cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Peran Panwaslih Terhadap Penyelesaian Konflik Pilkada 2017-2022 (studi penelitian penyelesaian konflik terkait kasus perusakan alat peraga kampanye dikabupaten Aceh Besar);THE ROLE OF THE PANWASLIH TO THE COMPLETION OF THE ELECTION CONFLICT 2017-2022 (RESEARCH STUDY OF CONFLICT RESEARCH RELATED TO APK CASE DAMAGE IN ACEH BIG DISTRICT) amirul hadi; Radhi Darmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Pemilihan Bupati Aceh Besar telah terselenggarakan, namun peneliti menganggap bahwa dalam proses             penyelenggaraan yang lalu, Banyaknya pelanggaraan- pelanggaran yang terjadi di lapangan, perusakan APK merupakan pelanggaran yang sampai saat ini belum ada penyelesaian hukum. Panwaslih sebagai badan pengawas pemilu di suatu daerah memiliki kewajiban untuk melakukan pengawasan secara maksimal terhadap keberlanjutan dalam sebuah pemilihan. Panwaslih harus menjadi badan pengawas independen dan dapat memberi harapan kepada peserta dalam pemungutan suara, sehingga sikap teror atau perusakan lainnya menjadi tanggung jawab Panwaslih untuk menyelesaikannya sebagai supremasi hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Panwaslih terhadap penyelesaian konflik pemilihan di Kabupaten Aceh Besar dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala Panwaslih dalam menyelesaikan konflik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dapat diamati dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panwaslih memiliki peran aktif dalam menindaklanjuti kasus pelanggaran, namun karena kurangnya bukti, Panwaslih menggunakan metode pencegahan konflik dan mediasi untuk meminimalkan konflik antar pendukung. Berdasarkan hal tersebut di atas, Panwaslih harus menjadi panitia pengawasan pemilihan kepala daerah harus memiliki sikap netral dalam menjalankan tugasnya, semua tindakan yang melanggar hukum dalam pemilihan harus ditindak lanjuti sebagai bentuk penegakan hukum dan memberikan pencegah berdampak pada pelaku pelanggaran. Pemerintah Aceh Besar harus memprioritaskan dana yang cepat dan memadai kepada panitia pemantauan, melihat luasnya, pemerintah harus bersinergi dengan panwaslih untuk mencapai pemilihan kepala daerah Kabupaten Aceh Besar yang bersih, jujur, adil dan bermartabat Kata kunci: Pilkada, Panwaslih, Konflik  ABSTRACTFaculty of Social and Political Science Syiah Kuala University(Amirul Hadi. Radhi Darmansyah, M.Sc)            The regional head election in Aceh Besar region has been held, but the researcher evaluates that in the last year process, there were many violations occurred, the destruction of the campaign props is a violation which has no legal resolution. The election supervisory committee as a supervision center in one region has the obligation to conduct supervision maximally toward the sustainability in a election. The election supervisory committee must be an independent supervision institution and it may give hope for the participants, thus terror or other violation becomes the responsibility of the election supervisory committee to solve them accordance with the applicable law. This research was aimed to know the role of the election supervisory committe in conflict resolution of regional head election in Aceh Besar Region and to know the factors which may inhibit the election supervisory committe to solve those conflict. The research method used in this research ia a descriptive qualitative research. Qualitative research is aresearch procedure which produce descriptive data in printed words or spoken from people and their behavior which may observed. The research result revealed that the election supervisory committe actively played a role in following up the violations cases, but because the lack of evidence from the reporter so the election supervisory committee used prevention conflict method an mediation in order to minimalize the conflict among the supporters. Based on the mentioned reasons above, the election supervisory committee must have neutral behavior in performing authorized work, all actions which break the law in regional head election must be follow up as a form of law validation and to give deterrent sanction to the violation agent. Aceh besar government must give the priority on quick an enough budgeting to the supervisory committee, considering the wide area so the government must synergize white election supervisory committee to achieve clear, honest, and fair regional head election of Aceh Besar Region.Keyword: Regional Head Election, Election supervisory committee, conflict.   
