cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
TINGKAT EFEKTIVITAS SOSIALISASI KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KOTA BANDA ACEH DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH PERIODE 2017-2022 (Studi Penelitian Terhadap Etnis Tionghoa Di Peunayong Kota Banda Aceh) Risfandy Risfandy; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.333 KB)

Abstract

Pada pemilihan kepala daerah periode 2017-2022 di kawasan Gampong Peunayong Kota Banda Aceh dimana daerah tersebut sebagian besar didomisili oleh warga etnis minoritas Tionghoa, menunjukkan angka persentase partisipasi masyarakat yaitu 47,8%. Sedangkan partisipasi warga etnis Tionghoa berdasarkan data dari Yayasan Hakka Aceh hanya berkisar diantara 46%. Perbandingan dengan pemilihan umum Presiden/Legislatif 2014 partisipasi etnis warga etnis Tionghoa sedikit lebih tinggi yaitu berkisar diantara 49%.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dari kurangnnya partisipasi warga etnis Tionghoa dan faktor-faktor penghambat KIP Kota Banda Aceh dalam mensosialisasikan Pilkada 2017 serta sosialisasi yang seharusnya dilakukan oleh KIP Kota Banda Aceh kepada warga etnis Tionghoa.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Semua data yang diperlukan diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai informan-informan yang telah ditentukan sebelumnya, sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku, skripsi, jurnal, peraturan perundang-undangan dan bahan-bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh KIP Kota Banda Aceh terhadap warga etnis Tionghoa masih tidak efektif dan kurang maksimal dengan melihat ada beberapa faktor yang menjadi penghambat hal tersebut. KIP Kota Banda Aceh diharapkan mampu meningkatkan partisipasi warga etnis Tionghoa.Bentuk sosialisasi yang seharusnya dilakukan oleh KIP Kota Banda Aceh kepada warga etnis Tionghoa antara lain; pertama, KIP Kota Banda Aceh seharusnya membentuk tim Relawan Demokrasi yang dapat memberikan sosialisasi khusus kepada warga etnis Tionghoa. Kedua, KIP Kota Banda Aceh harus mengagendakan jadwal sosialisasi khusus sejak pra pemilihan kepala daerah. Ketiga, KIP Kota Banda Aceh seharusnya menyasar atau mendatangi langsung kawasan berbasis etnis Tionghoa dan melakukan sosialisasi dalam bentuk pawai. Kata Kunci : KIP, Sosialisasi, Partisipasi, Etnis Tionghoa, Pilkada 2017. The gubernatorial election for the period of 2017 to 2002 in GampongPeunayong Banda Aceh, where most of the population was minority ethnic Tionghoa, suggests that the percentage of participation in politics of those who live this area was 47.8%. The data from Hakka Aceh Foundation showed that the participation of Tionghoa was 46%. This percentage was slightly lower compared to Presidency Election in 2014 with 49%. This evidence was not in line with the expectation of the Independent Election Commission of Banda Aceh, abbreviated as KIP, to they reach at least 50% voters to participate.The objectives of this study was were to know the factors that prevent KIP of Banda Aceh in socializing 2017’s regional election and to know the proper way used in doing socialization for Tionghoa.This study employed descriptive qualitative approach. All of the needed data were obtained by conducting library study and field study. The field study was performed by interviewing the selected informants, and the library or literature study was done by reading books, scripts, journals, laws, and other related references.The results showed that the socialization carried out by KIP of Banda Aceh was not effective which was signed by the existence of several factors as obstacles. KIP was unable to level up the participation level of Tionghoa who live in Banda Aceh to take part in the election.There are several forms of socialization that can be performed by KIP of Banda Aceh i.e. first, KIP can establish a team consisting volunteers for democracy to provide special socialization for Tionghoa. Second, KIP of Banda Aceh should provide a schedule for special socialization in pre-election. Third, KIP of Banda Aceh should have a direct visit to the area where Tioghoa live and provide socialization in the form of parade. Keywords: KIP, Socialization, Participation, Tionghoa Ethnic, Regional Election of 2017.
