cover
Contact Name
Yurni Suasti
Contact Email
Yurni Suasti
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20867042     EISSN : 26146525     DOI : -
Journal of Geography adalah jurnal yang dikelola oleh Jurusan Geografi Fakuktas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. Journal of Geography menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang membahas tentang keilmuan keilmuan Geografi, Kependidikan Geografi serta hasil penelitian Ilmiah para Geografer di Jurusan Geografi FIS UNP. Semua artikel diterbitkan setelah melalui proses peer-review dari pakar di bidang masing-masing. Journal of Geography terbit dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN SINTAK MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI Rery Novio; Sri Mariya
JURNAL GEOGRAFI Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.742 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol6-iss1/183

Abstract

Konsep saintifik dikenal dengan 5M; 1. Mengamati/ observing, 2, menanya/ questioning, 3. Mengumpulkan informasi/ mencoba (experimenting), 4. Menalar/Mengasosiasi (associating), dan 5. Mengomunikasikan (communicating). Pentingnya pembelajaran saintifik ini karena produk pendidikan dasar dan menengah belum menghasilkan lulusan yang mampu berpikir kritis setara dengan kemampuan anak-anak bangsa lain. Disadari bahwa guru-guru perlu memperkuat kemampuannya dalam memfasilitasi siswa agar terlatih berpikir logis, sistematis, dan ilmiah. Tantangan ini memerlukan peningkatan keterampilan guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Skenario untuk memacu keterampilan guru menerapkan strategi pembelajaran yang optimal salah satunya dengan model discovery learning. Model Discovery Learning di terapkan pada guru-guru di SMA se- Pasaman Barat, dimana model ini mengacu kepada teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri. Karakteristik discovery learning menekankan pada proses mengajar untuk menciptakan proses pembelajaran yang maksimal
PERUBAHAN IKLIM DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI DI KABUPATEN TANAH DATAR Ratna Wilis
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.381 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi terjadinya perubahan iklim di wilayah Tanah Datar dan bagaimana dampaknya terhadap produktivitas tanaman padi. Penelitian dilakukan dengan metode diskriptif kuantitatif dengan cara menganalisis data iklim dan faktor-faktor yang diduga menyebabkannya. Data yangdigunakan adalah data klimatologi hasil observasi dan reanalisis dengan menggunakan beberapa tools pengolahan data seperti CDO dan GrADS dan tools analisis data seperti RclimDex dan Mekensens, serta data produksi padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan bebrapa indikator iklim ekstrim dari ETCCDMI, di wilayah Tanah Datar telah terdeteksi terjadinya iklim ekstrim yang mengarah pada terjadinya perubahan iklim. Perubahan kondisi iklim tersebut terlihat berdampak juga kepada penurunan produksi tanaman padi pertahunnya, produksi tanaman padi juga sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berpengaruh secara lansung antara lain: irigasi, bibit varietas baru, pupuk, dan pestisida, ketersediaan kredit, dan pemasaran.
PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP KARYAWAN DI PLTD SENTRAL II PT. SEMEN PADANG Deded Chandra
JURNAL GEOGRAFI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.444 KB)

Abstract

Abstract This research aim to analyze the noise intensity in PLTD Sentral II PT Semen Padang. Analysing physiological trouble, psycological trouble, trouble of communication and hearing trouble from noise to employees in PLTD Sentral II PT Semen Padang. This research have the character of quantitative descriptive that is see the noise intensity and its influence to employees in PLTD Sentral II PT Semen Padang. For the data of noise intensity conducted by measurement use the appliance of sound level metre and while for the data of employees feeling noise influence conducted by giving kuisioner. Analyse the data use the analyse of univariat and bivariat. Result of measurement of noise intensity in PLTD Sentral II PT Semen Padang by using appliance of sound level metre at five visible measurement dot that its intensity have exceeded the value float the boundary specified for the workplace of by ministrial decree of labour No 51/Men/1999 that is 85 dB (A). physiological trouble of laboring employees in PLTD Sentral II PT Semen Padang the field got that experiencing of physiological trouble with the sigh at most happened that is headache. Psycological trouble of laboring employees in PLTD Sentral II PT Semen Padang the field got that experiencing of psychological trouble with the sigh at most happened that is concentration less in working caused by his is clunk. Laboring employees communications trouble in PLTD Sentral II PT Semen Padang got that experiencing of communications trouble with the friends work to scream. Laboring employees hearing trouble in PLTD Sentral II PT Semen Padang got by that experiencing of hearing trouble with the sigh which is at most happened by that is ear often felt to be stuffed up.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN KAWASAN LINDUNG DI KECAMATAN LEMBANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Chandra Kurniawati Dewi
JURNAL GEOGRAFI Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol9-iss2/1205

