cover
Contact Name
Wikanso
Contact Email
wiekstkip@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
info@stkipngawi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi
Published by STKIP PGRI Ngawi
ISSN : 25032550     EISSN : -     DOI : -
JIPE merupakan wahana publikasi ilmiah bagi mahasiswa, dosen maupun praktisi pendidikan lainnya. Memuat ide, gagasan, hasil penelitian yang memberi kontribusi pada pemahaman, pengembangan teori dan konsep keilmuan,serta aplikasinya terhadap khazanah ilmu pendidikan dan ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Media Pohon Ilmu Sebagai Sarana Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Widodaren Tahun Pelajaran 2013-2014 Indarti, Indarti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.966 KB)

Abstract

Guru sebagai ujung tombak pendidikan dan pengajaran, maka seorang guru mampu memberikan yang terbaik demi kemajuan anak peserta didik. Segala upaya guru dalam menyampaikan setiap materi kepada peserta didik secara baik. Namun ada kendala juga karena setiap peserta didik memiliki karakter sendiri-sendiri dalam menerima materi. Lebih-lebih mata pelajaran sejarah yang selalu dianggap membosankan. Pembelajaran teacher center membuat peserta didik mengantuk dan tidak menarik.Penelitian ini mengajak pembelajaran yang santai dan menarik terhadap mata pelajaran sejarah. Student center lebih diutamakan dan media sebagai sarana untuk mentransfer ilmu kepada peserta didik agar mampu mengikuti dan memahami materi yang disampaikan. Oleh karena itu media belajar sangat penting dalam pembelajaran sejarah agar peserta didik mampu menerima pelajaran dengan baik.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media pohon ilmu dapat menjadi sarana pembelajaran peserta didik pada mata pelajaran sejarah yang selama ini dianggap pelajaran yang membosankan dan tidak menarik. Kata Kunci: Media Belajar, Pohon Ilmu
Meningkatkan Apresiasi Siswa Terhadap Karya Seni Lukis Nusantara dengan Metode Diskusi. di Kelas IX-A Semester 2 pada SMP Negeri 1 Sine Tahun Pelajaran 2012-2013 Sunaryo, Karep
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Imiah Pendidikan Ekonomi
Publisher : STKIP PGRI Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.041 KB)

