cover
Contact Name
Darwanto
Contact Email
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap
ISSN : 19078229     EISSN : 25026410     DOI : -
Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, Desember. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap memuat hasil-hasil penelitian bidang “natural history” (parameter populasi, reproduksi, kebiasaan makan dan makanan), lingkungan sumber daya ikan dan biota perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
PERKEMBANGAN PERIKANAN PELAGIS KECIL DI TELUK TOMINI: Suatu Pendekatan ke Arah Manajemen yang Bertanggung jawab Suwarso Suwarso; Bambang Sadhotomo; Wudianto Wudianto
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 6 (2007): (Desember 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.602 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.6.2007.233-244

Abstract

Kajian yang bersifat desk study telah dilakukan untuk memperoleh data dan informasi yang dapat bermanfaat sebagai pertimbangan dalam strategi pengelolaan perikanan pelagis kecil yang tepat dan bertanggungjawab di Teluk Tomini. Kajian stok tahun 2003 sampai dengan 2004 di daerah ini yang dilaksanakan oleh Balai Riset Perikanan Laut menjadi bahan utama, dilengkapi dengan hasil observasi dan monitoring terkini (tahun 2005) serta pustaka yang tersedia. Kondisi perikanan tetap bersifat skala kecil dengan ukuran armada penangkap <30 GT, terdiri atas perikanan payang atau pajala yang beroperasi di sekitar pantai dan pukat cincin mini yang beroperasi di daerah penangkapan lebih jauh di perairan Sulawesi Tengah. Tingkat eksploitasi dipertimbangkan aman, kendati upaya penangkapan berjalan cukup intensif. Kondisi lingkungan yang baik dan spesifik serta status perikanan yang berjalan saat ini dimungkinkan dapat menjamin kelestarian sumber daya yang dapat menjamin kelangsungan hasil tangkapan. Meski penambahan upaya (jumlah kapal ukuran <30 GT) dapat disarankan, namun pengelolaan secara terpadu yang melibatkan daerah-daerah otonomi sekitar dan pengelolaan bertanggungjawab yang berbasis kelestarian habitat. Hal-hal menyangkut sistim monitoring perikanan juga diuraikan.
VARIASI UKURAN DAN JENIS MANGSA DARI IKAN MADIDIHANG MUDA (IMMATURE) DAN DEWASA (MATURE) Siti Mardlijah; Mufti Petala Patria
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 1 (2010): (April 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.079 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.1.2010.65-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mangsa dan pemangsa (ikan madidihang) di perairan Marisa. Pengambilan contoh dilakukan di Marisa, Provinsi Gorontalo, pada perusahaan fillet ikan tuna. Pengamatan isi lambung dilakukan secara visual. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara pertambahan ukuran mangsa dengan ukuran ikan pemangsa (madidihang), tapi terdapat hubungan antara jenis mangsa dengan ukuran ikan pemangsa. Ikan madidihang yang berukuran besar (matang gonad) memakan tuna kecil (Auxis rochei) dan ikan pelagis kecil (Brama dussumieri dan Selar crumenopthalmus), sedangkan ikan madidihang yang belum matang gonad banyak memakan Canthigaster spp., Monacanthidae, dan Balistidae. Kanibalisme tidak terjadi di perairan Teluk Tomini. The objective of this research was to study on the relationship between predator and prey for yellowfin tuna in Tomini Bay. Sampling site were located at Marisa, Gorontalo Province in 2007. Prey composition of yellowfin tuna was visually determined. The results showed that there was no relationship between the size of yellowfin tuna and their preys, however, there was indication that different size of yellowfin tuna feed on different item of foods. Adults yellowfin tuna feed little tuna (Auxis rochei) and small pelagic fish Brama dussumieri and Selar cromenopthalmus), while immature yellowfin tuna feed mostly Canthigaster spp., Monacanthidae and Balistidae.
HUBUNGAN PANJANG BOBOT, FAKTOR KONDISI DAN STRUKTUR UKURAN IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DI PERAIRAN SELAT BALI Arief Wujdi; Suwarso Suwarso; Wudianto Wudianto
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 4, No 2 (2012): (Agustus 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.754 KB) | DOI: 10.15578/bawal.4.2.2012.83-89

