cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
KONSTRUKSI PESAN DARI POLRESTA BANDA ACEH DALAM UPAYA PEMBERANTASAN NARKOBA DI KOTA BANDA ACEH Muhammad Nazibullah; Dr. Ishak Hasan, M.Si; Rahmat Saleh, M.Comn
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.733 KB)

Abstract

 Penelitian ini berjudul “Kontruksi Pesan dari Polresta Kota Banda Aceh dalam Upaya Pemberantasan narkoba di Kota Banda Aceh” dengan rumusan  masalah bagaimana Tahapan atau proses-proses Polresta Banda Aceh dalam mengkonstruksikan pesan melalui media spanduk dalam upaya pemberantasan narkoba di Kota Banda Aceh. Sedangkan focus ini akan terfokus pada kabid binmas polresta tentang Konstruksi pesan Polresta Banda Aceh dalam upaya pemberantasan narkoba di Kota Banda Aceh. Maka tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui Konstruksi pesan dari Polresta Banda Aceh dalam upaya pemberantasan narkoba di Kota Banda Aceh, penelitian ini menggunakan teori Kontruksi Realitas Sosial Media Massa. Penelitian ini dilakukan pada Polresta Kota Banda Aceh, data di kumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara mendelam denganPolresta Kota Banda Aceh, para ahli dan masyarakat, selanjutnya data yang di peroleh diolah secara deskriptif kualitatif .Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kontuksi pesan komunikasi yang dilakukan oleh Polresta Kota Banda Aceh berjalan dengan baik, dan informasi yang di sampaikan mudah dipahami oleh masyarakat.Kata Kunci: Kontruksi Pesan, Komunikasi, Media Massa Polresta Kota Banda AcehTitle: Construction of messages from Polresta Banda Aceh City in efforts to eradicate drugs in the Banda Aceh CityAbstract: The study is titled “Construction of messages from Polresta Banda Aceh City in efforts to eradicate drugs in the Banda Aceh City” with the formulation of the problem of how the stages or processes of Polresta Banda Aceh in constructing the message through banner media in the effort of eradicating drugs in the Banda Aceh City. While this focus will be focused at Kabid Binmas Polresta on the construction of the message of Polresta Banda Aceh in efforts to eradicate drugs in the Banda Aceh City. From this matter, the purpose of this research is to know the construction of message and Polresta Banda Aceh in the effort of eradication of drugs in the Banda Aceh City, This study uses the theory of Social Construction of Mass Media. This study was conducted on the Polresta Banda Aceh City, data were collected using observation techniques and in-depth interviews with the Polresta Banda Aceh City, experts and the community, then the data obtained is processed descriptively qualitative. The results of the study showed that the communication message construction process carried out by Polresta Banda Aceh City went well, and the information conveyed was easily understood by the community. Keywords: Message Construction, Drug Eradication, Polresta Banda Aceh City.
Pengasuhan Anak Terhadap Orang Tua Lanjut Usia (Relasi Anak dengan Orang Tua di Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda aceh) Rita Ananda; Dr. Firdaus M.Hum, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.026 KB)

Abstract

ABSTRACT ­- This study aims to know and explain the relationships between children with parents who are elderly. This study also wanted to describe how the quality of the relationship of children with elderly parents in Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Descriptive qualitative type research. Data collection techniques using in-depth interview techniques. The determination of research subjects conducted by using purposive sampling technique, ie techniques that choose informants intentionally referring to the objectives and objects of research. The result of this study indicate that the quality of the relationship of children with parents and relationships that exists between the children with parents will affect the parenting pattern of child to elderly parents. Comunication that doesn’t work well and relationships that are less harmonious between children with parents cause children less sensitivity to their parents and difficult to understand what the parents really want. In addition, the busyness and role conflict experienced by the child is also one of the factors causing the child doesn’t have much time to care for his elderly parents. Keywords: Relationships, Parenting, Elderly Parents.  ABSTRAK - Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan relasi antara anak dengan orang tuanya yang sudah lanjut usia. Penelitian ini juga ingin menggambarkan bagaimana kualitas hubungan anak dengan orang tuanya yang sudah lanjut usia di Gampong Bandar Baru, Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yakni teknik yang memilih informan dengan sengaja mengacu kepada tujuan dan objek dari penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas hubungan anak dengan orang tua serta relasi yang terjalin antara anak dengan orang tua akan berpengaruh pada pengasuhan anak terhadap orang tuanya yang sudah lanjut usia. Komunikasi yang tidak berjalan dengan baik serta relasi yang kurang harmonis menyebabkan anak kurang memiliki kepekaan terhadap orang tuanya dan sulit memahami apa yang sebenarnya orang tua inginkan. Selain itu, kesibukan dan konflik peran yang dialami oleh anak juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan anak tidak memiliki banyak waktu untuk merawat orang tuanya yang sudah lanjut usia. Kata Kunci: Relasi, Pengasuhan, Orang Tua Lanjut Usia.
