cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Analisis Atribut Seismik Instantaneous Frequency Untuk Sebaran Reservoir Batupasir Formasi Tensleep Lapangan Teapot Dome Hamriani Ryka; Lourensius Hotmartua Nainggolan; Kukuh Jalu Waskita; ikhwannur adha
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 4, No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.4.3.2021.151-158

Abstract

Lapangan Teapot Dome berada di Wyoming Tengah, Amerika Serikat. Lapangan ini tercatat sebagai 100 lapangan penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat dengan cadangan yang terbukti sebesar 42.515.000 barrel. Lapangan ini berada dekat dengan tepi barat daya Cekungan Powder River. Bagian terdalam dari Cekungan Powder River terdiri dari hampir 5.500 meter batuan sedimen, dan sekitar 2.440 meter dari sedimen tersebut merupakan sedimen non marin yang berumur Kapur Akhir dan batuan sedimen klastik Tersier yang berhubungan dengan Orogenesis Laramide. Penelitian ini difokuskan pada bagian Pennsylvanian, khususnya pada bagian Top Sand B. Lapisan ini merupakan lapisan batupasir yang cukup tebal dengan Eolian Dunes. Pemetaan yang dilakukan ini untuk mengetahui sebaran reservoir batupasir pada Top Sand B dengan analisis atribut seismik menggunakan atribut instantaneous frequency dengan menggunakan data seismik 3D Post Stack Time Migration dengan menggunakan 3 sumur sebagai pengontrol untuk formasi dan kedalaman. Berdasarkan hasil analisis atribut seismik menunjukkan bahwa atribut instantaneous frequency dapat menggambarkan sebaran reservoir batupasir pada bagian Top Sand B dengan perubahan yang dapat dilihat berdasarkan perubahan warna dalam bentuk peta. Dengan dominasi persebaran batupasir berada di wilayah bagian selatan Lapangan Teapot Dome. Hal ini juga dipengaruhi oleh struktur patahan pada Formasi Tensleep.
Perubahan Kecepatan Subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Sundaland akibat Gempa Bumi Samudera Hindia tahun 2016 Satrio Muhammad Alif; Muhamad Sofyan Sauri; Redho Surya Perdana
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 4, No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.4.3.2021.159-167

Abstract

Gempa bumi Samudera Hindia terjadi pada tanggal 2 Maret 2016 dengan magnitudo7.8 di sekitar zona subduksi Lempeng Sundaland. Implikasi tektonik dari gempa bumi dengan magnitudo di atas 7 ini diteliti karena implikasi tektonik gempa bumi di Samudera Hindia tahun 2012 sangat besar hingga Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan mendapatkan pengaruh gempa bumi Samudera Hindia tahun 2016 terhadap perubahan kecepatan subduksi. Data yang digunakan adalah data Global Navigation Satellite System (GNSS) kontinu di tujuh stasiun yang berada di Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Sundaland. Data diolah dengan perangkat lunak ilmiah untuk mendapat solusi koordinat harian. Pada deret waktu koordinat, dilakukan perhitungan kecepatan degan regresi linier untuk data sebelum gempa bumi dan data setelah gempa bumi. Nilai kecepatan yang diperoleh digunakan untuk perhitungan regangan. Hal yang didapatkan dan dibahas adalah perubahan nilai kecepatan dan regangan, serta membandingkan arah kecepatan stasiun GNSS dengan arah kecepatan dari lempeng terkait. Kecepatan stasiun GNSS yang diperoleh berkisar 18 hingga 70 mm/tahun. Kecepatan stasiun GNSS mengalami penurunan dan regangan mengalami pertambahan nilai pemendekan setelah gempa bumi. Nilai perubahan semakin besar untuk stasiun yang lebih dekat ke Palung Sunda. Stasiun GNSS yang berada di pulau di sebelah barat Pulau Sumatra diduga berada di Blok Sumatra, pecahan dari Lempeng Sundaland.
Paleobatimetri Satuan Batupasir Karbonatan Formasi Sambipitu di Lintasan Kali Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta Yody Rizkianto; Muchamad Ocky Bayu Nugroho; Muhammad Gazali Rachman; Jendri Pratama; Anggi Tasya Margaretha Marpaung
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.1.2022.42-52

