cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SENTIA 2015
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2015)" : 47 Documents clear
BUBUK EKSTRAK SARI BUAH DAN SAYUR: TEKNOLOGI PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE SPRAY DRYING Andriani Parastiwi; Cahya Rahmad; Eko Hendri S; Ekojono Ekojono
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.587 KB)

Abstract

Spray drying adalah teknologi pengolahan produk alami yang merupakan operasi pengolahan satu langkah untuk mengubah bentuk cairan menjadi bentuk partikel kering dengan media semprot pengeringan panas. Sementara mengurangi berat massal produk dan ukuran, pengeringan dengan metode spray-drying ini meminimalkan penanganan dan juga mempertahankan produk dengan mengurangi aktivitas air ke tingkat yang rendah sehingga menghentikan degradasi bakteri, menghasilkan produk bubuk ekatrak sari buah/sayur yang menarik dengan harga jual lebih tinggi. Teknologi pengeringan spray-drying juga digunakan untuk mengubah zat reaktif menjadi bahan yang lebih stabil sehingga produk lebih tahan lama. Dalam proses pengeringan spray dryer, dengan penambahan pelarut tertentu semprotan cairan dibawa ke dalam kontak dengan gas pemanas untuk menguapkan pelarutnya. Hasil produk pengering ini berbentuk partikelberupa bubuk ekstrak sari buah/sayur. Dalam merancang mesin spray dryer, pengaturan waktu memasukkan kedua larutan dan udara pemanas ke dalam tabung pengering adalah penting. Butiran partikel larutan harus tetapdalam tabung pengering cukup lama untuk penguapan pelarut tapi tidak terlalu lama untuk menyebabkan degradasi produk.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa proses pengeringan dengan teknologi spray-dryingmembutuhkan perlakuan pengaturan suhu pengeringan, lama pengeringan, dan larutan tambahan yang berbedauntuk setiap jenis buah maupun sayur. Dimana kontak sari buah/sayur dengan udara panas saat pengeringan diupayakan sesingkat mungkin untuk menghindarkan kerusakan sifat fisik dan kimia dari sayur/buah itu sendiri.
Simulasi Double Buck Boost Converter DC-DC Bidirectional Menggunakan PID Controller Hermansyah Hermansyah; Soedibyo Soedibyo; Mochamad Ashari
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.686 KB)

Abstract

Pada paper ini akan dipaparkan sebuah rancangan DoubleBoost dan Double Buck Converter DC-DC Bidirectional yang mempunyai kemampuan menggandakan tegangan dua kali berturut turut dan dari arah sebaliknya mampu menurunkan tegangan dua kali berturut turut dimana tegangan pada sisi output dapat dipertahankan pada nilai tertentu walaupun tegangan baterai pada sisi input mengalami perubahan.Sistem kontrol yang digunakan adalah PID controller (Proportional, Integrator, Diverative) yang berfungsi mempertahankan tegangan pada sisi output.Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap double boost dan double buck. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem kendali yang diajukan mampu mempertahankan tegangan keluaran dengan sangat baik dan konsisten. Variasi perubahan yang dilakukan meliputi: pada mode double boost, tegangan output dipertahankan pada kisaran 99.9 sampai 100 volt DC dengan perubahan tegangan input yang turun berturut-turut 24 sampai 16 Volt DC. Sedangkan untuk mode double buck, tegangan output dipertahankan pada kisaran 2,9 sampai 3 volt DC dengan perubahan tegangan input yang mengalami penurunan berturut-turut 100 sampai 60 volt DC.
OPTIMISASI MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) SISTEM PHOTOVOLTAIC (PV) ALGORITMA PADA PENGISIAN BATERAI KENDARAAN LISTRIK BERBASIS FIREFLY ALGORITMA MODIFIKASI Dwi Ajiatmo; Imam Robandi
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.144 KB)

Abstract

This paper presents the electric car today has evolved rapidly in both research table prototype design, aerodynamics, and implementation. One source of energy that is widely used as a source of electrical energy to drive the vehicle was photovoltaic (PV). To obtain maximum performance of PV power required a method of control. PV maximum power is strongly influenced by temperature and solar irradiation value that falls on the surface of the PV. Maximum power point of the PV obtained through adjustment of the duty cycle of the boost converter. Boost converter is used to convert the voltage direct current (DC) low into high DC voltage obtained MPPT. Design Optimization based Firefly modified MPPT able to control the power output of PV systems that are connected to an electric vehicle with a high of efficiency so as to charge the battery optimally. The simulation results in this study showed a high efficiency performance accuracy using the modified algorithm firefly.
PEMBUATAN PEMBATAS PEMAKAIAN TELEPON DAN KONTROL PERALATAN ELEKTRONIK BERBASIS MIKROKONTROLER Akuwan Saleh; Prima Kristalina; Anang Budikarso
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.339 KB)