SOSIALISASI POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA DI LINGKUNGAN KELUARGA (STUDI KASUS KECAMATAN LUENG BATA B. ACEH); POLITICAL SOCIALIZATION FOR VOTERS IN THE FAMILY ENVIRONMENT (CASE STUDY KECAMATAN LUENG BATA B. ACEH) M Teguh Wibowo; Effendi Hasan Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK          Keluarga yang merupakan salah satu agen sosialisai politik dapat mensosialisasi politik kepada pemilih pemula di Kecamatan Lueng Bata yang pengetahuan politiknya masih minim. Minimnya pemahaman politik pada pemilih pemula dan kurangnya sosialisasi politik yang dilakukan oleh keluarga berakibat pada rendahnya tingkat partisipasi politiknya. Sehingga akan meningkatnya angka golput. Melihat kondisi saat ini pemilih pemula menjadi target suara pada saat pemilu. Maka sangat disayangkan apabila pemilih pemula ini tidak memiliki pemahaman politik dalam menentukan sikap politiknya. Karenanya di perlukan fungsi keluarga sebagai kelompok pertama yang memberikan pendidikan kepada setiap individu untuk mensosialisasikan politik kepada pemilih pemula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sosialisasi politik bagi pemilih pemula di lingkungan keluarga di Kecamatan Lueng Bata Banda Aceh dan kendala-kendala apa yang terjadi dalam melakukan sosialisasi politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan dokumentasi. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yaitu dengan wawancara. Sedangkan dokumentasi merupakan catatan peristiwa berupa gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan sosialisasi politik yang terjadi bagi pemilih pemula di lingkungan keluarga di kecamatan Lueng Bata Banda Aceh terjadi pada tiga mekanisme sosialisasi yaitu, imitasi, instruksi, dan motivasi. Namun sosialisasi politik di lingkungan keluarga tidak berjalan sepenuhnya, karena pemahaman dan nilai-nilai politik yang diberikan kebanyakan mengenai pemilu saja. Kendala kurangnya terjadi sosialisasi politik dalam keluarga yakni, tidak seringnya terjadi diskusi politik dalam keluarga, kurangnya minat politik terhadap keluarga, dan juga kurangnya minat politik terhadap pemilih pemula. Hal ini disebabkan karena ketidakpercayaan mereka terhadap elit-elit politik yang hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya saja. Kata Kunci : Sosialisasi Politik, Keluarga, Pemilih Pemula.ABSTRACT            Family is one of socialization agents of politics which can promote politic to beginner voters in Lueng Bata Sub-district whose political knowledge was still limited. The limited knowledge of beginner voters and lack of socialization resulted in lack of participation in political events. Looking over the current conditions, the beginner voters have become potential voters for the election. Therefore, it is a big loss if these voters do not have a sufficient knowledge of politic when there are about to make their decisive choice for the election. Thereby the family should have educational function to educate beginner voters within their own family. The purpose of this study was to know the socialization about politic in family and obstacles faced in the socialization process. The method of this study was qualitative with descriptive approach. The data collection technique used was field study and documentation. The field study was done in order to get primary data by conducting an interview. Meanwhile, the documentation was a set of history records in from of pictures. The result showed that there were three mechanisme of socialization for politics within family in Lueng Bata sub-district Banda Aceh i.e. imitation, instruction, and motivation. However, most of the socialization was done only for the election. The obstacles faced during socialization were limited number of discussion carried out in family about politics, lack of interest in politics for both the family and the beginner voters. Such conditions happened because they are lack of trust to the political elits who think about their personal interests and group interests only.Keywords: Political socialization, Family, Beginner Voters.