Abstract

Litologi penyusun Formasi Sambipitu yang terletak di Kali Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta tersusun oleh batupasir kasar, lalu semakin ke atas menjadi batupasir halus dengan perselingan serpih, batulanau, dan batulempung. Hal inilah yang menjadi dasar untuk melakukan studi perkembangan lingkungan pengendapan Formasi Sambipitu di lintasan Kali Ngalang, Gedangsari, Gunung. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif–kuantitatif dengan membuat kolom stratigrafi terukur, analisis petrografi dan analisis mikropaleontologi. Hasil analisis penampang stratigrafi terukur menunjukkan perubahan litologi dari batupasir karbonatan (arkosic wacke dan lithic wacke) dengan sisipan batulanau dan breksi fragmen andesit dan koral berangsur menjadi batupasir karbonatan dengan sisipan batugamping klastik (grainstone, packestone, dan wackestone). Hasil analisis mikropaleontologi menunjukkan bahwa daerah telitian berumur Miosen Awal–Miosen Tengah (N8-N12) dengan lingkungan pengendapan neritik tengah–neritik tepi (27,45–183 m).
Estimasi Cadangan Batugamping di Lapangan Bukit Tajarang PT Semen Padang sebagai Bahan Baku Pembuatan Semen Rinal Khaidar Ali; Kurnia Fadhli; Dian Agus Widiarso
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.1.2022.61-75

Abstract

Bukit Tajarang merupakan lapangan tambang baru yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan semen yang dibutuhkan PT Semen Padang. Perhitungan cadangan dilakukan untuk mengetahui jumlah cadangan batugamping pada lokasi tambang tersebut, sehingga dapat disesuaikan dengan target produksi dan umur tambang. Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah cadangan batugamping pada lokasi penelitian dan menentukan umur tambang. Metode yang digunakan adalah metode penaksiran cadangan dalam bentuk permodelan block model dengan menggunakan software Surpac 6.3.2, dan metode estimasi berupa Inverse Distance Weighting. Data berupa 27 titik bor, kemudian data bor tersebut diklasifikasikan menjadi data collar, data survey, data litologi, dan data asssay, kemudian menggunakan data topografi daerah penelitian. Berdasarkan pada perhitungan yang dilakukan, estimasi jumlah cadangan pada daerah penelitian adalah 144.368.325 ton. Berdasarkan pada target produksi PT Semen Padang yaitu 9,.362.746 ton/tahun dan jumlah estimasi cadangan yang telah didapatkan sebelumnya, maka estimasi umur tambang pada daerah penelitian adalah 15 tahun 3 bulan.
Estimasi Cadangan Batugamping sebagai Bahan Baku Utama Semen pada Kuari Batugamping, PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk., Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah Vanadia Martadiastuti; Bella Pratiwi; Rinal Khaidar Ali
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.1.2022.53-60

Abstract

Pertambangan batugamping merupakan salah satu industri yang strategis bagi kebutuhan bahan baku utama industri semen. Untuk itu, perlu dilakukan kegiatan eksplorasi terhadap kawasan yang memiliki potensi cadangan batugamping. Penelitian ini berada pada kuari batugamping, area tambang dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) batugamping PT Semen Indonesia (Persero), Tbk. Tambang batugamping yang terletak di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengahini,memiliki kapasitas sebesar 3,5 juta ton/tahun dengan berat jenis batugamping 2,5 gr/cm3. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas batugamping, jumlah cadangan batugamping, dan umur tambang daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi lapangan dananalisis laboratorium, yaitu meliputianalisis sayatan tipis sertaanalisis X-Ray Fluorescence (XRF).Selanjutnya, dilakukan perhitungan estimasi cadangan dengan menggunakan perangkat lunak 3DMine. Pada pengolahan perangkat lunak diperolehkadar rata-rata kandungan kimia pada kuari batugamping, yaitu CaO 53.52%, MgO 2.27%, SiO 0.36%, Al₂O₃ 0.42%, dan Fe₂O₃ 0.14%. Perhitungan estimasi cadangan batugamping didapatkan volume sebesar 25.133.812,50 m³ dan tonase sebesar 62.834.531.25 ton, serta sisa umur tambang batugamping, yaitu 17 tahun 11 bulan. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), kualitas batugamping pada daerah penelitian layak untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan semen.
ANALISIS REMBESAN PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN TERHADAP KEAMANAN BENDUNGAN PIDEKSO, KABUPATEN WONOGIRI, JAWA TENGAH. Athik Dina Nashihah; Wahju Krisna Hidajat; Narulita Santi
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.1.2022.1-15

