cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 19072937     EISSN : 26204053     DOI : -
Core Subject : Health,
The articles of this journal are published every six months, that is on January and August (2 issues per year), and developed by the Master Program of Health Promotion, Faculty of Public Health, Diponegoro University
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Volume 7, No. 2, Agustus 2012" : 9 Documents clear
Perilaku Ibu Hamil untuk Tes HIV di Kelurahan Bandarharjo dan Tanjung Mas Kota Semarang PS, Titi Legiati; Shaluhiyah, Zahroh; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 2, Agustus 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.005 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.2.153-164

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang pada tahun 2008, sebanyak 110kunjungan ibu hamil ke VCT, 5 ibu di antaranya positif HIV dan pada tahun 2009 sebanyak368 kunjungan ibu hamil ke VCT, 14 ibu di antaranya positif HIV. Walaupun ada peningkatanjumlah ibu hamil yang melakukan tes HIV, namun jumlahnya masih sedikit. Pada tahun 2010ibu hamil yang melakukan tes HIV pada kegiatan mobile VCT di wilayah kerja PuskesmasBandarharjo sebayak 193 orang dari jumlah ibu hamil yang mengakses layanan antenatalsebanyak 706 orang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhi perilaku ibu hamil untuk tes HIV.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifdengan rancangan Explanatory Research dengan pendekatan cross sectional . Besar sampeladalah 180 orang.Analisa data secara univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariatdengan regresi logistik.Hasil Menunjukkan sebagian besar responden (51,1%) rmengikuti tesHIV. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap perilaku ibu hamil untuk tes HIVadalah dukungan suami. Variabel yang berhubungan terhadap perilaku ibu hamil untuk tesHIV adalah variabel pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi halangan, persepsi manfaat,isyarat bertindak, akses informasi, dukungan suami, dukungan bidan dan dukungan kader.Kata Kunci: perilaku ibu hamil, tes HIV,kelurahan bandarharjo dan tanjung mas,semarang Behavior of Pregnant Woman for HIV Testing in Bandarharjo and Tanjung Mas SemarangCity; Based on data from Health Departement of Semarang City 2008, total of 110 visits toVCT of pregnant women, 5 of whom were HIV-positive mothers and in 2009 as many as 368visits to the VCT of pregnant women, 14 of whom are HIV-positive mothers. While there arean increasing number of pregnant women tested for HIV, but the numbers are still small. In2010 pregnant women tested for HIV at VCT mobile activities in the region of BandarharjoPublic Health there were 193 people from the number of pregnant women accessing antenatalcare as much as 706 people. This study aims to determine the factors that influence behaviorof pregnant women for HIV testing. This study uses quantitative methods with explanatoryresearch and cross sectional approach. The sample size was 180 people . Univariate dataanalysis used, chi-square bivariate and multivariate used logistic regressionResults showed the most respondents (51.1%) followed HIV test. The most dominant factorthat affected behavior of pregnant women for HIV testing was husband’s support. Variablesrelated to behavior of pregnant women for HIV testing were variable knowledge, perceivedof vulnerability, perceived of barriers, perceived of benefits, cues to action, access toinformation,husband’s support, midwife’s support and cadre’s support.Keywords:behavior of pregnant women, HIV testing, bandarharjo and tanjung mas,semarang
Kepatuhan Nahkoda Melakukan Pemeriksaan Boat Berdasarkan Check- list Harian untuk Keselamatan Pelayaran di Perusahaan Pelayaran B, Rinto; Shaluhiyah, Zahroh; Kurniawan, Bina
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 2, Agustus 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.757 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.2.136-144

