cover
Contact Name
Master Bahasa
Contact Email
Master Bahasa
Phone
-
Journal Mail Official
rahmad.nuthihar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Master Bahasa
ISSN : 23374462     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 9 Documents clear
Karakteristik Ragam Bahasa Hukum dalam Teks Qanun Aceh Mawardi Mawardi; Siti Sarah Fitriani
Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.452 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i2.11665

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik ragam bahasa hukum ditinjau dari unsur kejelasan makna, kepaduan pikiran, kelugasan, dan keresmian dalam teks Qanun Aceh. Sumber data penelitian ini adalah 5 teks Qanun Aceh. Data penelitian ini adalah bagian-bagian teks Qanun Aceh yang memiliki karakteristik ragam bahasa hukum yang meliputi kejelasan makna, kepaduan pikiran, kelugasan, dan keresmian. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan karakteristik ragam bahasa hukum yang terdapat dalam teks Qanun Aceh sudah sesuai aspek kejelasan makna, kepaduan pikiran, kelugasan, dan keresmian. Namun, hasil penelitian ini juga menunjukkan terdapat beberapa teks Qanun Aceh yang belum sesuai dengan karakteristik ragam bahasa hukum secara sempurna. Terdapat beberapa teks Qanun Aceh yang belum jelas maknanya, tidak lugas, tidak padu, dan belum menggunakan aspek keresmian. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa, ketidaksesuaian unsur karakteristik ragam bahasa hukum yang belum sempurna banyak ditemui pada aspek keresmian khususnya pada penggunaan bahasa baku dan ejaan. .
Bahasa Makian dalam Masyarakat Pesisir Kabupaten Pidie Safrizal, Andi; Bahrun, Bahrun
Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.275 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i2.11657

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan (1) bentukbentuk bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie, (2) referensi yang terdapat pada bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie, (3) makna yang terdapat pada bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie, dan (4) tujuan bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie. Makian adalah sebuah ungkapan yang biasanya berkonotasi negatif, diucapkan sebagai bentuk ekspresi keadaan psikologis yang dirasakan seseorang. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, dan data yang dikumpulkan adalah data lisan. Data penelitian ini adalah percakapan yang terjadi di kecamatan Muara Tiga dan kecamatan Batee. Pengolahan data dilakukan dengan beberapa tahap, pertama data diseleksi sesuai dengan daerah dan kebutuhan penelitian, kemudian ditraskripsi, dan terakhir analisis data. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap, pertama adalah tahap interpreasi bentuk-bentuk makian, kemudian interpretasi referensi dan makna makian, serta interpretasi tujuan penggunaan bahasa makian. Hasil penelitian mengungkapkan bahasa makian sebagai berikut: (1) bentuk-bentuk bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie terdiri atas bentuk monomorfemik, polimorfemik, frase, klausa dan kalimat, (2) referen bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie terdiri atas binatang, makhluk halus, benda-benda, istilah agama, bagian tubuh manusia, kekerabatan, manusia, sifat, aktivitas, sumpah, profesi, penyakit, dan seru, (3) Makna yang terdapat dalam bahasa makian masyarakat pesisir kabupaten adalah makna denotatif dan makna konotatif (4) tujuan bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie adalah untuk mengungkapkan kemarahan, mengungkapkan kekesalan, mengintimidasi lawan bicara, mengekspresikan keheranan, menghina, sebagai gurauan dan mengakrabkan suasana.
Analisis Butir Soal Ujian Bahasa Indonesia Buatan Guru MTsN di Kabupaten Aceh Besar Srika Ningsih Pasi; Yusrizal Yusrizal
Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.532 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i2.11666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) validitas soal ujian bahasa Indonesia buatan guru kelas VIII MTsN di Aceh Besar, (2) reliabilitas soal ujian bahasa Indonesia buatan guru, (3) tingkat kesukaran soal ujian bahasa Indonesia buatan guru, (4) daya pembeda soal ujian bahasa Indonesia buatan guru, (5) efektivitas pengecoh (distraktor) soal ujian bahasa Indonesia buatan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan program AnatesV4.02 ditinjau dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Berdasarkan penelitian ini ditemukansoal buatan guru MTsN di AcehBesar dari segi (1) validitas, soal MTsN Tungkob (40%) dan soal MTsN soal Jeureula (64%) valid, sedangkan soal MTsN Indrapuri (34%), soal MTsN Montasik (13%), dan soal MTsN Cot Gue (21%) tidak valid. (2) reliabilitas, soal MTsN Indrapuri (50% ), soal MTsN Tungkob (57%), soal MTsN Jeureula (82%) reliabel, sedangkan soal MTsN Montasik (23%) dan soal MTsN Cot Gue (35%) tidak reliabel. (3) tingkat kesukaran, MTsN Indrapuri (40%), soal MTsN Tungkob ((40%), dan soal Montasik (40%) kategori baik, sedangkan soal MTsN Jeureula (24%) dan soal MTsN Cot Gue (27%) tidak baik. (4) daya pembeda, soal MTsN Indrapuri (60%), soal MTsN Tungkob (60%), soal MTsN Jeureula (67%), soal MTsN Montasik (40%), dan soal MTsN Cot Gue (50%) kategori baik. (5) Efektivitas Pengecoh (Distraktor), soal MTsN Indrapuri (67%), soal MTsN Tungkob (74%), soal MTsN Jeureula (73%), soal MTsN Montasik (60%), dan soal MTsN Cot Gue (63%) kategori baik. Keseluruhan butir soal bahasa Indonesia kelas VIII buatan guru MTsN di Kabupaten Aceh Besar Tahun Ajaran 2016-2017 termasuk kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa semua guru bahasa Indonesia kelas VIII MTsN mampu membuat soal ujian dilihat dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh (distraktor).
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Artikel Jurnal di Lingkungan Universitas Syiah Kuala Nurul Azmi; Rajab Bahry
Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.423 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i2.11659

