cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
Ahyuni
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL BUANA
ISSN : 26152630     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Skripsi Geografi adalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa yang diterbitkan oleh Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang membahas mengenai fenomena pendidikan, sosial, dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Selain itu jurnal Skripsi Geografi juga memberikan pemikiran baru berkaitan dengan konsep dan teori yang ada dalam ilmu pendidikan, Geografi, dan kebumian.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 5 (2019)" : 25 Documents clear
KAJIAN KARAKTERISTIK PELAKU PERJALANAN MODA TRANSPORTASI PUBLIK BUS RAPID TRANSIT (BRT) DI KOTA PADANG (Studi Kasus : Koridor I Trans Padang) Wiga Deswita Manik; Rery novio
JURNAL BUANA Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.323 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i5.579

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pelaku perjalan moda transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT) studi kasus koridor 1 Trans Padang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil survey dan kuisioner, serta data yang diperoleh dari instansi terkait. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling insidental dengan populasi seluruh pengguna Trans Padang dan jumlah sampel 270 responden yang diambil di sepanjang rute koridor 1 Trans Padang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis persentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pelaku perjalanan menggunakan Trans Padang didominasi oleh : a)Kelompok usia 10-20 tahun(47%), b)jenis kelamin perempuan(77,8%), c)ukuran rumah tangga 3–5orang(49,6%), d)jenis pekerjaan pelajar/mahasiswa(54,8%), e)total biaya perjalanan sehari >Rp.10.000(50%), f)golongan captive(58%), g) tidak memiliki SIM (59%). Pergerakan pelaku perjalan didominasi oleh: a)asal perjalanan pukul 06.30-07.30 dan pukul 12.30-13.30 adalah rumah(77%dan44%) dan untuk pukul 16.30-17.30 asal perjalanan dari sekolah/kampus(29%). b) tujuan perjalanan pukul 06.30-07.30 adalah sekolah/kampus (41%), siang dan sore hari menuju rumah(41%dan56%), c)cara pencapaian halte dengan menggunakan angkutan umum (40%). Pelayanan transportasi BRT Trans Padang berdasarkan faktor muat sebesar 77%, lama waktu tunggu 5-10 menit(86%), jarak pencapaian halte 0-100 meter (39%), sebagian besar tidak melakukan perpindahan rute atau moda(40%) dan waktu tempuh perjalan selama 10-30 menit(50%).
ANALISIS WISATA KULINER KOTA BUKITTINGGI Julita Pratiwi; Rahmanelli rahmanelli
JURNAL BUANA Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.322 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i5.573

Abstract

The purpose of this research is to describe and analyze the culinary tourism of Bukittinggi city based on accessibility, price and comfort. This type of research is quantitative descriptive research. The research site is located in Bukittinggi city with the population is the end of the tourism city of Bukittinggi amounted to 62,996 people. Sampling uses purposive sampling techniques with a sample number of 100 people. Data collection techniques are observation, questionnaire, and documentation. The data analysis technique used is percentage. This study found that(1) Analysis of culinary tourism based on accessibility, namely road conditions show variants including good (17.08%), moderate (73.26%), damaged (5.71%), severely damaged (3.95%), generally having road conditions in the form of asphalt and concrete which make it easier for motorists to pass through. (2) Analysis of culinary tourism based on prices finds a tendency of culinary tourists who consider that culinary prices are still categorized as expensive (8-15). (3) Analysis of convenience-based culinary tourism includes a fairly good category (quite comfortable) (8-15).
COMMUNITY PARTICIPATION IN COVERING THE BEACH ABRASION IN NAGARI MANGGOPOH PALAK GADANG, DISTRICT OF TAPAKIS Hakiki Mulyani; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.763 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i5.633

Abstract

Abstrack This study aims to 1) find out the role of the community in overcoming abrasion on the coast of Ulakan Nagari Manggopoh Palak Gadang, 2) knowing the creation of abrasion emergency dikes made by the community. This study uses a quantitative descriptive approach. Analysis techniques using percentages are collected through data collection techniques through observation, interviews, documentation and questionnaires. The population of 915KK and the 46KK sample taken by random sampling was 5%. The results of this study are 1) Community participation in overcoming abrasion on the Ulakan coast is relatively moderate, only 52%. 2) Community participation in the making of abrasion emergency dikes by the community on the Ulakan coast is relatively moderate, at only 46%.
FISIBILITAS PEMBELAJARAN HIGH ORDER THINKING SKILL (HOTS) PADA MATERI DINAMIKA ATMOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN Zulfikar Zulfikar; Nofrion nofrion
JURNAL BUANA Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.871 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i5.619