Abstract

Perencanaan pembangunan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri dengan tipe bendungan urugan berkemungkinan gagal. Salah satu kerusakan yang terjadi di Bendungan Pidekso adalah rembesan. Terjadinya rembesan dapat menyebabkan terbentuknya pipa-pipa dalam tanah. Tujuan dari adanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan debit rembesan sebelum dan sesudah grouting serta faktor keamanan piping. Metode yang digunakan berupa pengamatan data geologi dan geologi teknik yang dilanjutkan dengan analisis rembesan menggunakan Metode Elemen Hingga/Finite Element Method (FEM) dengan Software Slide 6.0. Analisis rembesan dilakukan pada kondisi muka air normal dan pada kondisi muka air banjir saat sebelum pelaksanaan grouting dan sesudah grouting. Debit rembesan sebelum grouting pada kondisi muka air normal adalah 3,1533 m3/hari dan kondisi muka air banjir adalah 3,3747 m3/hari dan nilai faktor keamanan piping yaitu 1,22 dan 1,83. Penanganan pada pembangunan bendungan dengan cara grouting untuk memperbaiki hasil yang diperoleh menjadi lebih aman. Hasil perhitungan menunjukkan debit rembesan setelah dilakukan grouting pada kondisi muka air normal adalah 0,66484 m3/hari dan kondisi muka air banjir adalah 0,66873 m3/day. Faktor keamanan piping menjadi meningkat pada angka 4,68.
Pemetaan Zona Bahaya Aliran Piroklastik Gunung Merapi, Jawa Tengah dan Sekitarnya menggunakan Aplikasi Titan2D Dinar Astari; Wilfridus FS Banggur; Narulita Santi; Najib Najib
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.1.2022.76-82

Abstract

Salah satu bahaya primer erupsi gunungapi adalah aliran piroklastik. Pada bulan Desember 2020, sejak letusan Gunung Merapi menghasilkan ash plumes, ash fall, dan aliran piroklastik selama Oktober 2019-Maret 2020, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih relatif tinggi. Oleh karena itu, simulasi aliran piroklastik dilakukan sebagai salah satu upaya untuk bersiap menghadapi erupsi suatu gunungapi terutama dalam menentukan zona atau daerah yang berpotensi terdampak aliran piroklastik. Aliran piroklastik Gunung Merapi disimulasikan menggunakan perangkat lunak Titan2D dengan input berupa data DEM (Digitalized Elevation Model) yang merepresentasikan bentuk morfologi Gunung Merapi dengan resolusi 8 m, memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Output yang dihasilkan berupa representasi dinamis dari kecepatan aliran piroklastik, ketebalan deposit, dan daerah terdampak. Tipe aliran piroklastik yang disimulasikan adalah tipe guguran yang berasal dari runtuhnya kubah lava Gunung Merapi dengan skenario volume 2 juta m3 dan 5 juta m3 di mana sudut sudut internal friksi sebesar 30° dengan sudut basal friksi 13° dan 15°. Hasil simulasi memperlihatkan aliran piroklastik mengalir ke arah selatan-barat daya Gunung Merapi dengan kisaran kecepatan 32,8 m/det sampai 75,8 m/det dengan jarak jangkauan mencapai 7,7 km melewati batas wilayah Kawasan Rawan Bencana 2 Gunung Merapi.
Analisis Kekuatan Massa Batuan dan Stabilitas Lereng Intake Bendungan Bener Berdasarkan Metode Empiris, Analitis, dan Numerik Muhammad Satya Himawan Danuartha; Hendratama Widianto
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.1.2022.16-25

