Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

WET WEIGHT AND NUMBER OF THE ELEPHANT GRASS TILLER ARE PLANTED WITH SOYBEAN INTERCROPPED Suharno, Ben; Puspitaningrum, Dewi
BIOMA Vol 1, No 2, Oktober (2011): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate: the influence of the number of participants crop (soy-bean), the influence of Rhizobium sp dosage, interactions influence the number of participants crop (soybean) and Rhizobium sp dose to the total wet weight and num-ber of tiller Pennisetum purpureum, the planting of grass-soybean intercropping Rhi-zobium sp inoculation. The research method uses randomized full factorial (factorial RCBD) with 2 factors and 3 replications. Parameters to be measured is the total wet weight and number of tiller Pennisetum purpureum. The data obtained were analyzed by analysis of vari-ance, followed by Duncan multiple range test and multiple linear regression ana-lysis. The results showed that treatment of soybean plants participant, dose Rhizobium sp, and participant interaction with defoliation of soybean Rhizobium doses of 1 and 2 did not significantly affect the total wet weight and number of tiller Pennisetum pur-pureum. However, in the second defoliation, Rhizobium dose significantly influence the total wet weight of Pennisetum purpureum. The conclusion is, cropping the grass-soybean intercropping with inoculation of Rhi-zobium sp can not be used to increase the total wet weight and number of grass tiller.Key words: Pennisetum purpureum, wet weight, tiller, Rhizobium sp, soybeans.
THE CORRELATION BETWEEN ATTITUDE TOWARDS CERVICITIS PREVENTION AND SCREENING CHECKUP Iskandar, Freya Nazera; Puspitaningrum, Dewi; Mulyanti, Lia
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No 2 (2017)
Publisher : Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.81 KB)

Abstract

Background: Cervicitis is an infection that is caused by little injury of former childbirth or sexual intercourse. In several venereal diseases like gonorrhea, syphilis, ulcers mole, granuloma inguinal and tuberculosis are found inflammation cervix.Cases of cervicitis according to data result of the number of graphs of sexually transmitted infections patient who got treatment at semarang city hospital from last recap year 2010 is in the first rank as many as 5111 people. Public Health Center of Lebdosari Semarang City has the highest case of cervicitis, in 2012 the case cervicitis 356 people (66.9%), while in 2013 as many as 129 people (24.24%). Objective: To prevent cervicitis from the beginning cases researched to know the correlation between women’s attitude (age 20 – 35 years) towards cervicitis prevention behavior and screening check-up in Kalibanteng Kulon district Lebdosari Semarang. Method: This research is analytic research with cross sectional approach. The population is 532 fertile women with sample 84 respondents in Kalibanteng Kulon district Lebdosari Semarang of citizens group number 2. 3 and 4 of the interview questionnaire. Probability sampling is used in this research with simple random sampling by lottery technique sampling. Data analysis uses univariate and bivariate. Result:Based on the Chi Square test gets score X2 19.931 with p value (0.000) < α (0.05). It means there are relations between women’s attitude to cervicitis prevention behavior with screening checkup in Kalibanteng Kulon district Lebdoasari Semarang. Conclusion: There are relations between fertile women attitude (age 20 – 35 years) to cervicitis prevention behavior with screening check-up in Kalibanteng Kulon District Lebdosari Semarang. 
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP KADER KESEHATAN TENTANG IMUNISASI HPV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG Nurjanah, Siti; Puspitaningrum, Dewi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.906 KB)

Abstract

Latar belakang : Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular. Salah satu penyakit palingmematikan yang menghantui kehidupan perempuan adalah kanker serviks. Kanker serviksadalah kanker ketiga yang dijumpai pada sistem reproduksi wanita (Faizah, 2010).Pengetahuan yang cukup sangat penting untuk mencegah terjadinya kanker serviks sedinimungkin. Pencegahan agar terhindar dari virus HPV adalah dengan imunisasi vaksin. Perludilakukan upaya peningkatan tentang pendidikan kesehatan dan pengetahuan kanker serviksserta imunisasi kanker serviks dari kader kepada beberapa wanita usia subur.Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentangimunisasi HPV di wilayah kerja Puskesmas Pegandan Semarang.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel sebanyak 41 responden, teknik sampling yang digunakan adalah AcidentalSampling. Hasil : Pendidikan kesehatan sebagian besar diikuti oleh 33 (80,5%) responden. Sikap kaderkesehatan tentang imunisasi HPV sebagian besar yaitu positif sebanyak 38 (92,7%).Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil p value sebesar 0,092, inimenunjukkan hasil yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan pengaruh pendidikan kesehatanterhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di Wilayah Kerja Puskesmas PegandanSemarangKata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Sikap, Imunisasi HPV
GAMBARAN SIKAP PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN ROLE PLAYING TENTANG PENCEGAHAN SEKS BEBAS PADA PADA MAHASISWA PRODI D III KEBIDANAN Puspitaningrum, Dewi; Istiana, Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v11i1.97

