cover
Contact Name
I Putu Ariana
Contact Email
tuariana28@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
tuariana28@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
ISSN : 20858388     EISSN : 25807358     DOI : 10.36733/sphota
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 1 (2014): Sphota" : 6 Documents clear
PERGESERAN STRUKTUR KALIMAT DEKLARATIF DALAM TERJEMAHAN ILOKUSI BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA DALAM NOVEL System, Administrator; -, I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi
Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra Vol 6 No 1 (2014): Sphota
Publisher : Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.048 KB)

Abstract

                                    Penelitian ini menganalisis tentang pergesersan bentuk kalimat yang mengandung makna ilokusi dalam Bahasa inggris ke dalam Bahasa Indonesia dalam novel “Family Album”  oleh Danielle Steel (1989) dan “Album Keluarga” oleh Prajoko (2005). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses terjemahan dalam hal pergeseran bentuk terjemahan. Teori yang diaplikasikan dalam studi ini adalah berdasarkan teori Larson (1998) dan teori yang digunakan untuk menunjang adalah teori dari Searle (1979), teori kesepadanan  oleh Nida (1974) dan Baker (1991). Data diambil dari novel asli dan terjemahannya yang berjudul “Family Album” oleh Steel (1989) dan terjemahannya “Album Keluarga” oleh Prajoko (2005). Data yang terkumpul diklasifikasikan sesuai dengan bentuk-bentuk perubahan kalimat dalm terjemahan, kemudian data di analisa secara deskriptif sesuai dengan teori yang diaplikasikan dalam studi ini.                         Terdapat beberapa ekspresi kalimat yang ditemukan mengalami pergeseran. Ekspresi dalam kalimat-kalimat tersebut dipergunakan untuk menyqampaikan makna-makna yang beragam. Sebagai Contoh: kalimat declaratif yang mengandung nasihat (pergeseran dari bentuk kalimat ‘declaratif’ ke dalam bentuk ‘imperatif’), kalimat yang mengandung ekpresi tidak percaya (pergeseran terjadi dari bentuk kalimat deklaratif ke dalam bentuk kalimat Tanya).                                                                                                                  Kata Kunci : Pergeseran, Makna Ilokusi, proses terjemahan
DIKSI DAN STRUKTUR MORFOLOGIS BAHASA INDONESIA PADA WACANA HIBURAN DI SALURAN TV NASIONAL System, Administrator; -, I Komang Sulatra
Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra Vol 6 No 1 (2014): Sphota
Publisher : Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.719 KB)

Abstract

This study investigates the use of Indonesian language in entertainment programs on national TV channels. Entertainment programs which dominate the Indonesian TV channels show the variation of Indonesian language in high degree. The variations were described in the diction used and also the morphological processes of the words uttered by the actors or actresses who are involved in the communication process. TV program has a big impact to the Indonesian language, as what Pastika (2008) stated that the used of pidgin language has lessen the quality of Indonesian. From the samples of entertainment programs it was found that the dictions were dominated by the use of non-standard form and slang. The morphological variations occur in the used of affixes such as prefix, suffix, and  simulfiks (combination of prefix and suffix) ; (1) prefix meng- becomes ng-/nge-, (2) prefix ter- becomes ke-. (3) sufix -in and sufiks -i, (4) combination of  meng- + -kan becomes nge- + -in, and combination of di- + -kan becomes di- + -in  Besides affixation, the other morphological process are clipping and blending. The used of non-standard form and slang which dominate the utterance of the actors and actresses has also influenced the used of Indonesian language in real communication of the Indonesian society. It is because there is a big tendency that the audience will imitate their idols   Key words: diction, morphological process, affix, entertainment, and Television
ADJEKTIVA BAHASA BALI System, Administrator; -, I Wayan Budiarta
Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra Vol 6 No 1 (2014): Sphota
Publisher : Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.533 KB)

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini berjudul adjektiva bahasa Bali. Tulisan ini mencoba mengungkap keunikan-keunikan perilaku gramatikal adjektiva dalam bahasa Bali. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena adjektiva yang memiliki perilkau gramatikal yang mirip seperti kelas kata lain, seperti verba dan nomina. Teori yang diaplikasikan dalam tulisan ini berasal dari Dixon (2010) yang berjudul Basic Grammatical Theory. Data penelitian ini merupakan data lisan yang bersumber dari penutur asli bahasa Bali. Terdapat lima responden yang dipilih dalam penelitian ini. Lebih lanjut, data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metedo wawancara dan observasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Adjektiva bahasa Bali dapat digabungkan dengan nomina untuk membentuk frasa nomina di mana fungsi adjektiva tersebut adalah sebagai modifier. Terdapat enam buah afiks (imbuhan) yang menyebabkan perubahan perilaku gramatikal. Afiks tersebut adalah: (1):sufiks –ang, (2) kombinasi dari afiks –ang and –a, (3) sufiks –in, (4) kombinasi dari sufiks –in and –a, (5) sufiks –an, dan (6) konfiks ng-ang. Permarkah aspek, tense, dan modus dapat dilekatkan pada adjektiva bahasa Bali, dan Adjektiva bahasa Bali merupakan kelas kata yang hnaya dapat membentuk struktur komparatif.   Kata kunci: Adjektiva, bahasa Bali, perilaku gramatikal, modofier
PERANAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI DALAM PENCARIAN MAKNA VERBA BAHASA BALI “RASA PADA ANGGOTA TUBUH” System, Administrator; -, Ni Nyoman Tri Sukarsih; -, Ni Made Diana Erfiani
Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra Vol 6 No 1 (2014): Sphota
Publisher : Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.836 KB)