Abstract

Kawasan lindung merupakan kawasan yang mempunyai fungsi utama untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menjadi penyangga dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Jika pengelolaanya tidak sesuai dengan daya dukungnya maka akan mengakibatkan krisis pangan, energy,dan lingkungan. Kecamatan Lembang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung Barat yang mempunyai fugsi profil guna lahan sebagai kawasan lindung dan kawasan budidaya. Pertambahan penduduk setiap tahun di kecamatan Lembang mengakbatkan meningkatnya kebutuhan lahan untuk kebutuhan masyarakat seperti pemukiman, dsb. Keadaan topografi dan pemandangan di Kecamatan Lembang juga menjadikan Kecamatan ini berpotensi menjadi pariwisata alam yang di datangi oleh pengunjung dari mancanegara. Hal ini dapat mendorong terjadinya pembangunan fasilitas seperti bangunan hotel, restaurant, dsb yang dapat memicu terjadinya eksploitasi dan alih fungsi lahan kawasan lindung. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir degradasi fungsi kawasan lindung di Kecamatan Lembang, yakni dengan pemetaan spasial dan analisis data berupa uraian yang dapat dipahami masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan informasi lebih detail mengenai fungsi kawasan lindung dan kesesuaian lahan di Kecamatan Lembang berbasis Sistem Informasi Geografis.Kata kunci: kawasan lindung, system informasi geografis
PENENTUAN DAERAH PRIORITAS BANTUAN SOSIAL COVID-19 MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KOTA BANDUNG Bintang Mahesa
JURNAL GEOGRAFI Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol9-iss2/1212

Abstract

Pandemi Covid-19 merebak hingga ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Dengan adanya pandemi ini perekonomian akan mengalami penurunan karena diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang secara otomatis membatasi aktifitas masyarakat dan memberhentikan kegiatan mencari nafkah. Beruntngnya Presiden Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Sosial No. 54/HUK/2020 memberikan jaring pengaman sosial seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp.600.000,- (enam ratus ribu rupiah) per keluarga. Kebijakan ini sangatlah baik, jika dalam implementasinya dapat sesuai dengan sasaran penerima. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah yang menjadi prioritas bantuan sosial Covid-19, agar dapat diketahui wilayah mana saja yang berhak mendapatkan bantuan. Populasi yang dijadikan penelitian ini yaitu seluruh kawasan di Kota Bandung, termasuk semua Kecamatan didalamnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan cara Penginderaan Jauh (PJ) dan data sekunder yang didapat dari internet. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan menumpang-tindihkan beberapa peta parameter untuk mendapatkan hasil peta prioritas bantuan sosial Covid-19. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, tedapat beberapa Kecamatan yang lebih diprioritaskan untuk mendapat bantuan sosial, yaitu berada di kawasan Kota Bandung Bagian Barat. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pelaksana pembagian bantuan sosial Covid-19, sehingga dapat meminimalisir kesalahsasaran penerima bantuan sosial.
PEMETAAN KERAWANAN TSUNAMI KECAMATAN WANASALAM KABUPATEN LEBAK nazat tyas mestika; lili Somantri; iwan setiawan
JURNAL GEOGRAFI Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol9-iss2/1213

Abstract

Indonesia is an archipelago located on three of the most active plates on earth which is commonly referred to as the ring of fire. This condition makes Indonesia very often hit by earthquakes. The composition of the area which is dominated by water (marine) makes the potential for earthquake into a very high tsunami potential. Wanasalam sub-district in the south of the island of Java has the high potential of tsunami, because it borders the Indian Ocean and is at the meeting of the two most active plates. With sophisticated GIS technology at this time, disaster mitigation efforts through map making have become the most relevant alternative. Keywords: GIS, Tsunami, Wanasalam District.
PENGARUH PENGETAHUAN PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN BARANG PLASTIK SEKALI PAKAI jellyta dwi agustin; Oot Hotimah
JURNAL GEOGRAFI Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol9-iss2/1250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pengetahuan pencemaran lingkungan terhadap penggunaan barang plastik sekali pakai pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Teknik pengambilan data menggunakan data primer berupa tes soal pengetahuan pencemaran lingkungan dan kuesioner perilaku penggunaan barang plastik sekali pakai. Teknik analisis data dalam penelitian ini berupa uji regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil pengolahan data regresi linear sederhana, maka diperoleh persamaan regresi sederhana pengaruh pengetahuan pencemaran lingkungan dengan perilaku dalam penggunaan plastik, menghasilkan koefisien arah regresi dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,001. Dengan nilai Sig. = 0,001 , karena 0,001 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya koefisien regresi signifikan dan dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pengetahuan pengetahuan pencemaran lingkungan dengan perilaku penggunaan barang plastik sekali pakai.
ANALISIS JANGKAUAN SLEMAN MART DI KABUPATEN SLEMAN Ratu Nabillah
JURNAL GEOGRAFI Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol9-iss2/1364

