cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
PENGGABUNGAN PROVINSI USULAN ALA DAN ABAS MENJADI ALABAS (STUDI PERSEPSI MAHASISWA UNSYIAH YANG BERASAL DARI ALA DAN ABAS) Muttawali Muttawali
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

MUTTAWALI2016ABSTRAKPENGGABUNGAN PROVINSI USULAN ALA DAN ABAS MENJADI ALABAS (STUDI PERSEPSI MAHASISWA UNSYIAH YANG BERASAL DARI ALA DAN ABAS)Program Studi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (x, 75), pp., bibl., app. (Dr. Effendi Hasan, MA dan Maimun spd,MA) Kehadiran usul pembentukan daerah otonom baru ALABAS (Aceh Leuser Antara dan Barat Selatan), tidak terlepas dari reaksi pro-kontra di kalangan masyarakat. Kalangan pendukung misalnya, menerima usul tersebut sebagai bagian dari kebijakan pemekaran wilayah yang nantinya diharapkan dapat mengurangi kesenjangan ekonomi yang terjadi selama ini di sekitar ALABAS. Sebaliknya, kalangan penentang justru menganggap usul ALABAS adalah upaya untuk “memperkecil” Aceh pasca perdamaian. Permasalahannya adalah bagaimana persepsi mahasiswa Unsyiah terhadap penggabungan provinsi usulan ALABAS dan apa saja kendala yang dihadapi setelah bergabungnya dua provinsi tersebut. Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang didapatkan dari penelitian lapangan, wawancara dengan informan serta melalui penelitian dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahasiswa yang berasal dari daerah ALA dan ABAS memiliki persepsi beragam mengenai isu pengabungan 2 Provinsi Usulan menjadi satu. Terdapat mahasiswa yang mendukung isu pemekaran ALABAS, dan ada pula yang menentang usulan pemekaran ini. Kebanyakan mahasiswa Unsyiah asal ALA dan ABAS memandang wacana pemekaran ALABAS sarat dengan kepentingan politik, karena kehadiranya jelang momentum Pilkada Aceh 2017 dan Pemilu 2019. Penyebab pemekaran sendiri, bagi mahasiswa Unsyiah asal ALA dan ABAS adalah karena permasalahan kesejahteraan sosial dan pemerataaan pembangunan yang timpang di Aceh. Kendala yang dihadapi setelah bergabungnya dua provinsi usulan tersebut menurut Mahasiswa Unsyiah dari ALA dan ABAS  adalah pemekaran berbenturan dengan UUPA, kurangnya keseriusan pemerintah Aceh, kurangnya keseriusan pemerintah pusat, hingga kurangnya sosialisasi yang dilakukan tim pengagas pemekaran kepada masyarakat. Disarankan kepada Pemerintah Aceh harus lebih banyak memperhatikan kondisi ALA dan ABAS. Kepada tim pengagas pemekaran harus lebih serius melaksanakan lobi-lobi politik ke stakeholders terkait, dan meningkatkan sosialisasi kebijakan pemekaran ke masyarakat. Kata Kunci: Persepsi Mahasiswa, Penggabungan Daerah Otonom Baru, ALABAS.
Proes Integrasi Sosial dalam Masyarakat Multikultural (Studi pada Masyarakat yang Berdomisili di Kota Langsa) Dara Fatia; Alamsyah Thaher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKIntegrasi sosial pada masyarakat multikultural. Integrasi sosial dapat dicapai melalui pola interaksi sosial yang memadai dan terkoordinasi antar unsur-unsur pendukung masyarakat, terutama mengenai penanaman norma yang berlaku dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui bagaimana proses integrasi sosial yang terjadi pada masyarakat multikultural dan ingin melihat apa saja faktor pendukung serta penghambat terjadinya integrasi sosial dalam masyarakat majemuk. Penelitian ini menggunakan teori asimilasi yang dikemukakan oleh Milton M Gordon sebagai alat untuk menganalisis integrasi sosial dalam masyarakat majemuk. Penelitian ini akan dilakukan di Kecamatan Langsa Kota. Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif-deskriptif, dimana penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hal-hal yang akan akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 11 orang. 3 orang masyarakat asli, 3 orang masyarakat pendatang dan 5 kepala geuchik di tiap tiap desa dalam kecamatan Langsa Kota. Yang menjadi objek dalam penelitian ini ialah proses integrasi yang terjadi pada masyarakat majemuk yang hidup di Kota Langsa. Sumber data yang didapat dalam penelitian ini berdasarkan: 1.) Data primer, 2.) Data sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengolah data yang terkumpul dilapangan seperti data yang didapat dari hasil wawancara dan observasi. Data yang diperoleh melalui wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui 4 tahapan, yaitu: 1.) Pengumpulan data, 2.) Reduksi data,  3.) display, 4.) Penarikan kesimpulan.            Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Masyarakat asli  dengan masyarakat  pendatang, baik itu para transmigran maupun pendatang lain mampu berinteraksi dan terintegrasi dengan baik di tengah kemajemukan yang ada di daerah tersebut akibat adanya rasa toleransi yang tinggi diantara mereka dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Langsa. (2) Faktor faktor pendukung terjadinya integrasi dalam masyarakat diantaranya; faktor budaya, faktor kekerabatan, kepatuhan terhadap pemerintahan, perkawinan campuran, perekomonian dan pendidikan.     Kata kunci: integrasi, masyarakat multikultural. 