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam artikel jurnal di lingkungan Universitas Syiah Kuala khususnya kesalahan kohesi dan koherensi paragraf. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah 7 jurnal di Lingkungan Universitas Syiah Kuala. Data penelitian ini adalah kalimat atau paragraf yang terdapat kesalahan kohesi dan koherensi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi kesalahan berbahasa dalam artikel jurnal di lingkungan Universitas Syiah Kuala pada dua aspek, yaitu kohesi dan koherensi. Kesalahan kohesi meliputi (1) konjungsi, yaitu konjungsi intrakalimat dan konjungsi antarkalimat; (2) penggunaan kata tunjuk untuk menyatakan referensi; (3) penggunaan kohesi pergantian (substitusi) pada kalimat kesimpulan dalam paragraf; (4) pemakaian pelesapan (elipsis) karena ketiadaan subjek; dan (5) pemakaian sinonim dan repetisi. Kesalahan koherensi meliputi kesalahan penalaran dan logika berbahasa, generalisasi terlalu luas, dan kesalahan karena hubungan sebab-akibat tidak memadai.
Analisis Nilai Karakter dalam Teks Cerita Buku Pelajaran Siswa Sekolah Dasar Rizki Kurniawati; Irsyadillah Irsyadillah
Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.573 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i2.11600

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah nilai karakter yang terdapat dalam teks cerita buku pelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 siswa kelas I, II, III, IV, V, VI sekolah dasar yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013, 2014, 2015 dan Penerbit Erlangga tahun 2014? Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter dalam teks cerita buku pelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 siswa kelas I, II, III, IV, V, VI sekolah dasar yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013, 2014, 2015 dan Penerbit Erlangga tahun 2014. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah buku pelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 siswa kelas I, II, III, IV, V, VI sekolah dasar yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013, 2014, 2015 dan Penerbit Erlangga tahun 2014 yang berjumlah 51 buku. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan teknik analisis dokumen. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dalam teks cerita buku pelajaran siswa sekolah dasar terdapat nilai karakter religius yang mencakupi dua jenis nilai yaitu nilai religius dalam beribadah dan bersyukur, nilai jujur terdapat dua jenis nilai yaitu jujur pada diri sendiri dan jujur pada orang lain, nilai toleransi terdiri dari dua jenis nilai yaitu nilai toleransi beragama dan nilai toleransi sosial, nilai disiplin terdiri dari dua jenis nilai yaitu disiplin waktu dan disiplin dalam berbangsa dan bernegara, nilai kerja keras terdiri dari dua jenis nilai yaitu kerja keras dalam belajar dan kerja keras dalam bekerja, nilai kreatif yang terdapat yaitu kreatif dalam berkarya, nilai mandiri terdiri dari dua jenis nilai yaitu mandiri dalam menjaga kesehatan dan mandiri dalam bekerja, nilai demokratis yang terdapat yaitu demokratis secara langsung, nilai rasa ingin tahu yang terdapat yaitu rasa ingin tahu secara langsung, nilai semangat kebangsaan terdapat dua jenis nilai yaitu semangat kebangsaan dalam berpikir dan semangat kebangsaan dalam bertindak, nilai cinta tanah air terdiri dari dua jenis nilai yaitu cinta tanah air dengan kebanggaan dan cinta tanah air dengan menghormati, nilai menghargai prestasi terdiri dari dari dua jenis nilai yaitu menghargai prestasi dengan pujian dan menghargai prestasi dengan saling mendukung, nilai bersahabat yang terdapat yaitu nilai bersahabat yang berhubungan dengan keakraban dalam berteman, nilai cinta damai yang terdapat yaitu cinta damai dalam keluarga, nilai gemar membaca terdiri dari dua jenis nilai yaitu gemar membaca secara individu dan gemar membaca secara berkelompok, nilai peduli lingkungan terdapat dalam menjaga kebersihan lingkungan, nilai peduli sosial terdapat dalam membantu sesama, dan nilai tanggung jawab terdiri dari dua jenis nilai yaitu tanggung jawab pada diri sendiri dan pada orang lain. Dari keseluruhan nilai karakter yang terdapat dalam teks cerita buku pelajaran sekolah dasar, nilai karakter paling dominan adalah nilai rasa ingin tahu.
Pelaksanaan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Teks Eksposisi pada SMA di Kota Banda Aceh Muliana Muliana
Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.086 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i2.11661