Pengaruh komunikasi interpersonal pimpinan terhadap produktifitas dan kerja pegawai Pada kantor bupati kabupaten aceh jaya Supriadi Supriadi; Martunis Yahya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.021 KB)

Abstract

Manajemen kepegawaian negeri sipil masih menyimpan banyak persoalan.  Kelebihan pegawai yang terjadi hampir di semua instansi pemerintahan telah menimbulkan berbagai masalah dalam manajemen kepegawaian negeri sipil di Indonesia terutama rendahnya kinerja dan produktivitas kerja. Dalam lingkungan kerja Kantor Bupati Kabupaten Aceh Jaya, pegawai saling berkomunikasi sesamanya sehingga terciptanya suatu interaksi dalam mengetahui berbagai masalah yang terjadi di lingkungan kerja terutama mengenai tanggungjawab, tujuan-tujuan yang diharapkan, kondisi yang terjadi dalam instansi dan sebagainya mengenai perubahan aturan kerja. Komunikasi interpersonal memberi kepercayaan yang kuat bagi pegawai sehingga mereka dapat menyatukan kembali lingkungan kerja yang sedang tidak kondusif. Kondisi ini akan berdampak terhadap produktivitas kerja pegawai. Berdasarkan ulasan tersebut penulis tertarik untuk mengadakan serangkaian penelitian ilmiah tentang pengaruh komunikasi interpersonal pimpinan terhadap produktivitas kerja pegawai pada kantor Bupati Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh komunikasi interpersonal pimpinan terhadap produktivitas kerja pegawai pada Kantor Bupati  Kabupaten Aceh Jaya. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 53 orang pegawai tetap (PNS). Teknik pengumpulan data digunakan angket dalam bentuk skala likert, metode analisa yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Dari hasil analisis regresi linear berganda didapat model hubungan antara variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X1, X2) diperoleh model regresi yaitu Y= 2,799 + 0,587, X1 + 0,277, X2. Hasil analisa yang sudah diuji, pemerintahan pada Kantor Bupati Kabupaten Aceh Jaya juga sangat berpengaruh antara komunikasi interpersonal pimpinan terhadap produktivitas kerja pegawai yang memiliki persentase 88,6% dan juga memiliki signifikansi pengaruhnya yaitu 0,000. Effect of interpersonal communication of leadership to productivity and employee work At regent office of regency aceh jayaIn view of the various existing communication barriers, the achievements of Kluet Utara Sub-district Office employees can still be improved with the condition that the obstacles in the sub-district office are eliminated or reduced. Efforts to anticipate the development of business in the era of globalization, companies must prepare good management so as to realize the goals to be achieved. Employees should always cooperate with each other depending on mutual understanding through good communication execution. The focus in this study is only related to the open communication between the leadership with subordinates in the organization at the Office of the North Kluet Sub-district.               The theory used is Johari Window Theory and Theory X and Y. Johari Window Theory is a simple and useful tool in illustrating and increasing self-awareness and understanding with individuals in a particular group. This model also works in improving relationships between groups that at once illustrate the process of giving and receiving feedback. Theory X and Y are based on assumptions about employees or employees and how to motivate them               Approach This research uses qualitative research methods. Qualitative research methods basically explain the way that will be taken by a researcher in the research process. The location of this research is Sub-District Office of North Kluet Subdistrict which is located in Simpang Empat National Road, North Kluet Sub-district, South Aceh District. Informants in this study amounted to 5 people. Data collection used in this research is observation, in-depth interview and documentation. Data is processed by data reduction, display data, take conclusion and verification.               The results obtained are: 1). Disclosure of communication between leaders and subordinates in the organization "(study at the office of North Kluet Sub-district of South Aceh) has been going well as expected. The effort to create open communication between the leaders to the subordinates goes well in the Kluet Utara District Office of South Aceh, the head of the Kluet Utara District Office of South Aceh holds meetings and deliberations with employees and provides information through internal communication pattern methods and internal meetings with employees in the agency. 2). Barriers in carrying out its functions such as unsuitable bonuses from superiors as an appreciation of achievements gained.