Abstract

Berdasarkan hasil redesain terowong pengelak Bendungan Bener memiliki panjang trase ±853 m, dengan tinggi lereng intake dan inlet sebesar 130 m. Fungsi bendungan ini selama konstruksi berlangsung digunakan untuk mengalihkan aliran Sungai Bogowonto, tetapi ketika operasional berfungsi sebagai bangunan pengambilan untuk air baku dan PLTA. Penelitian ini menyajikan hasil investigasi geologi teknik galian intake dan portal inlet terowong pengelak Bendungan Bener. Karakteristik massa batuan diperoleh dari pemetaan geologi teknik (scanline). Sifat indeks dan keteknikan batuan diperoleh dari hasil laboratorium sampel batuan. Analisis stabilitas lereng pada intake dengan metode empiris dilakukan berdasarkan klasifikasi massa batuan, metode analitis berdasarkan metode ambang batas kesetimbangan, metode numerik berdasarkan  metode elemen hingga. Investigasi geologi menunjukkan lokasi terowongan tersusun oleh breksi andesit, yang merupakan bagian dari Formasi Kebo Butak. Massa batuan pada area studi galian intake dominan segar dan lapuk ringan berdasarkan Rock Mass Rating, RMR juga diklasifikasikan sebagai massa batuan kelas I (massa batuan sangat bagus) dan kelas II (massa batuan bagus). Berdasarkan  Slope Mass Rating, desain lereng inlet berada pada kelas II (stabil). Hasil analisis stabilitas sumbu utama lereng intake alami dan setelah penggalian menggunakan metode ambang batas kesetimbangan dan metode elemen hingga berada pada kondisi aman (Faktor keamanan >1,5).
Geologi dan Karakteristik Geometri Lapisan Batubara di Daerah Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Faiq Hibatulloh; Bambang Kuncoro Prasongko; Agus Harjanto
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.1.2022.26-41

Abstract

Berdasarkan fakta di lapangan, lapisan batubara dapat dijumpai dalam sebaran yang tidak teratur, tidak menerus, menebal dan menipis, terpisah dengan geometri yang bervariasi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai geometri lapisan batubara menjadi penting, karena geometri lapisan batubara berhubungan langsung dengan sumberdaya dan cadangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi, karakteristik fisik dan geometri lapisan batubara di daerah penelitian. Metode penelitian yang dilakukan mencakup studi pustaka, pemetaan geologi permukaan, profil singkapan, profile composite, pengamatan dan pengukuran struktur geologi. Daerah penelitian berada di Formasi Dahor yang terdiri atas satuan batupasir Dahor dan satuan batulempung Dahor. Pola struktur berarah tenggara-baratlaut, dijumpai lapisan miring dengan kedudukan N185°-N242°E/3°-17° serta arah umum face cleat N280°-N355°E/62°-89°. Kondisi geologi di daerah penelitian terdiri atas satuan batupasir Dahor dan satuan batulempung Dahor. Kondisi geologi dan karakteristik geometri lapisan batubara di Satuan Batupasir Dahor dan Satuan Batulempung Dahor adalah berbeda, sedangkan karakteristik fisik lapisan batubara Satuan Batupasir Dahor dan Satuan Batulempung Dahor adalah sama kecuali pengotornya. Persamaan dan perbedaan tersebut dipengaruhi oleh proses-proses geologi (syn-depositional dan post-depositional) yang berlangsung.
Slip Rate of Kumering Fault in Lampung Province Calculated from GPS Data from 2007 to 2021 Satrio Muhammad Alif; Putri Ferlia Cahyani; Ongky Anggara; Aditya Rizqiansyah
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.5.2.2022.83-90

Abstract

Kumering Fault in Lampung Province is a segment of SFZ that was tectonically active region that had generates large earthquakes. The earthquake hazard around Kumering Fault can be estimated by understanding slip rate of Kumering Fault. This research aim is to estimate slip rate of Kumering Fault by using GPS data from 2007 to 2021. GPS data used in this research are 6 periodic GPS sites and 1 continuous Sumatran GPS Array site. GPS data is processed to obtain daily solution coordinates which are used to calculate velocity by using least-square method of linear regression. Fault parallel velocities are calculated to estimate slip rate and locking depth of Kumering Fault. The  The process to obtain slip rate is using grid-search method by finding best fit velocities for all GPS sites. The velocities of GPS sites indicate Sundaland Plate movement. Fault parallel velocities shows the typical movement of right-lateral Kumering Fault. The slip rate of Kumering Fault estimated from this study is 18.2 ± 10 mm/year while the locking depth of the Kumering Fault is 17 ± 3 km. It proves that SFZ is rigid block. However, building more GPS sites in area study is mandatory to obtain better result.

Page 7 of 12 | Total Record : 117