Abstract

Proses pembelajaran dapat berhasil atau tidaknya tergantung kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Guru merupakan salah satu pengantar keberhasilan dalam penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Guru profesional akan selalu meningkatkan kinerjanya dan memperbaiki pembelajarannya, salah satunya dengan penggunaan model ataupun metode pembelajaran. Kompetensi siswa yang ditingkatkan melalui penelitian tindakan kelas ini adalah mengapresiasi karya seni lukis Nusantara dengan menggunakan metode diskusi sehingga diharapkan dengan metode tersebut kemampuan siswa dalam mengapresiasi karya seni lukis Nusantara meningkat sesuai dengan kriteria yang diharapkan.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 siklus melalui tahapan: a) perencanaan (planning), b) pelaksanaan (action), c) pengumpulan data (observing), d) menganalisis data. Pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan beberapa teknik yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan tes skala sikap.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengggunaan metode diskusi terbukti dapat meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni lukis Nusantara. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan proses pembelajaran pada siklus I dengan hasil rata-rata 60,94% dibanding sebelum tindakan. pada siklus II pun meningkat dengan hasil rata-rata 76,6% dan mendapat peningkatan sebesar 15,66%. Demikian juga aktivitas siswa pada siklus 1 dengan hasil persentase 60,71 % dan pada siklus 2 meningkat menjadi 78,6 % dengan peningkatan sebesar 17,89%. Adapun untuk hasil belajar siswa yang berupa tes skala sikap pada siklus I mendapat nilai dengan rata-rata .....% dan pada siklus II dengan rata-rata .....% dengan peningkatan ....%. Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan metode diskusi, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan aktivitas siswa dalam mengapresiasu karya seni lukis Nusantara melalui metode diskusi pada pertemuan dan dari siklus I ke siklus berikutnya menunjukan kemajuan dan peningkatan. Kata Kunci : Apresiasi, Seni lukis Nusantara, Metode Diskusi
Peningkatan Hasil Belajar IPA Tentang Ciri-Ciri Makhluk Hidup Dengan Metode Observasi Pada Siswa Kelas III SDN Hargomulyo 4 Kabupaten Ngawi Sudir, Sudir
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1 untuk mengetahui penerapan pembelajaran IPA menggunakan metode observasi pada siswa kelas III SDN Hargomulyo 4  Kabupaten  Ngawi tahun pelajaran 2015/2016, 2) Untuk mengetahui   peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkannya  pembelajaran dengan metode observasi  pada siswa kelas III SDN Hargomulyo 4  Kabupaten  Ngawi tahun pelajaran 2015/2016. Metode penelitian tindakah ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dan proses dasar penelitian tindakan kelas meliputi beberapa tahap, diantaranya (1) penyusunan rencana; (2) tindakan; (3) observasi; dan (4) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: Penerapan pembelajaran IPA menggunakan metode observasi  pada siswa kelas III SDN Hargomulyo 4  Kabupaten Ngawi dapat meningkatkan aktivitas siswa, hal ini terlihat dari rata-rata aktivitas siswa pada siklus I baru  mencapai 64,76% yang memiliki aktivitas cukup baik. Sedangkan pada siklus II rata-rata aktivitas siswa telah mencapai 90%, hal ini berarti pada siklus II aktivitas siswa telah tuntas mencapai aktivitas yang diharapkan yakni 85% atau baik,Peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkannya pembelajaran dengan metode observasi   pada siswa kelas III SDN Hargomulyo 4  Kabupaten Ngawi meningkat secara signifikan, hal ini terbukti pada siklus I terdapat rata-rata nilai siswa yakni 69 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 16 siswa atau 76,19%. Pada Siklus II Nilai rata-rata  siswa meningkat menjadi 76 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 19 siswa  atau 90,48%. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa pembelajaran pada siklus II sudah tuntas dan berhasil karena persentase yang dicapai mencapai 90,48% melebihi persentase yang ditetapkan yakni sebesar 85%. Maka dengan hasil tersebut dinyatakan telah berhasil dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Kata Kunci:  Hasil Belajar, IPA, Metode Observasi
Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Melalui Layanan Konseling Kelompok Pada Siswa Kelas VIII D Di SMP Negeri 3 Ngrambe Rahayuningdyah, Endah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.763 KB)

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu kunci untuk dapat mengoptimalkan potensi yang ada pada diri siswa. Kurangnya rasa percaya diri dapat menghambat prestasi siswa, sehingga merupakan kewajiban bagi konselor/ guru BK untuk memberikan bimbingan terhadap siswa yang kurang percaya diri, mencari penyebabnya serta memberikan solusi guna meningkatkan rasa percaya diri sehingga siswa dapat lebih berprestasi. Dalam hal ini, peneliti melakukan layanan konseling kelompok terhadap siswa kelas VIII D SMP N 3 Ngrambe Tahun Ajaran 2014/2015, yang dinilai kurang percaya diri dalam kesehariannya.Layanan konseling kelompok ini merupakan suatu proses antar pribadi yang melibatkan seorang konselor dan beberapa anggota kelompok yang mengeksplorasi diri mereka sendiri dan situasi mereka dalam upaya mengubah sikap dan perilaku mereka, dalam hal ini untuk dapat lebih percaya diri.Terdapat 2 Siklus dalam pelaksanaan layanan ini, yang pertama diberikan kesempatan membahas topik bebas mengenai permasalahan setiap siswa, siklus kedua melaksanakan kegiatan dengan topik tugas yang telah ditentukan.Hasil dari penelitian ini, setelah dilakukan layanan konseling kelompok secara optimal dari bulan februari hingga juni 2015, ternyata indikator kepercayaan diri siswa mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Keberanian siswa menyampaikan masalah pribadi dengan jujur meningkat 25.6 %, keberanian siswa menyampaikan penyebab rasa malu terhadap teman dengan jujur meningkat 12.5%. , Memahami masalah yang disampaikan anggotanya meningkat 20%, empati meningkat 11.7%, tenggang rasa dan simpati meningkat 20.8%. sehingga dapat dikatakan bahwa layanan konseling kelompok ini berhasil meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VIII D SMP N 3 Ngrambe tahun ajaran 2014/2015. Kata kunci : Percaya Diri, Layanan konseling kelompok.
Pemberian Tugas Sebagai Peningkatan Prestasi Pembelajaran Struktur Organisasi Pemerintahan Tingkat Pusat Siswa Kelas IV SDN Giriharjo 2 Tahun Pelajaran 2014/2015 Wahyuni, Sri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.127 KB)