Abstract

Terdapat penyimpangan prosedur dalam pemeriksaan boat berdasarkan checklist inspeksiyang sudah ada dimana rata-rata nahkoda melakukan pencontrengan checklist tanpamelakukan uji coba alat-alat keselamatan dan mesin di dalam boat. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengeksplorasi gambaran tentang perilaku kepatuhan nahkoda di perusahaanpelayaran ini dalam melakukan pemeriksaan boat berdasarkan checklist. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara yang mendalamterhadap 11 nahkoda dan wawancara triangulasi yang mendalam kepada seorang MarineSupervisor, seorang Marine Superintendent, dan seorang HSE Personal. Faktor-faktor yangmempengaruhi perilaku kepatuhan secara langsung adalah tingkat pendidikan, pengawasansupervisor, rewards dan punishment.Kata kunci: Nahkoda, Boat, Kepatuhan, Checklist.Skippers’s Compliance In Doing The Boat Inspection Based On Checklist For Safe SailingOperation; There were some incompliance to boat inspection procedure based on the checklistwhere commonly the skippers only tick the checklist without checking the safety equipmentand engine parts. This research aimed to explore the description about compliance’s behaviorof on duty skippers in inspecting the boat based on the checklist in this shipping company.This research utilized qualitative research with in depth interview method to 11 skippers andtriangulation with in depth interview method to a marine supervisor, a marine superintendent,and an HSE personal. Factors that influenced the incompliance’s behavior directly were theeducation background of the skippers, supervision control, and rewads and punishments.Key words: Skipper, Boat, Compliance, Checklist.
Kinerja Petugas Penyuluh Kesehatan Masyarakat dalam Praktek Promosi Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Yuniarti, Yuniarti; Shaluhiyah, Zahroh; Widjanarko, Bagoes
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 2, Agustus 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.335 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.2.165-173

Abstract

Standar Pelayanan Minimal (SPM)Promosi Kesehatan Kabupaten Kota adalah Rumah TanggaSehat (65%), ASI Eklusif (80%) Desa dengan program garam beryodium (90%) dan PosyanduPurnama (40%). belum tercapainya SPM yang ditetapkan oleh DKK Kab.Pati karena kinerjapetugas kesehatan masyarakat yang masih kurang dalam melakukan penyuluhan padamasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhikinerja petugas kesehatan masyarakat dalam praktek promosi kesehatan di DKK Pati. Penelitianini menggunakan metode eksplanatory study dengan pendekatan cross sectional. Pengambilandata dilakukan dengan cara wawancara dan observasi dengan jumlah sampel 87 petugas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Petugas penyuluh kesehatan masyarakat dalampraktek promosi kesehatan di DKK Pati adalah termasuk kurang yaitu sebesar 56,3% dan yangmempunyai kinerja baik hanya 43,7%, Variabel yang berhubungan langsung dengan kinerjapetugas penyuluh kesehatan masyarakat adalah adalah tingkat pendidikan, pelatihan,pengetahuan, ketrampilan dan kepemimpinan. Variabel paling berpengaruh terhadap kinerjaPetugas penyuluh kesehatan masyarakat yaitu tingkat pendidikan.Kata kunci: Kinerja Petugas penyuluh kesehatan masyarakat, kegiatan promosi kesehatan,Standar pelayanan minimal Affecting Midwives’ Behavior in the Extension officers performance of community healthextension workers in health promotion practice starch district; Standards Minimum ServiceHealth Promotion which is the reference District City is Healthy Household (65%), Exclusivebreastfeeding (80%) villages with iodized salt program (90%) and IHC Purnama (40%). failureto achieve standards minimum service set by DKK Kab.Pati for health promotion, because theperformance of public health officials are still lacking in doing education to the community.This research aims to find out the factors that affect the performance of community healthworkers in health promotion practice in DKK Pati.This research uses a method eksplanatorystudy with cross sectional approach. Data is collected by interview and observation by thenumber of samples of 87 officers. The results showed that the performance of educators workersin public health practice health promotion in Pati District Health Department is included lessincluded in the amount of 56.3% and that have good performance only 43.7%. Variables thatare directly related to the performance of community health educators workers is the level ofeducation, training, knowledge, skills and leadership. The most influential variables on theperformance of public health educators Officer educationKey words: Performance Officer community health educators, health promotion activities, minimumservice standards
Perilaku Seksual Pranikah pada Siswa SLTP Pengungsi Eks Timor Timur di Kecamatan Kupang Tengah dan Kupang Timur Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur Hanifah, Astin Nur; Cahyo, Kusyogo
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 2, Agustus 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.428 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.2.116-125