Abstract

                     Verba Bahasa Bali  â€˜merasakan’ dapat diekspresikan dengan beberapa jenis leksikon yang memiliki medan makna yang sama yaitu rasa sakit pada anggota tubuh.  Melalui pendekatan MSA (Metabahasa Semantik Alami) dapat diungkap bahwa masing-masing leksikon memiliki makna yang berbeda meskipun  berada pada medan makna yang sama. Hal ini terjadi karena ciri semantik setiap leksikon bisa digambarkan melalui telaah mendalam metabahasa yaitu dengan mengungkap ciri makna asalinya sehingga perbedaan makna yang halus sekalipun bisa dipetakan. Teori NSM (Natural Semantic Metalanguage) mampu membedah sehingga menghasilkan analisis yang mendekati postulat ilmu semantik, yakni satu bentuk untuk satu makna dan satu makna diungkap satu butir leksikon.   Kata kunci: Verba Merasakan, Makna Asali  
MAKNA TANDA VERBAL DAN NON-VERBAL PADA IKLAN “WAFER TANGO” System, Administrator; -, Desak Putu Eka Pratiwi
Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra Vol 6 No 1 (2014): Sphota
Publisher : Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.011 KB)

Abstract

Abstrak   Tujuan dari bahasa iklan yaitu untuk menarik perhatian publik terhadap produk yang diiklankan.  Oleh sebab itu bahasa iklan bersifat persuasif dan selalu berusaha mengedepankan keunggulan dan keunikan produk yang diiklankan sehingga orang-orang tertarik untuk membeli produk tersebut.  Bahasa iklan adalah bahasa yang sangat unik  sebab untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pengiklan seringkali menggunakan bahasa yang ‘tidak biasa‘  bahkan melanggar peraturan tata bahasa yang berlaku.  Fenomena ini sangat menarik untuk ditelaah lebih mendalam.  Secara umum, iklan diketahui sebagai sekumpulan tanda-tanda yang bebas ditafsiri.  Tanda-tanda yang digunakan dalam iklan terdiri atas dua jenis, yaitu verbal dan non-verbal. Tanda verbal adalah bahasa yang kita kenal dan tanda non-verbal adalah bentuk dan warna yang disajikan dalam iklan.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah makna tanda verbal dan non-verbal yang terdapat pada iklan “”Wafer Tango”.Data dari penelitian ini diambil dari iklan TV.Iklan TV dipilih sebagai sumber data dalam penelitian ini sebab iklan TV memiliki kelebihan dibandingkan dengan iklan cetak.Kelebihan iklan TVterletak pada kemungkinan diterimanya tiga kekuatan makna sekaligus, yaitu narasi, suara, dan visual.Metode dokumentasi dan observasi diterapkan untuk mendapatkan data penelitian berbentuk kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semantik dari Palmer (2001) dan pragmatik dari Yule (1996).Kedua teori tersebut digunakan untuk menganalisis makna tanda verbal.Sementara itu, teori semiotik dari Barthes (1998) digunakan untuk menganalisis makna tanda non-verbal.Analisis data disajikan dengan metode informal.  Hasil penelitian menunjukkan baik tanda verbal maupun non-verbal pada iklan “Wafer Tango” memiliki makna tersembunyi atau makna konotasi.   Kata kunci: iklan, tanda, verbal, non-verbal 
Sikap Santun Tuturan orang Jepang dalam Statusnya sebagai Wisatawan Jepang yang Datang Ke Travel His Rimba Jimbaran System, Administrator; -, Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra Vol 6 No 1 (2014): Sphota
Publisher : Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.424 KB)

Abstract

                                                                    Abstrak         Kesantunan sama dengan tata krama atau etiket yaitu tata cara, adat atau kebiasaan yang berlaku dalam suatu masyarakat beradab untuk memelihara hubungan baik antara sesama manusia. Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi persyaratan yang disepakati dalam perilaku sosial. Selain itu juga, kesantunan sangat kontekstual, yakni berlaku dalam suatu masyarakat, tempat, atau situasi tertentu, tetapi belum tentu berlaku bagi masyarakat, tempat atau situasi lain. Sehingga dalam intrekasi agar terjalin situasi harmonis tetap berpegang pada Latar fisik dan Psikologis ( Setting n Scene), Peserta tutur ( Partisipants), Tujuan Tutur ( Ends), Urutan Tindak ( Acts), Nada Tutur ( Keys), Saluran Tutur ( Instruments), Norma Tutur (Norms) dan Jenis Tutur ( Genres) dan disingkat menjadi SPEAKING. Pada tuturan wisatawan Jepang dapat dilihat nilai santun walau dalam statusnya sebagai tamu yang datang kepulau Bali untuk menikmati liburan tetap berpegang teguh pada norma santun dengan tujuan untuk menjalin hubungan yang baik antara wisaatan Jepang dengan berbagai pihak pariwisata khususnya staf gro di lingkungan kantaor cabang His Rimba Jimbaran. Kata kunci : Kesantunan, kontekstual

Page 1 of 1 | Total Record : 6