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan (1) pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran teks eksposisi pada SMA di Kota Banda Aceh, (2) kendala pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran teks eksposisi pada SMA di Kota Banda Aceh, dan (3) upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran teks eksposisi pada SMA di Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia kelas X pada SMA di Kota Banda Aceh, pengamatan pelaksanaan penilaian autentik, dan dokumen pelaksanaan penilaian autentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Indonesia kelas X pada SMA di Kota Banda Aceh (1) secara umum telah melaksanakan penilaian autentik dalam pembelajaran teks eksposisi, (2) mendapat kendala yang berhubungan dengan siswa dan waktu dalam pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran teks eksposisi, dan (3) melakukan upaya untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran teks eksposisi. Simpulan penelitian ini adalah pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran teks eksposisi pada SMA di Kota Banda Acehn sudah dilaksanakan dengan baik sesuai ketetapan kurikulum 2013.
Analisis Struktur Fisik dan Struktur Batin Puisi Anak dalam Majalah Potret Anak Cerdas Sri Wahyuni Y; Mohd. Harun
Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.278 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i2.11601

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur fisik dan struktur batin puisi anak dalam majalah Potret Anak Cerdas meliputi (1) bunyi, (2) pilihan kata, (3) sarana retorika, (4) tema, dan (5) amanat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian struktural. Sumber data dalam penelitian ini adalah puisi anak dalam majalah Potret Anak Cerdas edisi 14, 15, 16, 17, 18, dan 19. Data dalam penelitian ini adalah bunyi, kata, sarana retorika, tema dan amanat dalam puisi anak majalah Potret Anak Cerdas. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data terbagi dalam tiga tahap, yaitu (1) tahap reduksi data, (2) tahap penyajian data, dan (3) tahap penarikan simpulan. Hasil yang ditemukan sebagai berikut. Pertama, dari segi aspek bunyi ditemukan ada 11 jenis rima yang digunakan, yaitu (1) rima aliterasi (2) rima mutlak, (3) rima awal, (4) rima tengah, (5) rima akhir, (6) rima datar, (7) rima berpeluk, (8) rima bersilang, (9) rima rangkai, (10) rima kembar, dan (11) rima patah. Rima secara menyeluruh ditemukan yang paling menonjol adalah rima mutlak dan rima patah. Irama yang ditemukan ada 2 jenis irama, yaitu (1) repetisi, dan (2) paralelisme. Irama secara menyeluruh ditemukan yang paling menonjol adalah bentuk repetisi. Kedua, dari aspek pilihan kata ditemukan ada 4 penggunaan kata sifat hakiki puisi, yaitu (1) emotif, (2) objektif, (3) imitatif atau referensial, dan (4) konotatif. Diksi secara menyeluruh ditemukan yang paling menonjol adalah kata yang bersifat emotif. Ketiga, dari segi sarana retorika berupa gaya bahasa, yaitu (1) gaya bahasa personifikasi, (2) gaya bahasa hiperbola, (3) gaya bahasa simile, dan (4) gaya bahasa sinekdoce. Gaya bahasa secara menyeluruh ditemukan yang paling menonjol adalah gaya bahasa personifikasi. Citraan yang ditemukan ada 5 jenis citraan, yaitu (1) citraan penglihatan, (2) citraan pendengaran, (3) citraan perabaan, (4) citraan pencecapan, dan (5) citraan gerak. Citraan secara menyeluruh ditemukan yang paling menonjol adalah citraan gerak. Keempat, tema yang digunakan dalam puisi anak majalah Potret Anak Cerdas adalah (1) tema orang tua, (2) tema guru, (3) tema teman sepermainan, (4) tema religius, dan (5) tema lingkungan alam. Tema secara menyeluruh ditemukan yang paling menonjol adalah tema orang tua. Kelima, amanat yang ditemukan dalam puisi anak majalah Potret Anak Cerdas, yaitu (1) mengajak pembaca untuk menghargai dan menghormati indahnya kasih sayang yang diberikan oleh orang tua dan guru serta mematuhi segala perintahnya, (2) mengajak pembaca untuk selalu menjaga persahabatan, (3) mengajak pembaca untuk sering berselawat kepada Nabi, (4) mengajak pembaca untuk bersabar, berusaha, semangat, rajin belajar, dan berakhlak mulia serta tidak cepat cemburu terhadap segala sesuatu, (5) mengajak pembaca untuk selalu menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan alam.