Abstract

Kasus KTD dan IMS remaja eks Timtim banyak ditemukan pada kelompok umur 12 – 15tahun. Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku seksual berisikoterhadap IMS padasiswa SLTP pengungsieks Timtim di kecamatan Kupang Tengah dan TimurKabupaten Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodepenelitian penjelasan (explanatory research method). Pengambilan data dilakukan dengancara wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 100 orangremaja.Hasil analisa menunjukkan bahwa ada 4 variabel yang berhubungan dengan perilakuseksual berisiko terhadap IMS yaitu sikap terhadap seksualitas, budaya remaja tentangseksualitas, perilaku seksual teman sebaya dalam berperilaku seksual, dan akses mediainformasi. Perilaku seksual remaja SLTP pengungsi eks Timtim berisiko terhadap KTD (24%)dan (17%) berisiko terhadap IMS. Hasil analisa multivariate dengan uji regresi logisticmenunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh yaitu budaya remaja terhadapseksualitas dan sikap remaja terhadap seksualitas. Hasil penelitian yang paling berpengaruhadalah budaya remaja yang mendukung perilaku seksual pranikah dan sikap remaja yangpermisif terhadap seksualitasKata kunci : perilaku seksual pranikah, Remaja Premarital Of Sexual Behaviour Toward Junior High School Students Ex-East TimorRefugees In Sub Central Kupang And East Kupang District Kupang Homeland SouthEast;Unwanted Pregnancy problem and adolescent cases of STDs in the former East Timorare found at group which has 12-15 years. This study to determine the factors that influencesexual behavior at risk for sexually transmitted infections in junior high student former EastTimorese refugees in central and Eastern sub-district of Kupang regency. Research methodused in this study is the explanation of research method (explanatory research methode).Data is collected by structure interviews using a questionnaire with a sample of 100 teenagers.Bivariate analysis with chi squre test showed that there are 4 variables related to sexualbehavior risk for STI namely attitude sexuality, youth culture about sexuality, peer influencein sexual behavior, and acces media information. Sexual behavior of the former East Timoreserefugees teens junior 24% risk of Unwanted Pregnancy and17% risk of STDs. The result ofmultivariate analysis with logistic regression test showed that the influential variables areadolescent culture toward sexuality and attitudes toward adolescent sexuality.Key words : sexual behavior premarital, Student
Niat Penggunaan Kondom pada Komunitas Waria di Kota Ternate Eda, Nur
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 2, Agustus 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.028 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.2.174-183

