cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
Ahyuni
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL BUANA
ISSN : 26152630     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Skripsi Geografi adalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa yang diterbitkan oleh Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang membahas mengenai fenomena pendidikan, sosial, dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Selain itu jurnal Skripsi Geografi juga memberikan pemikiran baru berkaitan dengan konsep dan teori yang ada dalam ilmu pendidikan, Geografi, dan kebumian.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2018)" : 24 Documents clear
Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Nelayan di Kenagarian Tiku V Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Kesri Arif
JURNAL BUANA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.93 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i1.79

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui tingkat pendapatan keluarga nelayan di Nagari Tiku V Jorong,(2) untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga nelayan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan instrumen tes pilihan ganda yang diberikan langsung kepada responden, berupa pertanyaan tertulis yang bertujuan untuk menggali informasi mengenai hal yang diketahui dan dilakukan oleh responden tentang pendapatan dan tingkat kesejahteraan keluarga nelayan. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan untuk menganalisa data penelitian ini adalah secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat Pendapatan keluarga nelayan di Kenagarian Tiku V Jorong berada pada kategori sedang, (2) tingkat kesejahrteraan keluarga nelayan di Kenagarian Tiku V Jorong dengan kategori belum sejahtera.
Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Objek Wisata Di Kecamatan Lubuk Alung dan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman (Studi Kasus: Air Terjun Nyarai, Tapian Puti dan Rumah Pohon Manang) Melya Febriani Febriani; ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.302 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i1.65

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai keterlibatan masyarakat dalam pengembangan objek wisata. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif, untuk mendeskripsikan pencetus, keterlibatan masyarakat, bentuk aturan, & persamaan serta perbedaan keterlibatan masyarakat. Hasil penelitian menemukan: Pencetus objek wisata Air Terjun Nyarai adalah Ritno Kurniawan, objek wisata Tapian Puti adalah Pemuda Sikabu Bukik, sedangkan Rumah Pohon Manang dicetus oleh masyarakat & LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Penjalaran Keterlibatan masyarakat Air Terjun Nyarai mulai dari individu, POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) & LPHN (Lembaga Pengelolaan Hutan Nagari). Keterlibatan masyarakat Tapian Puti di mulai dari niniak mamak kemudian baru pemuda - pemudi Sikabu Bukik, sedangkan objek wisata Rumah Pohon Manang di mulai dari LPHN (Lembaga Pengelolaan Hutan Nagari ) baru dibentuklah POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata). Ketiga objek wisata ini terikat oleh aturan adat, tapi di objek wisata Air Terjun Nyarai & Rumah Pohon Manang memiliki aturan tertulis yang mengikatnya. Persamaan ketiga objek wisata ini merupakan objek wisata minat khusus, dan berada pada hutan lindung blok bukit barisan 1(satu). Sedangkan perbedaannya dapat terlihat dari cara terbentuk dan pengelolaannya oleh masyarakat di sekitar objek wisata ini.
Daya Tarik Destinasi Wisata Pulau Kapo-Kapo di Kawasan Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Nova Sullianti
JURNAL BUANA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.904 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tarik destinasi wisata Pulau Kapo-Kapo di Kawasan Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Daya tarik tersebut dapar dilihat dari (1) atraksi (2) aksesibilitas (3) amenitas (4) humanity. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan (Mixed Method) .Sampel dan informan penelitian adalah pengelolah Pulau Kapo-Kapo, masyarakat sekitar Pulau Kapo-Kapo. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitiannya yaitu (1)Atraksi wisata alam yang terdapat dapat di Pulau Kapo-Kapo dilihat dari kondisi pemandangan alam berupa hutan mangrove, pantai pasir putih, rekreasi perairannya seperti menyelam, memancing, dan lintas alam seperti tracking. (2)Aksesibilitas menuju Pulau Kapo-Kapo mudah dijangkau terlihat dari kondisi jalannya lurus dan beraspal dari pintu masuk, sedangkan jalan menuju Pulau Kapo-Kapo itu sendiri dapat dilihat langsung yaitunya dengan menggunakan akses laut. (3)Amenitas di Pulau Kapo-Kapo dapat dilihat dari 1 penginapan, 3 homestay, musholah, restoran, sumber air bersih, toilet, listrik dan tempat pembuangan sampah di Pulau Kapo-Kapo. (4) Humanity yang diberikan kepada pengunjung wisata seperti udara yang sejuk, kondisi lingkungan yang bersih, jauh dari kebisingan, pengunjung sudah merasa nyaman dengan kebersihan Pulau Kapo-Kapo.
Perilaku Masyarakat di Bagian Tengah Batang Ino terhadap Sampah di Nagari Salimpaung Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar Achmad Norival
JURNAL BUANA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.368 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i1.75