Abstract

Free sex is an exploration or try and as an outlet for fun. Based on the above phenomenon, we need a health education, which is expected to role-playing method of prevention can change the behavior of free sex free sex positive prevention, where the method of role playing is a way of mastering the learning materials through the development of students' imagination and appreciation. This study aims to describe the health education on the prevention of sexual role playing freely. The method used is descriptive number of 90 student population, with a sample of 47 female students with simple random sampling technique. The research data collection by using instruments such as questionnaires and role playing scenarios.The results of this study indicate the attitude of the respondent before health education with the support of role playing as many as 28 respondents (59.6%) and that do not support as many as 19 respondents (40.4%). And after health education with role playing obtained that supports as many as 34 respondents (72.3%) and that do not support as many as 13 people (27.7%). The results of this study has been no improvement after the method of role playing, so that the learning methods that lead on the prevention of free sex easier terstimulus expected positive behavior on the prevention of free sex. Suggestions of this study can stimulate positive behavior in the prevention of teen sex, emphasizing preventive health curriculum on sex, as well as improve the community involved in supporting the prevention of free sex attitudes regardless of it's taboo. Keywords: attitudes of health education, preventive free sex, role playing
IBM PELATIHAN POLA MP-ASI KELURAHAN BLERONG KABUPATEN DEMAK Damayanti, Fitriani Nur; Puspitaningrum, Dewi; Kusuma, Hapsari Sulistya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v2i1.5366

Abstract

Tujuan Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) adalah untuk meningkatkan pengetahuan kelompok Good Mother dalam pengukuran kecukupan gizi bayi, meningkatkan ketrampilan kelompok Good Mother dalam pembuatan MP-ASI, kelompok Good Mother dapat menjadi role model bagi ibu-ibu lainnya. Metode yang digunakan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut adalah dengan kaji tindak partisipatif antara lain melalui Forum Group Discusion (FGD). Adapun luaran yang berupa jasa adalah pendidikan tentang MP-ASI, pelatihan pengukuran kecukupan gizi pada bayi, pelatihan pembuatan MP-ASI yang sehat, menjadi role model dalam pembuatan MP-ASI.
SKRINING PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA SUBUR DI KELURAHAN SENDANGGUWO SEMARANG Puspitaningrum, Dewi; Mulyanti, Lia; Mustika, Dian Nintyasari; Ristiyani, Ristiyani; Rahmayani, Alya Aulia
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4883

Abstract

Tes atau skrining sangat penting bagi wanita usia subur untuk mendeteksi sedini mungkin adanya resiko hipertensi. Wanita usia lebih dari 20 tahun dinajurkan untuk memeriksakan tekanan darahnya minimal 2 tahun sekali, dan wanita usia lebih dari 40 tahun keatas perlu rutin memeriksakan tekanan darah. Pemeriksaan ini juga penting untuk menghindari resiko preeklamsia. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan masyarakat khususnya pada wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah. Metode pengabdian pada masyarakat yang dilakukan yaitu dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pengabdian dengan dilakukan pemeriksaan tekanan darah yaitu wanita usia subur di kelurahan sendangguwo akan semakin meningkat keinginan untuk terus memantau tekanan darahnya.
Pelatihan Kader dalam Rangka Peningkatan Program Posyandu Remaja di Dadapan Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang Nurjanah, Siti; Puspitaningrum, Dewi; Mustika, Dian Nintyasari
Jurnal Surya Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.5.2.2023.270-275

