cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Current Trends in Aquatic Science
Published by Universitas Udayana
ISSN : 26217368     EISSN : 26217473     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2020)" : 16 Documents clear
Perbandingan Struktur Komunitas Ophiuroidea pada Zona Intertidal di Perairan Pantai Segara Samuh dan Pantai Melasti, Badung, Bali Debi Bunga Novitasari; I Wayan Arthana; Endang Wulandari Suryaningtyas
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada perairan Pantai Segara Samuh dan Pantai Melasti, Badung, Bali pada bulan Januari hingga Maret 2018. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan struktur komunitas Ophiuroidea dan mengetahui kondisi fisika kimia perairan pada kedua pantai tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Di Pantai Segara Samuh ditemukan 5 spesies, sedangkan di Pantai Melasti ditemukan 6 spesies. Ophiocoma schoenlenii merupakan spesies yang hanya ditemukan pada Pantai Melasti. Berdasarkan hasil perhitungan, Kelimpahan total pada Pantai Segara Samuh sebesar 109,9 ind/m2 sedangkan Pantai Melasti sebesar 124,133 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman pada Pantai Segara Samuh sebesar 1,604 sedangkan Pantai Melasti sebesar 1,687. Berdasarkan kriteria indeks keanekaragaman Shannon-wiener, keanekaragaman Ophiiuroidea kedua pantai tersebut tergolong keanekaragaman sedang. Nilai indeks keseragaman pada Pantai Segara Samuh sebesar 0,997 sedangkan Pantai Melasti sebesar 0,941. Berdasarkan nilai tersebut, Pantai Segara Samuh dan Pantai Melasti tergolong dalam keseragaman tinggi yang mengacu pada Odum (1971). Nilai indeks dominansi pada Pantai Segara Samuh sebesar 0,202 sedangkan pada Pantai Melasti sebesar 0,194. Berdasarkan kriteria nilai indeks dominansi Simpson (1949), kedua pantai tersebut memiliki nilai dominansi tergolong rendah. Hasil pengukuran kualitas air di perairan Pantai Segara Samuh berkisar 7,7 (pH); 5,5-56 mg/L (DO); 30-30,8 ppt (salinitas); dan 29,6-30oC (suhu). Sementara untuk perairan pantai Melasti berkisar 7,5-7,7 (pH); 5,6-5,7 mg/L (DO); 29,3-30 ppt (salinitas); dan 29,6-30,5oC (suhu). Perairan pada kedua pantai tersebut tergolong optimal bagi pertumbuhan Ophiuroidea. Substrat pada kedua pantai dimana Ophiuroidea ditemukan berupa pasir berkarang, pasir, karang dan pecahan karang.
Analisis Kandungan Karbon, Nitrogen Dan Jumlah Total Bakteri Pada Substrat Dasar Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Pada Pertengahan Masa Tanam Di Desa Sanggalangit, Gerokgak, Buleleng, Bali. Nopita Sari Nadapdap; Ima Yudha Perwira; Ni Made Ernawati
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the content of organic carbon, total nitrogen (TN), the total number of bacteria (TB) and the level of decomposition of organic matter in the bottom substrate of shrimp vannamei ponds (Litopenaeus vannamei) in Sanggalangit Village, Gerokgak District, Buleleng, Bali. Organic matter that is constantly accumulating on the pond bottom substrate can reduce the quality of the water. Data was collected in February-May 2019 using purposive sampling method with the number of ponds studied as many as 9 ponds. This research uses quantitative descriptive methods. Measurement of total nitrogen is done using the Indophenol method, organic carbon using the Walkley and Black method and total bacteria using the TPC (Total Plate Count) method. The results of this study obtained an average value of 29.34% organic carbon content, 1.15% total nitrogen and 15.2×106 total bacteria. The level of decomposition of organic matter in vannamei shrimp ponds (Litopenaeus vannamei) in Sanggalangit Village was included in the balanced category (C/N = 29.37). The measured C/N ratio indicates that the decomposition process of organic matter is going well so that the exchange of nutrients from the substrate to the pond water media is going well in supporting the pond productivity.