Perbandingan Fenomena Golongan Putih Pada Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Aceh (Suatu Studi Pemilihan Pasangan Gubernur Aceh Antara Tahun 2012 Dengan Tahun 2017 Di Kota Banda Aceh) Muhammad Iqbal; Ubaidullah, MA Ubaidullah, MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7649.728 KB)

Abstract

ABSTRAKPartisipasi pada dua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Kota Banda Aceh, di setiap pelaksanaan Pilkada mengalami penurunan angka golput, pada tahun 2012 tercatat angka golput mencpai 44%, kemudian menurun menjadi 38,7% pemilih yang golput di tahun 2017. Meskipun di 2 pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh tersebut mengalami penurunan angka golput di Kota Banda Aceh, namun angka golput tersebut tidak memenuhi partisipasi masyarakat yang telah di targetkan 65% oleh KIP Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbandingan Fenomena Golongan Putih Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh pada tahun 2012 dan 2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk meneliti fenomena secara lebih mendalam. Terdapat dua data yang diperoleh pada penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara secara langsung terhadap 6 orang informan yang dipilih secara purposive sampling, terdapat 2 orang informan dari KIP dan BAWASLU sedangkan 4 orang informan lainnya dipilih dari pihak masyarakat. Sedangkan data skunder diperoleh dari penelitian kepustakaan yaitu dengan membaca buku teks, jurnal, dan bahan-bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari hasil wawancara dengan KIP dan BAWASLU, menjelaskan bahwa pilkada yang telah berlangsung di Kota Banda Aceh berjalan dengan sukses, aman dan tidak terdapat pelanggaran. Selain itu, dari hasil temuan di lapangan, terdapat juga dua indikasi pada hasil pilkada tersebut. Pertama, Perbandingan fonemena angka Golput pada Pilkada Aceh Tahun 2012 dan 2017 di Kota Banda Aceh menunjukkan angka penurunan pemilih Golput sebesar 6%. Penurunan fenomena angka golput pada Pilkada 2017 juga menurunkan urutan Kota Banda Aceh pada urutan kedua di Provinsi Aceh dari sebelumnya menduduki urutan pertama hasil Pilkada Aceh Tahun 2012 di Provinsi Aceh. Kedua, Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya fenomena angka Golput yang tinggi di pada Pilkada Aceh Tahun 2012 dan Tahun 2017 di Kota Banda Aceh adalah implikasi dari rasa kecewa masyarakat Kota Banda Aceh terhadap kondisi politik Kota Banda Aceh. Kemudian juga faktor krisis legitimasi masyarakat terhadap Pemerintahan yang kebijakannya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat juga merupakan salah satu faktor tingginya fenomena angka Golput yang terjadi di Kota Banda Aceh. Oleh karena dua hal tersebut, masyarakat lebih cenderung untuk tidak menggunakan hak pilihnya dan tidak ikut serta dalam pemilu. Dengan demikian, Penyelenggara Pemilu harusnya benar-benar memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui sosialisasi terkait arti penting penggunaan hak politik atau hak suara terhadap masyarakat guna menghasilkan Pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Kata Kunci: Perbandingan, Pilkada Banda Aceh 2012 dan 2017, Golongan Putih ABSTRACT Participation in the two Governor and Vice Governor Election in Banda Aceh City, in every election have decreased the number of golput, in 2012 recorded the number of golput mencpai 44%, then decreased to 38.7% voters who golput in 2017. Although in 2 execution Aceh Governor and Vice Governor Election in Banda Aceh City has decreased the number of golput in Banda Aceh City, but the number of golput did not meet the participation of the community that has been targeted 65% by KIP Kota Banda Aceh. The purpose of this study is to know the Comparison of White Phenomenon in the Election of Governor and Deputy Governor of Aceh in Banda Aceh City in 2012 and 2017. This research uses qualitative descriptive approach to examine the phenomenon in more depth. There are two data obtained in this research, that is primary data and secondary data. Primary data was obtained through direct interviews of 6 informants selected by purposive sampling, there were 2 informants from KIP and BAWASLU while 4 other informants were chosen from the community. While the secondary data obtained from literature research is by reading textbooks, journals, and other reading materials related to this research. From interviews with KIP and BAWASLU, explained that the elections