PRO DAN KONTRA DALAM PROSES PENGESAHAN QANUN ACEH NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) ACEH TAHUN 2013 - 2033 Jufrizal Jufrizal; adwani adwani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.6 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penataan ruang adalah menciptakan hubungan yang serasi antara berbagai kegiatan subwilayah agar tercipta hubungan yang harmonis dan serasi. Pengesahan Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh Tahun 2013 – 2033 menimbulkan pro-kontra  antara Pemerintah Aceh dan masyarakat sipil. Pro-kontra tersebut disebabkan oleh masih banyaknya terdapat kelemahan/kekurangan dalam Qanun RTRW Aceh dan di dalam qanun tersebut ada beberapa substansi yang seharusnya ada dalam tata ruang tetapi di dalam Qanun RTRW Aceh tidak ada, sehingga muncul penolakan-penelokan dari masyarakat. Oleh karena itu menarik dilakukan penelitian untuk melihat apa penyebab terjadinya pro-kontra dalam Qanun RTRW Aceh dan bagaimana dampaknya terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya pro-kontra dalam Qanun RTRW Aceh dan dampaknya terhadap masyarakat, dimana penelitian ini dilakukan di Kota Banda Aceh.Berdasarkan tujuan tersebut, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling.Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara informan dan dokumen-dokumen penting, sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, peraturan perundang-undangan, dan bahan-bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga indikator penting yang menyebabkan terjadinya pro-kontra di kalangan masyarakat yaitu hilangnya Kawasan Ekosistem Leuser dalam Qanun RTRW Aceh yang menjadi kawasan strategis nasional yang harusnya dilindungi, tidak mengakomodir wilayah mukim yang menjadi hak kelola wilayah masyarakat setempat, dan kurangnya keterlibatan publik dalam proses pembuatan Qanun RTRW Aceh. Serta dampak yang dirasakan oleh masyarakat.Peneliti mengaharapkan agar pemerintah dan masyarakat sipil dapat berkomunikasi dan berkerjasama dengan baik agar terciptanya suatu kebijakan yang berorientasi kepada kepentingan publik.Kata Kunci: Qanun RTRW Aceh, Pemerintah Aceh dan Masyarakat Sipil PROS AND CONS IN THE LEGALIZATIONPROCESS OF ACEH QANUN (ISLAMIC LAW) NUMBER 19 ON 2013 CONCERNING THE ACEH SPATIAL PLANNING (RTRW) ON 2013-2033ABSTRACTThe purpose of spatial planning is to create a cooperative relationship among the sub-region activities to achieve a harmonious and congenial relationship. The legalization of Aceh Qanun Number 19 in 2013 concerning the spatial planning (RTRW) of Aceh in 2013-2033 caused pros and cons between Aceh Government and public. The pros and cons are in due to debate against some contents or essential substances that are not included from the RTRW Qanun of Aceh. Therefore, it is interesting to take on research to find out the cause of pros and cons of RTRW Qanun of Aceh and impact on the society. This research was conducted in Banda Aceh. Based on that purpose, the research method used is a qualitative descriptive method with purposive sampling technique. The data required for this research obtained from field research and literary search. The field research was done by interviewing the informant and essential documents, while the literature was done by a reading textbook, legislation, and other reading material related to this research. The result from the study shows that three leading indicators are causing the pros and cons in society. They are the deforestation in Leuser ecosystem in RTRW Qanun of Aceh, which becomes the national strategic area that should be protected, not accommodating the resident territory which is the right of the local community to manage. The lack of public involvement in the making of RTRW Qanun of Aceh also impacts the society negatively. The researcher expects the government and civil society can communicate and work well together in order to create a policy that is oriented to the public interest.Keywords: RTRW Qanun of Aceh, Aceh Government and civil society
Efektivitas Kinerja Tuha Peut Sebagai Unsur Penyelenggaraan Pemerintahan Gampong di Kota Banda Aceh (Suatu Penelitian di Gampong Kampung Baru Kecamatan Baiturrahman);The Effectiveness Of The Performance Of Tuha Peut As An Element Of The Implementation Of The Village In The City Of Banda Aceh (A study in the Village Kampung Baru subdistrict Baiturrahman) Rifqi Alhafidh Suhanda; dahlan dahlan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.274 KB)

Abstract