Abstract

Pandemi Covid-19 yang berdampak besar bagi perekonomian Indonesia membuat Pemerintah Kabupaten Sleman berinovasi dan melakukan 30 transformasi digital sebagai bentuk keseriusan dalam pelayanan kepada masyarakat walaupun dengan membatasi pertemuan. Salah satu inovasi yang tercipta yaitu Sleman Mart, cara belanja secara daring melalui Whatsapp atau aplikasi Sleman Mart. Penelitian ini bertujuan menganalisis jangkauan Sleman Mart dan faktor-faktor yang mempengaruhi jangkauan pelayanan Sleman Mart. Analisis data yang digunakan untuk menjawab jangkauan Sleman Mart adalah Network Origin Destination dengan bantuan ArcGis 10.3. faktor-faktor yang mempengaruhi jangkauan Sleman Mart dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menjunjukan Sleman Mart telah menggapai 13 dari 17 kecamtan yang ada di Kabupaten Sleman dan 2 kabupaten/kota yang ada di Provinsi DI Yogyakarta. Jangkauan layanan terkonsentrasi pada kecamatan disekitar Sleman Mart. Faktor yang berpengaruh terhadap jangkauan Sleman Mart adalah jarak (Sig. 0.02) karena semakin jauh jarak semakin besar ongkos kirim yang dibayarkan. Sedangkan jumlah penduduk (Sig 0.4) , jumlah pasar tradisional (Sig. 0.2), jumlah minimarket dan jumlah supermarket (Sig. 0.7) secara parsial tidak berpengaruh terhadap jangkauan Sleman Mart namun jika secara simultan (Sig 0.01) semua variabel berpengaruh terhadap jangkauan Sleman Mart.
PENGGUNAAN HOT SPOT ANALYSIS UNTUK MENENTUKAN KLASTER EKONOMI WILAYAH DI PROVINSI JAWA TENGAH Andri Kurniawan; Any Lestari
JURNAL GEOGRAFI Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol9-iss2/1409

Abstract

The dominance of certain economic structures tends to encourage the formation of spatial clusters. With changes and shifts in the regional economic structure, it will also have an impact on shifting regional economic clusters. The research carried out is aimed at achieving the goal of identifying regional economic clusters and their spatial dynamics using Hot Spot Analysis (Getis Ord Gi *) in Central Java Province. This research will be conducted using quantitative methods by utilizing secondary data. The time period used in this study is to compare conditions in 2010 with 2018. The two-year data is used to analyze the spatial dynamics of economic clusters in Central Java Province. The data used to determine economic clusters are data on GDP at constant prices and GDP at constant prices per capita of all regencies/cities. To analyze the spatial variations of economic clusters in regencies/cities in Central Java Province, Hot Spot Analysis (Getis Ord Gi *) is used which is included in the Geographic Information System (GIS) software. From the results of PDRB data processing regencies/cites Constant Price, in Central Java Province two Hot Spot clusters were formed, namely the Demak Regency cluster and the Semarang City cluster as the first Hot Spot cluster, and Cilacap and Banyumas Regencies as the second Hot Spot cluster. During its development, the Demak Regency-Semarang City cluster has expanded spatially with the addition of the Semarang and Kendal Regencies. On the other hand, the expansion of the cluster did not occur in the Cilacap-Banyumas cluster, but instead, there was a reduction in cluster strength. Furthermore, from the processing of Getis Ord Gi * for per capita income data, in this case, measured from the GDP per capita constant price in 2010, it shows that in Central Java Province not only Hot Spots are formed but also Cold Spots are formed. This illustrates that in Central Java Province there are still areas with per capita income that are still lagging behind other regions. A different condition occurred in 2018, where the Cold Spot has actually expanded and no Hot Spot is found anymore. This illustrates that areas that are relatively underdeveloped are actually experiencing an expansion, which was originally only from Banjarnegara Regency which expanded to Wonosobo Regency.
KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI DATARAN DAN PERBUKITAN Inayah Hidayati
JURNAL GEOGRAFI Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol9-iss2/1423

Abstract

The research took three villages in Kulon Progo Regency which have different physiography, Kalirejo Village as hilly areas, Tayuban and Pleret Village as plains. The research employs survey methods, which take samples from a population and apply questionnaires as a primary mean of collecting the data. The research showed (1) there is significant difference of settlement environment quality between plain and hills territory. The plain territories have a better quality than hills territories in settlement environment quality. (2) The dominant factor corresponding to settlement environment quality is slope factor. The meaning of this, a settlement environment with plain slope (plain territory) has a better settlement environment quality than settlement environment with steep slope (hills territory). (3) Slope, groundwater level, and the level of family income have a significant correlation with the settlement environment quality.