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perilaku masyarakat di bagian tengah Batang Ino terhadap sampah dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat membuang sampah ke Batang Ino di Nagari Salimpaung Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar . Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan untuk melengkapi penelitian ini adalah data primer. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan bahwa: (1) Perilaku masyarakat di bagian tengah Batang Ino terhadap sampah di Nagari Salimpaung Kabupaten Tanah Datar sebagian besar masih kurang baik hal ini dibuktikan dari sikap masyarakat pada umumnya membuang sampah ke Batang Ino, namun ada juga sebagian kecil dari mereka memilih untuk membakar sampah di belakang rumah. Sampah di Batang Ino juga berasal dari warga luar Nagari Salimpaung yang dibuang pada malam hari dekat jembatan Batang Ino. (2) ada dua faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat membuang sampah ke Batang Ino yang pertama faktor internal yaitu kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah, motivasi masyarakat, persepsi masyarakat tentang fungsi sungai dan faktor eksternal yaitu aspek fisik berupa fasilitas kebersihan yang belum tersedia di Nagari Salimpaung.
potensi pulau-pulau kecil untuk wisata pantai di kota pariaman elina divayentri; Triyatno .; Yudi Antomi
JURNAL BUANA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.735 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i1.60

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan karakteristik pulau-pulau kecil di Kota Pariaman dan 2) mengetahui potensi wisata pantai pulau kecil di Kota Pariaman Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan teknik pengambilan data secara observasi dan dokumentasi. Metode deskriptif dilakukan untuk menjelaskan karakteristik pulau-pulau kecil di kota pariaman. Sampel diambil berdasarkan populasi yaitu Pulau Kasiak, Pulau Angso Duo, Pulau Tangah dan Pulau Ujung . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) karakteristik pulau-pulau kecil di Kota Pariaman yaitu: (a) Kecerahan perairan di Pulau-pulau kecil Kota Pariaman Pulau Kasiak 10 m, pulau Angso Duo 5 m, Pulau Tangah 15 dan Pulau Ujung 25 m. (b) Kecepatan arus di pulau-pulau kecil Kota Pariaman yaitu pulau kasiak 8,96 m/dt, pulau angso duo 8,12 m/dt, Pulau Tangah 12,75 m/dt dan pulau Ujung 16,85 m/dt. (c) Gelombang di Pulau-pulau kecil Kota Pariaman ketika pasang ± 60 cm dan musim surut 84 cm. (d) Suhu di Pulau pulau-pulau kecil Kota Pariaman 27-320C. (e)Tutupan lahan di Pulau: bangunan, kelapa, hutan, semak belukar (f) Sarana dan prasaran: pulau kasiak: gapura, pos jaga, jalan setapak, Pulau Angso Duo pondok wisata, kuburan panjang, mushalla, sumur, jalan setapak, wc, Pulau Tangah tempat berkemping, mata air / sumur pulau ujung tidak sarana dan prasarananya. (g) Aksesibilitasnya yaitu mengunakan boad. 2) Potensi wisata pulau yang ada di pulau kecil yaitu seperti: menyaksikan penangkaran penyu, kemping, memancing dan menyelam. Kata Kunci : pulau-pulau kecil, wisata pantai
Komparasi Kepadatan dan Pertumbuhan Penduduk antara Urban (Perkotaan) dan Rural (Perdesaan) di Kota Payakumbuh Dwi Arianda Rahman
JURNAL BUANA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.87 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i1.80

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbandingan kepadatan penduduk antara perkotaan dan perdesaan di Kota Payakumbuh,(2) Perbandingan pertumbuhan penduduk antara perkotaan dan perdesaan di Kota Payakumbuh, (3) Perubahan penggunaan lahan untuk kawasan permukiman antara perkotaan dan perdesaan di Kota Payakumbuh. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Jenis data yaitu data sekunder.Teknik pengumpulan data dengan melakukan survey data dan analisis citra quickbird. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) Kepadatan penduduk tahun 2007-2016 di perkotaan kepadatan penduduknya 19,11-23,82 jiwa/ha tergolong sedang, di perdesaan 7,03-8,44 jiwa/ha tergolong jarang. (2)Pertumbuhan penduduk antara perkotaan dan perdesaan tahun 2007-2016, pertumbuhan penduduk di perkotaan 2,22% pertahun tergolong cepat, pertumbuhan penduduk di perdesaan 1,84% pertahun tergolong lambat. (3) Perubahan penggunaan lahan untuk kawasan permukiman dari tahun 2007-2016 di perkotaan bertambah 449 ha, perubahan kawasan permukiman di perdesaan bertambah 225 ha.
Analisis Potensi Taman Wisata Aroma Pecco di Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci Mezi Nobela; Rahmanelli .
JURNAL BUANA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.609 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i1.68