Abstract

Ikan lemuru merupakan jenis ikan hasil tangkapan utama kegiatan perikanan di perairan Selat Bali yang status pemanfaatannya sudah mengalami lebih tangkap dan memerlukan upaya pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang dan bobot, faktor kondisi, serta struktur ukuran ikan lemuru di perairan Selat Bali. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2010 hingga Desember 2011 dengan metode survei dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang dan bobot ikan lemuru mengikuti persamaan W=0,007FL3,167 dan memiliki pola pertumbuhan allometrik positif (b>3) namun pada setiap bulannya mengalami perubahan pola pertumbuhan. Nilai faktor kondisi relatif berkisar antara 0,95-1,28 dan berfluktuasi setiap bulannya. Hasil ini diduga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan. Ikan lemuru berukuran kecil atau “sempenit” (<11 cmFL) banyak tertangkap pada bulan Agustus dan September 2010 serta Juli dan November 2011 dan diduga pada waktu tersebut terjadi awal rekruitmen. Bali sardinella (“lemuru”) is mostly caught by fishers in the Bali Strait waters, and its status predicted have overfishing so that it needs to manage this resources. The purpose of this study to investigate the length-weight relationship, the condition factors and size structure of lemuru in the Bali Strait waters. The data was collected through survey and direct observation in the field from August 2010 to December 2011. The result of this study shows that length-weight relationship could be described as W = 0.007 FL3, 167. Nevertheless,  it is change on the growth pattern by monthly. The value of relative condition factors of lemuru were ranging from 0.95 to 1.28 and very fluctuated by monthly. It is predicted that influenced by feed availability in Bali Strait waters. The smaal size of lemuru, namely “sempenit (<11 cmFL) are dominantly caught during August to September 2010 and July and November 2011 that indicated lemuru is recruit during those months.
KAJIAN TERHADAP OPERASIONAL KAPAL TRAWL DI PERAIRAN LAUT ARAFURA*) Wedjatmiko Wedjatmiko; Sukarniaty Sukarniaty
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 4 (2007): (April 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8931.151 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.4.2007.155-159

Abstract

Perairan Laut Arafura adalah merupakan sentra penangkapan udang dan ikan dasar (perikanan demersal) di kawasan Indonesia bagian timur. Berdasarkan pada komposisi hasil tangkapan menggunakan alat tangkap trawl (alat tangkap khusus untuk perikanan demersal) di perairan Arafura, menunjukkan bahwa jenis ikan yang merupakan hasil tangkapan sampingan sangat dominan (98.31%), sedangkan udang yang menjadi tujuan utama penangkapan hanya mencapai 1,69%. Sementara itu, komposisi hasil tangkapan non ikan (krustasea). menunjukkan bahwa hasil tangkapan udang yang komersial hanya (6,38%). Udang non komersial (5,62%) dan krustasea lain berupa rajungan, kepiting, dan udang mantis adalah sangat dominan (88%). Fenomena tersebut pada umumnya merupakan indikator penurunan populasi udang di perairan Arafura. Dampak eksploitasi kapal trawl terhadap usahaperikanan budi daya, antara lain pemanfaatan hasil tangkapan sampingan dapat digunakan sebagai tepung ikan yang merupakan bahan baku pakan buatan (pelet). Di mana pakan buatan adalah faktor yang sangat berperan untuk kegiatan budi daya perikanan. Sedangkan berdasarkan pada operasionalbanyak lokasi perairan yang tidak terjamah oleh aktivitas trawl, sehingga banyak lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi budi daya laut. Demikian juga banyak terdapat sumber daya induk komoditas perikanan budi daya. Secara tidak langsung dampak eksploitasi kapal trawl di perairan LautArafura, sangat berpengaruh positif terhadap usaha perikanan budi daya, apabila dikelola secara optimal.
PERIKANANDANASPEKBIOLOGI IKANPARI LAMPENGAN, Mobula japanica DI PERAIRANSELATAN JAWA Dharmadi Dharmadi; Mas Tri Djoko Sunarno; Isa Nagib Edrus
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.055 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.369-376

