cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 158 Documents
PENCIPTAAN KOMPOSISI MUSIK ANTAN DELAPAN OF VARIATION FORM SARI PERTIWI; FERRY HERDIANTO; MURNIATI MURNIATI
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 1 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i1.1045

Abstract

Komposisi ini terinspirasi dari kesenian Antan Delapan yang merupakan kesenian tradisional Melayu yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kesenian ini merupakan kesenian tradisional yang berawal dari kegiatan berbalas pantun yang sering dilakukan masyarakat Kabupaten Muara Enim pada saat menumbuk padi. Alat penumbuk padi yang digunakan adalah sebuah Lesung dan delapan buah Antan. Komposisi Antan Delapan Of Variation Form berangkat dari unsur musikalitas kesenian Antan Delapan, yaitu melodi tembang, pola ritme gendang, dan tembang. Metode yang digunakan dalam penggarapan komposisi ini yaitu metode eksperimen. Dalam penggarapannya, komposisi Antan Delapan of Variation Form digarap dalam 8 variasi atas tema. Masing-masing variasi menggunakan beberapa teknik memvariasikan tema yang bersumber dari melodi, ritme, dan harmoni tanpa menghilangkan identitas kesenian Antan Delapan.Tujuan yang ingin dicapai dalam komposisi Antan Delapan of Variation Form adalah membuat sebuah komposisi yang berangkat dari lagu Antan Delapan ke dalam bentuk garap tema dan variasi, dengan format solo vokal yang diiringi oleh orchestra, tanpa menghilangkan identitas kesenian tersebut.
PERANCANGAN ARTISTIK SEMENTARA MENUNGGU GODOT KARYA : SAMUEL BECKETT TERJEMAHAN B. VERY HANDAYANI VIGO RAVINDO; ENRICO ALAMO
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 2 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i2.1053

Abstract

Tata Artistik Sementara Menunggu Godot merupakan penataan artistik yang menyeluruh, mulai dari perancangan; panggung, kostum, rias dan property. Naskah lakon yang gunakan dalam penataan ini adalah, Sementara Menunggu Godot karya; Samuel Barclay Beckett, terjemahan; B Very Handayani. Proses perancangan diawali dengan analisis naskah, mendata referensi dan penajaman konsep. Selanjutnya adalah proses membuat skestsa, membuat maket panggung, medesain kostum, medesain make up dan medesain property. Wujud artistik yang ingin dihadirkan adalah, tempat-tempat, kostum-kostum dan penataan rias yang berbeda dengan kebiasaan dan keseharian. Hal ini salahsatu upaya untuk mendekatkan penonton dengan peristiwa, dialog-dialog diatas panggung karena naskah yang diusung beraliran non konvesional (absurd).Material utama dalam perancangan artistik ini adalah; jerami dan tali tambang yang diolah sedemiian rupa hingga membentuk satu ruang (tempat) antah berantah, membentuk property-property yang terlihat seperti; gundukan tanah, sebatang pohon dan persimpangan jalan. Property-property ini ditempatkan seakan-akan terlihat memenuhi ruangan, yang sebenarnya berjarak dan kosong. Perancangan artistik Sementara Menunggu Godot juga mengusung peristiwa yang membawa kita pada pertanyaan tentang makna, hidup dan kematian.   
BENTUK TARI KIPAS DI DESA PERENTAK KECAMATAN PANGKALAN JAMBU KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Putri Mulkiah
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i1.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk Tari Kipas di Desa Perentak Kecamatan Pangkalan Jambu Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Bentuk Tari Kipas dapat dilihat dari elemen-elemen tari tersebut seperti Penari, Gerak Kipas, Musik, Pola Lantai, dan Tempat Pertunjuk. Teori yang digunakan sebagai alat analisis adalah Teori bentuk, Soedarsono, dan Alma M.Hawkins. yaitu memaparkan keadaan dan peristiwa melalui data yang didapat dilapangan mengenai Tari Kipas yang mempunyai makna didalamnya menggambarkan kekompakan petani dalam menggarap persawahan.Tari kipas, memiliki keunikan dan kespesifikan dalam bentuk gerak yang terdapat dari sepuluh ragam gerakan yaitu: limbai, liyuk, lang menari, kipas diri, keleong kipas, kipas menda, sabung kucing, sabung kilat, liyuk duduk, dan liyuk sembah. This research aims at knowing the form of Kipas Dance in Perentak Village, Pangkalan Jambu Sub-district, Merangin District, Jambi Province. Method used in this research is qualitative method that has analytic descriptive characteristic. The form of Kipas dance can be seen from that dance elements such as dancer, kipas (fan) movements, music, floor pattern, and performance place. Theory used as analysis tool is the theory of form by Soedarsono and Alma M. Hawkins namely describing situation and event through data found in field about Kipas dance that has intrinsic meaning about the togetherness of farmers in cultivating their rice fields. Kipas dance has uniqueness and specification in the form of movements found in 10 variants of movements namely limbai, liyuk, lang menari, kipas diri, keleong kipas, kipas menda, sabung kucing, sabung kilat, liyuk duduk, and liyuk sembah.
TARI GALOMBANG MASYARAKAT KOTO KOCIAK NAGARI VII KEC. GUGUAK KAB. 50 KOTA Syifa Nurfadhilah; Nurmalena Nurmalena; Yarlis Yarlis
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2018): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v4i1.493