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi taman wisata di lihat dari atraksi wisata, amenitas, aksesibilitas dan potensi tapak Taman Wisata Aroma Pecco di Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci. Jenis penelitian yakni deskriptif kualitatif.Informan penelitian adalah Kepala Desa Bento, staff dari Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci dan pengunjung Taman Wisata.Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan matching (pencocokan). Adapun hasil penelitian sebagai berikut : 1) atraksi wisata sebagian besar masih mengandalkan dari alam 2) Amenitas masih kurang 3) Aksesibilitas mudah di jangkau 4) Potensi tapak taman wisata yaitu flying fox, rumah pohon, bola air, tempat bersepeda, tempat pemancingan, warung/rumah makan, toko souvenir, toko makanan khas daerah, pusat pemantau, tempat sewa sepeda, dan nama taman.
Komparasi Aktivitas Belajar Geografi antara Siswa Kelas XI Kelompok Peminatan dengan Kelompok Lintas Minat di SMA Negeri 2 Padang Ramadanis . J
JURNAL BUANA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.23 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i1.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui aktivitas belajar geografi siswa kelas XI kelompok peminatan di SMA N 2 Padang, (2) mengetahui aktivitas belajar geografi siswa kelas XI kelompok lintas minat di SMA N 2 Padang, (3) mengetahui perbandingan aktivitas belajar geografi antara siswa kelas XI kelompok peminatan dengan lintas minat di SMA N 2 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas belajar geografi siswa kelas XI kelompok peminatan di SMA N 2 Padang terdapat 33.33% siswa aktif, 40.00% siswa cukup aktif, 6.67% siswa kurang aktif, dan tidak ada siswa sangat aktif. (2) aktivitas belajar geografi siswa kelas XI kelompok lintas minat di SMA N 2 Padang terdapat 17.14% siswa sangat aktif, 62.86% siswa aktif, 20.00% siswa cukup aktif, dan tidak ada siswa kurang aktif. (3) perbandingan aktivitas belajar geografi siswa kelas XI kelompok peminatan dengan lintas minat di SMA N 2 Padang yaitu siswa kelas XI kelompok peminatan memiliki aktivitas belajar geografi yang rendah dari pada siswa kelas XI kelompok lintas minat di SMA Negeri 2 Padang
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi industri gula tebu di Nagari Talang Babungo Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok Tris Yudila Sari
JURNAL BUANA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.238 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i1.76

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi industri kecil gula tebu di Nagari Talang Babungo berdasarkan faktor-faktor produksi yakni modal, tenaga kerja, bahan baku, kewirausahaan dan teknologi dan pengaruh luas lahan terhadap produksi tebu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantilatif.Sampel penelitian adalah pemilik industri gula tebu.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data kualitatif melalui reduksi, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan dan teknik kuantitatif melalui tabulasi data dan analisis regresi linear. Hasil temuan penelitian diperoleh sebagai berikut: (1). faktor-faktor produksi: sumber modal berasal dari pribadi yakni berkisar Rp.35.000.00-90.000.00. Bahan baku utama tebu dan bahan pendukung berasal dari pribadi dan dibeli didalam maupun diluar Nagari Talang Babungo. Tenaga kerja merupakan tenaga kerja tetap. Jam kerja dimulai dari 08.00-16.00 WIB. Sistem upah per harian yaitu 1 kaleng seharga Rp.5.000 perkuintal tebu yang dihasilkan.Kewirausahaan yakni belum ada inovasi dan kurangnya promosi. Teknologi yang dipakai sudah menggunakan mesin kilangan hanya berjumlah hanya 1 buah dan untuk proses produksi masih tergolong sederhana.(2). lahan: luas lahan tidak berpengaruh terhadap produksi tebu (Sig 0,13>0,05). Adapun faktor-faktor yang berpengaruh di industri gula tebu adalah masih keterbatasan modal, kurangnya inovasi dan promosi (kewirausahaan) dan teknologi yang digunakan masih sederhana sehingga mempengaruhi produksi industri.
Studi Produksi Industri Kerupuk Kulit di Jorong Kapalo Koto Nagari Tanjung Barulak Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar Melda Sari; ernawati .; Ratna Willis
JURNAL BUANA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.568 KB) | DOI: 10.24036/student.v2i1.61

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang 1) proses produksi kerupuk kulit, 2) kendala-kendala produksi industri kerupuk kulit, 3) upaya-upaya untuk mengatasi kendala produksi industri kerupuk kulit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 8 orang pengusaha kerupuk kulit, 3 orang tenaga kerja, 3 orang pembeli, 1 orang Wali Nagari Tanjung Barulak dan 1 orang Kepala Dinas Kopperindag Kabupaten Tanah Datar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan: 1), (a) proses produksi kerupuk kulit dimulai dari proses perebusan, pembuangan bulu, pengeringan, dan perendaman dengan bumbu dan dilanjutkan dengan penggorengan (b) sumber bahan baku berasal dari tempat pemotongan sapi Padang Panjang dan Solok, (c) modal berasal dari dana pribadi, pinjaman Bank, dan koperasi, (d) tenaga kerja berasal dari daerah sekitar, (e) pemasaran dilakukan di daerah setempat, toko oleh-oleh, dan Supermaket. 2), kendala-kendala produksi industri kerupuk kulit: (a) proses pengeringan atau penjemuran pada hari hujan (b) penyediaan bahan baku kurang lancar, (c) kurangnya modal untuk pengembangan usaha (d) kurangnya promosi dan belum luasnya wilayah pemasaran. 3), upaya-upaya mengatasi kendala produksi industri kerupuk kulit : (a) dengan menggunakan panas gas tungku, (b) mencari bahan baku keluar Kabupaten, (c) meminjam uang ke koperasi atau Bank, (d) memperluas pemasaran.

Page 1 of 3 | Total Record : 24