Tuha peut merupakan lembaga adat yang sudah lama dianut oleh masyarakat aceh sejak zaman Sultan Iskandar Muda pada abad ke-16, lembaga yang di isi oleh tokoh – tokoh ulama, tokoh adat, pemuka masyarakat, serta cerdik pandai yang ada di gampong diharapkan dapat memperkuat pemerintahan gampong, fungsinya yang besar, yaitu sebagai mitra pemerintahan gampong, mengawasi pemerintahan, membahas atau merumuskan dan memberi persetujuan terhadap reusam gampong, dan juga sebagai fungsi anggaran diharapkan dapat bekerja secara maksimal.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serta menganalisis sejauh mana keterlibatan tuha peut di dalam menjalankan fungsinya dan mengetahui sejauh mana hambatan yang di alami oleh lembaga tuha peut di dalam menjalankan fungsi, dan tugasnya serta dapat menjadikan penguatan lembaga tuha peut.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan yang dilakukan melalui wawancara dengan informan dan dokumen – dokumen penting lainnya, dan penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku teks, peraturan perundang – undangan dan bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.Hasil penelitian yang di lakukan menunjukkan bahwasannya secara umum tuha peut sudah menjalankan fungsi dan wewenangnya secara baik, tetapi dalam menjalankan fungsi dan wewenangnya tuha peut di rasa tidak maksimal dalam menjaga kestabilan jalannya roda pemerintah, konflik yang terjadi di antara tuha peut dan geuchik gampong menyebabkan beberapa kerugian, reusam gampong yang tertunda hingga dana desa yang tidak ada di tahun 2016 yang menyebabkan pemerintahan berjalan dengan buruk.Dalam hal ini penulis menyarankan agar tuha peut harus berperan semaksimal mungkin, fungsinya sebagai legislatif di tingkat gampong harus mampu menciptakan suasana hidup aman dan damai, pemerintah gampong kampung baru, harus membangun hubungan yang baik, selain itu pemerintah kota perlu memastikan konflik yang terjadi selama ini telah terselesaikan dengan sempurna, hubungan emosional antara tuha peut dan pemerintahan gampong pun perlu di bangun agar berjalannya roda pemerintahan yang baik.Kata Kunci : Kinerja, Tuha Peut, Pemerintahan GampongTuha peut is customary institution that has long embraced by the people of Aceh since the time of Sultan Iskandar Muda in the 16th century, institutions that are filled by the figures - by prominent religious leaders, traditional leaders, community leaders, and scholars in the village is expected to strengthen governance village, a large function, namely as a partner of the village administration, overseeing the government, discuss or formulate and approve the reusam village, and also as a function of the budget is expected to work optimally.                        This study aims to explain and analyze the extent to which the involvement of tuha peut in carrying out its functions and to know the extent of the obstacles experienced by tuha peut institutions in carrying out the functions, and their duties and can make the strengthening of tuha peut institution.This research uses descriptive qualitative approach method, the data required in this research through research conducted through interviews with informants and other important documents, and literature research conducted by reading textbooks, legislation and other reading-related materials this.The results of the research shows that in general the tuha peut has function and authority well, in the function and authority of tuha peut in the sense of not maximally in maintaining the stability of the road, the conflicting government between tuha peut and geuchik gampong cause some loss, reusam The delayed gampong to village funds that did not exist in 2016 that caused the government to run poorly.In this case the authors are dry so that tuha peut should be able to work as much as possible, its function as legislative at the village level should be able to create a peaceful and peaceful life, the new village gampong government, must build good relations, besides the city government needs to be legalized so far Perfectly resolved, the emotional connection between tuha peut and gampong government also needs to be built for good governance.Keywords: Performance, Tuha Peut, The Village
Proses Komunikasi Terapeutik dalam Kegiatan Rehabilitasi Pecandu Narkoba (Studi Kasus di Yayasan Harapan Permata Hati Kita (YAKITA) Aceh) Lissa Febrina; Martunis Yahya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

 ABSTRAK-Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses komunikasi terapeutik yang dilakukan konselor di Yayasan Harapan Permata Hati Kita (YAKITA) Aceh dalam rangka rehabilitasi pecandu narkoba dan mengetahui hambatan yang dihadapi tenaga konselor dalam melakukan proses komunikasi terapeutik serta usaha penanggulangannya dan mengetahui keberhasilan yang dicapai dalam merehabilitasi pecandu narkoba. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang menjadi informan adalah sebanyak 5 orang terdiri dari 3 orang konselor dan 2 orang klien. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi dan studi dokumen. Teori yang digunakan dalampenelitianiniadalah teori behavioral. Hasil penelitian menunjukkan proses komunikasi terapeutik konselor YAKITA Aceh terdiri dari empat tahapan yaitu tahapan Pra-Interaksi, tahapan Orientasi, tahapan Kerja, dan tahapan Terminasi/Evaluasi dengan menggunakan metode terapi 12 Langkah NA (Narcotics Anonymous).Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh konselor yaitu, ketidaksediaan beberapa klien, dan ketidakterbukaan beberapa klien untuk ditolong ini juga dikarenakan keterbatasan kemampuan konselor di bidang konseling. Indikator-indikator yang dapat dilihat bahwa komunikasi terapeutik yang dilakukan YAKITA Aceh telah berhasil yaitu, dari segi fisik klien terlihat lebih sehat, perubahan perilaku menjadi positif, secara emosional klien juga sudah mulai stabil. Sejauh ini komunikasi terapeutik dalam kegiatan rehabilitasi pecandu narkoba yang dilakukan konselor YAKITA Aceh dinilai cukup berhasil.                                                                                     Kata Kunci:Komunikasi Terapeutik, Pecandu Narkoba                                                                                             ABSTRACT - The purpose of this study are, first to know therapeutic communication process from counselor at Yayasan Harapan Permata Hati Kita (YAKITA) Aceh in order to drug addicts rehabilitation, second to know the obstacles faced counselor and mitigation efforts in communication therapeutic process, and finally is to know success achieved in drug addicts rehabilitation. The approach used in the research are qualitative descriptive methods. Subject of this study are 5 person ( 3 counselors and 2 clients). The instrument of data collection in this study is interview, observation and documentation study. The theory used is Behavioral theory. The result of the study shows the teurapetic communication process of YAKITA’s Aceh conseulors have four steps are pre-interaction phase, orientation phase, working phase and termination or evaluation phase with 12 NA (Narcotics Anonymous) Therapy Methods.The problems of conseulors are unwillingness of some clients, in ability of the counselor in counseling process. Indicators which can be seen that the YAKITA’s therapeutic communication has been succesfully are : from physicly the clients more healthy, the behavior changes to be more positive, from emotional the clients more stable. Therefore therapeutic communication process in drug addicts rehabilitation from YAKITA Aceh’s counselor rated enough succesfully. Keyword:Therapeutic Communication, Drug Addicts
FENOMENA PEMBERITAAN HOAX TERKAIT ISU AGAMA (Studi Perseteruan Ahok vs Front Pembela Islam (FPI) di Media Sosial Instagram) Siti Fathia Savitri; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Fenomena Pemberitaan Hoax Terkait Isu Agama (Studi Perseteruan Ahok vs Front Pembela Islam (FPI) di Media Sosial Instagram)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi wacana yang digunakan pada fenomena dalam pemberitaan Hoax terkait isu agama pada perseteruan Ahok vs Front Pembela Islam (FPI). Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis wacana dari Model Theo Van Leeuwen. Ada dua pusat perhatian pada Model Theo Van Leeuwen. Pertama, proses pengeluaran (exclusion). Ada kelompok yang dikeluarkan dalam pemberitaan, dengan menggunakan strategi wacana. Strategi yang paling sering digunakan yaitu dengan strategi pasivasi. Kedua, proses pemasukkan (inclusion). Inclusion berhubungan dengan masing-masing  pihak atau kelompok yang ditampilkan/dimasukkan dalam pemberitaan, dengan menggunakan objektivitas, katagorisasi dan asosiasi. Dari empat edisi pemberitaan, hasil penelitian yang didapatkan menggunakan model Theo Van Leeuwen dalam menyajikan   pemberitaan Hoax terkait isu agama pada perseteruan Ahok vs Front Pembela Islam yaitu pada strategi ekslusi media lebih banyak mengeluarkan pihak Ahok pada teks pemberitaan, opini-opini yang diutarakan oleh narasumber pendukung Ahok seolah-olah menjatuhkan pihak Front Pembela Islam (FPI). sedangkan strategi pada proses inklusi media kerap kali memasukkan kelompok-kelompok lain yang berhubungan dengan permasalahan untuk memperluas perseteruan antara Ahok vs Front Pembela Islam (FPI) agar saling menunjukkan kebenaran masing-masing pihak. Media Instagram juga dalam mempublikasikan teks pemberitaan terkesan menyampaikan apa adanya dalam berita.  