cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
STATUS BIO-EKONOMI PERIKANAN UDANG DI LAUT ARAFURA Purwanto Purwanto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.317 KB) | DOI: 10.15578/jppi.19.4.2013.227-234

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil kajian potensi ekonomi dan upaya penangkapan optimal dari perikanan udang di Laut Arafura, termasuk pula estimasi dampak dari peningkatan upaya penangkapan terhadap profitabilitas pengoperasian kapal dan keuntungan ekonomi perikanannya. Berdasarkan hasil analisis, total keuntungan optimum dari pemanfaatan stok udang di Laut Arafura adalah sekitar US$ 168,4 juta per tahun yang dihasilkan dengan upaya penangkapansekitar 388 unit setara kapal penangkap udang.Walaupun upaya penangkapan dari kapal yang memiliki surat izin penangkapan ikan di Laut Arafura tahun 2011 lebih rendah dibandingkan upaya penangkapanyang secara ekonomis optimal, stok udang penaeid tersebut telah dimanfaatkan melebihi tingkat optimumnya akibat tingginya intensitas operasi kapal perikanan tanpa izin. Estimasi kerugian ekonomi akibat kegiatan penangkapan ikan ilegal juga disajikan disini. This paper presents result of the assessment of economic potential and optimal fishing effort of the shrimp fishery in the Arafura Sea, including estimated impact of increasing fishing pressure on the vessel profitability and the fishery profit. Based on the result of analysis, the optimal profitfrom the exploitation of the penaeid shrimp stock in the Arafura Sea was about US$ 168.4 million per year resulting from the operation of 388 units of shrimp trawlers. Although fishing effort from licensed vessels in 2011 was lower than the optimum level to optimal profit, the penaeid shrimp stock was overexploited as the intensity of illegal fishing by unlicensed vessels was high. Estimate of economic losses caused by illegal fishing is also presented.
PENGARUH DAYAAPUNG PELAMPUNG DAN UKURAN MATA JARING GOYANG (JARING INSANG DASAR) PADA KONDISI ARUS YANG BERBEDA TERHADAP TINGGI JARING PADA PENGAMATAN DI FLUME TANK Mokhamad Dahri Iskandar; Muhammad Rifki
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.164 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.2.2010.163-171

Abstract

Penelitian ini dilakukan di flume tank milik Departemen Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Model jaring goyang (jaring insang dasar) yang digunakan berukuran mata 3,5 dan 4,0 inci yang masing-masing memiliki daya apung (buoyancy) pelampung 13,8 gf (kontrol), 20,7 dan 27,6 gf. Masing-masing jaring dipasang pada flume tank dengan kecepatan arus 15, 20, 25, dan 30 cm/detik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada kecepatan arus terendah yaitu 15 cm/detik, ketinggian maksimum jaring goyang ukuran mata 3,5 inci dengan buoyancy kontrol mencapai 45,4 cm sedangkan jaring goyang ukuran mata 4,0 inci dengan buoyancy yang sama memiliki ketinggian maksimum jaring mencapai 48,5 cm. Peningkatan buoyancy pelampung menjadi 20,7 gf mengakibatkan ketinggian jaring meningkat menjadi 57,2 cm pada jaring goyang ukuran mata jaring 3,5 inci dan 63,1 cm pada ukuran mata 4,0 inci. Nilai drag force yang dialami oleh jaring goyang dengan mata jaring 3,5 dan 4,0 inci pada kecepatan arus 15 cm/detik masing-masing 8,62 dan 7,72 gf. This experiment was carried out at the flume tank of Fisheries Resources Utilization Department, Faculty of Fisheries and Marine Science Model of jaring goyang (bottom gillnet) of 3.5 and 4.0 inch mesh sizes with float buoyancy of 13.8 gf (control), 20.7, and 27.6 gf, was used, respectively. Result of the experiment indicated that net height of gillnet of 3.5 inch mesh size using control float buoyancy was 45.4 cm while of gillnet of 4.0 inch mesh size was 48.5 cm. Increasing of float buoyancy to be 20.7 gf affected net height of gillnet of 3.5 and 4.0 inch mesh sizes to be 57.2 and 63.1 cm, respectively. At the current speed of 15 cm/s, value of drag force of bottom gillnet of 3.5 and 4.0 inch were 8.62 and 7.72 gf, respectively.
PENGAMATAN KUALITAS AIR UNTUK MENDUKUNG PERIKANAN DI WADUK CIRATA, JAWA BARAT Sri Endah Purnamaningtyas; Didi Wahju Hendro Tjahjo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.164 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.2.2008.173-180