KEIKUTSERTAAN TGK. AHMAD TAJUDDIN (ABI LAMPISANG) SEBAGAI CALON GUBERNUR DALAM PILKADA ACEH 2012 Teuku Arif Sultanic; Radhi Darmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.426 KB)

Abstract

ABSTRAK  Abi Lampisang adalah salah seorang sosok ulama yang memiliki pengaruh di kalangan masyarakat Aceh baik dari kalangan dayah, akademisi, politisi dan birokrat. . Abi Lampisang kesehariannya mengajar mengaji dan sebagai Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam Dayah Al-Muhajirin . Chik Di Ujeun Lampisang Tunong, Seulimeum, Aceh Besar. Sebelumnya juga ia pernah terlibat dalam politik praktis baik masa konflik maupun masa damai, ketika konflik Abi Lampisang pernah menjadi qadhi GAM, setelah damai juga sempat mendirikan partai lokal GABTHAT yang berasaskan Islam. Keterlibatan Abi Lampisang pada politik praktis di Pilkada Aceh 2012 memiliki motivasi untuk melakukan perubahan mengenai demokrasi di Aceh yang selama ini tidak stabil dan ingin melakukan penerapan Syariat Islam secara kaffah. Adapun tujuan penelitian skripsi ini adalah Pertama, ingin melihat sosok  Abi Lampisang dalam keikutsertaannya mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh 2012, Kedua, melihat kekuatan politik yang dibangun  Abi Lampisang pada Pilkada Aceh 2012. Untuk lebih terarah pada penelitian skripsi ini, peneliti memerlukan sebuah metodologi dalam melakukan penelitian lapangan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu degan teknik pengumpulan datanya melalui teknik observasi, wawancara, dan pendokumentasian. Adapun informan untuk memenuhi informasi data penelitian ini, peneliti menentukan informan diataranya Abi Lampisang (Calon Gubernur Aceh 2012), Kalangan Dayah, Tim Sukses dan Akademisi. Hasil penelitian menunjukan Abi Lampisang dilihat dari aspek kekuatan politik ia hanya menggunakan basis masa yang tidak baku artinya tidak bergantung pada satu kekuatan kelompok massa yang berasal dari satu golongan seperti dayah. Selain kekuatan politik Abi Lampisang juga  menerapkan strategi politik dengan melakukan kampanye secara persuasif dan komunikatif, salah satunya ia berkampanye turun langsung kelapangan untuk mengajak, dan merangkul pemilih tanpa harus didampingi tim sukses. Dengan sosok Abi Lampisang yang memiliki latar belakang dayah dan keturunan ulama serta terlibat dengan GAM, ternyata pencalonannya sebagai Gubernur Aceh 2012 yang lalu, ternyata tidak memiliki suara yang banyak. "The Participation Of Tgk. Ahmad Tajuddin (Abi Lampisang) As A Governor Candidate In Aceh Gubernatorial Election, 2012" ABSTRACT Abi Lampisang is one of the Islamic scholars who has influence among Aceh society especially in Islamic school, academician, politician, and birocrate. Abi Lampisang usually teach Al-Quran and as the leader of Islamic Educational institution of Dayah Al-Muhajirin Tgk. Chik Di Ujeun Lampisang Tunong, Seulimeum, Aceh Besar. Formerly, he involved in the political practice both in the conflict and reconciliation period. In the conflict periode, Abi Lampisang has ever been an sharia judge of Free Aceh Movement (GAM), after the reconciliation period, he also build the local party called GABTHAT which is based on Islamic principle. The involvement of Abi Lampisang in the political practice in Aceh Regional Election of 2012 has motivation to make change toward the democration system in Aceh which is believed still not stable, and this party intend to apply sharia perfectly. The aim of this research is firstly to have a closer look the figure of Abi Lampisang in his contribution in nominating himself as 2012 Aceh Governor, secondly to analyze the political power build by Abi Lampisang in Aceh Regional Election of 2012. To make this research more organize, the researcher needs a methodology in conducting the field research. This research used qualitative approach in which the technique of collecting data used are observation, interview, documentation. Moreover, the informant is needed to fulfill the information data in this research. The researcher decides the informants including Abi Lampisang (The candidate of Aceh Governor in 2012), Islamic Educational institution, success team and academician. The result of the research showed that Abi Lampisang also applied the political strategy by conducting persuasive and communicative campaign. One of the way was he directly did the direct campaign by persuading the elect without accompanying by the success team. However, even the figure of Abi Lampisang who has Islamic Educational background, an Islamic scholar descented, and took contribution in Aceh Free Movement was failed to win the biggest voting as 2012 Aceh Governor.