Maka tidak heran dalam kasus perseteruan Ahok vs Front Pembela Islam (FPI), media dalam memberitakan perseteruan masih tidak seimbang, tidak menggunakan prinsip cover both side (menampilkan dua sisi dalam pemberitaan).Phenomena of Hoax Release Related Religion Issues (Study of Enemies of Ahok vs Front Pembela Islam (FPI) in Social Media Instagram)The tittle of this research is “Phenomena of Hoax Release Related Religion Issues (Study of Enemies of Ahok vs Front Pembela Islam (FPI) in Social Media Instagram)”. The aims of this research to knowing the discourse strategy used in phenomena in Hoax Release Related Religion Issues in Enemies of Ahok vs Front Pembela Islam (FPI). This research was conducted with discourse analysis method by Theo Van Leeuwen Model. First, the expenditure process (exclusion). There is group issued in the news by using discourse strategy. Strategy the most frequently used is passivation strategy. Second, import process (inclusion). Inclusion related with each part or group who showed/import in the news, with using objectivitas, categorization and associations. From four news editions, result of the research obtained by using Theo Van Leeuwen model in present the hoax news related religion issues in Enemies of Ahok vs Front Pembela Islam namely in media exclusion strategy most realeased ahok part in news text. Opinions released by ahok’s supporting source as if dropping Front Pembela Islam (FPI) part. Whereas, the strategy in media inclusion process often enter other groups which related with problems for expanding the feud between Ahok vs Front Pembela Islam (FPI) to show each other truth.  Instagram in publication of news text impressed convey what it is in the news. So, no wonder in the case of enemies of Ahok vs Front Pembela Islam (FPI), media in reporting is still not balance, does not use cover both side principle (showed two side reporting).
Persepsi Masyarakat Terhadap Pembagunan PLTA peusangan Aceh Tengah Pita Pitriani; Bukhari Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1541.166 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana persepsi membentuk hubungan sosial antar masyarakat dan Pihak Pembangunan PLTA Peusangan Aceh Tengah. masyarakat Kabupaten Aceh Tengah Kecamatan Silih Nara, Kampung Burni Bius dan Kampung Remesen  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kualitatif, sedangkan untuk teknik pengumpulan data yang digunakan ialah: Observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data merupakan proses mengatur dan megurutkan data,mengoranisasikannya menjadi satu pola, kategori, dan satu uraian dasar. responden dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di Kecamatan Silih Nara responden penelitiannya ialah masyarakat yang  lebih di khususkan berdomisili di Kecamatan Kampung Burni Bius dan di Kampung Remesen,imporman kunci berjumlah 7 orang, dan imforman umum berjulah 8 orang. Penduduk merupakan faktor penting dan menjadi modal dasar dari pembangunan yang sangat besar pengaruhnya dalam mewujudkan mayarakat yang adil dan makmur. Jumlah keseluruhan informan sebanyak 15 (lima belas) orang. Dari rangkaian kegiatan penelitian disimpulkan bahwa sedikitnya terdapat 3 (tiga) faktor  yang mempengaruhi (a) Merupakan faktor yang terdapat dalam individu yang mempersepsikan. (b) Karakteristik target yang dipersepsi.(c)  situasi terjadinya persepsi. persepsi dalam proses pembangunan PLTA Peusangan Aceh Tengah ini  dapat terlihat  sistem nilai yang terjadi.Kata kunci: persepsi,  Hubungan, dan pembangunan.Perceptions of the People Against the Development of PLTA peusangan Aceh TengahABSTRACTThe objective of this research was to figure out the perception of the society members related to their social relationship with the parties responsible for the development of the hydroelectric power plant in Peusangan, Central Aceh. The society members are those living in Burni Bius and Remesen Villages of Silih Nara Sub-District in Central Aceh Regency. Qualitative research method was employed and the data needed were collected by means of observation, interview, and documentation. The data collected were then analyzed by using interactive data analysis that includes three stages, namely data reduction, data display, and data verification. The research population included all of the people living in Silih Nara Sub-District while those living in Burni Bius and Remesen Villages were chosen as the research samples. Society members have important roles in realizing a just and prosperous society. There were 10 informants chosen in this research. The results indicated that there were at least three factors related to perception. They are (a) the personality of the one perceiving, (b) the characteristics of the perceived target, and (c) the context of the perception. Moreover, the perception related to the process of building the hydroelectric power plant in Peusangan showed that a value system is important in the society.Keywords: perception, development, value  
Dinamika Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Kota Sabang dengan Para Wisatawan Mancanegara Odi Septian; Drs. Amsal Amri, M.Pd
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.081 KB)