Abstract

Ikan pari merupakan salah satu jenis ikan yang banyak didaratkan berasal dari Selatan Jawa. Salah satu jenis ikanpari yang belum banyak dilakukan penelitian adalah ikan pari lampengan (Mobula japanica). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang perikanan dan aspek biologi jenis ikan tersebut di perairan Selatan Jawa sebagai informasi dasar bagi penentuan kebijakan pengelolaan perikanan Elasmobranchii. Penelitian menggunakan metode survei yang berlangsung dari Januari hingga Desember 2010 di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap-Jawa Tengah. Sejumlah 165 ikan pari yang tertangkap oleh jaring insang diamati tingkat kematangan seksual, tingkat kematangan gonad, jenis kelamin dan ukuran lebar cawannya.Wawancara dilakukan terhadap para nelayan dan nahkoda kapal yang menangkap ikan pari lampengen tersebut secara langsung dan atau oleh enumerator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangkapan per satuan usaha (CPUE) ikan pari lampengan bervariasi, yakni tertinggi pada bulan Juli (22,6 kg/ hari) dan terendah pada bulan Oktober (6,6 kg/hari). Frekuensi lebar tubuh ikan pari lempengen terendah terdapat pada ukuran antara 100-140 cmdenganmodus 120 cmyang termasuk kelompokmuda, sedangkan ukuran antara 150- 200 cm dengan modus 170 cm, termasuk kelompok dewasa. Frekuensi lebar tubuh tertinggi terdapat pada ukuran antara 200-260 cmdenganmodus 230 cm. Ikan pari lempengen sedikitnya terdiri atas 3 kelompok umur dengan modus sebaran lebar tubuh masing-masing 120, 170, dan 230 cm. Hubungan lebar tubuh (y) dan panjang klasper (x)mengikuti persamaan y=0,3784e0,0131x (r2=0,85), semakin bertambah lebar tubuh semakin bertambah panjang klaspernya.Perbandingan kelamin jantan dan betina adalah tidak seimbang (1,5:1). Sebagian besar kelompok umur ikan pari lampengan yang tertangkap tergolong usia muda, yang belummencapai pertumbuhan optimum(growth over fishing). Stingray is one of the species of fish that many landed came from the South of Java. One of the species that have not many research is JapaneseDevilray (Mobula japanica). The purpose of this study was to determine fisheries and biological aspects of Japanese Devilray, Mobula japanica in Indian Ocean as basic information for managing the elasmobranches fisheries. This study was conducted from January to December 2010 in the Ocean Fishing Port of Cilacap, Central Java. A total number of 165 individu of M. japanica caught by seine net and tuna longline were observed during the sampling periods. Body wide, sex, and gonadmaturation of those fishes were analyzed. Interviewswere also done to the fisherman and fishing master. The results showed that the body width of stingrays, M. japanica had the lowest frequency between 100-140 cm with mode of 120 cm,and grouped as young fish.Other groups has body width between 150-200 cm with mode 170 cm, and grouped as adult fishes. While the frequency of the highest body width was between 200-260 cm and 230 cmmode. At least, there were 3 cohorts ofM. japanica found in this study with the body width mode of 120, 170 and 230 cm. Exponential relationship between body width (y) and claspers’ length (x) was observed forM. japanica, that expressed by equation: y=0.3784e 0.0131x (r2=0.85), that mean the more width fish body, the more increase claspers’ length. Unbalance sex ratio of 1.5:1 was observed for this fish. CPUE for M. japanica were varied between 6,6 kg/day during October and 22,6 kg/day 0n July. Most of fish caught were young fishes under their maturity stages that indicated a tendency of growth over fishing.
HUBUNGAN IKAN PELAGIS DENGAN KONSENTRASI KLOROFIL-A DI LAUT JAWA Kamaluddin Kasim; Setiya Triharyuni; Arief Wujdi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 6, No 1 (2014): (April 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.812 KB) | DOI: 10.15578/bawal.6.1.2014.21-29