PERAN RUANG PUBLIK DALAM PROSES PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK (Studi Analisa Pada Warung Kopi di Kota Banda Aceh Terkait Kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN) Tata Moeda Taqwa; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.033 KB)

Abstract

 ABSTRAKRuang publik merupakan prasyarat utama dalam kehidupan demokrasi, ruang publik melalui interaksi serta komunikasi antar pengunjung di dalamnya berfungsi sebagai wadah lahirnya opini publik. Warung kopi di Kota Banda Aceh merupakan ruang publik bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ruang publik warung kopi dalam proses pembentukan opini publik terkait kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN, untuk mengetahui pengaruh opini publik dalam mendorong Pemerintah Aceh merespon kebijakan Pemerintah Pusat terkait Masyarakat Ekonomi ASEAN.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer melalui wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder melalui buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ruang publik warung kopi berpengaruh terhadap pembentukan opini publik, melalui komunikasi yang terjalin didalamnya. Namun opini yang terbentuk pada ruang publik tersebut belum cukup konkrit untuk mendorong Pemerintah Aceh dalam merespon kebijakan Pemerintah Pusat terkait Masyarakat Ekonomi ASEAN.Warung kopi sebagai ruang ruang publik juga memberi pengaruh terhadap terbentuknya opini publik terkait kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Opini terkait Masyarakat Ekonomi ASEAN yang terbentuk di ruang publik warung kopi di Kota Banda Aceh tidak serta mera mampu mendorong pemerintah dalam merespon kebijakan terkait Masyarakat Ekonomi ASEAN. Seharusnya warung kopi sebagai ruang publik memiliki bargaining posisition dihadapan pemerintah. Seharusnya warung kopi sebagai satu-satunya ruang publik di Kota banda Aceh memiliki fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Opini publik terkait kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang lahir di ruang publik warung kopi di Kota Banda Aceh seharusnya dapat menjadi masukan bagi Pemerintah dalam melahirkan kebijakan-kebijakan tentang bagaimana mengambil keuntungan dari lahirnya MEA tersebut. Kata Kunci: Ruang Publik, Warung Kopi, Kebijakan Publik, MEA, Opini Publik THE ROLE OF PUBLIC SPHERE IN THE PROCESS OF FORMING PUBLIC OPINION(The Study Analysis on Coffee Shop in the City of Banda Aceh Related to the ASEAN Economic Community) ABSTRACT             Public sphere is a prerequisite main in the life of democracy, public space through interaction and communication between visitors in it serves as the receptacle of the birth of public opinion. Coffee shop in Banda Aceh City is a public sphere for the society. Research aims to understand the influence of public sphere coffee shop in the process of the formation of public opinion related to the ASEAN Economic Community, to know the influence of public opinion in encouraging the government aceh respond to central government policy related ASEAN Economic Community.Methods used in this research is qualitative descriptive. Technique data collection used namely research the field and research literature. Field studies to obtain primary data through interviews. While research literature available to obtain secondary data through a book and related reading. This research result indicates that public sphere coffee shop influential on the establishment of public opinion, through communication interwoven in it. But opinion formed in the public has not enough concrete to push the government aceh in responding to central government policy related ASEAN Economic Community.Coffee shop as a room public sphere also make a difference to the establishment of the public opinion related to the community of the Asean Economic Community (MEA). Opinion related the community asean economic formed in public sphere coffee shop in Banda Aceh City were not mera are able to encourage the government in responding to policies on the community asean economic. Should coffee shop as a public sphere has bargaining posisition is before the government. Should coffee shop as the only public sphere Banda Aceh City having the function of control against the course of the government. Public opinion related to the ASEAN Economic Community who was born in public sphere coffee shop in Banda Aceh City should be able to as input for the government in childbirth policies about how take advantage of the emergence of the MEA.Key Word: Public Sphere, Coffee Shop, Public Policy, MEA, Public Opinion.