that have taken place in Banda Aceh City have been successful, safe and have no violations. In addition, from the findings in the field, there are also two indications on the results of the election. First, the comparison of phonemena of Golput in Aceh and 2012 in Aceh and 2017 in Banda Aceh showed a 6% decline in Golput voters. The decline in phenomenon of the number of golput in Pilkada 2017 also decreased the order of Banda Aceh City in second place in Aceh Province from the previous one in the first result of Aceh Local Election Year 2012 in Aceh Province. Secondly, the factors that cause the phenomenon of high Golput number in the Aceh and the 2017 Election in Banda Aceh City are the implications of the disappointment of the people of Banda Aceh City to the political condition of Banda Aceh City. Then also the crisis factor of community legitimacy to the Government whose policy is not felt directly by the public is also one factor high phenomenon of Golput number that occurred in Banda Aceh City. Because of these two things, the public is more inclined not to exercise their right to vote and not to participate in the election. Thus, the General Election Organizer should really provide understanding to the community through socialization related to the importance of the use of political rights or voting rights to the community in order to produce a Leader that fits the needs of the community.Keywords: Comparison, elections Banda Aceh 2012 and 2017, Abstain
Motivasi Mahasiswa non-Aceh Dalam Bertutur Bahasa Aceh Irhamsyah Irhamsyah; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.081 KB)

Abstract

Judul dari penelitian ini adalah Motivasi Mahasiswa non-Aceh Dalam Bertutur Bahasa Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi mahasiswa   non-Aceh agar bisa bertutur bahasa Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori Motivasi yang di kembangkan oleh Abraham H. Maslow. Teori ini mengasumsikan bahwa setiap manusia mempunyai kekuatan dan dorongan dalam dirinya untuk melakukan sesuatu yang dia inginkan. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry non-Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2016 sampai dengan 10 Januari 2017. Berdasarkan hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa mahasiswa non-Aceh termotivasi bertutur bahasa Aceh karena Agar mudah dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan beradaptasi dengan masyarakat Aceh yang menggunakan bahasa Aceh; Menyukai kebudayaan dan masyarakat Aceh; Memudahkan dalam mencari, teman, pekerjaan, memperluas jaringan komunikasi di Aceh serta mendapatkan jodoh orang Aceh. Agar bisa bertutur bahasa Aceh, mahasiswa non-Aceh melakukan kiat-kiat yaitu Sering mengulang kata-kata yang sudah di dengar kemudian dipahami dan mencoba untuk mengulangnya berkali-kali agar lancar; Sering membaca berita-berita yang berbahasa Aceh di media sosial, seperti di instagram dan facebook serta menonton vidio yang berbahasa Aceh di channel YouTube.Kata Kunci: Motivasi, Bahasa Aceh.non-Acehnese Student Motivation in Speaking AcehThe title of this research is non-Acehnese student motivation in speaking Aceh. This study aims to determine the motivation of non-Acehnese students to be able to speak the Aceh language. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive methods. The theory used is theory of motivation developed by Abraham H. Maslow. This theory assumes that every human being has a power and courage within himself to do anything he wants. Subjects in this study were students of Syiah Kuala University and the State Islamic University of Ar-Raniry non-Acehnese. The data collection technique used purposive sampling technique. This study was conducted on December 30, 2016 until January 10, 2017. Based on the results of this study showed that non-Acehnese students motivated to speak Aceh language as make easier to communicate, interact and adapt to the Acehnese people who use the language of Aceh; Love the culture and the people of Aceh; Easy to find friends, works, expanding the communication network in Aceh and Aceh people get a mate. To be able to speak the language of Aceh, non-Acehnese do some tips such as often repeat the words that have been heard then understood and try to repeat it many times so smoothly; Often read the news speaking Aceh in social media, such as on instagram and facebook and watch vidio speaking Aceh on YouTube channel. Key words: Motivation, Aceh Language. 