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mengetahui fisibilitas atau keterlaksanaan pembelajaran higher order thinking skill (keterampilan berfikir tingkat tinggi) pada materi dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan studi di SMA Negeri 1 Padang dan SMA Negeri 7 Padang dilihat dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi yaitu seluruh siswa kelas X iis di SMA Negeri 1 Padang dan SMA Negeri 7 Padang didalam penelitian ini. Penentuan sampel dilakukan dengan cara teknik Random Sampling. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini adalah di SMA Negeri 1 Padang kelas X iis dan di SMA Negeri 7 Padang kelas X IPS 1. Penelitian ini memperlihatkan bahwa (1) ditinjau dari aspek perencanaan pembelajaran , kedua sekolah sudah termasuk kedalam kategori sangat baik dengan persentase SMA Negeri 1 Padang 95,83 % sedangkan SMA Negeri 7 Padang 91,66 %. (2) Ditinjau dari aspek pelaksanaan pembelajaran, pada kegiatan ABD kedua sekolah termasuk kedalam kategori baik dengan persentase antara 74%-82%. Sedangkan pada kegiatan ABL SMA Negeri 1 Padang memperoleh persentase antara 81% - 89% termasuk kedalam kategori baik dan sangat baik, di SMA Negeri 7 Padang mendapatkan kategori tidak baik dan kurang baik dengan persentase antara 60% - 66%. (3). Ditinjau dari aspek penilaian pembelajaran (lembar Kerja Peserta Didik) kedua sekolah sama-sama mendapatkan kategori baik dan sangat baik dengan persentase antara 75 %-100%. Kata Kunci: Fisibilitas,HOTS, Pembelajaran Geografi, Aktivitas Belajar Dasar, Aktivitas Belajar lanjut ABSTRACT This is article is written to know the fisibility or enforceability of HOTS learning is reviewed from the planning, implementation and assessment aspects of atmospheric dynamics and its impact on life. This type of research is descriptive with a quantitative approach. The population in this study the whole class of X IIS in SMA Negeri 1 Padang and SMA Negeri 7 Padang. Sampling is done by a Random Sampling technique. The result of the study showed (1) a review of the learning planning aspects, both school belonging to the category very well in SMA Negeri 1 Padang persentages 95,83 % and SMA Negeri 7 Padang persentages 91,66 %. .(2)is reviewed from the implementation aspects of learning basic learning akctivities (ABD) both school get a good category persentages 74%-82%.while for the advanced learning activities (ABL), SMA Negeri 1 Padang gets a different good category persentages 81% - 89% with SMA Negeri 7 Padang who get the category is not good and less good persentages 60% - 66%. (3) Review of the learning Assessment (LKPD) both school get a good category and very good persentages 75 %-100%. Keywords: Feasibility, HOTS, Geography Learning Basic Learning Activities (ABD), Advanced Learning Activities (ABL) PENDAHULUAN Berfikir merupakan suatu proses untuk menyelesaikan masalah. Biasanya terdapat banyak perbedaan yang sangat jauh antara orang yang sudah biasa memecahkan masalah dengan orang yang belum sama sekali memecahkan masalah yang ada (Kohl dan Finkelstein, 2008, 11-12) Kegiatan berfikir dibagi menjadi dua kategori, yaitu berfikir tingkat rendah dan berfikir tingkat tinggi (LOT dan HOT). Berbicara mengenai ini, taksonomi Bloom dianggap sebagai dasar untuk berfikir. Ada tiga aspek dalam ranah kognitif yang menjadi bagian dari kemampuan berfikir tingkat tinggi (HOT). Ketiga aspek itu adalah aspek menganalisis ,mengevaluasi termasuk kedalam (C5), dan mencipta termasuk kedalam (C6)( Anderson dan Karthwohl, 2010) Kemudian tiga aspek lain yang termasuk kedalam tingkat berfikir tingkat rendah yaitu mengingat termasuk kedalam C1), memahami termasuk kedalam (C2), dan menerapkan termasuk kedalam (C3). Pertanyaan yang biasanya menggunakan kata kerja C1-C3 adalah termasuk kedalam kemampuan berfikir tingkat rendah/kemampuan peserta didik masih rendah (Istiyono, Mardapi dan Suparno, 2014 ). Kemampuan berfikir tingkat tinggi merupakan kemampuan bagaimana cara kita menghubungkan, memanipulasi, dan mentransformasi pengetahuan serta pengalaman yang sudah ada didala
Analisis Perubahan Garis Pantai Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman Tahun 1988-2018 Menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) Ladisa Syaharani; Triyatno Triyatno
JURNAL BUANA Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1798.627 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i5.597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis perubahan garis pantai tahun 1988, 2003, 2018 dan 2) mengetahui luas perubahan garis pantai tahun 1988, 2003, 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dalam menganalisis perubahan garis pantai metode yang digunakan yaitu Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Metode perubahan garis pantai yang digunakan pada DSAS yaitu Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR). Metode untuk menghitung luas perubahan garis pantai yaitu overlay kemudian dihitung melalui calculate geometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Laju abrasi pada tahun 1988-2003 mencapai -2.88 m/th dengan rata-rata jarak perubahan garis pantai yaitu -43.9 m sementara laju akresi yang terjadi sebesar 1.64 m/th dengan rata-rata jarak perubahan garis pantai 25.04 m. Tahun 2003-2018 laju abrasi yang terjadi yaitu -2.76 m/th dengan jarak perubahan garis pantai -42.37 m. Tahun 1988-2018 besar laju abrasi yang terjadi yaitu -1.98 m/th dengan rata-rata jarak perubahan garis pantai -34.39 m. laju akresi pada tahun 2003-2018 dan 1988-2018 yaitu sebesar 1.12 m/th dengan rata-rata jarak perubahan garis pantai sebesar 17.23 m dan 34.39 m. 2) Pada tahun 1988-2003 abrasi terjadi seluas 140.84 ha, pada tahun 2003-2018 luas abrasi yang terjadi meningkat yaitu 211.35 ha. Pada tahun 1988-2018 abrasi yang terjadi mencapai 305.12 ha. Luas akresi yang terjadi pada tahun 1988-2003 sebesar 54.35 ha, sementara pada tahun 2003-2018 luas akresi menurun menjadi 9.83 ha dan pada tahun 1988-2018 akresi terjadi seluas 17.24 ha.
Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pengrajin Sulaman Tangan di Nagari Jopang Manganti Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota lusi mawarni; Afdhal Afdhal
JURNAL BUANA Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.953 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i5.582