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia:Penelitian ini berjudul dinamika komunikasi antarbudaya masyarakat Kota Sabang dengan para wisatawan mancanegara. Tujuan penelitian untuk mengetahui dinamika komunikasi antarbudaya masyarakat Kota Sabang dengan para wisatawan mancanegara.dan untuk mengetahui upaya yang di lakukan masyarakat Kota Sabang dalam membangun hubungan yang baik dengan para wisatawan mancanegara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori interaksi simbolik.Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitian ini diperoleh hasil Dinamika komunikasi antarbudaya masyarakat Kota Sabang dengan wisatawan mancanegara terdapat perbedaan komunikasi yang terjadi dimana para wisatawan selain menggunakan bahasa Inggris juga menggunakan bahasa tubuh ketika tidak mampu untuk  menjawab apa yang ditanyakan. komunikasi masyarakat dengan wisatawan sejalan dengan teori interaksi simbolik yang dimana komunikasi yang terjadi berdasarkan interaksi dan hubungan yang dibangun kedua belah pihak. Ketika masyarakat tidak mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris maka komunikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa tubuh dan dengan simbol-simbol komunikasi yang mempermudah proses penyampaian pesan.Upaya yang dilakukan masyarakat Kota Sabang dalam membangun hubungan yang baik dengan para wisatawan mancanegara yaitu dengan  memberikan pelayanan dan kepuasan berwisata, menyediakan informasi terbaik sesuai dengan yang diperlukan wisatawan serta memberikan kenyamanan dan perlindungan keamanan. Kata Kunci: Dinamika, Komunikasi, Budaya, Kota Sabang, Wisatawan Judul Bahasa Inggris:Dynamic of Communication Between Cultures of Sabang City Community With Foreign Tourists. Abstrak Bahasa Inggris:The title of this research is dynamic of communication between cultures of Sabang city community with foreign tourists. The purpose of this study was to find out the dynamic of communication between sabang comunity’s cultures with the foreign tourits. This study also almed to know the efforts done by Sabang community in bulding a good relationship with the tourists. The theory used in this study was the theory of symbolic interaction. The approach used in this study was qualitative approach with descriptive type. The results of this study showed that there were differences in communication that occured when the tourists not only used English language but also body language to answer the questions. The communication between Sabang societyand the tourist was lined whit the symbolic theory that occured based on the relationship of both parties. When those people were not able to communicate using English language then communication was done by using body language and communication symbols that simplify the process of delivering messages. The efforts done by Sabang community in building a good relationship with the tourists were giving satisfied services, providing best information based on their needs, and giving comfort and security protection. Keywords : Dynamics, Communication, Culture, Tourists, Sabang city.
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI GURU DAN MURID PENYANDANG AUTISME Fajri Agustin; Hamdani M Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.495 KB)

Abstract

The title of this research is Interpersonal Communication of Teachers and Autism (Study at Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri SDLBN Kabupaten Bireuen). The aims of this study is to find out how the interpersonal communication of teachers and autism students and its characteristics along with the steps in achieving effective communication, as well as to find out the supporting factor and the obstacle factor at SDLBN Bireuen. Descriptive qualitative method is used in this study as the approach. Research subject is 5 teachers as the informants. Data collection technique which is used in this study is interview, observation and documentation study. Self Disclosure Theory is used in this study. The results showed the interpersonal communication of teachers and autism look from the characteristics of openness, empathy, support, positive feelings, and similarities to make effective communication. In addition, game equipment becomes a supporting factor in interpersonal communication, although it has little obstacle when hyperactive of autism students relapse, but overall interpersonal communication that is done by teachers and autism students at SDLBN Bireuen works and succeeds.Keyword: 
KOMUNIKASI POLITIK PARTAI ACEH UNTUK MENARIK SIMPATI MASYARAKAT PADA PILKADA 2017 DI KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR Haris Munandar; Rahmat Saleh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.88 KB)

Abstract