Persepsi Camat Kabupaten Pidie Terhadap Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono Sebagai Presiden Indonesia Periode 2004-2009 dan 2009-2014 (Suatu Kajian Pada Upaya Pemberantasan Korupsi) Muharrir Muharrir; Adwani Adwani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Korupsi di Indonesia adalah penyakit endemik yang sulit sembuh. Penyakit ini sudah lama hinggap dan menyerang seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa. Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dipilih secara langsung oleh masyarakat tahun 2004, memberikan harapan besar akan upaya pemberantasan korupsi. Citra SBY tentang pemberantasan korupsi menjadi isu yang sangat menarik di tengah-tengah masyarakat, seperti di Kabupaten Pidie, yang menimbulkan persepsi berbeda-beda khususnya dikalangan Camat mengenai berhasil maupun tidak berhasil SBY dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Camat Kabupaten Pidie terhadap pemberantasan korupsi pada masa kepemimpinan Presiden SBY, serta kendala-kendala yang dihadapi SBY dalam pemberantasan korupsi. Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian keperpustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya. Penelitian lapangan dengan cara mewawancarai informan-informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi Camat Kabupaten Pidie terhadap pemberantasan korupsi pada masa kepemimpinan Presiden SBY sangat tegas, cepat dan berhasil dalam pemberantasan korupsi, sedangkan persepsi Camat pada periode kedua, bahwa pemberantasannya berjalan lambat dan kurang efektif sehingga kecewa pada kepemimpinan SBY periode kedua. Kendala-kendala yang dihadapi SBY dalam pemberantasan korupsi pada periode pertama yaitu, keterbatasan personil KPK, perselisihan sesama penegak hukum, hukuman ringan bagi koruptor, sedangkan kendala pada periode kedua adanya perpecahan pimpinan KPK dan banyaknya kader demokrat yang terjerat kasus korupsi. Disarankan kepada pemimpin Indonesia dan pemimpin KPK yang saat ini sedang menjabat, semoga mampu memberantas korupsi tanpa melihat siapa pelakunya. KPK sebagai lembaga negara dalam memberantas korupsi di Indonesia, diharapkan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Jumlah personil KPK harus ditambah, sesama penegak hukum harus sinergis dan koruptor harus dihukum seberat-beratnya. Kata Kunci: Susilo Bambang Yudhoyono, Pemberantasan Korupsi   ABSTRACT In Indonesia, corruption has become an endemic disease and has attacked all aspects of the nation. The leadership of Susilo Bambang Yudhoyone who was democratically elected in 2004 was a big hope in terms of the efforts in the corruption eradication. The image of SBY related to the efforts in the corruption eradication was an interesting issue among the citizens, such as in Pidie Regency, the image results in different perceptions among the heads of sub-districs related to whether SBY was succesful in eradicating the corruption in Indonesia or not. The objective of this research was to find out the perception of the heads of sub-districts in Pidie Regency toward the corruption eradication in the period of the leadership of SBY as the President of Indonesia and the obstacles found by SBY in the corruption eradication. The data were collected by doing literature review and field study. Literature review was done by reviewing books, journals, and other scientific writings. Field study was done by interviewing the informants. The results showed that the perception of the heads of sub-districts in Pidie Regency toward stated that the corruption eradication in the first period of the leadership of SBY as the President of Indonesia was strict, quick and succesful while in the second period of SBY as the President of Indonesia, the corruption eradication was considered weak, less effective, and disappointing. The obstacles found by SBY in the first period of his leadership were limited number of staffs of Corruption Eradication Commission (KPK), disputes among the law enforcement officers,  light punishment for the corruptors. In the second period, the obstacles were problems related to the Chairman of Corruption Eradication Commission (KPK) and a number of the cadres of Democratic Party (Partai Demokrat) was arrested because of corruption cases. It is suggested  that the recent President of Indonesia and the recent Chairman of Corruption Eradication Commission (KPK) could fairly eradicate corruption. In addition, the Corruption Eradication Commission (KPK) as a law enforcer is expected to be responsible in performing its duties and functions. Moreover, the number of staffs working at Corruption Eradication Commission (KPK) should be added, all of the law enforcers must be in a synergistic partnership and the corruptors should receive the heaviest punishment.