Abstract

Abstrak This study aims to find out: (1) Level of education, (2) Income level, (3) Health conditions, and (4) Transportation conditions of hand-embroidery craftsmen in Jopang Manganti Nagari, Mungka District, Lima Puluh Kota Regency. The type of research used is using quantitative descriptive methods. The study population used was hand embroidery craftsmen in Jopang Manganti Nagari in Lima Puluh Kota Regency, which consisted of 28 hand embroidery craftsmen. The study sample consisted of saturated samples. Saturated withdrawal of hand embroidery craftsmen, 28 hand embroidery craftsmen. The technique of data collection is done by observation and questionnaires. The data analysis technique used is using percentages. The results showed that: (1) The level of education of hand embroidery craftsmen was classified as high with most of them graduating from high school (39.29), and many of their children were still in school and quite a lot were also dropping out of school. (2) The income of hand embroidery craftsmen is less than Rp. 1,500,000 per month (96.43%). (3) The health condition of the hand embroidery craftsmen is quite good, because the craftsmen are aware of the importance of health for them. If the embroidery craftsmen suffer from minor illnesses, the embroidery craftsmen go to the health center (60.71%), if the embroidery craftsmen suffer from severe illness the craftsmen go to the treatment also go to the puskesmas (82.14%). (4) The transportation conditions of embroidery craftsmen, namely craftsmen, mostly own motorized vehicles (82.14%) and the costs for transportation of craftsmen are Rp. 50,000-Rp. 80,000 per month (39.29%) of all respondents. Keywords: Socio-Economic Conditions, Embroidery Craftsmen
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM LITERASI DATA MENGGUNAKAN MODEL EMPOWERING 8 PADA TUGAS AKHIR KULIAH Siti Fatimah; Nofrion nofrion
JURNAL BUANA Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.204 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i5.564