Abstract

Pemberian tugas sebagai upaya meningkatkan prestasi pembelajaran struktur organisasi pemerintahan tingkat pusat, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN Giriharjo 2 pada kelas IV. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode mengajar dengan pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan menggunakan berbagai kombinasi metode pembelajaran akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini juga menunjukkan bahwa proses pembelajaran seorang guru yang kreatif, inovatif, menyenangkan, akan mempengaruhi hasil belajar siswa sehingga kemampuan anak dan guru bisa optimal. Dalam Penelitian ini penulis mengharapkan sekali dari guru khususnya untuk menerapkan berbagai model pembelajaran yang nantinya mampu menumbuhkan anak bisa berfikir kritis, dinamis, dan berpengatahuan yang luas untuk memperjuangkan pendidikan di Indonesia yang akan datang.Kata Kunci: Pemberian Tugas, Prestasi Belajar
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PAI Materi Shalat Sunah Rawatib Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kumon Pada Siswa Kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kasreman Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 Widarto, Widarto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Imiah Pendidikan Ekonomi
Publisher : STKIP PGRI Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.618 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini antara lain:1) Untuk mengetahui model pembelajaran Kumon dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kasreman Ngawi pada mata pelajaran PAI khususnya materi Shalat Sunah Rawatib; 2) Untuk mendeskripsikan peningkatkan belajar siswa Kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kasreman Ngawi pada mata pelajaran PAI khususnya materi Shalat Sunah Rawatib setelah diterapkan model pembelajaran Kumon.Penelitian ini berlokasi di kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kasreman Ngawi. Mata pelajaran yang menjadi sasaran dalam proses pembelajaran adalah mata pelajaran PAI untuk kelas VIII-G pada materi Shalat Sunah Rawatib. Rencana perbaikan pembelajaran untuk mata pelajaran PAI kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kasreman Ngawi Tahun Pelajaran 2016/2017 ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK).Secara garis besar terdapat 4 (empat) tahapan yang akan dilaksanakan pada penelitian tindakan kelas ini, yaitu meliputi: tahap (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3) pengamatan (observating), dan (4) refleksi (reflecting). Penerapan model pembelajaran Kumon dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kasreman Ngawi pada mata pelajaran PAI khususnya materi Shalat Sunah Rawatib. Peningkatkan prestasi belajar siswa Kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kasreman Ngawi pada mata pelajaran PAI dalam materi Shalat Sunah Rawatib setelah diterapkan model pembelajaran Kumon terlihat pada kenaikan persentase ketuntasan belajar siswa dari siklus I sebesar 57,14%  (16 siswa) menjadi meningkat pada siklus II menjasi sebesar 64,28% (18 siswa) dan siklus III menjadi 89,29%  (25 siswa) dari keseluruhan siswa sebanyak 28 orang. Peningkatan prestasi belajar siswa juga terlihat pada nilai rata-rata hasil belajar siswa dari sebesar 71,43 pada siklus I meningkat menjadi 73,21 pada siklus II dan meningkat menjadi 80,71 pada siklus III. Kata Kunci: Prestasi Belajar, PAI, Kumon
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Metode Think Pair Share Untuk Meningkatkan Pemahaman Terhadap Hukum Paten, Hukum Merek Dan Hukum Cipta Indonesia Pada Peserta Didik Kelas X PM SMK Sore Kota Madiun Tahun Pelajaran 2011/2012. Kartika, Widya Adi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.927 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan hasil belajar Kompetensi Kejuruan melalui model pembelajaran think pair share, sebagai upaya meningkatkan pemahaman peserta didik kelas X PM SMK Sore Kota Madiun pada kompetensi dasar “Mengidentifikasi hukum paten, hukum merek dan hukum cipta Indonesia ”. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 3 siklus, masing-masing siklus terdiridari 4 tahap, yaitu: Perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksiHasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Kompetensi Kejuruan melalui model pembelajaran think pair share dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep yang dipelajari, yang dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik melalui rata-rata hasil penilaian proses(tugas) dan hasil post test. Pada siklus I, terdapat 68% peserta didik tuntas belajar. Nilai hasil belajar terendah pada siklus I adalah 60, nilai tertinggi 88. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 81% peserta didik tuntas belajar, nilai terendah 64 dan tertinggi 92. Pada siklus III ketuntasan belajar klasikal tercapai yaitu 90 % peserta didik tuntas belajar, nilai terendah 59 dan tertinggi 93. Kata Kunci : Meningkatkan pemahaman, pembelajaran kooperatif,  think pare share
Penerapan Cooperative Learning Model Jigsaw Dengan Metode Konstruktivistik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Sejarah Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Nglames Kab. Madiun Tahun Pelajaran 2010/2011. Musalamah, Musalamah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.493 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sejarah melalui Penerapan Cooperative Learning Model Jigsaw Dengan Metode Konstruktivistik yang dilakukan pada siswa Kelas XI IPS 3 SMAN 1 Nglames Kabupaten Madiun. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas terdiri dari 4 siklus tiap siklus mempunyai 4 tahap, yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi  dan refleksi. Dari hasil penelitian diperoleh hasil pembelajaran: Rata-Rata nilai hasil belajar siswa pada refefleksi awal sampai dengan siklus IV, selalu naik dengan rincian sebagai berikut : Rerata refleksi awal : 67, siklus I : 71, siklus II: 75, siklus III: 75, dan Rerata siklus I V: 74 Jumlah Peserta didik yang mendapat nilai 70 keatas dari refleksi awal sampai dengan siklus IV sebagai berikut : Refleksi awal: 58 %, Siklus I : 72 %, Siklus II: 83 %, Siklus III : 86 %, dan Siklus IV: 89 %. Model Cooperative Learning model jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar sejarah khususnya Perkembangan Islam di Indonesia di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Nglames  tahun pelajaran 2010 / 2011.  Kata Kunci : Hasil Belajar, Kooperatif Learning, Jigsaw, Konstruktivistik
Pembelajaran ARIAS Sebagai Alternatif Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Karya Tulis Pada Siswa Kelas IX SMPN 1 Paron Tahun Pelajaran 2014/2015 Indrarnanto, Indrarnanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.451 KB)