Analisis Nilai Budaya dalam Teks Film Komedi Eumpang Breuh Vera Wardani; Ramli Gadeng
Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.985 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i2.11602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai budaya dan bentuk penyajiannya dalam teks film komedi Eumpang Breuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian content analysis atau analisis isi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film komedi Eumpang Breuh vol. 12 beredar pada tahun 2014 berdurasi 1 jam: 8 menit: 40 detik dan vol. 13 beredar pada tahun 2015 berdurasi 1 jam: 4 menit: 46 detik yang diproduksi oleh Dhien Keramik.. Data penelitian ini adalah nilai budaya dalam teks film komedi Eumpang Breuh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian yang ditemukan adalah nilai budaya yang terdapat dalam teks film komedi Eumpang Breuh terdiri atas, (1) Nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan meliputi, (a) berdoa dan (b) taat. (2) Nilai budaya hubungan manusia dengan alam yang terdapat dalam film komedi Eumpang Breuh meliputi, (a) menyapu, (b) memanfaatkan hasil alam, (d) menjaga lingkungan, dan (e) memperindah alam. (3) Nilai budaya hubungan manusia dengan manusia meliputi, (a) minta maaf dan memaafkan, (b) membantu orang lain, (c) suka menolong, (d) mengundang acara pesta, (e) minta tolong, (f) minta izin, (g) memperhatikan penampilan, (h) perhatian, (i) menyampaikan amanah, (j) sopan santun, (k) menghormati wanita, (l) menyumbang, (m) menghormati tamu, (n) suka terhadap lawan jenis, (o) menanyakan alamat, (p) mengucapkan terima kasih, (q) memberi tumpangan, (r) mengantre, dan (s) memberi salam dan menjawab salam. (4) Nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat meliputi, (a) menasihati, (b) tanggung jawab, (c) menikahkan, dan (d) pemberian bantuan. (5) Nilai budaya hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi, (a) membersihkan diri, (b) menuntut ilmu, (c) melamar pekerjaan, (d) berusaha mengubah nasib, (e) bekerja keras, (f) tanggung jawab, dan (g) menjaga kesehatan. Bentuk penyampaian nilai budaya dalam teks film komedi Eumpang Breuh memiliki dua spesifikasi yaitu, bentuk penyampaian nilai budaya secara langsung dan bentuk penyampaian nilai budaya secara tidak langsung.(1) Penyampaian nilai budaya secara langsung memiliki dua bentuk yaitu, (a) melalui uraian pengarang (penulis skenario/ sutradara) dan (b) melalui tokoh. (2) penyampaian secara tidak langsung memiliki dua bentuk yaitu, (a) melalui peristiwa dan (b) melalui konflik.
Pengaruh Penggunaan Media Mencari Pasangan Kartu dalam Pembelajaran Menulis Pantun pada Siswa Kelas V SD Negeri 3 Banda Aceh Nuriana Nuriana
Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.508 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i2.11663

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan, pemahaman, dan pengaruh media mencari pasangan kartu dalam pembelajaran menulis pantun pada siswa kelas V SD Negeri 3 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Banda Aceh tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V.B dan V.C SD Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dari hasil kerja pre-test dan post-test pada kelas eksperimen dan kontrol siswa kelas V SD Negeri 3 Banda Aceh. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk melihat pengaruh penggunaan media mencari pasangan kartu dalam pembelajaran menulis pantun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test pada kelas eksperimen adalah 77,73 dan nilai post-testnya adalah 94,00 sedangkan nilai rata-rata pre-test pada kelas kontol adalah 58,53 dan rata-rata nilai post-test adalah 78,53. Dari hasil pengujian hipotesis pada taraf signifikan α = 0,05, diperoleh thitung ≥ ttabel, yaitu 5,23 ≥ 1,72 dan ini berada pada pengujian Ha dinyatakan diterima sedangkan Ho ditolak. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media mencari pasangan kartu dengan pembelajaran menulis pantun pada siswa Kelas V SD Negeri 3 Banda Aceh.

Page 1 of 1 | Total Record : 9