Abstract

The purpose of this research was to find ability and analyze of student geography education class of 2016 in data literacy using an empowering 8 model at the end of the lecture. This research used descriptive quantitative methods. Subject of reseach was student of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Padang State University, class of 2016. Sampling used the Slovin formula, the sample obtained was 58 people. The technique for data collection was done trough fill questionnaires. The questionnaire created uses indicaors of standard empowering models 8. The results from this research showed ability of student geography education class of 2016 in data literacy already good with an average score of 2.89. The result showed that the presentation aspect is the highest aspect with an average score of 2.98, while the aspect of identifying data is the lowest aspect with an average score of 2.77.
upaya petani karet dalam meningkatkan kesejahteraan di jorong jolok sungai sirih nagari pulakek koto baru kecamatan sungai pagu kabupaten solok selatan Citra citra; Afdhal Afdhal
JURNAL BUANA Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.176 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i5.570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani karet di Jorong Jolok Sungai Sirih Nagari Pulakek Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 54 orang. Alat pengumpulan data menggunakan angket dan data diolah dengan menggunakan formula persentase. Hasil penelitian 1) tingkat kesejahteraan petani karet Di Jorong Jolok Sungai Sirih Nagari Pulakek Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan berada pada tingkat pra sejahtera (16,66%) KS I (42,59%), KS II (25,92%), KS III(9,25%), KS III+ (5,55%). 2) Indikator penentu tingkat kesejahteraan petani karet adalah (a) Pangan (b) Sandang (c) Papan (d) Kesehatan (e) Keluarga berencana, (f)Pendidikan, (g) Agama/ religi (h) Penghasilan. Dalam penentuan tingkat kesejahteraan dari beberapa indikator di atas masih sedikit yang bisa memenuhi kategori kesejahteraan tiga plus.
ANALISIS POTENSI OBJEK WISATA TAMAN REKREASI MUKOMUKO DI KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN AGAM Armansyah armansyah; Rahmanelli rahmanelli; Dedi Hermon
JURNAL BUANA Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.66 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i5.610

Abstract

This study aims to describe the potential data of tourism objects in Muko-Muko Recreational Park in Agam regency, including analysis of potential tourist objects (attraction, accessibility, and infrastructure), visitor perceptions, community participation in economic activities in Muko-Muko Park. This type of research is a quantitative approach research, using primary data and secondary data. Data analysis techniques used are scoring analysis techniques using class intervals and TOWS analysis.
STUDI ANALISIS ANAK PUTUS SEKOLAH DI KECAMATAN JUNJUNG SIRIH KABUPATEN SOLOK rembulan rembulan; Afdhal Afdhal
JURNAL BUANA Vol 3 No 5 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.468 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i5.601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi analisis anak putus sekolah di Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak putus sekolah yaitu 1028 orang dengan jumlah sampel sebanyak 91 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) faktor anak putus sekolah di Kecamatan Junjung Sirih yaitu faktor internal dan faktor ekternal. Faktor internal yang berasal dalam diri anak menunjukan bahwa anak putus sekolah di Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok rata-rata berasal dari kemauan anak sendiri untuk berhenti sekolah. Faktor ekternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri anak yang dilihat dari kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, jarak rumah ke sekolah 1-3 Km, modal transportasi yang digunakan rata-rata memiliki kendaraan sendiri, tingkat pendidikan orang tua tergolong rendah, dimana tingkat pendidikan orang tua anak putus sekolah yaitu SD dan SMP, kondisi ekonomi orang tua yang tergolong rendah (miskin), dan pekerjaan orang tua anak juga rata-rata berprofesi sebagai petani dan nelayan, pendapatan yang diperoleh orang tua anak putus sekolah sekitar ≤ Rp.1500.000/bulan, tanggungan orang tua anak yang mengalami putus sekolah lebih ≤ 4 orang. (2) Dampak yang ditimbulkan akibat anak putus sekolah di Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok yaitu kurangnya wawasan/ pengetahuan anak, menciptakan pengangguran, dan pernikahan dini.

Page 1 of 3 | Total Record : 25