Kajian Stok Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Muncar Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur I Nyoman Sastra Adi Putra; I Wayan Restu; Rani Ekawaty
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemuru fish are pelagic fish that live in shallow marine waters, live in groups, and one of species found at the surface water. The largest population of Lemuru fish in Indonesia is found in the Bali Strait. Based on existing data, the Lemuru condition in Bali Strait waters in particular landed at the Fishery Port of Muncar Beach has decreased. Therefore, a research effort should be made to determine the condition of Lemuru at the Muncar Beach Fishery Port. This study was aimed to determine the distribution of length frequencies, growth pattern, and the stock condition of Lemuru. The study was conducted from May to September 2017. The method used in this study was descriptive research method. Samples of Lemuru are taken randomly and directly from the fishermen's catch, production data, and the number of fishing gear and trip was asked directly from Muncar Fishing Port agency. Results showed the total length frequency distribution of Lemuru fish highest in the 135-137mm long hose from the 120-149 mm interval obtained. The relationship between the length and weight of the Lemuru Fish obtained, follows the equation W=4E-05L2.7677 and negative allometric growth pattern (b<3) which means the length growth more dominant compared to the weight growth. The stock condition of Sardinella lemuru with the TAC value obtained with the amount of 30.940 tons per year and the optimum catches effort or fMsy was 26.802 trips per year. Catched results in 2007 has exceeded from TAC value and catches effort in the last ten years found to be outstrip from the optimum catches effort or fMSY.
Komperatif Studi Pertumbuhan Terumbu Karang Jenis Acropora, Montipora dan Stylophora Dengan Teknik Transplantasi Di Perairan Pantai Serangan Denpasar, Bali Pande Adhitya Prabhuwinata; I Wayan Restu; Ni Made Ernawati
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transplantasi karang merupakan salah satu cara merehabilitasi karang. Transplantasi karang merupakan suatu teknik penanaman karang baru dengan metode fragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan karang genus Acropora, Montipora dan Stylophora. Penelitian ini dilakuakan selama 3 bulan, yaitu pada bulan April hingga Juni 2018. Pertumbuhan karang diukur setiap 2 minggu sekali dengan menggunakan alat jangka sorong. Pengamatan pertumbuhan pada fragmen karang dilakukan dengan mengukur dimensi pertumbuhan yang terdiri dari pertambahan lebar dan tinggi karang. Hasil penelitian menunjukan bahwa karang genus Montipora memiliki tingkat pertumbuhan paling tinggi sebesar 1,40 cm kemudian Acropora dengan tingkat pertumbuhan sebesar 1,30 cm dan Stylophora sebesar 1,00 cm. Pertumbuhan lebar karang tertinggi adalah genus Montipora sebesar 1,85 cm, Stylophora dengan nilai 1,46 cm dan yang terendah genus Acropora dengan nilai 1,29 cm. Tingkat kelangsungan hidup karang selama penelitian menunjukan karang dapat bertahan hidup selama 4 minggu dan mulai mengalami penurunan pada 2 minggu penelitian berikutnya. Secara keseluruhan karang genus Acropora dan Stylopora memiliki tingkat kelangsungan hidup tertinggi yaitu 90 %, sedangkan karang genus Montipora memiliki tingkat kelangsungan hidup terendah yaitu 83,3%.