STRATEGI KEMENANGAN PASANGAN AKMAL IBRAHIM DAN MUSLIZAR SEBAGAI BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA PADA PILKADA 2017;WINNING STRATEGY OF AKMAL IBRAHIM ANDMUSLIZAR AS REGENT AND VICE REGENT OF SOUTHWEST ACEH REGENCY INTHE 2017 REGIONAL ELECTION fazilla fazilla; ubaidullah ubaidullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPilkada merupakan  sebuah cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk menentukan pemimpin yang akan menjalankan sistem pemerintahan. Pilkada serentak yang dilaksanakan pada Februari 2017 yang bertujuan untuk menentukan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya untuk periode 2017-2022, berdasarkan hasil  akhir Pilkada 2017 yang sudah ditetapkan dalam rapat pleno rekapitulasi suara KIP Aceh Barat Daya, pasangan Akmal Ibrahim dan Muslizar berhasil mengalahkan 9 kandidat lainnya dengan meraih suara terbanyak. Kemenangan ini menarik untuk ditelusuri lebih lanjut terkait strategi dan faktor apa saja yang digunakan oleh pasangan Akmal Ibrahim dan Muslizar untuk memenangkan Pilkada di Kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2017.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan faktor yang mempengaruhi kemenangan pasangan Akmal Ibrahim dan Muslizar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik analisis data pada penelitian lapangan di gunakan untuk memperoleh data primer yang langsung diperoleh dari sumber data pertama dilokasi penelitian atau objek penelitian, sedangkan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku, jurnal dan bacaan terkait lainnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kemenangan pasangan Akmal Ibrahim dan Muslizar pada Pilkada Aceh Barat Daya 2017 mencakup beberapa hal diantaranya, melalui kampanye terbuka,pencitraan calon bupati, visi dan misi yang berkenan dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat, dan sudah terbukti berhasil pada awal dia menjabat. Faktor yang mempengaruhi kemenangan pasangan Akmal Ibrahim dan Muslizar mencakup beberapa faktor diantaranya pencitraan calon bupati yang tinggi dimasyarakat,faktor pengalaman, dan hasil kerja keras tim pemenangan dilapangan.Dari kesimpulan penelitian yang peneliti lakukan, maka diambil kesimpulan strategi yang di gunakan oleh Akmal Ibrahim dan Muslizar yaitu visi-misi sebagai marketing politik dengan menawarkan program-program yang sesuai degan kebutuhan masyarakat, penguatan internal partai, sosialisasi menyeluruh dan kampanye terbuka, faktor kemenangan Akmal Ibrahim dan Muslizar adalah strategi dan kemasan isu yang dibuat oleh timnya rapi dan menjawab kebutuhan masyarakat bawah. Kata Kunci: Pilkada Aceh Barat Daya, Strategi , Kemenangan.ABSTRACTRegional Elections (Pilkada) areheld by the government to elect regional heads to runthe governmental system. Simultaneous Regional Elections took place on February 2017, and one of their objectives was to elect the Regent and Vice Regent of Southwest Aceh Regency for the period of 2017-2022. The result of the 2017 Southwest Aceh Election, which has been declared on a plenum meeting regarding the vote recapitulation done by the Independent Election Commission (KIP) of Southwest Aceh Regency, showed that the team of Akmal Ibrahim-Muslizar have successfully defeated 9 other candidates by obtaining the highest number of votes. This victory is interesting to examine further, particularly in order to see the strategy and factors used by the team of Akmal Ibrahim-Muslizar to win the 2017 Southwest Aceh Election.This study aimed at finding out the strategies and factors that contributed to the victory of Akmal Ibrahim  and Muslizar as regent and vice regent of southwesh Aceh Regency.This study was approached qualitatively by usingdescriptive method. Technique of data analysis was applied on the field study which was conducted to obtain primary data by means of directly interviewing the informants and on the literature review which was done to obtain secondary data from books and related readings.The study revealed that the winning strategy used by the team of Akmal Ibrahim-Muslizar in the 2017 Southwest Aceh Election included public campaign, branding of the regent-to-be along with his visions and missions related to issues faced by the community, and has been proven successful when he first served as regent. Mean while, the factors that contributed to the victory of Akmal Ibrahim and Muslizar were successful branding in the community, experience, and the hard work of the campaign team.Referring to the findings of the study, it can be concluded that the strategy used by Akmal Ibrahim and Muslizar focused more on the mapping of the visions and missions  as political marketing by offering programs that fit with the needs of the community, internal reinforcement of the party, thorough socialization, and public campaign. The factors that contributed to the victory of Akmal Ibrahim and Muslizar were the aforementioned strategy as well as the issues that were neatly packaged by the campaign team and answered the needs of the lower-class community.Keywords: Southwest Aceh Election, strategy, victory