Abstract

Telepon merupakan alat komunikasi yang banyak diminati masyarakat, karena harganya yang relatif murah dan lebih  cepat  bila  dibandingkan  dengan  alat  komunikasi  lainnya.  Dalam  melakukan  pembicaraan,  biasanya pemakai  tidak  memperdulikan  waktu  dan  biaya.  Oleh  karena  itu,  agar  biaya  pemakaian  tidak  membebani pemakai maka pada perangkat telepon dibuat aplikasi untuk pembatas pemakaian dengan cara user login dan mengisi password untuk mengaktifkan counter dengan durasi tertentu dan aplikasi kontrol peralatan rumah jarak jauh  yang dilakukan  melalui telepon pengirim menggunakan  mikrokontroler  dengan memanfaatkan saluran telepon sebagai media transmisi. Pada aplikasi ini ditambahkan mikrokontroler DT-51, Phone Interface, dan LCD Graphic. Mikrokontroler berfungsi untuk mengolah data dari phone Interface yang berasal dari penekanan tombol  keypad pada  telepon  pengirim  sebagai perintah  yang  diterjemahkan  oleh  mikrokontroler  untuk mengendalikan rangkaian sakelar (relay). Pengguna dapat mengerti peralatan yang dikontrol dalam keadaan on atau off setelah perintah dilaksanakan dengan membaca sinyal balasan berupa nada beep. Berdasarkan pengujian diperoleh hasil bahwa penggunaan pembatas pemakaian, kondisi belum login, jalur telepon dalam keadaan mati dan setelah login jalur telepon siap melakukan panggilan. Saat penambahan durasi 1 sampai 9 menit, dapat dilakukan dengan baik, dengan prosentase keberhasilan mencapai 100% untuk setiap panggilan. Sedangkan pengujian dengan pengiriman melalui telepon analog dan mobile-phone diperoleh kontrol on/off peralatan listrik dengan penekanan tombol terjadi delay kurang dari 1 detik.
OPTIMALISASI ADC DENGAN REKAYASA PERANGKAT KERAS PADA PENGUKURAN SUHU Eka Mandayatma
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.097 KB)

Abstract

ADC merupakan sebuah komponen atau sub komponen yang berfungsi mengubah data tegangan analog menjadidata digital dengan jumlah bit tertentu. Jika data masukan merupakan data skala penuh (full scale) maka datakeluaran juga akan mencapai skala penuh dan didapatkan resolusi maksimum. Pada kenyataannya sering terjadibahwa data masukan mempunyai range yang kecil yang tidak memenuhi skala penuh sehingga data keluaran juga tidak terjadi skala penuh. Hal ini akan membuat banyak bit data yang tidak terpakai, serta resolusi yang buruk (rendah). Rekayasa perangkat lunak biasanya tidak bisa memperbaiki resolusi dari ADC. Dengan rekayasaperangkat keras mengunakan leveling amplifier maka resolusi dapat dperbaiki karena seberapapun range masukan bisa didapatkan data keluaran pada skala penuh dari ADC dan seluruh bit data terpakai. Dengan seluruhbit data keluaran terpakai maka akan didapat resulusi maksimum dari ADC. Tanpa leveling amplifier, resolusi akan bernilai tetap yakni (5-0)/255 sedang dengan leveling amplifier resolusi akan lebih baik dan tergantung input (Vimax – Vi min)/255. Dari hasil pengamatan untuk digitalisasi pengukuran suhu menggunakan sensor LM35 dengan range 20°C - 40°C, tanpa leveling diperoleh resolusi 2,22°C/step sementara dengan leveling diperoleh resolusi sebesar 0,08°C/step.
Simulasi Deteksi Sinyal Radar Pada simulator ESM Menggunakan Metode Kalman Filter Pada ESM (Electronic Support Measured) Norma Ningsih; Gamantyo Hendrantoro; Andaya Lestari; Deny Yulian
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.113 KB)