REPRESENTASI STEREOTIP MASYARAKAT INDONESIA PADA VIDEO HOW TO ACT INDONESIAN Rizki Agustian; Hamdani M. Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKHow to Act Indonesian merupakan video vlog yang diproduksi dan disebarkan di youtube oleh Sacha Stevenson. Video ini menceritakan tentang tips bagaimana bertindak seperti orang Indonesia. Sacha membuat video parodi seperti apa kehidupan sehari-hari dari masyarakat Indonesia yang mungkin cenderung ‘menusuk’ karena kebanyakan yang disorot adalah kebiasaan buruk dari masyarakat Indonesia. Video ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi Sacha yang telah lama menetap di Indonesia yang kemudian membentuk persepi tentang orang Indonesia dan bagaimana orang Indonesia bertindak. Penelitian ini menganalisis tentang stereotip masyarakat Indonesia yang tergambar pada video How to Act Indonesian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk stereotip yang terkandung pada video How to Act Indonesian dan menjelaskan makna tersirat dalam video ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes, untuk menemukan makna denotasi, konotasi dan mitos dari video How to Act Indonesian. Melalui signifikasi dua tahap, dan menggunakan korpus yang terdiri dari enam segmen yang diambil dari episode 25 video How to Act Indonesian. Hasil dari analisis pesan stereotip yang tergambar dalam video ini  diantaranya, stereotip orang Indonesia suka mengalihfungsikan benda bekas untuk digunakan dengan cara yang berbeda dan penyalahgunaan barang pribadi, stereotip orang Indonesia memuliakan tamu dan  kebiasaan makan orang Indoneisa yang tak bisa lepas dari nasi, stereotip siswa SMA Indonesia suka meremehkan orang yang ingin belajar dan berkembang, stereotip orang Indonesia terlalu ramah kepada orang asing hingga dinilai terlalu sok akrab, stereotip orang Indonesia lebih memprioritaskan tren daripada prioritas  pekerjaannya dan orang Indonesia heterogen, saling menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi persamaan hak. Berbagai segmen yang dimunculkan oleh Sacha di dalam video dianalisis peneliti lewat signifikasi dua tahap dimana memperlihatkan potongan-potongan adegan yang merepresentasikan stereotip positif dan negatif melalui lakon, atribut, ide cerita. Kata Kunci: How to Act Indonesian, Representasi, Stereotip REPRESENTATION STEREOTYPE OF INDONESIAN PEOPLE IN VIDEO HOW TO ACT INDONESIAN ABSTRACTHow to Act Indonesian is a video blog produced and distributed on youtube by Sacha Stevenson. This video tells about tips on how to act like an Indonesian. Sacha made parody video of what everyday life of Indonesians that might be 'offensive' because most of the content of this video is about a bad habit of Indonesian. This video was made based on Sacha long established personal experience, which later formed the perception of the Indonesia people and how Indonesian act. The purpose of this study was to determine the form of stereotypes contained in the video How to Act Indonesian and explain the meaning implied in the video. This study uses Roland Barthes semiotics analysis, to find meaning of denotation, connotation and myth on the video How to Act Indonesian. Using two order of signification, and corpus consisting of six segments taken from episode 25 How to Act Indonesian video. The results of the analysis showed there is stereotypical messages depicted on this video including, that showed they like to convert used by someone objects for use in different ways and misuse of others personal belongings, stereotypes Indonesians glorify their guests and eating habits of Indonesians that said if you haven’t had rice, you haven’t eaten, Indonesian high school students like to underestimate people who want to learn and judge them with negative opinion, Indonesian are too friendly to strangers to be considered too close just like they has been close as your friend even you never meet them before, Indonesian stereotypes prioritize trends rather than their work and Indonesia have Heterogeneous people, respecting differences and upholding everyone equal rights.. Various segments that Sacha showed in the video are analyzed by the researchers through two order signification which shows on pieces of scenes that represent positive and negative stereotypes through play role, attributes, and story ideas.  Keywords: How to Act Indonesian, Representation, Stereotype  
KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA PEGAWAI DI BIRO HUMAS SEKRETARIAT DAERAH ACEH DALAM MENYEBARLUASKAN INFORMASI PEMERINTAH ACEH (BERDASARKAN KORELASI PER/12/M.PAN/08/2007) Haris Fadillah; Mahyuzar Mahyuzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.036 KB)