Dalam rangka memenangkan pemilihan kepala daerah pada pilkada 2017 yang lalu, setiap partai harus memiliki cara tersendiri dan berbeda dengan partai-partai yang lain, dalam menarik simpati masyarakat Partai Aceh banyak menggunakan bentuk-bentuk komunikasi politik yang dapat mempengaruhi seperti komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi nonverbal , dan kampanye politik (memberikan pesan dan kesan dengan tujuan menciptakan efek) yang tujuannya untuk menarik simpati masyarakat agar memilih Partai Aceh, karena dengan komunikasi politik yang sempurna akan mempengaruhi suara yang diperoleh disaat pilkada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk komunikasi politik yang digunakan Partai Aceh dalam menarik simpati masyarakat pada pilkada 2017 di Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Manfaat penelitian ini untuk memberi sumbangan serta kontribusi pemikiran terhadap perkembangan ilmu komunikasi terkait dengan komunikasi politik Partai Aceh. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data lapangan (field research) yang dilakukan melalui wawancara tidak berstruktur, observasi dan dokumentasi. Sumber data dipilih berdasarkan tujuan dan jenis data yang diperlukan. Sumber data yang terpenting adalah sumber data skunder yang diperoleh dari pengurus Partai Aceh dan beberapa orang masyarakat yang ikut memilih partai Aceh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan hasilnya bahwa: beberapa bentuk komunikasi politik yang digunakan oleh Partai Aceh diantaranya adalah komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi nonverbal , dan kampanye politik (memberikan pesan dan kesan dengan tujuan menciptakan efek). Meski sudah dilakukan semaksimal mungkin masih tetap terjadi hambatan dalam Partai Aceh yang terjadi di lapangan, baik dari hambatan internal yang ada dalam tubuh partai itu sendiri maupun hambatan eksternal yang terjadi dari luar Partai Aceh. Hambatan-hambatan yang terjadi di lapangan, ternyata menurunkan suara masyarakat untuk memilih Partai Aceh dalam memenangkan pilkada 2017 yang lalu, hal ini terbukti bahwa Partai Aceh tidak meraup suara terbanyak dan tidak dapat mengungguli partai-partai pesaing. Kata Kunci : Komunikasi Politik, Partai Aceh  
PACUAN KUDA DALAM KAJIAN SOSIOLOGI (suatu penelitian di Kabupaten Bener Meriah) Amalia Pintenate; Bukhari Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pacu Kude Tradisional merupakan salah satu tradisi yang masih tetap mampu bertahan di antara lajunya arus perkembangan zaman. Tradisi ini masih dilaksanakan rutin setiap tahunnya oleh masyarakat Bener Meriah karena diyakini memiliki fungsi dan pengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat. Hal tersebut mempengaruhi kepercayaan masyarakat agar tetap mempertahankan dan melestarikannya sampai saat ini. Penelitian ini berfokus untuk mengeksplorasi harmoni dan kerukunan masyarakat di Bener Meriah melalui sebuah tradisi permainan rakyat sebagai potret masyarakat yang plural, berupa deskripsi kehidupan sosial dan faktor-faktor penguat terciptanya kerukunan antar masyarakat Bener Meriah. Pertanyaan penelitian ini ialah (1) Bagaimana Tradisi Pacu Kuda pada Masyarakat Bener Meriah, (2) Apa makna dan Fungsi tradisi Pacu kuda bagi masyarakat Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan teori Solidaritas Sosial yang dikemukakan oleh Emile Durkheim. Penelitian yang dilakukan ialah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan kearifan lokal yang menjadi tradisi pacu kuda ini masih bertahan hingga saat ini. Pada awalnya tradisi pacu kuda lebih dikaitkan menjadi tradisi turun-temurun namun dalam perkembangannya telah menjadi suatu kebutuhan, baik dari segi pariwisata dan budaya, aspek ekonomi maupun menjadi perekat bagi sesama warga di Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues.  ABSTRACT: Traditional Pacu Kude is one of the traditions which still exist in this globalization era. This tradition is still carried out every year by Bener Meriah society because they believe that it has both functions and impacts to their social life. Thus, this belief has led them to retain and preserve it until now. This study focused on exploring the harmony of society in Bener Meriah through a traditional folk game as a portrait of pluralistic society. This study was in a form of description about social life and several factors of social harmony among people in Bener Meriah. The research questions are (1) How does the existence of Pacu Kude tradition in Bener Meriah? (2) What is the meaning (dedication) and function of Pacu Kude tradition for Bener Meriah society. The theory which is used in this study was the Social Solidarity Theory by Emile Durkheim. This study used the descriptive qualitative method. The results of the study showed that the involvements of local wisdom are what made Pacu Kude tradition still survives until today. Initially, it was linked into the hereditary tradition, but as its development happened, it has become a necessity in terms of tourism, culture, economics and as well as an adhesive for Bener Meriah, Central Aceh, and Gayo Lues citizens.

Page 12 of 102 | Total Record : 1018