Abstract

Radar adalah sistem elektromagnetik untuk mendeteksi dan menentukan lokasi suatu benda seperti pesawat terbang,  kapal,  pesawat  ruang  angkasa,  kendaraan,  orang,  dan lingkungan  alam.  beroperasi dengan memancarkan energi  dan mendeteksi sinyal yang  dipantulkan  dari obyek,  atau  target.  Dalam  peperangan elektronik banyak dikembangkan system pendeteksian sinyal radar untuk mengklasifikasikan jenis radar. Salah satu system untuk deteksi sinyal radar adalah system ESM (Elctronic Support Measured) yang berfungsi untuk deinterleaving sinyal radar yang berasal dari sumber berbeda. Sinyal yang dipancarkan oleh banyak radar akan diterima pada penerima yaitu ESM dalam keadaan yang saling tumpang tindih (interleaving) sesuai dengan niali TOA masing-masing radar. Sehingga diperlukan proses deinterleaving untuk memisahkan kembali sinyal yang tercampur, sehingga dapat diketahui jenis radar tersebut. Salah satu Parameter yang banyak digunakan untuk proses deteksi radar adalah PRI (pulse repetition interval). PRI pada radar terdiri dari berbagai macam yaitu PRI constant, PRI jitter dan PRI Stagger. Untuk jenis PRI constant dan jitter disimulasikan menggunakan metode PRI transform dan improvement PRI transform, sedangkan untuk PRI stagger digunakan metode kalman Filter. Performa dari metode yang diusulkan dievaluasi menggunakan matlab.
KARAKTERISASI FREKUENSI HARMONISA SENSOR QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE SEBAGAI IDENTIFIKASI GAS Rouhillah Rouhillah; Muhammad Rivai; Tri Arief Sardjono
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.977 KB)

Abstract

Penggunaan sensor yang mampu untuk mengidentifikasi jenis gas sangat dibutuhkan di industri. Salah satunya adalah sensor Quartz Crystal Microbalance (QCM) yang dapat menghasilkan frekuensi resonansi konstan. Pada umumnya sensor QCM masih menggunakan frekuensi dasar resonansi sehingga tingkat sensitivitas masih rendah. Dengan mengambil frekuensi harmonisa dari frekuensi resonansi dasar maka dapat meningkatkan sensitivitas dan selektivitas. Pada penelitian ini dihasilkan rangkaian osilator frekuensi harmonisa 3fo yang dapat bekerja dengan baik saat identifikasi jenis gas. Sensitivitas sensor QCM yang menggunakan frekuensi harmonisa 3fo dievaluasi dengan memantau perubahan frekuensi pada konsentrasi gas yang berbeda, seperti alkohol, 2-propanol, dan kloroform. Deret sensor yang dilapisi material kimia yang berbeda, menghasilkan pola output dari respon frekuensi yang berbeda-beda. Pengukuran juga dilakukan terhadap perubahan kelembaban sebesar 27-74% RH dan perubahan konsentrasi 1-4 ml gas yang diujikan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sensor QCM berfrekuensi harmonisa 3fo menghasilkan sensitivitas dan selektivitas yang lebih baik dari pada frekuensi dasar sensor. Untuk frekuensi 5MHz sensor QCM dalam pengenalan jenis gas memperoleh tingkat keberhasilan sebesar 73.33%, sedangkan untuk frekuensi harmonisa 3fo memperoleh tingkat keberhasilan sebesar 86.67%.
ANALISIS PENGARUH MATERIAL DAN CARA PEMOTONGAN INTI TRANSFORMATOR TERHADAP KERAPATAN FLUKS LISTRIK DAN ARUS INRUSH Yonny Wicaksono; I Made Yulistya N; Dimas Anton Asfani
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.367 KB)