Abstract

Pada tahun 2008 sampai dengan 2009, di Kota Ternate terdapat 3 orang waria positif HIV/AIDS dan 7 lainnya memiliki gejala – gejala yang diduga gejala HIV/AIDS, dan pada tahun2011(November) ditemukan 2 orang waria meninggal dengan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi niat penggunaan kondom pada komunitaswaria di kota Ternate. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancanganxxplanatory research dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 135 orangwaria. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariatdengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (55.6%) berniatmenggunakan kondom saat melakukan hubungan seks. Faktor yang paling berpengaruhterhadap niat penggunaan kondom pada komunitas waria di kota Ternate adalah adanyapersepsi kerentanan terhadap penularan IMS dan HIV/AIDS. Variabel yang berhubunganterhadap niat penggunaan kondom adalah persepsi kerentanan terjangkit IMS dan HIV/AIDSdan persepsi kemampuan diri. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Ternate agarmeningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya waria dengan cara meningkatkan sosialisasitentang pengertian, penularan dan pencegahan HIV/AIDS dalam program pencegahanpenularan IMS dan HIV/AIDS.Kata Kunci : niat, penggunaan pondom, waria . The Factors Influencing Intention Of Condom Use At Transvestite Community In TernateCity; People with HIV / AIDS in Ternate city tend to increase from the year 2007 are amounted3 people, in 2008 are five people, in 2009 are 8 people, in 2010 are 10 people, and in 2011(November) are 9 people. In the year of 2008 to 2009 based on information from NGOs Kiarahatransvestites there are 10 people died, 3 people positive HIV / AIDS and other 7 had symptomsof suspected the symptoms of HIV / AIDS, and in 2011 discovered two transsexual people diedwith HIV / AIDS. Transvestites are high risk group that are vulnerable of sexually transmittedinfections because they have number of sexual partners more than other group . This aim ofstudy to determine the factors that influence of intention of condom use at transvestite communityin ternate city.This study used quantitative methods with explanatory research and cross sectionalapproach. The sample size is 135 peoples. Data analysis used univariat analysis, bivariate analysiswith cross tabulation and chi square and Multivariate logistic Regression. The results showedmost respondents (55,6%) intend to use condom during sexual intercourse. The factors thatmost influence of intention to use condom at transvestite community in Ternate City is theperception of vulnerability of sexually transmitted infections and HIV/AIDS, Variable that relatedto the intention of condom use is the perception of vulnerability contracting sexually transmittedinfections and HIV/AIDS, and ability of self perception. To increase knowledge of community about transmission and prevention of HIV / AIDS, Ternate’s health department must givesocialization and counselling to communities especially transvestites about condom use andsexually transmitted infection and HIV/AIDSKeywords: intention,condom use, ttansvestite.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Kecacingan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Madrasah Ibtidaiyah An Nur Kelurahan Pedurungan Kidul Kota Semarang Presska A.K, Cicilia; Salawati, Trixie; Astuti, Rahayu
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 2, Agustus 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.658 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.2.184-190

Abstract

Latar belakang : Anak usia SD sangat rentan terkena kecacingan. Hasil studi pendahuluan diMadrasah Ibtidaiyah (MI) An Nur di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan,Kota Semarang menunjukkan adanya faktor risiko yang memungkinkan siswa-siswa tersebutterinfeksi kecacingan. Selanjutnya banyak dari siswa yang tidak mengetahui tentang penyakitkecacingan. Untuk membantu mencegah terjadinya infeksi kecacingan di MI tersebut, makadiperlukan penyuluhan kesehatan dengan media yang tepat agar mudah dipahami sehinggaberpengaruh pada pengetahuan dan sikap siswa. Tujuan : untuk mengetahui pengaruhpenyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap tentang kecacingan. Metode : jenispenelitian ini adalah eksperimen semu, dengan menggunakan rancangan pre test post test design.Populasi penelitian adalah seluruh siswa MI An Nur Kelurahan Penggaron Kidul. Sampel diambilsecara purposive pada siswa kelas IV, V, VI yaitu berjumlah 44 siswa, kemudina dibagi menjadi2 kelompok secara random. Kelompok pertama diberi penyuluhan kesehatan melalui ceritabergambar, dan kelompok kedua melali ceramah. Analisis bivariat menggunakan uji tberpasangan Wilcoxon, sedangkan untuk mengetahui pengaruh antara dua kelompokmenggunakan uji t independen dan Man Whitney. Hasil : Hasil : Ada perbedaan secara signifikanantara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok.Selanjutnya ada perbedaan secara signifikan antara peningkatan pengetahuan dan sikap antarakelompok yang diintervensi menggunakan cerita bergambar dengan ceramah.Kata Kunci : Kecacingan, Pengetahuan, Sikap, Cerita bergambar, Ceramah Background : School-age children are very susceptible to worms infection. the result ofpreliminary study at An Nur Islamic Elementary School showed there are risk factors ofoccurrence of diseases of intestinal worms. Furthermore many of the students at An Nur Islamicelementary School do not know about worms infection. Purpose: to determine the effect ofhealth education on knowledge and attitudes about worms infection among students at An NurIslamic Elemntary School. Methods: This research type is Quasi experimental, by using pre testpost test design. Amount of samples are 44. The data analyzed by using paired t-Test. Results:There is a sigficant different between knowledge and attitudes before and after intervention ineach group. Furthermore there are significant different between the increase in knowledge andattitudes between the intervention group using a picture story than a lecture.Key words : Worms, Knowledge, Attitude, Picture Story, Lecture
Persepsi Mahasiswa Tentang Mutu Pelayanan Pendidikan dan Motivasi Mengikuti Proses Belajar Mengajar Muntamah, Ummu; Pietojo, Harbandinah; Widagdo, Laksmono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 2, Agustus 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.147 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.2.109-115