Abstract

Pengamatan kualitas air di Waduk Cirata (luas: 6.200 ha, rata-rata kedalaman (z):34,9 m, dan ketinggian 225 m dpl) dilakukan mulai bulan Maret sampai dengan Desember 2006. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan perairan Waduk Cirata dalam mendukung kegiatan perikanan. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan pengambilan contoh air menggunakan kemmerer bottle sampler” Pengambilan contoh air dilakukan di 6 stasiun pengamatan dengan kedalaman 0,5; 2; 4,5; dan 8 m serta dasar perairan. Dari hasil pengamatan yang di peroleh selama penelitian menunjukkan bahwa kualitas air diWaduk Cirata cukup mendukung untuk kegiatan perikanan tangkap, seperti suhu berkisar antara 27,1 - 31,5°C, pH 6,5 - 8,5, O2 terlarut 0,44 - 4,72 mg per L, CO2 0 - 11,48 mg per L, N-NO2 0 - 0,259 mg per L, N-NO3 0,054 - 9,841 mg per L, NH4 0,0171 - 3,351 mg per L, NH3 0 - 3,17 mg per L, PO4 0,024 - 7,154 mg per L, dan total bahan organik 0 - 27,2 mg per L. Berdasarkan pada hasil dari analisis konsentrasi oksigen terlarut telah mengalami stratifikasi, dan klasifikasi tingkat kesuburan perairan berdasarkan pada konsentrasi fosfat, perairan ini sudah mencapai tingkat eutrofik dan hipereutrofik. Hal tersebut, berarti usaha pengembangan budi daya ikan dalam karamba jaring apung telah melebihi daya dukung perairan dan cenderung telah mencemari perairan. Observation of water quality was done in Cirata Reservoir (area: 6,200 ha, dept mean (z):34.9 m, and altitude 225 m above sea level) from March to December 2006. This research aimed to know the condition of water environment of Cirata Reservoir to support fisheries activities. The research was done using method of survey. Water samples was collected using kemmerer bottle sampler in 6 station sites at a depth of 0.5; 2; 4.5; 8 m and bottom water, respectively. The result indicated that the water quality of Cirata Reservoir was good enough for supporting t fisheries activities, namely water temperature 27.1 - 31.5°C, pH 6.5 to 8.5, DO 0.44- 4.72 mg per L, free CO2 0 - 11.48 mg per L, N-NO2 0 - 0.259 mg per L, N-NO3 0.054 - 9.841 mg per L, NH4: 0.0171 - 3.351 mg per L, NH3 0 - 3.17 mg per L, PO4 0.024 - 7.154 mg per L, organics materials 0 - 27.2 mg per L. Dissolved oxygen concentration stratification was observed, and classification mount fertility of territorial water of its phosphate concentration, this territorial water have reached storey; level of eutrofik and hipereutrofik. The mentioned mean the effort development of fish conducting in net keramba float have exceeded energy support territorial water and tend to have contaminated territorial water.
STRUKTUR UKURAN DAN FAKTOR KONDIS]IKAN TERBANG, Cheilopogon cyanopterus DAN C. spilopterus DI PERAIRAN INDONESIA TIMUR Augy Syahallatua; Asikin Djamali; Petrus Makatipu; Rusli Rentua
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2318.406 KB) | DOI: 10.15578/jppi.12.3.2006.203-210

Abstract

Kajian struktur panjang dan faktor kondisi dilakukan untuk 2 jenis ikan lebeng, Cheilopogon cyanopterus dan C. sprlopferus yang dikumpulkan antara bulan Mei sampai dengan Oktober 2005 dari 3 lokasi di perairan Indonesia timur, yaitu Selat Makassar, Laut Sulawesi, dan Laut Arafura-Contoh ikan terbang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan dengan jaring insang, diidentifkasi, diukur panjang tolal, dan dilimbang bobot. Jumlah contoh yang memadai unluk jeni6 cyanopterus ditemukan di 3 lokasi, namun untuk contoh spilopterus hanya di 2 tokasi (Laut Sulawesi dan Laut Arafura). Struktur ukuran ke-2 jenis ikan terbang ini menunjukkan bahwa keseluruhan contoh adalah ikan-ikan yang telah dewasa dan pernah memijah, walaupun panjang total jenis cyanopterus dari Selat Makassar cenderung lebih kecil dari 2 lokasi lain. Kondisi ke-2 jenis ikan ini dari 3 lokasi tidak menuniukkan perbedaan yang nyata (selama periode penelitian). Hal ini, mengindikasikan bahwa musim pemijahan yang mempengaruhi karakter fisiologis pada ke-2 j€nis ikan ini berlangsung dalam kurun waktu yang relatif sama di perairan Indonesia timur.
FAKTOR PENGELOLAAN YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI RUMPUT LAUT (Gracitaria verrucosa) DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM (STUDI KASUS DI KABUPATEN LUWU, PROVINSI SULAWEST SELATAN) Akhmad Mustafa; Erna Ratnawati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6033.593 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.7.2005.67-77