Abstract

Ketika dinyalakan transformator menanggung arus sesaat yang besar, arus ini disebut arus inrush. Arus inrushdipengaruhi oleh daya sumber transformator, induktansi bocor, fluks sisa dan sudut tegangan penyalaan. Arus inrush dapat mempersingkat umur transformator, karena dapat merusak isolator penghantar dan belitan. Isolator penghantar rusak karena panas berlebih pada konduktor. Belitan rusak akibat gaya mekanik yang terjadi pada belitan. Dalam penelitian ini dianalisa pengaruh jenis material dan cara pemotongan inti transformator terhadap kerapatan fluks listrik dan besar arus inrush maksimum dalam merancang transformator. Cara pemotongan material yang diteliti adalah cara pemotongan Singgle step-lap (SSL) dan cara pemotongan Multistep-lap (MSL), sedangkan material yang diteliti adalah material silicon-steel dengan kualitas yang berbeda M4 dan M0H. Untuk mengetahui kerapatan fluks listrik dan arus inrush maksimum dilakukan perhitungan dengan mengembangkan analisa cicuit nonlinear inductor yang dirangkai seri dengan resistor. Dari analisa didapatkan bahwa material M4dan cara potong Single Step-lapmemberikan rugi-rugi yang lebih besar, mengakibatkan kerpatan fluks listrik menjadi kecil sehingga arus inrush yang dihasilkan kecil.
DESAIN OPTIMAL KONTROLER PID MOTOR DC MENGGUNAKAN CUCKOO SEARCH ALGORITHM Muhammad Ruswandi Djalal; Dwi Ajiatmo; Andi Imran; Imam Robandi
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.362 KB)

Abstract

Penggunaan kontroler PID (Proporsional-Integral-Derivatif) pada sebuah motor DC sangat banyak digunakan, karena  strukturnya  yang  sederhana,  keandalan  yang  kuat  dan  mudah  digunakan.  Akan  tetapi,  penggunaan kontroler PID dibutuhkan pengaturan parameter yang tepat untuk mendapatkan kinerja yang optimal pada motor. Umumnya yang sering digunakan adalah metode trial-error, untuk menentukan parameter yang tepat untuk PID, namun hasil yang didapat tidak membuat kontroler PID optimal. Belakangan ini sudah banyak penelitian untuk mengoptimasi kontroler PID, salah satunya dengan metode cerdas. Untuk itu pada penelitian ini akan digunakan metode cerdas berbasis Cuckoo Search Algorithm (CSA), untukmengoptimasidan menentukan parameter yang tepat dari PID. CSA adalah salah satu metode cerdas yang terinspirasi dari perilaku burung cuckoo dalam menempatkan telurnya disarang burung lain yang dia pilih secara acak, konsep inilah yang diadaptasi dan diterapkan menjadi algoritma cerdas untuk menyelesaikan masalah optimasi. Dari hasil yang diperoleh metode CSA dapat dengan baik menala parameter PID, sehingga overshoot yang dihasilkan tidak ada dan settling time sangat cepat. Pada penelitian ini juga akan dibahas dan dibandingkan kontroler tanpa PID, dengan PID trial-error dan dengan PID CSA.
Aplikasi Firefly Algorithm Pada Kontroler PID Untuk Mengatur Kecepatan Motor DC Rodhi Kelvianto; Dwi Didit Prasetiyo; Imam Robandi
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.454 KB)

Abstract

Proportional-Integral-Derivative controller merupakan kontroler yang paling banyak digunakan pada motor DC karena berbagai macam kemudahan dalam penggunaannya. Namun, kontroler  ini memiliki kekurangan karena diperlukan penalaan parameter yang seringkali menyebabkan terjadinya overshoot dan ketidakstabilan sistem. Hal ini tentu saja menyulitkan untuk mendapatkan nilai parameter Kp, Ki, dan Kd yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan  metode  untuk  menentukan  nilai  parameter  optimal.  Firefly  algorithm  digunakan  untuk  menala parameter optimal bagi motor DC. Firefly algorithm terinspirasi dari perilaku kunang-kunang. Kunang-kunang merupakan hewan unisex yang tertarik satu sama lain. Kunang-kunang mempunyai ciri khas dengan cahaya yang dimilikinya. Tingkat ketertarikan kunang-kunang berdasarkan pada tingkat kecerahan. Kunang-kunang dengan tingkat kecerahan lebih rendah tertarik pada kunang-kunang dengan kecerahan lebih tinggi. Dengan metode inilah dapat diperoleh nilai parameter kontroler PID yang optimal. Pada penelitian ini, dibandingkan antara menentukan parameter kontroler PID dengan trial-error dan dengan metode firefly algorithm. Pengujian dengan firefly algorithmpada motor DC dengan set point 0.75 PU didapatkan nilai overshoot  maksimal adalah 0,748. Pada set point 1 PU, didapatkan nilai overshoot  maksimal adalah 0,9974.

Filter by Year

2015 2015