Abstract

Fenomena yang terjadi di Akper Ngudi Waluyo Ungaran menunjukkan ada kecenderunganprestasi belajar siswa masih jauh dari standart, yang disebabkan oleh kurangnya motivasibelajar, terlihat dari sikap siswa yang kurang menyenangi suatu mata ajar tertentu, seringdatang terlambat, tidak mengerjakan tugas yang diberikan dosen, acuh tak acuh pada saatproses pembelajaran, mahasiswa belajar tanpa persiapan dan kurang aktif dalam pembelajaran.Diprediksikan, berkaitan dengan persepsi mahasiswa tentang mutu pelayanan pendidikan yangkurang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Data diambildengan dengan cara pengisian kuesioner oleh mahasiswa, kemudian dilakukan triangulasi datadengan melakukan wawancara dengan pudir I bidang akademik, ka.sub.bag administrasi,laboratorium, perpustakaan dan bimbingan konseling. Data yang diperoleh dianalisismenggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan motivasi mahasiswa untukmengikuti proses belajar mengajar dalam kategori baik sebanyak 78,7%, variabel yang palingdominan yang menjadi prediktor terjadinya peningkatan motivasi adalah mutu pelayanan dosen.Kata Kunci : Persepsi, mutu pelayanan pendidikan, motivasi, proses belajar mengajar the student’s perception about the the quality of education service and the motivation’s tojoin studying process at Ngudi Waluyo Nursing academy; Phenomenon that happened atNgudi Waluyo Nursing Academy show the tendency of the students’s achievement was understandard. It was caused by the student’s motivation to study was still low, could be seen fromtheir attitude that dislike in one of their subject, often came late, didn’t do their work, didn’tpay attention in class, didn’t prepare and wasn’t active in their learning. It’s predicted anyrelation with the student’s perception about the quality of education service wasn’t good.There were two variable: the student’s perception about the quality of education service asindependent variable and the student’s motivation to study as dependant varibale. The researchmethod was explanatory research. The date used quesionare and then done triagulation bydeep interview with the first vice of director academic affair, the head of academicadminitration, the head of laboratory, librarian and coucellor. Analysed data used regressionanalyze. The result show that the student’s motivation to join studying process in good categorywas 78,7 %, dominant variable as predictor the occurance of increasing motivation was thequality of the lecturer service.Key words : perception, quality of education service, motivation, studying process.
Perilaku Perawat Gigi dalam Pelaksanaan Program UKGS di Kota Pontianak Femala, Dian; Shaluhiyah, Zahroh; Cahyo, Kusyogo
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 2, Agustus 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.308 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.2.145-152