Persepsi Masyarakat Pulo Breueh Kecamatan Pulo Aceh Terhadap Pendidikan Zahara Mika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendidikan telah diakui oleh bebagai pakar bahwa memiliki pengaruh besar bagi pembebasan manusia dari belenggu keterbelakangan dan kebodohan.Masalah pendidikan acap kali menjadi persoalan yang menguak di daerah kepulauan tidak terkecuali di Aceh seperti Desa Pulo Breueh Kecamatan Pulo Aceh, yang mana salah satu masalahnya masih rendahnya tingkat masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik dari SD ke jenjang SMP, SMP ke jenjang SMA, dan SMA ke jenjang Perguruan Tinggi hingga sampai sekarang ini. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang Persepsi Masyarakat Desa Pulo Breueh Kecamatan Pulo Aceh Terhadap Pentingnya Pendidikan.Berangkat dari judul penelitian ini, peneliti menggunakan teori persepsi oleh Daviddof untuk menjelaskan permasalahan ini.Penelitian ini dilakukan dilokasi Desa Pulo Breueh Kecamatan Pulo Aceh, desa tersebut adalah Paloh, Lampunyang, dan Lhoh, subjek penelitian diambil dengan menggunakan pendekatan purposive sampling.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat sebagian besar persepsi masyarakatdari tiga desa yang menyatakan kepedulian mereka terhadap pendidikan dan sebagian kecil masyarakat dari tiga desa ini menyatakan ketidak perdulian mereka terhadap pendidikan dengan berbagai alasan yang berkembang didalam persepsi dan pola pikir masyarakat Pulo Breueh. Kata kunci: Persepsi, Pendidikan  ABSTRACTEducation has been recognized by many scholars that it has great influence for human liberation from the shackles of underdevelopment and ignorance. The problem of education is often a problem that reveals in the archipelago is no exception in Aceh, such as Pulo Breueh Village, Pulo Aceh District, where one of the problems is the low level of society continuing education to higher level, from elementary to junior high school, junior high school to high school level, and high school to the level of Higher Education until now. to the people until now. This research was conducted to obtain information about the Village Community Perception Pulo Breueh District Pulo Aceh Against the Importance of Education. Departing from the title of this study, researchers used the theory of perception by Daviddof to explain this problem. The research was conducted at Pulo Breueh Village, Pulo Aceh Sub-district, the villages were Paloh, Lampunyang, and Lhoh, The results conclude that there is a large proportion of people's perceptions of their concern for education and a small proportion express their indifference to education with a variety of reasons developed within the perception and mind-set of the Pulo Breueh community.Key Words: Perception, Education  
PERILAKU USAHA PEDAGANG PASAR TRADISIONAL PEUNAYONG BANDA ACEH Agel Syahputra; Khairulyadi MHSc
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.896 KB)

Abstract

ABSTRAKPedagang tradisional sering didefinisikan sebagai suatu usaha yang memerlukan modal relatif sedikit, berusaha dalam bidang produksi dan penjualan untuk memenuhi kebutuhan kelompok konsumen tertentu. Usahanya dilaksanakan pada tempat-tempat yang dianggap strategis dalam lingkungan yang informal. Sektor usaha pedagang Tradisional tersebut seringkali menjadi incaran bagi masyarakat dan pendatang baru untuk membuka usaha di daerah perkotaan maupun di pasar-pasar yang memiliki propek bagus terhadap peningkatan ekonomi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiadalah Bagaimana sistem perilaku usaha ekonomi pedagang tradisional di pasar penayong.Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, serta bacaan yang berkaitan dengan penelitian ini, sedangkan penelitian lapangan diperoleh melalui hasil wawancara dengan beberapa informan yang berkaitan dengan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa,Prilaku para pedagang kaki lima yang berjualan di pasar Penayong memiliki tujuan, prilaku, serta pola yang sama yang dimotivasi oleh suatu keinginan untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan spesifik tersebut tidak selalu diketahui secara sadar oleh individu yang besangkutan.  Karena dari itu keinginan dan tujuan yang di harapkan oleh pedagang kaki lima biasanya untuk bisa mendapat penghasilan ekonomi serta bisa menghidupi keluarga dari hasil berjualan di kaki lima serta prilaku para pedagang yang berjualan yang selalu mengutamakan pelayanan yang baik untuk para pembeli serta interaksi sosial antar sesama pembeli dan pedagang. Keberadaan Pedagang Kaki Lima sangat membantu pembeli dalam mendapatkan barang tertentu, karena keberadaanya sangat mudah ditemui.Hal ini diharapkan kepada Pemerintah baik itu Pemerintah kota Banda Aceh atau pun Pemerintah Aceh untuk dapat menyediakan pasar yang layak bagi pedagang kaki lima yang ada di pasar Penayong dan juga mengupayakan bantuan modal untuk para pedagang yang kekurangan modal dalam berjualan di kaki lima pasar penayong. Dan juga di harapkan kepada pedagang kaki lima untuk memperhatikan kualitas barang yang akan di jual. Kata Kunci: Pola Prilaku, PedagangTradisional, Pasar THE BEHAVIOR OF TRADITIONAL MARKETS TRADERS IN PEUNAYONG, BANDA ACEH ABSTRACTTraditional traders are often defined as a low budget trading which is run on production sector and and sales to meet the needs of specific consumer groups. The business was carried out at considered strategic places in an informal environment. The Traditional trading sectors is often targeting for the community and newcomers to open businesses in urban areas as well as in emerging markets wich have  great prospect to increased economy.This research was conducted to identify how are the behavioral systems of traditional markets traders in peunayong. The data were obtained from library research and field research.  