Abstract

Klorofil-a banyak ditemukan pada fitoplankton dan menjadi indikator kesuburan perairan. Keberadaan fitoplankton ditandai dengan kandungan klorofil-a yang tinggi dan diikuti oleh keberadaan zooplankton yang akhirnya mempengaruhi keberadaan organisme perairan lainnya seperti ikan pelagis kecil maupun ikan pelagis besar sebagai suatu rantai makanan. Interaksi antara konsentrasi klorofil-a terhadap keberadaan dan konsentrasi ikan pelagis di Laut Jawa belum banyak diketahui. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan interaksi antara klorofil-a terhadap konsentrasi ikan pelagis. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data runtun waktu hasil tangkapan beberapa jenis pelagis besar dan kecil yang didaratkan di PPI Pekalongan tahun 2007-2011 serta data runtun waktu konsentrasi klorofil-a dari perairan utara Jawa yang diperoleh dari informasi sekunder.Metode analisis korelasi linear sederhana (bivariate correlation) digunakan untukmengetahui ada atau tidaknya pengaruh antar variabel klorofil-a dan konsentrasi ikan pelagis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan layang (Decapterus russelli) paling nyata mendapat pengaruh dari konsentrasi klorofil-a (P<0,05) dan berkorelasi positif terhadap konsentrasi klorofil-a dengan nilai koefisien korelasi ( r ) sebesar 0,56, sedangkan ikan pelagis lainnya berkorelasi negatif. Ikan tongkol (Euthynnus affinis) posisinya menempati rantai makanan paling tinggi sebagai pemangsa, mempunyai korelasi positif (r = 0,5) terhadap Rastrelliger kanagurta dan r = 0,56 terhadap Amblygaster sirm.Chlorophyll-a is a light-absorbing pigment that can be found in photosynthetic organisms such as algae and phytoplankton. The evidence of phytoplankton that indicated by high contents of chlorophyll-a may followed the evidence of zooplankton and other micro aquatic organism as a food chain component. An overview of interrelationships between chlorophyll-a and pelagic fishes in the waters around Java Sea have not much investigated. The research was attempted to study the interaction between chlorophyll-a abundance and the abundance of small and large pelagic as well as relationship among small and large pelagic as prey-predators component. Research conducted by collecting time series catch data of small and large pelagic species landed at PPI Pekalongan during the period of 2006-2012, as well as the data of chlorophyll-a abundance through previous research studies. The results showed that layang (Decapterus russelli) was the most significant species that positively correlated to abundance of chlorophyll-a (P < 0.05) with value of r = 0.6. while others pelagic species have negative correlation. As a predator species, tongkol (Euthynnus affinis) was positively correlated ( r = 0.5) to the abundance of banyar (Rastrelliger kanagurta) as well as juwi (Amblygaster sirm) with r value 0.56.
KERAGAAN ALAT TANGKAP DAN JENIS IKAN DI PERAIRAN SUNGAI SIAK, PROVINSI RIAU Khoirul Fatah; Makri Makri
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 1 (2010): (April 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4219.952 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.1.2010.1-8

Abstract

Sungai Siak merupakan salah satu Sungai besar yang mengalir di Provinsi Riau yang memiliki banyak fungsi salah satu dari fungsi tersebut adalah usaha penangkapan ikan. Kegiatan penangkapan ikan di Sungai Siak menggunakan alat tangkap yang bersifat tradisional dan dilakukan secara kelompok atau perorangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis alat tangkap jenis ikan, kelimpahan relatif, dan keanekaragaman jenis ikan yang ada di perairan Sungai Siakpada tahun 2008. Pengambilan data dilakukan di perairan Sungai Siak mulai dari Kuala Tapung sampai Muara Mandau. Pengambilan data alat tangkap dilakukan terhadap nelayan yang sedang mengoperasikan alat tangkap tersebut, sedang pengambilan data jenis dan hasil tangkapan ikan dilakukan secara langsung di lapangan. Pengumpulan data bulanan jenis dan hasil tangkapan dibantu oleh nelayan setempat sebagai enumerator. Hasil penelitian menunjukan terdapat delapanjenis alat tangkap yang beroperasi di Sungai Siak mulai dari Kuala Tapung sampai Muara Mandau yaitu jaring, rawai, tajur, luka, pengilar, belad, dan jala. Alat tangkap jaring dan jala jumlah dan sebarannya paling banyak ditemukan di sepanjang Sungai Siak mulai dari Kuala Tapung sampai Muara Mandau, lalu disusul alat tangkap belad. Untuk jenis ikan ditemukan 60 jenis ikan yang tertangkap dari berbagai jenis alat tangkap, ikan tersebut berasal dari 12 famili dan satu jenis krustacea yaitu udang galah (Macrobrachium rosenbergii), dari 12 famili tersebut kelimpahan relatif didominansi oleh famili Cyprinidae dan Engraulidae baik pada bulan Juni, Agustus, dan Oktober. Jika dilihat dari nilai Indeks keanekaragaman pada beberapa stasiun Sungai Siak mempunyai nilai indeks berkisar antara 0,5-3,0. Siak River one of the biggest river at Riau Province has a multipurpose function including fisheries. Fishing activity at the river used a traditional gear which was operated by individual or group fisherman. A study aimed to investigate number and type of fishing gears, fish species caught, relative abundance and fish diversity of the Siak River was conducted from Kuala Tapung until Muara Mandau in 2008. Data of fishing were collected from the fisherman operated the fishing gears. Monthly data on fish species caught and fish yield were collected directly by enumerator. Results of the study showed that eight kinds of fishing gears, namely gillnets, long line, hand line, traps (luka, pengilar, and belad), filtering device, and cast net were operated. The dominant fishing gear operated was gillnet and cast net and filtering device in the next. About sixty fish species from the twelve families and giant freshwaters prawn (Macrobrachium rosenbergii) were caught using those fishing gears. During June, August, and October, the relative abundance of the fish species was dominated by family of Cyprinidae and Engraulidae. The fish diversity index of the Siak River ranged from 0.5-3.0.
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN MADIDIHANG (Thunnus albacares Bonnatere 1788) DI TELUK TOMINI Siti Mardlijah; Mufti Petala Patria
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 4, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2927.564 KB) | DOI: 10.15578/bawal.4.1.2012.27-34