Abstract

PePenelitian ini bertujuan untuk membahas tentang “Bentuk dan Fungsi Tari Galombang dalam masyarakat Koto Kociak Nagari VII Koto Talago Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota”.   Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat  deskriptif analisis. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dapat dilapangan kemudian dianalisis sesuai dengan permasalahan. Teori yang digunakan adalah teori bentuk pendapat Nanik Sri Prihatini dan teori fungsi pendapat Daryusti. Semua teori yang dipakai digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Tari Galombang di tarikan oleh Lansia yang masih aktif di tengah kehidupan masyarakat Koto Kociak berfungsi untuk upacara pesta perkawinan, upacara pengangkatan pengulu, dan upacara penyambutan tamu. Dengan hal ini Tari Galombang dipertunjukan dengan adanya bentuk pertunjukan yaitu berupa komponen-komponen tari meliputi gerak, penari, rias dan kostum, musik, properti, pola lantai, dan tempat pertunjukan.
TARI RUMAH INAI DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN PADA MASYARAKAT MELAYU DESA TASIK SERAI Tesya Rizki Amzani
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i2.924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi ritual tari Rumah Inai dalam upacara adat perkawinan masyarakat desa Tasik Serai kecamatan Pinggir provinsi Riau. Penelitian ini adalah penelitian kulalitatif yang bersifat deskriptif analitis. Teori-teori yang digunakan sebagai pendekatan yaitu Teori fungsi oleh I Wayan Dibia dan teori ritual oleh Y Sumandiyo Hadi. Pertunjukan ritual tari Rumah Inai merupakan salah satu kesenian tradisi yang hidup di tengah masyarakat Melayu di Wilayah Melayu Riau daratan khususnya di desa Tasik Serai. Tari ini merupakan ritual penolak bala dan marabahaya pada hubungan rumah tangga kedua pengantin yang dilakukan dalam upacara adat perkawinan Melayu di desa Tasik Serai. Ritual tari Rumah Inai ditarikan oleh penari laki-laki menggunakan, properti bale-bale yang memiliki keunikan tersendiri pada ritual tari Rumah Inai.
PENGAPLIKASIAN AUDIO SAMPLING PADA PERTUNJUKAN MUSIK MULTIMEDIA DALAM KARYA BANDUNG LAUTAN API Wahyudi, Isra
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i2.931

Abstract

Karya ini terinspirasi dari peristiwa sejarah yang terjadi pada sebuah peperangan di Provinsi Jawa Barat, yang dijadikan menjadi lagu Bandung lautan Api. Sejarah mencatat, bahwa terdapat hingga ratusan ribu rakyat yang tinggal di kota Bandung mengungsi ke pegunungan setelah aksi membakar kota guna menghindari dipergunakannya kota oleh penjajah. Pengkarya menghadirkan suasana perang dengan menggunakan perangkat multimedia berupa software dan hardware, karya ini pada dasarnya adalah eksplorasi dan eksperimen dari suara-suara yang sudah diolah, dimana bahan bakunya bersumber dari suara Virtual Sound Tecnology (VST) dengan menggunakan Ableton live sebagai wadah pengolahannya.
STRUKTUR DAN TEKSTUR LAKON MAUT DAN SANG DARA KARYA ARIEL DORFMAN MUNAZIF, AKBAR
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 2 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i2.1050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis naskah secara struktur dan tekstur dari lakon Maut dan Sang Dara (MSD) karya Ariel Dorfman.  MSD adalah naskah yang memiliki latar belakang kekejaman pada rezim Jendral Augusto Pinochet. Metode penelitian yang digunakan untuk mendalami naskah secara struktur dan tekstur adalah metode analisis tekstual. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah lakon MSD karya Ariel Dorfman memiliki tiga tokoh utama, yaitu Paulina Salas, Gerardo Escobar, dan Dokter Miranda. Tema mayor dari lakon MSD adalah keadilan, sedangkan tema minornya adalah kebebasan. MSD memiliki bentuk lakon tragedi dan gaya realisme. Simpulan dari penelitian ini adalah Ariel Dorfman menulis lakon MSD untuk dijadikan sebagai media kritik atas bobroknya sistem pemerintahan.
BENTUK PENYAJIAN TARI ADOK BUKIK JUNJUNG SIRIH DI NAGARI PANINGGAHAN KABUPATEN SOLOK Aan Nursyam
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i1.243