The library research was conducted by reading many text books and journals related to this research. Meanwhile, the field research was conducted by interviewing some informants who relate with this study.The research result shown that the traditional traders who do trading in Peunayong traditional market have the same goals, behaviors and patterns who are motivated by desires in reaching  certain goal. The specific goals are not always consciously known by the traders.  Because of the traders’ desire and expectation to earn money for a living and can raise a family from tradingand the behaviour of the traders who always give priority to good service for buyers as well as social interaction between consumers and traders. The presence of traditional traders really help buyers in getting certain items, because their presence are very easy to find.Looking at this matter, either the Government of Banda Aceh city or the Government of Aceh are expected to be able to provide a viable market for traditional traders in Peunayong market and also provide capital for traders with low capital in trading in Punayong market. In addition,the traditional traders are expected to pay attention to the quality of the goods to be sold. Key word : behavioral pattern, traditional traders, market  
Kontrol Sosial Masyarakat Terhadap Operasional KUBE (Kelompok Usaha Bersama) (Studi Kasus di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar) Yusra Mahdalena; Bukhari Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Kelompok Usaha Bersama (KUBE) adalah himpunan dari keluarga yang tergolong miskin dibentuk oleh masyarakat, tumbuh dan berkembang atas dasar prakarsanya sendiri. Kontrol sosial adalah suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial dan mengarahkan masyarakat berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. Kontrol sosial penting karena ketika terjadi pelanggaran adanya kontrol sosial masyarakat perlu untuk mencegah penyimpangan sosial. Program KUBE dikelola bersama-sama oleh anggota kelompok untuk menumbuhkan usaha ekonomi produktif. Dalam KUBE anggotanya adalah Asoe Lhok Gampong Ujong Blang. Bantuan dana yang diterima anggota kelompok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga  sehingga terjadi penyalahgunaan anggaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi sejauh mana kontrol sosial masyarakat terhadap operasional KUBE dan mengetahui respon masyarakat dalam operasional KUBE di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kontrol sosial yang dikemukakan oleh Travis Hirschi. Kontrol sosial berangkat dari asumsi bahwa terdapat empat komponen dalam ikatan sosial yaitu keterikatan, komitmen, keterlibatan dan kepercayaan.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Dengan melakukan wawancara terhadap informan secara terstruktur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap operasional KUBE sangat lemah. Anggota bersama-sama dengan keluarga menikmati dana bantuan yang seharusnya untuk modal usaha akan tetapi digunakan untuk keperluan lain yang bersifat konsumtif. Komitmennya kurang, sehingga tidak memiliki tanggung jawab yang kuat terhadap aturan maka tidak dapat memberikan penyadaran mengenai masa depan usahanya. Keterlibatan anggota dalam kegiatan kelompok kurang, sehingga cenderung menggunakan  dana bantuan usaha secara mandiri sehingga penggunaan dana rentan dengan penyelewengan. Kepercayaan yang tertanam dimasyarakat justru keberanian untuk melanggar aturan yang mereka anggap asing. Respon masyarakat menerima dengan baik kehadiran program karena dapat membantu masyarakat dalam membuka usaha untuk memperkuat ekonomi keluarga. Namun ada juga masyarakat  yang tidak mengetahui penyelewengan dana bantuan untuk KUBE, tetapi pihak KUBE sangat tertutup dengan masyarakat luas mengenai penggunaan dana.Kata Kunci: Kontrol Sosial, Kube, Masyarakat ABSTRACT Collective Business Group (KUBE) is an organization that consists of the under privilege family established by the community, grows and develops on the basis of their initiative, in order to interact with the members staying in a particular area. Social control is a mechanism for preventing the social diversion as well as encouraging and leading the people to behave and  act based on prevailing norms and values. Social control is significant due to a violation occurred  and social control necessary to prevent it. KUBE program is managed jointly by the members of the group to build productive activities economically. In the case of KUBE, the members are the native inhabitant of Gampong Ujong Blang. The grant received by the group member was used for the consumptive needs resulted in misused of funds.The study aimed at identifying the social control and the society response towards the operational