Abstract

Penelitian biologi reproduksi bertujuan untuk mengetahui perkembangan gonad dan panjang pertama kali matang gonad ikan madidihang yang tertangkap di perairan Teluk Tomini. Jumlah sampel telur sebanyak 74 contoh dan sampel testes sebanyak 90 contoh dikumpulkan melalui tempat pendaratan ikan di Marisa, Gorontalo pada tahun 2007. Tingkat kematangan gonad diamati secara visual dan pembuatan preparat histologis serta analisis Gonado Somatic Index (GSI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemijahan ikan madidihang diperkirakan terjadi pada bulan Desember dan panjang pertama kali matang gonad pada ukuran 94 cm FL. Nisbah kelamin ikan madidihang jantan dan betina adalah seimbang. The objective of research on reproductive biology of yellowfin tuna is to study  gonad development and its length at first maturity.Gonad development were determined through the examination of 74 yellowfin ovaries samples and 90 testes samples collected from Marisa, Gorontalo in 2007.  Gonad maturity stages were identified histologically. Sexual maturity stages was identified through visual analyzed, preparation on histology and Gonado Somatic Index (GSI). The result showed that spawning season of yellowfin tuna in Tomini Bay occured in December.Meanwhile length at first maturity at 94,8 cm FL. The ratio of males and females of yellowfin tuna is well-balanced.
PENGELOLAAN SUAKA PERIKANAN DANAU BAKUOK KABUPATEN KAMPAR RIAU Khairul Amri; Dadiek Prasetyo
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 3 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.355 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.3.2008.107-112

Abstract

Danau Bakuok yang terletak di Kabupaten Kampar merupakan salah satu contoh suaka perikanan di Propinsi Riau yang penetapan dan pengelolaannya berdasarkan hukum adat. Berbagai jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis penting terdapat di danau ini antara lain ikan patin (Pangasius sp.), ikanlais (Kryptopterus spp.), dan baung (Hemibagrus nemurus sinonim Mystus nemurus), serta ikan motan (Thynnichthys thynnoides) yang merupakan jenis ikan khas Danau Bakuok. Kegiatan penangkapan ikan hanya boleh dilakukan 1 kali dalam 1 tahun yang dinamakan sebagai acara ma’awuo dan dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan. Hasil tangkapan ikan setiap tahun cenderung menurun dan diduga telah terjadi penurunan stok sumber daya ikan. Untuk memperbaiki kondisi ini, pada tahun 2004 pemerintah Propinsi Riau melakukan upaya pengkayaan stok (restocking) berupa penebaran benih ikan baung.
DINAMIKA POPULASI DAN LAJU PEMANFAATAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI WADUK SEMPOR, JAWA TENGAH Aisyah Aisyah Aisyah; Chairulwan Umar; Setiya Triharyuni; Husnah Husnah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 10, No 1 (2018): April (2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.108 KB) | DOI: 10.15578/bawal.10.1.2018.29-38