Abstract

AbstrakKompetensi merupakan hal yang menentukan mampu tidaknya seseorang menyelesaikan pekerjaan yang mencakup penguasaan terhadap 3 jenis kemapuan, yaitu kompetensi keterampilan, penguasaan wawasan dan prilaku. Dengan adanya kompetensi, maka pegawai akan berkerja secara baik dan berkualitas dalam bidangnya. Penelitian yang berjudul “kompetensi sumber daya manusia pegawai di Biro Humas Setda Aceh dalam menyebarluaskan informasi pemerintah Aceh (berdasarkan korelasi Per/12/M.Pan/08/tahun 2007)“ bertujuan untuk (1) mengetahui Sumber Daya Manusia pada Pegawai Biro Humas Setda Aceh dalam menyebar-luaskan Informasi Pemerintah Aceh, dan (2) mengetahui hambatan Humas Setda Aceh dalam menyebarluaskan Informasi pemerintah Aceh. Penelitian ini mengunakan teori Agenda Setting. Pedekatakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya bersifat deskriptif. Subjek penelitian ini adalah PNS di Biro Humas, Protokol Setda provinsi Aceh dan wartawan. Informan dipilih dengan mengunakan teknik purposive sampling dan teknik kebetulan. Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) sumber daya manusia pegawai Biro Humas dan Protokol Setda provinsi Aceh sudah tergolong baik. Hal ini ditandai dengan adanya pempublikasian berbagai informasi pemerintah kepada masyarakat melalui media seperti artikel, selain itu adanya kerja sama yang kompak sasama pegawai dalam menangani tanggung jawab Biro Humas Setda Aceh serta baiknya pelayanannya kepada masyarakat dan (2) hambatan yang di alami Humas Setda Aceh dalam menyebarluaskan Informasi pemerintah Aceh ialah masih adanya sebagian pegawai yang kurang disiplin dalam menyelesaikan tugas, keterbatasan fasilitas penyampaian informasi serta kurangnya kemampuan menulis di kalangan pegawai untuk informasi yang ingin disebarkan kepada masyarakat.Kata Kunci : Kompetensi, Sumber Daya Manusia, Humas, Setda Aceh HUMAN RESOURCE COMPETENCY EMPLOYEES IN BUREAU OF ACEH SECRETARIAT ACEH IN RESOLVING GOVERNMENT INFORMATION ACEH (BASED ON CORRELATION PER/12/M.PAN/08/2007)AbstractCompetence is the thing that determines whether or not someone completes the work that includes the mastery of the 3 types of Traffic, namely the competence of skills, mastery of insight and behavior. With the competence, the employee will work well and quality in the field. The research entitled "Human Resource Competency of Employees at Public Relations Bureau of Aceh Secretariat in disseminating information of Aceh government (based on PER / 12 / M.Pan / 08/2007 correlation)" aims to (1) know Human Resources in Employee Bureau Public Relations Aceh Regional Secretariat in disseminating Aceh Government Information, and (2) knowing the barriers of Public Relations of the Aceh Secretariat in disseminating Aceh government information. This research uses the theory of Agenda Setting. The approach used in this research is qualitative approach and the research type is descriptive. The subjects of this research are civil servants in Public Relations Bureau, Protocol Secretariat of Aceh province and journalist. Informants were selected by using purposive sampling technique and accidental technique. In the data collection used observation techniques, interviews and documentation. Based on the results of the research can be seen that (1) human resources personnel Bureau of Public Relations and Protocol Secretariat of the province of Aceh is already quite good. This is marked by the publication of various government information to the public through the media such as articles, in addition to the cooperation of cooperative employees in handling the responsibilities of the Public Relations Bureau of the Secretariat of Aceh and good service to the community and (2) the obstacles in the natural Public Relations Regional Secretariat Aceh in disseminating Aceh government information is still some employees who lack discipline in completing tasks, limited facilities and information delivery lack of writing skills among employees for information to be disseminated to the public. Keywords: Competence, Human Resources, Public Relations, Aceh Regional Secretary