of  KUBE in Ujong Blang, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar. The theory used in this study was Social Control Theory proposed by Travis Hirschi. Social control starts from the assumption that there are four components of the social bonds which are; attachment, commitment, engagement and trust. The research method used is descriptive qualitative approach. Through interviews with informants are structured as data collection techniques.The results showed that the form of social control for the operational of  KUBE was very ineffective. With their family, they spent the grant for venture capital for consumptive purposes. Their low commitment  resulted  in irresponsibility and lacked awareness of the future of their business. The involvement of group members activities are very low, they tend to use the grant independently so that the use of the funds is vulnerable to fraud. Unfortunately, the belief embedded in the community encouraged them to break the rules. It can be concluded that the members recognized KUBE as an assistance program to assist the community to start their business and increase family economy condition. But there are also some people who knew the misused KUBE funds. But the KUBE was not approachable to the public regarding the use of funds. Keywords : Social Control, KUBE, Society
Efektivitas Penggunaan Videotron Sebagai Media Sosialisasi Program Pemerintah Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Kota Banda Aceh (Suatu Penelitian Pada Videotron Di Taman Ratu Safiatuddin Lampriet Kota Banda Aceh) Juwana Mailizar; Dr. Rahmawati, M.Si Dr. Rahmawati, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK, Penelitian ini berjudul “Efektivitas Penggunaan Videotron Sebagai Media Sosialisasi Program Pemerintah Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Kota Banda Aceh (Suatu Penelitian Pada Videotron di Taman Ratu Safiatuddin Lampriet Kota Banda Aceh)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan videotron oleh pemerintah Kota Banda Aceh dalam mensosialisasikan program pemerintah terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat Kota Banda Aceh. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kota Banda Aceh yang berjumlah 254.904 jiwa, jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin presisi 10% dari jumlah populasi, maka besarnya sampel yang diambil adalah sebanyak 100 responden. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori aliran informasi, yang menjelaskan bagaimana informasi berpindah dari media atau komunikator kepada khalayak untuk mendapatkan efek tertentu yang dikehendaki. Pada penelitian ini, digunakan pendekatan kuantitatif analisis deskriptif. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui survei dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, dan diolah secara statistik dengan program SPSS versi 23 yaitu, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji regresi linear sederhana, t-hitung dan identifikasi determinan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai adalah sebesar 9,387 dan nilai  pada 0,05 pada uji dua sisi diketahui 1,984, maka  diterima, dan dari hasil perhitungan regresi linear diperoleh nilai b = 0,793 (79%) dengan taraf signifikansi 0,000 artinya efektivitas penggunaan videotron berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. The Effectivity Of Using Videotron As Socialization Media For The Government Program In Increasing The Knowledge Of Banda Aceh’s Citizens(A Survey Conducted On Videotron Located In Taman Ratu Safiatuddin Lampriet, Banda Aceh)ABSTRACT, This research entitled “The effectivity of using videotron as socialization media for the government program in increasing the knowledge of Banda Aceh’s citizens (a survey conducted on videotron located in Taman Ratu Safiatuddin Lampriet, Banda Aceh)”. This research aimed to find out the effectivity of using videotron by Banda Aceh government in socializing the government program of increasing the knowledge of Banda Aceh citizens. From 254.904 citizens of Banda Aceh, the population of this research is chosen by using Slovin sampling method with 10% of the population. By using Slovin method, 100 respondents is picked. The theory used in this research is the information –flow theory, which explained how the information is moving from media or communicator to the public to get the desired effect. In this research, an analysis descriptive quantitative approach is used. Primary data in this research is collected by conducting a survey. A questionaire is used as the research instrument, and analyzed statistically by using SPSS version 23 program which included validity and reliabilty test, normality test, simple linear regression test, t – counting, and determinant identification. Based on the result of the research, a conclusion can be drawn that the result of hypothesis test t – counting is 9,387 and t – table of 0,05 on both sides are 1,984. So from the result,  Ha is accepted, and from the linear regression counting, b is 0,793 (79%) with the level of significance is 0,000 which means the effectivity in using videotron influenced the citizen positively and brought significant impact in increasing the knowledge of Banda Aceh’s citizens. 