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas dan mendeskripsikan bagaimanakah bentuk pertunjukan dan penyajian dari kesenian tradisional Adok di Nagari Paninggahan Kabupaten Solok.Manfaat penulisan ini sebagai sumbangan pemikiran bagi Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Hasil penelitian dan penulisan menunjukan bahwa kesenian tradisional Adok Paninggahan ini dikaji secara bentuk pertunjukan dan penyajian dari unsur-unsur musik, syair dan bentuk komposisinya. Berdasarkan sejarah dan cerita tentang Kesenian Adok ini menceritakan tentang suatu perselisihan, pertengkaran lahir dan bathin yang terjadi diantara dua objek yang disebabkan oleh suatu benda, oleh masyarakat Paninggahan dipanggil dengan sebutan Sijundai dengan cara menghipnotis dan memanipulasi fikiran dan jiwa dari dua objek tersebut sehingga muncul ambisi dan tujuan dari masing – masing objek tersebut. Berdasarkan segi bentuk penyajiannya kesenian tradisional Adok dikaji menurut urutan penyajian, tata panggung, tata lampu, tata busana dan tata suara. Berdasarkan bentuk komposisinya, Adok dikaji menurut ritme, melodi, instrument musik dan syair. Kata kunci: adok, sijundai, ritme, melodi dan syair.This writing aims at discussing and describing how the performance and presentation forms of Adok traditional art in Paninggahan Village, Solok District are. This writing benefit is as an intellectual contribution for Indonesia Art Institute of Padangpanjang. Research result shows that this traditional art of Paninggahan Adok is studied from the performance and presentation forms of musical elements, lyric, and composition. Based on history and story of Adok art, it’s narrated that theres is a dispute, physical and internal quarrel, that happens among two objects cause by a thing that by Paninggahan people is called as Sijundai that hypnotizes and manipulates those two objects’ mind and soul so that each object’s ambition and intention appear. Based on its presentation form, Adok traditional art is studied according to presentation sequence, stage layout, lighting, costume, and sound system. Based on its composition form, Adok is studied according to rhythm, melody, music instrument, and lyric.
PERTUNJUKAN SOLO VOKAL DENGAN REPERTOAR LA TRAVIATA, CARO NOME, YA MAULAI, I HAVE NOTHING, DAN MENGAPA Rini Lismayanti
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 2 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i2.260

Abstract

Repertoar yang disajikan dalam pertunjukkan diantaranya La Traviata karya Giuseppe Verdi, Caro Nome , karya melayu Ya Maulai, I Have Nothing dan Lagu Mengapa. Pemilihan karya yang akan disajikan dipilih atas dasar perbedaan zaman, dimulai dari zaman romantik, melayu, hingga modern yang menghasilkan perbedaan teknik pada masing-masing karya. Ketelitian, skill, kesabaran, pengalaman sangat berperan penting dalam mewujudkan pertunjukan sesuai yang diharapkan oleh komposer-komposer dari setiap karya-karya yang akan dimainkan. La Traviata merupakan Opera yang bercerita tentang “Cinta”, lebih tepatnya cinta yang tidak direstui. Caro Nome adalah repertoar yang menceritakan tentang seseorang yang jatuh cinta. Ya Maulai repertoar yang berkisah tentang seseorang yang jatuh cinta. I Have Nothing berkisah tentang seseorang yang sangat mencintai sang kekasih dan berharap kekasihnya tidak akan meninggalkannya. Repertoar Mengapa menceritakan tentang seseorang yang meminta kepastian akan hubungan yang sedang dijalaninya. Repertoires presented in performance are La Traviata by Giuseppe Verdi, Caro Nome, Malay composition of Ya Maulai, I Have Nothing and song of Mengapa. Composition selection that will be performed is chosen on the basis of era difference started from romantic, Malay, and modern eras that result on technique difference on each composition. Precision, skill, patience, and experience have important role in materializing a performance that’s in accordance with the hope of each composer whose composition will be played. La Traviata is an opera that narrates about love, precisely an unapproved love. Caro Nome is a repertoire that tells about someone who falls in love. Ya Maulai repertoire that tells a story about someone who falls in love. I Have Nothing tells a story about someone who really loves his/her lover and hopes that his/her lover never leaves him/her. Mengapa repertoire narrates about someone who asks for the certainty of his/her ongoing relationship. 
REINTERPRETASI DRAMATURGI LAKON KEBUN CERI KARYA ANTON P CHEKHOV TERJEMAHAN ASRUL SANI Yuliana Fitri; Saaduddin Saaduddin
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2018): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v4i2.529

Abstract

Dramaturgi lakon Kebun Ceri karya Anton P Chekhov terjemahan Asrul Sani merupakan reinterpretasi terhadap lakon realisme untuk mewujudkan tafsir terhadap dramatik panggung, dikaitkan dengan latar kebudayaan lakon sebagai kontribusi pemahaman lebih terhadap kehidupan politik, sosial dan ekonomi masyarakat Rusia. Perancangan dramaturgi diimplementasikan melalui rancangan penokohan sebagai acuan memperkuat dramatik panggung pada lakon yang terbagi dari;  rancangan adegan, pemeranan, kostum dan rias. Kerja dramaturgi mengacu kepada penggambaran artistik dan musik yang realistik disesuaikan dengan penafsiran terhadap lakon aliran realisme.

Page 2 of 16 | Total Record : 158