Kontribusi Tgk.H.Husaini Bin 'Abdul Wahab (Waled) dan Tgk.H. Muksalmina Bin 'Abdul Wahab (Aba) Terhadap Perkembangan Dayah Salafiyah Ruhul Fatayat Seulimum Aceh Besar khaira Ummah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Kontribusi Tgk. H. Husaini Bin ‘Abdul Wahab (Waled) dan Tgk. H. Muksalmina Bin ‘Abdul Wahab (Aba) Terhadap Perkembangan Dayah Salafiyah Ruhul Fatayat Seulimeum Aceh Besar Abstrak Oleh Khaira Ummah1310101010124 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Tgk. H. Husaini bin ‘Abdul Wahab (Waled) dan Tgk. H. Muksalmina bin ‘Abdul Wahab (Aba) terhadap perkembangan Dayah Salafiyah Ruhul Fatayat Seulimeum Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan Teori Kharismatik Max Weber untuk menganalisis kontribusi Waled dan Aba di Dayah Ruhul Fatayat. Weber menjelaskan bahwa bentuk wewenang kharismatik didasarkan pada kharisma (daya tarik atau mahabbah) yaitu kemampuan khusus yang ada pada diri seseorang yang dianggap merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, selain untuk diri sendiri  wewenang tersebut dapat dilaksanakan untuk orang banyak atau bahkan terhadap bagian besar masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan dan lapangan.Dari rangkaian penelitian ini disimpulkan bahwa pekembangan dayah selama dipimpin oleh Waled dan Aba meliputi; (1) Jumlah santri semakin meningkat;  (2) bangunan dan fasilitas dayah semakin bertambah; dan (3) Dayah Ruhul Fatayat telah menyandang tipe A. Bentuk kontribusi  Waled dan Aba yaitu turut mendanai kebutuhan dayah, membangun hubungan baik dengan elemen dayah maupun di luar lingkungan dayah, serta berperan sebagai eksekutif,pengganti tanggung jawab individu, dan sebagai panutan bagi santrinya. Terkait hal ini peran pimpinan sangat menentukan kontinuitas dan masa depan dayah, oleh sebab itu  Waled dan Aba diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya terhadap dayah dengan perannya sebagai pemimpin yang mempunyai wewenang dan otoritas mutlak dalam merencanakan dan mengeluarkan suatu kebijakan yangnantinya dapat meningkatkan  kemajuanDayah Ruhul Fatayat.            .Kata Kunci:Kontribusi, kharismatik, dan perkembangan dayah. 
Kehidupan Sosial Ekonomi Pedagang Kaki Lima Di Pasar Pagi Kota Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang SRI WAHYU HANDAYANI; Bahrein T Sugihen
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.951 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berlatar belakang tentang sosial ekonomi dan strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh pedagang kaki lima yang terdapat di Pasar Pagi dan Pasar Eks.Terminal Lama (Pajak Bawah). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kondisi sosial ekonomi dan strategi bertahan hidup pedagang kaki lima di pasar pagi dan pasar eks.terminal lama (pajak bawah) di kota kuala simpang kabupaten aceh tamiang. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melaui observasi dan wawancara, sumber data yaitu menggunakan data primer dan data sekunder, teknik menganalisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 50 informan, 27 informan laki-laki dan 23 informan perempuan, dengan kriteria pedagang yaitu jenis tempat berdagang, besar modal usaha, dan jenis dagangan (sayuran, rempah dan buah-buahan). Lokasi penelitian ini adalah di Pasar Pagi dan pasar eks. Terminal lama pajak bawah Kota Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori aksi Talcott Parsons Basis dasar dari teori aksi Talcott Parsons ini Ialah apa yang dinamakan unit aksi, yang memiliki empat komponen, keempat komponen tersebut antara lain,  eksistensi aktor, kemudian unit aksi yang terlibat tujuan, lalu situasi-kondisi, sarana-sarana lainnya, yaitu norma dan nilai-nilai. Hasil dari penelitian ini yaitu tingkat pendidikan yang paling banyak yaitu pada jenjang pendidikan SMA, rata-rata pendapatan pedagang Rp. 50.000-100.000, rata-rata jenis dagangan dipilih dengan alsan lebih untuk di jual, rata-rata modal yang digunakan untuk berdagang merupakan modal sendiri, hubungan yang ada antara sesama pedagang kaki lima terjalin dengan baik, strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh pedagang kaki lima yaitu strategi mengurangi pengeluaran keluarga, melakukan pekerjaan lain, melakukan peminjaman (hutang) dan dibantu oleh anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan.Kata Kunci: kondisi sosial, strategi bertahan hidup, pedagang kaki lima"Social Economy Life of Street Traders at Pasar Pagi Kota Kuala Simpang Aceh Tamiang District"This research is based on socio-economic and survival strategies conducted by street vendors in the morning market and the old ex- ternal market (bottom tax). This study aims to obtain information on the socio-economic conditions and survival strategies of street vendors at Pasar Pagi and Pasar Eks.Terminal Lama (Lower Tax) in the town of Kuala Simpang, Aceh Tamiang District. This research uses descriptive qualitative approach, with data collection technique through observation and interview, data source that is using primary data and secondary data, technique analyze data by way of data reduction, data presentation and conclusion. Research subjects in this study were 50 informants, 27 male informants and 23 female informants, with the criteria of traders namely the type of place of trade, large business capital, and the type of merchandise (vegetables, spices and vegetables). The location of this research is in Pasar Pagi and ex market. Terminal of Old City Taxes Kuala Simpang District of Aceh Tamiang. the theory used in this research is Talcott Parsons action theory The basic of the Talcott Parsons action theory is what is called the action unit, which has four components, the four components are, among others, the existence of the actor, then the action unit involved the objectives, conditions, and other means, namely norms and values. The result of this research is the highest level of education that is at the level of high school education, the average income of traders Rp. 50,000-100.000, the average type of merchandise is chosen with more alsan to sell, the average capital used for trading is the capital it self, the existing relationship between fellow traders well established, the survival strategy conducted by street vendors the strategy of reducing family expenditure, doing other work, lending (borrowing) and assisted by family members in meeting the needs.   Keywords: Social Conditions, Surviving Strategies, Street Traders.  