STEREOTIP MAHASISWA ACEH TERHADAP MAHASISWA GAYO zul fahmi; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.315 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa stereotip apa saja yang berkembang pada mahasiswa terhadap mahasiswa Gayo di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stereotip mahasiswa terhadap mahasiswa Gayo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu interaksi simbolik. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sebanyak 10 orang informan dipilih dengan kriteria merupakan mahasiswa aktif dalam organisasi internal dan eksternal di Fakultas Pertanian Unsyiah, mahasiswa angkatan 2013 dan 2014 dan bukan dari latar belakang suku gayo dan aktif selama perkulihan. Hasil penilitian menunjukkan bahwa penilaian terhadap mahasiswa gayo oleh mahasiswa Aceh yang bukan dari suku gayo, mahasiswa gayo cenderung bergaul hanya dengan mahasiswa gayo itu sendiri. TIdak jarang mahasiswa Gayo dalam organisasi maupun kegiatan kelompok tetap berada dengan rekan dari daerah Gayo. The Analysis of Stereotypes of Aceh Students Towards Gayo StudentsThe purpose of this research is to find out and analyze any stereotypes that thrive on the student against student Gayo in Faculty of Agriculture University of Syiah Kuala and to know the factors that influence student stereotypes against Student Gayo. The theory used in this study i.e. symbolic interaction. The approach uses a qualitative approach to the types of descriptive. As many as 10 people selected by the criteria of informant is a student active in the internal and external organization of the Faculty of Agriculture, University students host 2013 and 2014 and not from the background and active during the gayo perkulihan. Penilitian results show that assessment of student gayo in Aceh by students who are not from the gayo, student gayo tend to associate only with student gayo itself. Not uncommon student Gayo in organizations as well as group activities remain with colleagues from the Gayo.
PENGARUH PEMBERITAAN LARANGAN BERKENDARA ANAK DI BAWAH UMUR TERHADAP PERSEPSI ORANG TUA DI GAMPONG GAROT GEUCEU KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR Ryan Derie Trianto; Drs. Martunis Yahya M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.667 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengaruh Pemberitaan Larangan Berkendara Anak Dibawah Umur Terhadap Persepsi Orang Tua di Gampong Garot Geuceu Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana pengaruh pemberitaan larangan berkendara anak di bawah umur terhadap persepsi orang tua di Gampong Garot Geuceu Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orang tua mengenai pemberitaan yang melarang anak di bawah umur berkendara, di Gampong Garot Geuceu Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mdeskriptif kuantitatif, yaitu metode yang bertujuan mengembangkan dan menggunakan model yang matematis. Penelitian ini dilakukan di Darul Imarah Aceh Besar, dan yang di jadikan responden adalah masyarakat gampong Garot Geuceu. Teori pendukung yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori S-O-R. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan rumus Taro Yamane yakni menjadi 100 orang. Dengan teknik penarikan sample menggunakan Purposive sampling dengan teknik penarikan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis di terima dengan nilai thitung adalah 2,410. Sedangkan untuk ttabel dapat diketahui α = 5% atau dengan signifikan = 0,05 pada uji dua sisi, dengan derajat kebebasan (df) diketahui n - 2 atau 100 - 2 = 98, maka diperoleh ttabel = 1,660. Maka nilai thitung ttabel  yaitu 2,410 1,664 dan nilai signifikan (lihat tabel analisis Koefisien Korelasi Product Moment)  yaitu 0,000 0,05 maka bisa disimpulkan bahwa Ha diterima. Hal ini dapat dinyatakan bahwa pemberitaan tentang larangan berkendara anak di bawah umur melalui media massa oleh pihak SATLANTAS/kepolisian, dinilai berpengaruh terhadap persepsi para orang tua. Sehingga para orang tua yang memiliki anak masih di bawah umur sudah tidak mengizinkan anaknya untuk mengendarai kendaraan, apabila umur seorang anak belum memiliki umur yang cukup untuk berkendara..Kata Kunci: Persepsi, Pengaruh Pemberitaan, Teori S-O-Rtitle : The Influence of Preaching of Children BelongingTo Parents Perception in Gampong Garot Geuceu Sub Darul Imarah AcehBesarabstract : Research entitled The Influence of Preaching of Children BelongingTo Parents Perception in Gampong Garot Geuceu Sub Darul Imarah AcehBesar. The problem in this research is how the influence of the prohibition of driving minor son the perception of parents in Gampong Garot Geuceu Darul Imarah District, AcehBesar. This study aims to determine the influence of parents about the news that prohibits minors driving, in Gampong Garot Geuceu Darul Imarah District of Aceh Besar. The method used in this study deskriptif quantitative, the method that aims to develop and use a mathematical model. This research was conducted in Darul Imarah Aceh Besar, and the respondents were the gampong Garot Geuceu community. The supporting theory used