KOMUNIKASI INTERPERSONAL USTADZ DENGAN SANTRI TERHADAP KEBERHASILAN PROGRAM TAHFIZHUL QUR’AN (STUDI PADA PESANTREN MODERN ULUMUL QUR’AN PAGAR AIR ACEH BESAR) Cut Eka Herawati; Mahyuzar Mahyuzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.394 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Ustadz dengan Santri terhadap Keberhasilan Program Tahfizhul Qur’an (Studi Pada Pesantren Modern Ulumul Qur’an Pagar Air Aceh Besar)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal antara ustadz dengan santri dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi ustadz adalah mencapai keberhasilan program Tahfizhul Qur’an. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta, populasi dan objek tertentu. Teori yang digunakan adalah teori penetrasi sosial. Penelitian ini dilakukan di Pesantren modern Ulumul Qur’an. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal ustadz dengan santri terhadap keberhasilan program Tahfizhul Qur’an berupa memberikan target hafalan, melakukan pendekatan secara individu, memberikan motivasi, memberikan bimbingan, memberikan hukuman, sedangkan hambatan yang dihadapi ustadz untuk mencapai keberhasilan program Tahfizhul Qur’an adalah salah menafsirkan apa yang dikatakan oleh ustadz sehingga terjadinya kesalahpahaman dan kurangnya respon santri terhadap nasehat-nasehat yang diberikan oleh ustadz. Kata kunci: komunikasi interpersonal, keberhasilan, program Tahfizhul Qur’an INTERPERSONAL COMMUNICATION OF USTADZ AND STUDENTS ON THE SUCCESS OF TAHFIZHUL QUR'AN PROGRAM (A STUDY ON PESANTREN MODERN ULUMUL QUR’AN PAGAR AIR ACEH BESAR)ABSTRACT - This study is titled “Interpersonal Communication of Ustadz and Students on the Success of Tahfizhul Qur'an Program (A Study On Pesantren Modern Ulumul Qur’an Pagar Air Aceh Besar)”. The purpose of this study was to determine the interpersonal communication between ustadz and the students and to know the obstacles faced by ustadz in order to achieve the success of the Tahfizhul Qur'an program. The approach used in this research was qualitative approach with descriptive method that was intended to make descriptions that were systematic, factual, and accurate about facts, populations and particular objects. The theory used in this study was the theory of social penetration. This study was conducted in Pesantren Modern Ulumul Qur'an. Technique of data collection used was observation, interview, and documentation. Technique of data analysis used was data reduction, data presentation, and conclusion and verification. The results of this study showed that interpersonal communication of ustadz and the students on the success of Tahfizhul Qur'an program was in the form of giving rote learning targets, doing individual approach, providing motivation, providing guidance, providing penalties, and meanwhile the barriers faced by ustadz in order to achieve the success of Tahfizhul Qur'an program was the misinterpretation of what was said by the ustadz so it could occur misunderstandings and lack of response from students about the advice given by the ustadz.Keywords: interpersonal communication, success, program Tahfizhul Qur'an
CHANGE OF LEARNING BEHAVIOR OF STUDENTS BIDIKMISI 2012-2014 IN FISIP UNSYIAH Sri Widari; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.129 KB)

Abstract

ABSTRAKBeasiswa merupakan salah satu fasilitas yang diberikan Universitas syiah kuala kepada mahasiswa berprestasi, salah satunya adalah beasiswa Bidikmisi. Mahasiswa bidikmisi harus meningkatkan prestasi belajarnya agar dapat mempertahankan beasiswa bidikmisi yang telah ia dapatkan. Namun yang terjadi pada saat ini mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidikmisi tidak dapat mempertahanan IPK nya, sehingga beasiswanya di tarik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan perilaku belajar mahasiswa bidikmisi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan studi lapangan. Penelitian ini dilakukan di Fisip Unsyiah. Adapun yang menjadi informan pada penelitian ini adalah 7 orang mahasiswa bidikmisi dan 1 pegawai kemahasiswaan Fisip Unsyiah. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku belajar mahasiswa bidikmisi Fisip Unsyiah adalah lingkungan. Adapun faktor yang mempengaruhi peningkatan perubahan perilaku mahasiswa bidikmisi yakni, Lingkungan sosial pendidikan, seperti guru/dosen, administrasi, dan teman-teman sekelas. Kemudian lingkungan sosial keluarga seperti, Ketegangan keluarga, sifat-sifat orangtua, serta letak rumah. Selanjutnya faktor yang mempengaruhi penurunan  perubahan perilaku mahasiswa bidikmisi Fisip Unsyiah yakni, Kondisi lingkungan masyarakat seperti tempat tinggal mahasiswa, Lingkungan alamiah Seperti kondisi udara yang sejuk, tidak panas serta faktor materi pelajaran.Kata kunci : Perilaku, Motivasi, Beasiswa BidikmisiABSTRACT Syiah Kuala University has given scholarships to students, one of them is bidikmisi scholarship. The bidikmisi student