Pengembangan Sektor Pariwisata di Tapaktuan (Studi Analisis Sosiologi Spatial di Kecamatan Tapaktuan,Aceh Selatan) Kodrat Zulfi; Mahmuddin Mahmuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

-abstrak bahasa indonesiaPariwisata pada era sekarang merupakan suatu kegiatan yang tidak hanya mengacu pada aktifitas wisatawan saja. Akan tetapi juga mengacu pada pembangunan yang multifungsi, yang mana mempunyai manfaat yang sangat luas dan banyak dari adanya pariwisata. Tapaktuan merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan yang sangat dikenal pariwisatanya secara potensial baik di provinsi maupun nasional. Hal ini tidak terlepas kontribusi pariwisata Tapaktuan terhadap pembangunan yang mana potensi objek wisatanya terdapat 16 titik potensi wisata dari 111 titik potensi wisata yang ada di Kabupaten Aceh Selatan. Namun potensi itu tidak dioptimalkan secara serius oleh pemerinah setempat. Pemerintah daerah dalam mengembangkan objek wisata dinilai masih tidak tertata, hal ini dapat dilihat dari infrastruktur dan sarana-prasarana yang belum memadai. Didalam pengembangan sektor pariwisata sudah tentu terdapat kebijakan-kebijakan yang mengatur pengembangan sektor pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan-kebijakan pengembangan pariwisata dan faktor penghambat dalam pengembangan sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Modernisasi Rostow, yang mengenai Proses bertahap dimana pertumbuhan ekonomi yang hendak dicapai masyarakat diawali bersifat tradisional atau sederhana menuju suatu tatanan masyarakat yang maju dan kompleks. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi, serta selanjutnya dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian mengenai pengembangan sektor pariwisata menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata masih belum terarah dengan baik, hal ini disebabkan oleh adanya beberapa hambatan dalam kebijakan pengembangan sektor pariwisata antara lain: interaksi antara pemerintah terhadap swasta dan masyarakat, aspek manajemen pembangunan sarana-prasarana, anggaran, aspek manajemen pemasaran dan promosi dan aspek SDM. Sehingga sangat perlu untuk mengambil upaya dan langkah professional terhadap manajemen organisasi khususnya dalam desain dan proses penyusunan strategi yang tepat dan efektif.Kata Kunci: Pariwisata, Sosiologi Spatial, Kebijakan-abstrak bahasa inggrisNowadays, a tourism is the activity which does not only refers to the tourist's activity. However, it refers to the multifunctional development, which has the wide benefit. Tapaktuan is the government's center of South Aceh Regency which is known with its potential tourism in province and national. This thing does not apart from the contribution of the Tapaktuan's tourism towards the development which has the potential tourism in 16 area of 111 area in South Aceh regency. However, that potential does not optimized seriously by the government in these area. The local government is still disorganized in improving the tour object, it can be proved from the inadequate infrastructure and facilities. The improvement of the tourism sector has the policies that organize the tourism sector development. The purpose of this study is to know the tourism development policies and the obstacle factor in the tourism sector improvement. This study uses the qualitative method in descriptive approach. In addition, this study uses the Rostow's modern theory, concerning the gradual process in which the economy growth that will be achieved by the societies are started in traditional or simple character to the progressive and complex society order. The collection of data is conducted by the  interview and observation, it was analyzed in qualitative approach. The result of the study is about the tourism sector development which shows that the tourism development has still not well directed. It is caused by the several obstacles in the tourism sector development policy involve the interaction between the government towards private and societies, the management aspect of the facility and infrastructure development, the budget, the management aspect of marketing and promotion, and the human resources aspects. Hence, it is needed to take the effort and professional action towards the organization management particularly in design and strategy arrangement process appropriately and effectively.Keywords: Tourism, spatial sociology, policy

Page 20 of 102 | Total Record : 1018