in this research is S-O-R theory. The research sample was obtained by using Taro Yamane formula that is 100 people.With sampling technique using Purposive sampling with technique of data withdrawal using questionnaire. The results showed that the hypothesis received with the t countis 2.410. As for t table can be know nα=5% or with significant =0,05 on two – sided test, with degrees of freedom (df) knownn-2 or100-2=98, then obtained ttable=1.660. Then the value of tcountttable is 2,4101,664 and significant value (see table analysis of ProductMoment Correlation Coefficient) is 0,0000,05 then it can be concluded that Ha accepted. It can be stated that the news about the prohibition of driving minors through mass media by the SATLANTAS/police, considered to have an effect on the perceptions of the parents. So that parents who have children are still under age already does not allow their childrent or idea vehicle, if the age of a child does not have enough age to drive Keyword:Perception,NewsInfluence,S-O-RTheory
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PELATIH DALAM MEMOTIVASI PEMAIN PERSIRAJA BANDA ACEH (STUDI PADA ISC 2015-2016) Dikky Agustian; Martunis Yahya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.347 KB)

Abstract

Abstrak Indo:Penelitian ini berjudul “Pola Komunikasi Interpersonal Pelatih Dalam Memotivasi Pemain Persiraja Banda Aceh (Studi pada ISC 2015-2016)”.Permasalaham yang diangkat dari penelitian ini adalah bagaimana cara pelatih Persiraja Banda Aceh dalam memeberikan motivasi kepada pemain dalam meningkatkan kualitas permain baik dalam lapangan serta memenangkan pertandingan. Tujuan dari penelitian ini tidak terlepas dari menegetahui bagaimana dan seberapa jauh pola dan bentuk komunikasi yang diberikan oleh pelatih dalam memotivasi para pemain Persiraja Banda Aceh dalam memenangkan pertandingan dalam kompetisi Indonesia Soccer Championship Liga B (ISC Liga B) 2016-2017.Teori yang dipakai pada penelitian ini adalah Teori Atraksi Interpersonal yaitu teori yang melibatkan komunikasi dua orang atau lebih secara fisik berdekatan dalam menyampaikan serta menjawab pesan secara verbal maupun non-verbal.Teori ini juga menyebutkan ada faktor yang mempengaruhi komunikasi yaitu faktor personal dan faktor situasional.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua cara yaitu wawancara terstuktur serta studi dokumentasi yang dapat membantu memberi informasi serta data yang diperlukan, serta subjek informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposif. Berdasarkan hasil pengolahan data di lapangan serta dibantu informan untuk mengumpulkan data, terdapat ada peran penting dari pelatih dalam member motivasi. Dalam  hal pola komunikasi interpesonal Pelatih dalam memotivasi pemain Persiraja Banda Aceh menggunakan prinsip-prinsip atau unsur dari Komunikasi Interpersonal yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, serta kesetaraan. Prinsip serta unsur-unsur yang diterapkan oleh pelatih Persiraja Banda Aceh secara langsung sama dengan konsep dari penggunaan Teori Atraksi Interpersonal dimana dalam prosesnya ada dua faktor yang mempengaruhi yaitu faktor personal dan situasional.Abstrak Inggris :The pattern of Interpersonal Communication of  Coaches  in  Motivating Persiraja Banda Aceh players (Study at ISC 2015-2016This study is entitled as " the pattern of Interpersonal Communication of  Coaches  in  Motivating Persiraja Banda Aceh players (Study at ISC 2015-2016)". The problem raised is how the trainers giving motivations to the players to win the game. The purpose of this study is to find the pattern and form of communication provided by the coaches  in motivating Persiraja Banda Aceh players in winning the competition in Indonesia Soccer Championship League B (ISC League B) 2015-2016. The theory used in this study is Interpersonal Attraction Theory in which involves the communication of  two or more people whom physically alongside conveying and answering messages verbally and non-verbally. The theory also mentions that there are factors that could affect the communication such as personal factors and situational factors. The method used in this study is qualitative approach with descriptive type. The data collected  in this study uses two ways, namely structured interviews and documentation studies that can help provide information and all the data that is necessary. The subject of informants in this study using purposive techniques. Based on the results of data processed,, it is positive that there is important role of interpersonal communication of coaches  as  motivational factors for the players. The interpersonal communication pattern of  Coach in motivating Persiraja Banda Aceh players use the principles and elements of Interpersonal Communication which is openness, empathy, supportive attitude, positive attitude, and equality. Principles and elements applied by the coach Persiraja Banda Aceh are similar to the concept of Interpersonal Attraction Theory where in the process there are two factors that influence the personal and situational factors.