must improve his / her learning achievement in order to maintain the bidikmisi scholarship he / she has earned. But what happens at this time students who get bidikmisi scholarship can not defend its IPK, so the scholarship in the drag. The purpose of this research is to know the change of student learning behavior of Faculty of Social and Political Sciences Faculty of Syiah Kuala University. This research uses qualitative research method with observation, interview and field study. This research was conducted in Fisip Unsyiah. The informants in this research are 7 students of bidikmisi and 1 student of Fisip Unsyiah. The results of this study states that the factors that affect the change in student learning behavior Fisip Unsyiah bidikmisi is the environment. The factors that influence the change of behavior of students bidikmisi namely, social environment education, such as teachers / lecturers, administration, and classmates. Then the family's social environment such as, family tension, parenting properties, and the location of the house. Furthermore, the factors that influence the decrease in behavior change student bidikmisi Fisip Unsyiah ie, environmental conditions such as student residence, natural environment Such as the air conditions are cool, not hot and the subject matter factors.  Keywords: Behavior, Motivation, Bidikmisi Scholarship ABSTRACT  Syiah Kuala University has given scholarships to students, one of them is bidikmisi scholarship. The bidikmisi student must improve his / her learning achievement in order to maintain the bidikmisi scholarship he / she has earned. But what happens at this time students who get bidikmisi scholarship can not defend its IPK, so the scholarship in the drag. The purpose of this research is to know the change of student learning behavior of Faculty of Social and Political Sciences Faculty of Syiah Kuala University. This research uses qualitative research method with observation, interview and field study. This research was conducted in Fisip Unsyiah. The informants in this research are 7 students of bidikmisi and 1 student of Fisip Unsyiah. The results of this study states that the factors that affect the change in student learning behavior Fisip Unsyiah bidikmisi is the environment. The factors that influence the change of behavior of students bidikmisi namely, social environment education, such as teachers / lecturers, administration, and classmates. Then the family's social environment such as, family tension, parenting properties, and the location of the house. Furthermore, the factors that influence the decrease in behavior change student bidikmisi Fisip Unsyiah ie, environmental conditions such as student residence, natural environment Such as the air conditions are cool, not hot and the subject matter factors. Keywords: Behavior, Motivation, Bidikmisi Scholarship
Kebijakan Pemerintah Aceh Singkil Terhadap Pengangkatan Tenaga Kerja Honorer Kategori II Menjadi Pegawai Negeri Sipil Nurul Fajri; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Kebijakan pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan pengrekrutan tenaga honorer kategori II masih belum teratasi, terutama bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi seperti pada suatu instansi pemerintahan, namun belum ada kejelasan mengenai statusnya karena belum juga diangkat menjadi PNS. Sehingga timbulnya isu-isu politik seperti halnya terjadi indikasi janji politik, politik uang, lobi politik dan neopotisme. Hal ini dampak dari lambatnya proses pengangkatan tenaga honorer kategori II menjadi CPNS seperti yang dilaksanakan oleh BKPP Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pegangkatan tenaga kerja honorer kategori II  menjadi Calon Pegawai  Negeri   Sipil, Serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat pegangkatan tenaga kerja honorer kategori II  menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Aceh Singkil. Data yang diperlukan dalam penelitian ini di peroleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara informan, sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku, skripsi, jurnal, peraturan perundang-undangan dan bahan lainya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa proses pengangkatan tenaga honorer kategori II sudah sesuai dengan PP Nomor 56 Tentang Pengangkatan Tenaga Kerja Honorer Menjadi CPNS. Pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS berdasarkan peraturan pemerintah ini dapat dilakukan apabila tenaga honorer tersebut memenuhi syarat yang sudah ditentukan secara peraturan perundang-undangan dan peraturan lainya. Juga faktor-faktor yang menjadi penghambat pengangkatan ini terdapat beberapa kendala seperti kurang tegasnya payung hukum, buruknya etika politik ditandai dengan buruknya birokrasi pada pelayanan publik, dan faktor anggaran untuk proses pengangkatan pegawai honorer ini. Namun hal ini juga disebabkan oleh kurangnya komunikasi dan tranparansi dengan badan anggaran untuk segera direalisasikan. Kesimpulan penelitian ini bahwa BKPP Aceh Singkil dalam pengangkatan tenaga kerja honorer sudah sejalan dengan peraturan yang ada, transparan dan juga tidak terkesan neopotisme.