Abstract

The problem of youth health is so complexity because they are in a periode of change from a child to an adult. If it is not solved so it will have an effect for the future and psychology. In Permenkes no 25, 2014 as Health policy showed that every youth had a skill to behave clean and healthy life and also socialize well in order to learn as well as grow optimally and become human resource qualitatively. One of the effort to alleviate the problem of youth is by forming an organization for youth that is named by Youth Integrated Healthcare Center (Posyandu Remaja). It has some activities such as counselling, sharing about health-acknowledgment. Youth Integrated Healthcare Center is a solution in social-community to increse the wealth and youth reproduction health. The purpose of community servicing is to training youth Integrated Healthcare Center and grow Youth Integrated Healthcare Center’s acknowledgement. The methode is Cadre training of Youth Integrated Healthcare Center, then giving education, discoursing, discussion and practicing to the cadre of youth Integrated Healthcare Center. The result of this activity is the increasing of cadre’s youth Integrated Healthcare center acknowledgement and the continuing youth Integrated Healthcare center’s activity at Dadapan Sendangmulyo. The conclusion of this activity is able to increse youth health at Dadapan Sendangmulyo on Tembalang in Semarang.
HUBUNGAN PERSEPSI IBU TENTANG PERAN SERTA TENAGA KESEHATAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA IBU BALITA USIA 0 – 5 TAHUN DI PUSKESMAS NGESREP KOTA SEMARANG Wahyuningsih, Heny Sapto; Puspitaningrum, Dewi; Anggraini, Novita Nining
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.582 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.24-29

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia adalah pembunuh utama balita di dunia, lebih banyak dibandingkan dengan penyakit lain seperti AIDS, malaria, campak dan akibat rendahnya kepatuhan petugas kesehatan dalam menjalankan Standar Opersional Prosedur yang belum maksimal sehingga banyak kasus pneumonia balita tidak terdeteksi merupakan topik yang sering diteliti secara akademik di bidang kesehatan masyarakat. Dari 37 Puskesmas di Kota Semarang penderita pneumonia tertinggi ada di Puskesmas Ngesrep yaitu 1257 balita ( 23,57% ).Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0 – 5 tahun di Puskesmas Ngresep Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi 531 responden, sampel 84 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Ngesrep. Hasil : Hasil uji statistik chi- square tentang hubungan persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0-5 tahun. Nilai person chi square 55,608 dan nilai p value = 0,000 < 0,05. Maka Ho ditolak dan hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0-5 tahun di puskesmas Ngersrep kota Semarang. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0 – 5 tahun di puskesmas Ngesrep kota Semarang.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP KADER KESEHATAN TENTANG IMUNISASI HPV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG Nurjanah, Siti; Puspitaningrum, Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.239 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.57-64

Abstract

Latar belakang : Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular. Salah satu penyakit paling mematikan yang menghantui kehidupan perempuan adalah kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker ketiga yang dijumpai pada sistem reproduksi wanita (Faizah, 2010). Pengetahuan yang cukup sangat penting untuk mencegah terjadinya kanker serviks sedini mungkin. Pencegahan agar terhindar dari virus HPV adalah dengan imunisasi vaksin. Perlu dilakukan upaya peningkatan tentang pendidikan kesehatan dan pengetahuan kanker serviks serta imunisasi kanker serviks dari kader kepada beberapa wanita usia subur. Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di wilayah kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 41 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Acidental Sampling. Hasil : Pendidikan kesehatan sebagian besar diikuti oleh 33 (80,5%) responden. Sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV sebagian besar yaitu positif sebanyak 38 (92,7%). Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil p value sebesar 0,092, ini menunjukkan hasil yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Sikap, Imunisasi HPV
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 3 SEMARANG Sari, Lita Ruwantika; Puspitaningrum, Dewi; Rahmawati, Agustin
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.028 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.83-86

Abstract

Latar Belakang:Permasalahan utama kesehatan reproduksi remaja (KRR) di Indonesia adalah kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, masalah pergeseran perilaku seksual remaja, pelayanan kesehatan yang buruk serta perundang-undangan yang tidak mendukung. Dalam hal ini perlu adanya pengertian dan bimbingan dari lingkungan disekitarnya, agar dalam perubahan tersebut terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Fenomena seks pranikah di jawa tengah khususnya semarangpada tahun 2010 sebanyak 26% remaja dan pada tahun 2011 sebanyak 20% melakukan hubungan seks pranikah diusia 15-19 tahun. Tujuan : untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap remaja tentangperilaku seks pranikah sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di SMA Sultan Agung 3 Semarang. Metode : metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest menggunakan 46 sampel siswa siswi kelas XI di SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI di SMA Sultan Agung 3 Semarang sebanyak 27 responden (58,7%) dan 32 responden (69,6%) mempunyai pengetahuan yang baik tentang perilaku seks pranikah sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Sebagian besar sebanyak 29 responden (63%) dan 28 responden (60,9%) tidak mendukung seks pranikah sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Analisis bivariat didapatkan hasil pengetahuan p-value 0,254 dan sikap p-value 0,505. Simpulan : tidak ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah sebelum dan sesudah penyuluhan.