Peranan Industri Kecil Kerajinan Bordir Di Gampong Lambaro Skep Kota Banda Aceh Terhadap Perubahan Pekerjaan Dan Pendapatan Keluarga Septia Dila Wirayanti; Khairulyadi Khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

 ABSTRAK. Saat ini permasalahan yang sering dihadapi suatu daerah adalah kelebihan tenaga kerja dan kecilnya kesempatan kerja yang tercipta pada setiap sektor sehingga terjadinya pengangguran. Pemerintah berupaya mengembangkan berbagai sektor, salah satunya sektor kerajinan dan industri kecil. Industri kecil memiliki peran strategis dalam peningkatan pendapatan, perluasan lapangan kerja, dan kesempatan berusaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran industri kecil kerajinan bordir di Gampong Lambaro Skep Kota Banda Aceh terhadap perubahan pekerjaan masyarakat dan juga pendapatan keluarga.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Perubahan Sosial yang dikemukakan oleh Sztompka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah pemilik dan tenaga kerja pada industri kecil kerajinan bordir di Gampong Lambaro Skep Kota Banda Aceh. Metode pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan studi lapangan. Teknik analisis data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa peran industri kecil kerajinan bordir di Gampong Lambaro Skep terhadap perubahan pekerjaan dan pendapatan keluarga sangat besar. Dimana keberadaan industri tersebut menjadi solusi bagi tenaga kerja yang belum tertampung, sehingga bisa membantu perekonomian keluarga khususnya bagi kaum perempuan yang dulunya tidak memiliki pekerjaan atau hanya bekerja sebagai seorang ibu rumah tangga menjadi pekerja pada industri tersebut menjadi tukang bordir, tukang jahit dan tukang memasang payet. Terhadap pendapatan keluarga industri kerajinan bordir juga memiliki pengaruh yang sangat besar. Dimana para pekerja sudah mampu memenuhi kebutuhan keluarganya dari hasil usaha bordir yang ditekuni oleh meraka. Pemilik usaha menghasilkan pendapatan Rp.15.000.000-Rp.20.000.000/bulan, sedangkan para pekerja berpenghasilan  Rp.2.000.000-Rp.3.000.000/bulanABSTRACT. Currently the most frequently encountered problems of an area is a surplus of labor and small of employment opportunities created in each sector, so that occurrence of an unemployment. The government has tried to develop in any sector, one of them including the craft sector and small industries. Small industry have a strategic role in increasing some income, expansion of employment, and business opportunities. This research aims to determine the role of embroidery small industry in Lambaro Skep village in Banda Aceh city for the change of society works and family’s income. The using theory in this research is social change that stated by Sztompka. This research is qualitative descriptive research. The informants of this research is the owner and the worker of embroidery industry at Lambaro Skep village in Banda Aceh city. The methods of collecting data is the form of literature and field studies. The using analysis technique is the form of collecting data, reduction data, presentation data, conclusion and verification. Based on the result of this research, it can be seen that the role of embroidery small industry at Lambaro Skep village to changes in employment and family’s income is very large. The existence of the industry could be a solution for workers who have not been accommodated, so it could be a solution to help family’s economical especially for unemployment women or housewife to be a solution to help family’s economical especially for unemployment women or housewife to be a worker at embroidery industry. The income of embroidery industry also have a huge effects, where the worker at embroidery been able to meet the needs of their family from embroidery business that occupled by them. The owner generate revenue Rp.15.000.000-Rp.20.000.000/month and the worker generate revenue Rp.2.000.000-Rp.3.000.000/month.

Page 11 of 102 | Total Record : 1018