Abstract

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran ARIAS? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran ARIAS terhadap motivasi belajar siswa?Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran ARIAS. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran ARIAS.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX Semester 2 SMPN 1 paron Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2014/2015. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,18%), siklus II (77,27%), siklus III (86,36%).Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode ARIAS dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas IX Semester 2 SMPN 1 paron Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2014/2015, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran bahasa Indonesia.Kata Kunci: bahasa Indonesia, metode ARIAS 
Pemanfaatan Surat Kabar Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Siswa Kelas V SDN Mendiro 2 Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2014/2015 Utami, Nur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.78 KB)

Abstract

Hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa tingkat kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri Mendiro 2 relatif rendah, hal ini dapat dilihat dari: (1) Hasil penilaian membaca yang dilaksanakan oleh guru selama kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa belum mampu menjawab pertanyaan tanpa penjelasan terlebih dahulu dari guru; (2) Aktivitas pembelajaran berpusat pada guru; (3) Guru hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan; (4) Media pembelajaran hanya terpaku bacaan yang tersedia pada buku pelajaran. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh guru terutama ketika pembelajaran membaca pemahaman terkadang membuat siswa mengalami kesulitan dalam menangkap materi yang disampaikan. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan media. Hal ini menyebabkan siswa lebih sering berfikir secara abstrak. Untuk itu, perlu adanya media yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa yaitu dengan menggunakan media surat kabar. Kata Kunci : Kemampuan Membaca, Pemahaman, Surat Kabar

Page 2 of 4 | Total Record : 40