Abstract

Perawat gigi sebagai pelaksana dalam kegiatan manajemen mikro pada pelayanan kesehatangigi khususnya usaha kesehatan gigi sekolah melaksanakan kegiatan perencanaan,pelaksanaan (promotif, preventif dan kuratif sederhana), monitoring dan evaluasi. Penellitianini bertujuan untuk mengetahui perilaku perawat gigi dalam pelaksanaan program usahakesehatan gigi sekolah di Kota Pontianak. Penelitian ini merupakan Explanatory Researchdengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dankuesioner terstruktur dengan jumlah sampel 59 orang perawat gigi yang bekerja diPuskesmas. Perilaku perawat gigi yang kurang baik sebanyak 33.9%. Variabel yangberhubungan dengan perilaku perawat gigi adalah pengetahuan, sikap, dukungan kepalapuskesmas, dukungan kepala sekolah, dukungan dokter gigi dan sarana prasarana. Variabelyang paling berpengaruh terhadap perilaku perawat gigi dalam pelaksanaan program usahakesehatan gigi sekolah (UKGS) adalah sarana prasarana.Kata Kunci : Perawat gigi, Perilaku, UKGS The behavior of dental nurses in the implementation of the program UKGS in Pontianak;Dental nurses, as the excecutor in the activities of micro-management in dental health care services,especially business school dental health activities of planning, implementation ( promotive, preventive,curative and referral) monitoring and evaluation.The purpose of this study was to determine thefactors analysis of the factors that influence the behavior of dental nurse in the implementation ofprogram in the city of Pontianak UKGS. Explanatory research is research with cross sectionalapproach.The result showed that 33.9% of responden behave less well on the implementation of theprogram UKGS. Variables related to the behavior of dental nurses in the implementation of theprogram is the knowledge of the dental nurses UKGS, the attitude of dental nurses, support thehead of clinic, the principal support, support dentist and infrastructure.Keywords : Behavioral, dental nurses, UKGS
Praktik Perawatan Organ Genitalia Eksternal pada Anak Usia 10-11 Tahun yang Mengalami Menarche Dini di Sekolah Dasar Kota Semarang Puspitaningrum, Dewi; Suryoputro, Antono; Widagdo, Laksmono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 2, Agustus 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.713 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.2.126-135

Abstract

Perubahan terlalu cepat sering menimbulkan kecemasan apabila tidak dipahami. Berdasarkandata dari Dinas Kesehatan Semarang bidang P2P pada tahun 2010 ditemukan anak usia <10tahun 36 anak (12,7%) dari 284 kasus penyakit candidiasis dan 1 anak (7,6%) dari 13 kasustrichomonas vaginalis. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di 4 tempat SD Negeridi Semarang, 5 diantara 8 siswa masih belum paham cara merawat organ genetalia eksternalsaat menstruasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apa yang mempengaruhi praktikperawatan organ genetalia eksternal pada anak usia 10-11 tahun yang mengalami menarchedini di SD Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif,jumlah populasi sebanyak 550 anak, dengan sampel sebanyak 100 orang dengan menggunakanteknik proportional random sampling. Dan yang paling berpengaruh dengan analisis multivariatadalah peran orang tua dengan OR=1,213 artinya responden yang menyatakan pernahmendapatkan informasi dari orang tua tentang cara perawatan organ genitalia eksternalmempunyai kemungkinan 1.2 kali lebih besar untuk melakukan praktik yang baik dalamperawatan organ genitalia eksternal dibandingkan responden yang menyatakan tidak pernahmendapatkan informasi dari orang tuanya tentang cara perawatan organ genitalia eksternal.Kata kunci: Praktik perawatan organ genitalia eksternal,menarche dini External genital organ treatment care in children age 10 – 11 years that experiencedearlier menarche at semarang elementary schools studentsBackground: A too fast change often causes anxiety, if not understood. Based on data fromP2P of Health Department Semarang in 2010 found 36 children (12.7%) of 284 candidiasiscases and 1 child (7.6%) of 13 trichomonas vaginalis cases on children aged d” 10 years.Based on the survey of preliminary studies conducted in 4 state elementary schools inSemarang, after being asked about menstruation 5 among 8 students still do not understandhow to look after the external genetalia organ during menstruation. Research purpose Thisresearch aimed to find out the factors that affect external genital organ treatment care inchildren age 10 – 11 years (case study at elementary students in Semarang) that experiencedearlier menarche. Research method this research uses cuantitatif. The population number is550 children with 100 samples using proportional random sampling technique. The mostaffecting factor, after analyzed with multivariat analysis, is parents role with OR=1,213. Itmeans that respondents representing that ever inform their parents about external genitalorgan treatment care technique have 1.2 bigger opportunity to do it than the opposite one.Key Words : external genetalia organ treatment care, earlier menarche

Page 1 of 1 | Total Record : 9