Abstract

Ikan bandeng (Chanos chanos) di Waduk Sempor diintroduksi pada tahun 2014 melalui penerapan teknologi perikanan tangkap berbasis budidaya (Culture Based Fisheries, CBF). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan bandeng melalui pengamatan parameter pertumbuhan dan biologi populasinya di Waduk Sempor, Jawa Tengah. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil pencatatan enumerator periode September 2014 sampai– Desember 2015. Kajian dinamika populasi ikan bandeng yang meliputi laju pertumbuhan, laju kematian dan tingkat pemanfaatan mengacu pada persamaan Von Bertalanffy dan turunannya. Aspek biologi meliputi hubungan panjang berat mengacu pada model logistik, serta faktor kondisi. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter pertumbuhan panjang-asimtotik L∞ = 55,97 cm TL dan K= 0,38 per tahun. Laju kematian total (Z) = 1,17 per tahun, kematian alami (M) = 0,56 per tahun, kematian akibat penangkapan (F) = 0,61 per tahun serta laju eksploitasi (E) = 0,5. Pertumbuhan populasi dan laju pemanfaatan menunjukkan bahwa bandeng sudah dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat di sekitar Waduk Sempor.Milkfish (Chanos chanos) was introduced at 2014 in the Sempor Reservoir through culture based fisheries (CBF) technology. This study aims to evaluate population growth of the milkfish in Sempor Reservoir. Data were collected from September 2015 to December. Analysis of length-weight relationship is refers to logistic model, population dynamic like growth rate, mortality and mortality rate are refers to Von Bertalanffy. Biology of population like length-weight relationship are refers to logistic model, and condition factor. The results showed that growth parameters were L∞ = 55.97 cm TL and K = 0.38 year-1. Total mortality (Z) = 1.17 year-1; M = 0.56 year-1; F = 0.61 year-1; and E=0.5. This finding stated that the growth rate and exploitation rate of Milkfish  in the Sempor Reservoir has been optimally exploited.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 3 (2025): Desember 2025 Vol 17, No 2 (2025): Agustus 2025 Vol 17, No 1 (2025): April 2025 Vol 16, No 3 (2024): Desember 2024 Vol 16, No 2 (2024): AGUSTUS 2024 Vol 16, No 1 (2024): (APRIL) 2024 Vol 15, No 3 (2023): (DESEMBER) 2023 Vol 15, No 2 (2023): (AGUSTUS) 2023 Vol 15, No 1 (2023): (APRIL) 2023 Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022 Vol 14, No 2 (2022): (Agustus) 2022 Vol 14, No 1 (2022): (APRIL) 2022 Vol 13, No 3 (2021): (DESEMBER) 2021 Vol 13, No 2 (2021): (AGUSTUS) 2021 Vol 13, No 1 (2021): (April) 2021 Vol 12, No 3 (2020): (Desember) 2020 Vol 12, No 2 (2020): (AGUSTUS) 2020 Vol 12, No 1 (2020): (April) 2020 Vol 11, No 3 (2019): (Desember) 2019 Vol 11, No 2 (2019): (Agustus) 2019 Vol 11, No 1 (2019): (April) 2019 Vol 10, No 3 (2018): (Desember) 2018 Vol 10, No 2 (2018): (Agustus) 2018 Vol 10, No 1 (2018): April (2018) Vol 9, No 3 (2017): (Desember) 2017 Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017) Vol 9, No 1 (2017): (April, 2017) Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016) Vol 8, No 2 (2016): (Agustus 2016) Vol 8, No 1 (2016): (April 2016) Vol 7, No 3 (2015): (Desember 2015) Vol 7, No 2 (2015): (Agustus 2015) Vol 7, No 1 (2015): (April 2015) Vol 6, No 3 (2014): (Desember 2014) Vol 6, No 2 (2014): (Agustus 2014) Vol 6, No 1 (2014): (April 2014) Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013) Vol 5, No 2 (2013): (Agustus 2013) Vol 5, No 1 (2013): (April 2013) Vol 4, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 4, No 2 (2012): (Agustus 2012) Vol 4, No 1 (2012): (April 2012) Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011) Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011) Vol 3, No 4 (2011): (April 2011) Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010) Vol 3, No 2 (2010): (Agustus 2010) Vol 3, No 1 (2010): (April 2010) Vol 2, No 6 (2009): (Desember 2009) Vol 2, No 5 (2009): (Agustus 2009) Vol 2, No 4 (2009): (April 2009) Vol 2, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 2, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 2, No 1 (2008): (April 2008) Vol 1, No 6 (2007): (Desember 2007) Vol 1, No 5 (2007): (Agustus 2007) Vol 1, No 4 (2007): (April 2007) Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 1, No 1 (2006): (April 2006) More Issue