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK UNIT LINK PT. ASURANSI JIWA MANULIFE UNTUK MENARIK MINAT CALON NASABAH DI KOTA SABANG Budi Satria; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Unit Link PT. Asuransi Jiwa Manulife untuk Menarik Minat Calon Nasabah di Kota Sabang”. Penelitian ini bertujuan menggambarkan strategi yang dilakukan PT. Manulife Banda Aceh dalam meningkatkan jumlah nasabahnya di kota sabang berdasarkan teori Effendy (2003,255) yaitu S-O-R yang terdiri dari Stimulus (Pesan), Organism (Komunikan), dan Response (Efek) dan bauran pemasaran Kotler dan Keller (2007,114) yang terdiri dari Empat P (4P) yaitu product (produk), price (harga), place (tempat) dan promotion (promosi). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dan informasi diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan kemudian dilakukan observasi dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis dengan melakukan reduksi data, diklasifikasikan, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat bahwa PT. Asuransi Jiwa Manulife Banda Aceh menerapkan strategi yang tepat untuk menarik minat calon nasabah Manulife di kota Sabang, dari strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan PT. Asuransi Jiwa Manulife Banda Aceh di kota Sabang menunjukkan bahwa strategi yang memiliki peranan besar adalah Stimulus (pesan/strategi) pada bauran pemasaran Product (produk) dan Promotion (promosi) dimana hasil ini didapatkan peneliti berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan key informan dan informan. Saran kepada PT. Asuransi Jiwa Manulife Banda Aceh sebagai satu-satunya perusahaan Manulife di Banda Aceh supaya menerapkan strategi maupun produk yang diminati dan terjangkau oleh masyarakat dan dirasakan manfaatnya. Sedangkan untuk meningkatkan strategi komunikasi pemasaran PT. Asuransi Jiwa Manulife diperlukan kerjasama dan koordinasi yang baik antar stakeholder untuk mencapai sasaran yang lebih baik lagi dimasa mendatang.Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Pemasaran,Asuransi Jiwa Manulife, Minat. This research entitled "Communication Product Marketing Strategy Unit Link PT. Manulife Life Insurance to Attract Customer Interest in Sabang City. This study aims to describe the strategy undertaken by PT. Manulife Banda Aceh in increasing the number of its customers in Sabang city based on the Effendy theory (2003.255) that is S-O-R consisting of Stimulus (Message), Organism (Communicant), and Response (Effect) and marketing mix of Kotler and Keller (2007,114) consists of Four P (4P) ie product (product), price (price), place (place) and promotion (promotion). The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques and information obtained by conducting in-depth interviews to the informants then conducted observations and documentation. The data is then analyzed by data reduction, classification, and conclusion. The results obtained that PT. Manulife Life Insurance Banda Aceh implements the right strategy to attract potential customers of Manulife in Sabang city, from marketing communication strategy undertaken by PT. Manulife Life Insurance Banda Aceh in Sabang city shows that strategy that has big role is Stimulus (message / strategy) on product marketing mix (product) and Promotion (promotion) where this result obtained by researcher based on interview result conducted by researcher with key informant and informant. Suggestion to PT. Manulife Life Insurance Banda Aceh is the only Manulife company in Banda Aceh to implement strategies and products that are both accessible and affordable to the community and perceived to be beneficial. Meanwhile, to improve marketing communication strategy of PT. Manulife Life Insurance requires good cooperation and coordination among stakeholders to achieve better targets in the future. Keywords : Communication Strategy, Marketing, Manulife Life Insurance, Interest.     

Page 14 of 102 | Total Record : 1018