabil). Faktor keamanan yang tinggi di pengaruhi oleh tingkat pelapukan batuan yang rendah, intensitas kekar yang sedikit, dan litologi yang di dominasi struktur masif.
Kualitas dan Kelas Batubara di Kecamatan Uluiwoi Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Rahmatul Sarfat; Hasria Hasria; La Ode Ngkoimani; Ali Okto; Arisona Arisona; Muliddin Muliddin; La Hamimu La Hamimu; Erzam S. Hasan; Syamsul Razak Haraty
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.3.2022.151-162

Abstract

Penelitian dilakukan di daerah Desa Tawanga, Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan letak geografis 121045’00” BT dan 03035’00” LS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pemanasan bervariasi pada batubara di Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap peningkatan nilai kalori, untuk mengetahui kualitas batubara pada daerah penelitian setelah dilakukan analisis laboratorium, dan untuk mengetahui kelas batubara pada daerah penelitian setelah dilakukan analisis laboratorium. Metode yang digunakan adalah metode analisis proksimat. Berdasarkan hasil analisis proksimat batubara, diperoleh hasil bahwa semakin tinggi suhu pemanasan batubara maka kadar air semakin rendah, kadar abu semakin tinggi, kadar zat terbang semakin rendah, kadar karbon semakin rendah, dan nilai kalori semakin tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemanasan, kadar air 11,96%, kadar abu 33%, kadar zat terbang 34,04% dengan hasil nilai kalori 2.596 cal/g.  Setelah suhu dinaikkan menjadi 1000C kadar air semakin  menurun menjadi 9,53%,  kadar abu semakin naik menjadi 47%, zat terbang semakin turun menjadi 27,47% dengan hasil nilai kalori semakin bertambah menjadi 3.450 cal/g. Berdasarkan hasil analisis proksimat diperoleh hasil bahwa kualitas batubara pada daerah penelitian termasuk ke dalam kategori batubara kualitas rendah dengan nilai kalori yaitu 2.596 cal/g-3.450 cal/g(adb). Berdasarkan hasil perhitungan perbandingan antara kadar karbon tetap dan zat terbang  maka diperoleh hasil bahwa kelas batubara di daerah penelitian termasuk lignit.
Analisis Porositas dan Permeabilitas Satuan Batupasir Formasi Ledok sebagai Potensi Batuan Reservoir Daerah Kedewan dan Sekitanya Bojonegoro, Jawa Timur Sapto Heru Yuwanto; Muhammad Zulvi Rosadi
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.3.2022.163-170

Abstract

Daerah penelitian terletak pada Zona Rembang, secara  administratif yaitu Desa Beji dan sekitarnya, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi, geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi, serta kualitas porositas dan permeabilitas untuk penentuan batuan reservoir pada daerah penelitian. Pada penelitian geologi kali ini dilakukan dengan penelitian permuakaan daerah penelitian, sedangkan analisis yang dilakukan adalah analisa petrografi, analisa mikropaleontologi analisis struktur geologi, analisis stratigrafi dan analisis sifat inti batuan yang menggunakan metode penimbangan serta sayatan tipis untuk mengetahui nilai porositas dan metode pengukuran dengan alat permeameter untuk mengetahui nilai permeabilitas batuoasr firmasi ledok.Geomorfologi pada daerah penelitisn dapat dibagi menjadi yaitu struktural dan denudasional untuk denudasional sendiri kita dapat membagi lagi menjadi dua klasifikasi yaitu D4, D5 untuk denudasional dan S5untuk satuan struktural. Susunan Stratigrafi dari yang paling tua ke yang mudah yaitu  Satuan Batuan Batu Kalkarenit, Satuan Batuan Napal  sisipan kalkarenit, Satuan Batupasir, dan Satuan Batuan Napal. Struktur geologi daerah penelitian yaitu Antiklin Kedewan, Antiklin Beji, Sesar Geser Kiri Diperkirakan. Rata-rata Porositas Satuan Batuan Batupasir Ledok dengan nilai rata-rata 34,665% (istimewa) dan nilai permeabilitas memiliki rata-rata 76,58133mD (baik), Maka dapat disimpulkan satuan Batuan BatupasirLedokberpotensi menjadi reservoir yang baik.
Identifikasi Patahan dan Struktur Bawah Permukaan Kawasan Potensi Panas Bumi Rawa Dano Provinsi Banten Menggunakan Data Gravitasi GGMPlus Inria Purwaningsih; Khafidh Nur Aziz; Rahmawati Fitrianingtyas
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.6.1.2023.43-52

Abstract

Rawa Dano merupakan daerah potensi panas bumi di Jawa Barat yang memiliki manifestasi berupa mata air panas. Meskipun bagian dari Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi dan mulai dikembangkan sejak tahun 2009, struktur bawah permukaan di wilayah ini belum dapat dijelaskan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi bawah permukaan guna mendukung eksplorasi di kawasan potensi panas bumi Rawa Dano menggunakan metode Gravitasi dari data GGMPlus. Area penelitian melingkupi koordinat 599098,627mT – 615194,894mT dan 9311307,916mU – 9327686,574mU dengan luas wilayah 16,22 km x 16,46 km.Jumlah data sebanyak 5.402 titik dengan jarak antar titik~221 m.Hasil Anomali Bouguer Lengkap (ABL) menunjukkan adanya anomali rendah di sisi barat hingga barat daya yang merepresentasikan dataran rendah, sedangkan anomali tinggi berada di sisi utara hingga timur laut yang berkorelasi denganpegunungan dan perbukitan. Berdasarkan pemodelan 2D, batuan penyusun di daerah penelitian didominasi oleh lima jenis formasi batuan. Batuan berdensitas 2,4 g/cm3-3,29 g/cm3 bersesuaian dengan andesit dan basalt yang berasal dari Batuan Gunungapi Danau Tua. Batuan dengan densitas 1,96 g/cm3-2,44 g/cm3 bersesuaian dengan tufa yang termasuk dalam Tufa Banten Bawah, sedangkan batuan dengan densitas 1,6 g/cm3-2,35 g/cm3 dan 1,5 g/cm3 yang juga bersesuaian dengan tufa berasal dari Batuan Gunungapi Danau Muda dan Tufa Banten Atas. Kemudian batuan berdensitas 1,9 g/cm3–2,15 g/cm3 bersesuaian dengan kerikil, pasir dan lempung termasuk ke dalam Endapan Rawa Danau. Selain itu, terdapat lapisan batuan baru berdensitas 1,03 g/cm3-1,13 g/cm3 yang belum diketahui jenis batuannya.

Page 8 of 12 | Total Record : 117