Hubungan Keanekaragaman Makrozoobentos dengan Kerapatan Lamun di Pantai Semawang Sanur Bali Habibatus Sholihah; I Wayan Arthana; Rani Ekawaty
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Semawang Sanur Bali memiliki Ekosistem padang lamun dengan daratan yang landai, hamparan lamun yang cukup luas dan biota makrozoobentos yang beranekaragam. Kegiatan pariwisata dan nelayan yang berlebihan diduga dapat mengganggu kelestarian ekosistem padang lamun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keanekaragaman makrozoobentos dengan kerapatan lamun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2018. Pengambilan sampel makrozoobentos dan lamun menggunakan transek kuadrat 1 m x 1 m di 25 titik (5 stasiun) dengan jarak antar titik 50 m. sampel makrozoobentos dalam luasan transek diambil menggunakan sekop dan sampel lamun dihitung tegakannya. Di Pantai ini ditemukan 4 filum, 8 kelas dan 58 spesies makrozoobentos. Kelas yang mendominasi adalah kelas gastropoda. Kemudian ditemukan 6 spesies lamun dengan kerapatan jenis tertinggi yaitu Thalassia hemprichii. Nilai indeks keanekaragaman makrozoobentos di Pantai Semawang sebesar 1,76 yang tergolong dalam kategori sedang. Nilai indeks keseragaman makrozoobentos sebesar 0,96 yang termasuk dalam kategori tinggi. Nilai indeks dominansi makrozoobentos sebesar 0,20 yang tergolong dalam kategori rendah. Sedangkan hasil kerapatan lamun sebesar 362 tegakan/m2 yang berarti tumbuhan lamun di Pantai ini tergolong sangat rapat. Berdasarkan hasil analisis bahwa hubungan keanekaragaman makrozoobentos dan kerapatan lamun berbanding terbalik yaitu semakin tinggi keanekaragaman makrozoobentos, maka semakin rendah kerapatan lamunnya. Begitu juga sebaliknya.
Optimasi Dosis Formalin Sebagai Desinfektan Dalam Media Pemeliharaan Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Larva Lobster Pasir (Panulirus homarus) I Gede Yoga Vikannada Giri; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Ni Putu Putri Wijayanti; Bedjo Slamet
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis formalin yang paling optimum sebagai desinfektan dalam media pemeliharaan terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva Lobster Pasir (Panulirus homarus). Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan S0 (kontrol) dilakukan dengan tanpa penambahan formalin, sedangkan perlakuan S1 (penambahan formalin 10 ppm), S2 (20 ppm), dan S3 (30 ppm). Parameter yang diamati yaitu panjang total, kelangsungan hidup (SR), parasit penyebab penyakit pada larva lobster, dan parameter kualitas air. Data diuji secara statistik menggunakan one way ANOVA dan software SPSS 18. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa penggunaan formalin berpengaruh nyata terhadap peluang timbulnya penyakit (p<0,05), tidak berpengaruh nyata terhadap panjang total larva lobster pada perlakuan S1 (p>0,05) namun menurunkan panjang total pada perlakuan S2 dan S3 serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter kualitas air (p>0,05). Kelangsungan hidup (SR) tertinggi yaitu sebesar 56% diperoleh pada perlakuan S1, panjang total tertinggi 1872,22 µm diperoleh pada perlakuan S0. Hal ini mengindikasikan bahwa penambahan formalin berpengaruh positif terhadap kelangsungan hidup (SR) dan panjang total larva lobster pasir (Panulirus homarus) pada dosis optimum 10 ppm (perlakuan S1).
Kajian Kualitas Air, Potensi Karang Dan Ikan Karang Untuk Pengembangan Wisata Selam Di Desa Bondalem, Buleleng, Bali Evrina Cahyani Sinaga; I Wayan Restu; Rani Ekawaty
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Bondalem Village is located in Tejakula District, Buleleng Regency, north of the Island of the Gods. This village is directly adjacent to the Bali Sea in the north, this condition makes tourism can develop especially diving tourism and activity. This purpose of this study is to examine the suitability of water quality in order to support the development plan of diving tourism in the waters of Bondalem Village, Tejakula District, Buleleng Regency. Data colection is carried out every once a month within 3 months in November, December 2018 and March 2019. This study uses the method of field observation and secondary data from the results of the literature study. In this study the method of data collection was done by direct measurement in the field for observations of the environmental conditions at the study site. The results of data collection in the form of data that supports the acquisition of environmental parameter data in regional and physical environmental suitability assessment. This study was carried out by analyzing the suitability of diving tourism, coral identification was assessed using the LIT (Line Intercept Transect) method while the abundance of reef fish species was studied using the UVC (Underwater Visual Census) method. Analysis of the data used is an analysis of the potential of coral reefs and land suitability. Determination of the level of land suitability as a diving tourism area using regional suitability matrix analysis considering ecological parameters and water quality. The live coral community cover in Bondalem waters ranges from 65.93% to 81.33% with a variety of reef fish species ranging from 16 families. Travel suitability index diving category is included in the very appropriate category (S1).
Kandungan Timbal (Pb) Pada Sedimen Di Perairan Pantai Karang, Sanur, Bali Ni Putu Shinta Sainitha Dewi; Ima Yudha Perwira; Ni Made Ernawati
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Karang merupakan pantai yang cukup padat dikunjungi wisatawan. Untuk menjaga kelestarian pantai ini penting untuk dilakukan monitoring, salah satunya yaitu dengan menjaga kondisi perairan ini agar tetap stabil. Di pantai ini selain menjadi tempat rekreasi juga terdapat lokasi pemberhentian boat yang diduga menjadi sumber pencemaran logam berat. Kandungan logam berat di suatu perairan dapat diketahui dari beberapa komponen diantaranya air, biota dan sedimen. Logam berat pada sedimen lebih tinggi dibandingkan dengan di air, hal ini dikarenakan logam berat dalam jangka waktu tertentu akan mengalami pengendapan. Logam berat di suatu perairan juga dipengaruhi oleh parameter kualitas air diantaranya pH dan salinitas. Semakin tinggi pH dan salinitas maka perairan tersebut akan bersifat basa sehingga hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kelarutan logam berat pada sedimen. Hasil uji logam berat Pb pada sedimen di perairan Pantai Karang berkisar antara 1,360 mg/kg hingga 7,148 mg/kg. Hasil pengukuran salinitas pada perairan Pantai Karang berkisar antara 30,3-31,6 ppt, sedangkan hasil pengukuran pH menunjukkan pH di perairan ini berkisar antara 8,0-8,2.
Pengaruh Perbedaan Warna Wadah Kultur Terhadap Kandungan Karotenoid Ikan Badut (Amphiprion ocellaris) Syifa Maria DiazGonzales; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Dewa Ayu Angga Pebriani
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ornamental fish, both freshwater and seawater fish, are commodities that are in great demand by the community and have a great opportunity to be developed. Pigmentation in ornamental fish has an important role in the brightness of fish colour. Clown fish (Amphiprion ocellaris) is one of the ornamental fishes that requires carotenoids as a source of nutrition in the formation of body colour. The purpose of this research is to investigated the effect of different colour of culture containers on the quality improvement of the clown fish body colour and on the of growth and survival rate of cultured clown fish. The research method used was an experimental method. The size of clown fish used in this study were 4-5 cm and cultured in black, white, blue, and yellow containers. The results of this study showed that the colour of different maintenance containers has no effect on the total value of carotenoids found in skin or fish fins. However, visually the colour of different maintenance containers has an influence on each colour of the clown fish. The best value for total carotenoids was obtained using a white colour container. The growth rate at each treatment shows a difference in each week. Clown fish have the ability to live in bright and dark environmental conditions, therefore the treatment of different container colours does not affect the survival of clown fish.
Cover dan Daftar Isi CTAS Vol 3 No 1 (2020) admin CTAS
Current Trends in Aquatic Science Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover dan Daftar Isi CTAS Vol 3 No 1 (2020)

Page 1 of 2 | Total Record : 16