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengetahui faktor pengelolaan yang mempengaruhi produksi rumput laut di tambak tanah sulfat masam. Studi diawali dengan melihat kondisi tambak secara umumdan dilanjutkan dengan pengumpulan data secara acak dan berstruktur terhadap 30 petambak rumput laut di tambak tanah sulfat masam yang berlokasi di Desa Lamasi Pantai, KecamatanWalenrang, Kabupaten Luwu. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April 2002 dan November 2003. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi berganda denganprosedur eleminasi langkah mundur.
PERCOBAAN PEMIJAHAN IKAN BOTIA (Botia macracantha Blkr.) DILABORATORIUM Darti Satyani
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4415.04 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.5.2004.55-59

Abstract

Percobaan pemijahan ikan botia (Botia macracantha Blkr.) dilakukan di laboratorium Instalasi Riset Budidaya lkan Hias Air Tawar, Depok. Induk botia ukuran panjang standar antara 11-14 cm dengan bobot badan rata-rata 75 g dipelihara dalam 4 (empat) buah bak ukuran 1 x 1 x 0,8 m3 di laboratorium. Bak di laboratorium dilengkapi dengan sistem resirkulasi dan tutup dari fiberglas warna kecoklatan.
MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI PERIKANAN TERPADU: (STUDI KASUS DI WILAYAH PENGEMBANGAN UTAMA III, JAWA TENGAH) Agus Heri Purnomo; Siti Hajar Suryawati; Yayan Hikmayani; Elly Reswati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17234.389 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.6.2003.35-56

Abstract

Penelitian ini mencakup suatu rangkaian kegiatan studi lapang, analisis sosio-ekonomis dan pemodelan, dilaksanakan pada tahun 2002, dengan tujuan untuk merancang suatu model pengembangan industri perikanan. Contoh kasus 5 kabupaten di Propinsi Jawa Tengah (Rembang, Pati, Blora, Jepara dan Kudus) diacu untuk membangun model tersebut di lokasi penelitian, yang secara induktif dapat dikembangkan menjadi model umum yang berlaku di wilayah lain.
KERAGAMAN TRUSS MORFOMETRI IKAN NILA (oreochromis nitoticus) srRAlN 69, GIFT G-3, DAN GIFT G-6 Didik Ariyanto; Imron Imron
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6196.927 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.5.2002.11-18

Abstract

Penelitian untuk mengidentifikasi keragaman morfologi 3 strain ikan nila (oreochromis niloticus) telah dilakukan dengan menggunakin metode fruss morfometri dan Duapuluh analisis multivariasi.
DAMPAK BUDI DAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG TERHADAP PENINGK,ATAN UNSUR N DAN P DI PERAIRAN WADUK SAGULING, GIRATA, DAN JATILUHUR Adriani Sri Nastiti; Krismono Krismono; Endi Setiadi Kartamihardja
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6063.433 KB) | DOI: 10.15578/jppi.7.2.2001.22-30

Abstract

Budi daya ikan.di. Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur sampai saat ini telah berkembang pesat. Jumlah keramba jaring apung (KJA) yang aktif pada tahun 1996 di ketiga waduk sudah tidak terkontrol lagi.
PEMBERIAN PAKAN BUATAN UNTUK IKAN GABUS (Chana striatus) DALAM KERAMBA DI KALIMANTAN TIMUR Yanti Suryanti; Agus Priyadi; Ningrum Suhenda
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2710.972 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.3.1997.35-40

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kebutuhan kadar protein optimal pakan dan tingkat pemberian pakan yang efisien bagi pertumbuhan ikan gabus.

Page 13 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue