JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Articles
52 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019"
:
52 Documents
clear
LECTURERS' ATTITUDES TOWARDS ENGLISH VARIETY EXPOSURE IN INDONESIA
Alfan Hariri;
Ahmad Munir;
Syafiul Anam
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (943.72 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.875
This study was spawned from the lack of research of English varieties concept in Indonesia. In this study the lecturers’ attitude toward the English varieties is explored as well as their view about using the English varieties in the classroom. The study uses qualitative research design to seek the participant attitude toward the English varieties. The subjects of the study of this research are ten lecturers of three higher educations in Surabaya; two privates and one state university with ten lecturers in total. To collect the data, the prompt-production will be used to explore in depth lecturers’ attitude. One of the more significant findings to emerge from this study is that the differences between the international graduated lectures and national graduated lectures in term of their attitude toward the English varieties. Furthermore, this attitude also influences their perception about teaching the varieties in English language teaching (ELT) classroom.
THE ROLE OF RATIONALETM APPLICATION ON STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILL IN ARGUMENTATIVE WRITING
Nova AlfiLaili Rahmah;
Ahmad Munir;
Syafi’ul Anam
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (371.98 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.877
This paper aims to evaluate an innovative way to teach argumentative writing by using an electronic learning. This paper will focus on writing skill because through writing the learner can express their idea in written form. However, there is a little guidance to encourage critical thinking skills in learning process, it makes students get difficulty to express and generate their ideas in writing, as a result they get stuck in the process of writing without being critical thinker. Because of this reason, the researcher promotes rational application as e-learning media to help the students learn concepts, understand argument structure, and develop reasoning skills. This paper used descriptive qualitative method to describe how the teacher implement rationale application and how the students’ critical thinking in their argumentative writing task. The result showed that rationale application provides students not only with greater motivation to write and to engage their creativity in writing argumentative text, but it also leads them to think critically of evaluating something.
SCDV (STUDENT-CREATED DIGITAL VIDEOS) dalam kelas dengan berbagai metode
Intan Rachmatillah;
Ahmad Munir;
Syafiul Anam
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1186.722 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.878
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan SCDVs (video digital yang dibuat siswa) dalam Flipped classroom (kelas terbalik). Flipped classroom merupakan kegiatan belajar yang membalik kegiatan di kelas dan juga di rumah. Ini menjadi strategi yang baik dalam belajar menciptakan suasana yang berbeda dengan menggunakan teknologi terhadap aktivitas siswa. Dalam studi ini, peneliti mencoba untuk melibatkan SCDVs (video digital buatan siswa) sebagai proyek siswa yang diposting di Saluran YouTube di luar kelas dan dalam kegiatan kelas. Studi ini menggunakan desain penelitian kualitatif untuk mengetahui bagaimana penerapan media sosial "YouTube" sebagai jembatan SCDVs (video digital yang dibuat siswa) dan praktik pembelajaran baru di kelas terbalik. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X sains 1 dan seorang guru SMA Negeri 1 Kedamean di wilayah Kabupaten Gresik. Untuk mengumpulkan data, observasi akan digunakan untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang media sosial online dalam pembelajaran dalam tujuan pedagogik. Penelitian ini telah membuktikan bahwa pendidik tentu dapat menarik manfaat dari masalah yang sedang berlangsung di situs jejaring sosial karena dapat memberikan kontribusi positif bagi prestasi siswa dalam pembelajaran dan keterampilan bahasa.
A SAYING “NO”: THE WAY OF ASIAN EFL LEARNERS REFUSE THEIR LECTURER’S INSTRUCTIONS.
Niyan Wahyu Novalina;
Slamet Setiawan;
Ali Mustofa
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (957.621 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.879
Refusal strategies is part of threatening act of the face which is included in one part of modesty. Refusal is a phenomenon in language education especially in classrooms. Students often refuse lecturer instructions when they take classes. One of refusal strategies is disagreement which is part of the traditional politeness theory. In language teaching, not only students but also lecturers also often disagree with students and differences of opinion are also needed for students. In this study, the refusal strategies focus on students in expressing disagreement on the context of reducing face threats. In the Asian context, there are various differences of opinion expressed by Asian EFL learners. In this study, the refusal strategies occurred in the classroom when the lecturer gave instructions. These refusal strategies can be one way of communicating to opponents talking about disagreement in both the lecturer and students. This study observed differences refusal strategies of lecturer instruction in the context of language classes in Asia with heterogeneous students (Indonesian, Malaysian, and Thai students). The results of this study are almost all Asian students using refusal strategies of "regret" as a reflection that Asians have a high intimacy. In addition, Indonesia and Malaysia have similarities in the refusal strategy, which is using "negative willingness" which shows their inability as their refusal. On the other hand, Thailand uses "future acceptance" as a form of their refusal by delaying acceptance when rejecting something.
THE QUESTIONING TECHNIQUES USED BY FOREIGN-EDUCATED TEACHER TO PROMOTE CRITICAL THINKING
Irene Rosalina;
Slamet Setiawan;
Suhartono .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (968.334 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.880
Berpikir kritis adalah keterampilan kognitif yang harus dicapai oleh seorang mahasiswa di pendidikan tinggi. Dengan memiliki pemikiran kritis, terutama di kelas bahasa, seorang mahasiswa harus memahami bahasa serta pesan yang dibawanya untuk dikomunikasikan dengan fasih dan hal tersebut akan menjadi aset yang baik untuk masa depan mereka, terutama untuk menghadapi dunia kerja. Untuk menumbuhkembangkan pemikiran kritis mahasiswa, seorang guru diharuskan untuk memberi mereka pertanyaan yang cukup rumit dengan teknik bertanya yang cocok. Bertanya dengan teknik yang sesuai adalah cara yang baik untuk memicu pemikiran kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan berfokus pada guru pribumi yang mengenyam pendidikan diluar negeri sebagai subjek. Guru tersebut dipilih karena, berdasarkan teori, di luar negeri telah merasakan lingkungan berpikir kritis yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pertanyaan dan teknik bertanya yang digunakan oleh guru untuk memicu pemikiran kritis mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan pertanyaan kognitif tingkat tinggi yaitu analisis (25, 3%), sintesis (21%) dan evaluasi (20, 3%). Kemudian teknik bertanya yang digunakan guru sebagian besar adalah penguraian (25%). Dapat disimpulkan bahwa guru dapat menumbuhkan pemikiran kritis mahasiswa dengan memberikan teknik tingkat tinggi dan pertanyaan dengan tingkat kognitif yang tinggi.
ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA DAN MENULIS BAHASA INGGRIS MAHASISWA MELALUI METODE TEBAK GAMBAR
Febriani Hastini Nasution;
Nurhidaya Fithriyah Nasution
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.107 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.881
The purpose of this research was to analyze the college students’ English speaking and writing skill through Picture-Guessing method in Advanced English for Physics subject. The research method was quantitative descriptive research. The population was the entire of college students in fourth semester of Physics Education Study Program which amount of student was six people. All population in this research became a sample of this research. The technique of sampling was total sampling. The treatment was conducted was applying the Picture-Guessing method. The result of research were: 1) The average value of college students’ English speaking skill was 70.73 in “Good” category; 2) The average value of college students’ English writing skill was 72.83 in “Good” category.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Marzuki Ahmad
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (592.375 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.883
Literasi matematika merupakan kemampuan seseorang individu dalam pembelajaran untuk merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika melalui bernalar, menerapkan konsep dalam berbagai situasi. Kemampuan ini sangat penting dimiliki agar materi pelajaran yang diperoleh menjadi bermakna dan dapat dibermaknakan. Salah satu pendekatan yang mementingkan makna dalam pembelajaran adalah pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual merupakan suatu teknik yang digunakan guru dalam pembelajaran dengan penekanan pada keterlibatan siswa untuk aktif dalam menemukan konsep/materi, memanfaatkan keterkaitan materi/konsep dengan situasi dunia nyata serta dapat menerapkannya dalam pemecahan masalah dalam kehidupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan Kemampuan Literasi Metematika (KLM) level-3 siswa melalui pendekatan kontekstual dan pendekatan model biasa. Penelitian mengunakan rancangan eksperimen semu dengan tipe nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Padangsidimpuan yang berjumlah 11 ruangan dengan melibatkan 2 kelas sampel yaitu kelas VII-1 sebagai kelas Eksperimen dan Kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Analisis data yang digunakan adalah uji N-gain dan Anova. Melalui uji yang dilakukan diperoleh simpulan bahwa peningkatan KLM level-3 siswa yang melalui pendekatan kontekstual (N-Gain = 0,46) lebih baik daripada KLM siswa dengan pembelajaran biasa (N-Gain=0,34) selanjutnya selanjutnya melalui Uji Anova diperoleh nilai signifikansi peningkatan KLM siswa 0,001 0,005. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara peningkatan KLM siswa yang diberi pendekatan kontekstual dengan pendekatan model biasa. Melalui pembelajaran dengan pendekatan kontekstual siswa senantiasa aktif dalam pembelajaran, siswa bersemangat dan antusias dalam mengkontruksi materi pelajaran dan membahas Lembar Aktivitas Siswa (LAS), pembelajaran yang dilaksanakan mementingkan kebermaknaan materi dan siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran.
WORKSHOP PENYUSUNAN RPPH K-13 DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENANAMKAN KAREKTER ANAK USIA DINI
Rabiyatul Adawiyah Siregar;
Armansyah Lubis;
Widiyah .;
Dyan Erwira Harahap
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.71 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.887
Kegiatan Pengabdian Masyarakat tentang Workshop Penyusunan RPPH K-13 Dengan Pendekatan Saintifik Untuk Menanamkan Karekter Anak Usia Dini, seiring dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa kurikulum 2013 harus terealisasi disemua sekolah, termasuk sekolah tingkat PAUD di Kecamatan Batangtoru. Pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran (RPPH) diikuti oleh 50 peserta. Produk akhirnya adalah adanya perangkat pembelajaran (RPPH) dengan menggunakan pendekatan saintifik untuk menanamkan karakter siswa dan pencerahan tentang pelaksanaan kurikulum 2013. Peserta sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan workshop.
PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 PADANGSIDIMPUAN
Erlina Sari
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.45 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.888
This study aims to look at the effect of learning styles together on student achievement on economic subjects in class XI IPS Padangsidimpuan 5 High School. The research method used is descriptive method. Population Class XI Department of Social Sciences 2017/2018 Academic Year in 2 Padangsidimpuan Public High Schools in 2 classes consisting of 62 people. The sampling technique taken is the total sampling technique. Data collection techniques used were questionnaires and tests. Data analysis techniques used are simple regression formulas and multiple regression. The research conducted in XI IPS class at Padangsidimpuan 5 High School found that F count was 3.683 with a significance level of 0.017. While the F table at the confidence level of 95% (α = 0.05) is 2.626. Therefore in both calculations, F count> F table and the level of significance (0.017 <0.05) shows that the influence of independent variables (visual, auditory and kinesthetic learning styles) is jointly significant towards the students' achievement in economic subjects in the class XI IPS SMA N 5 Padangsidimpuan. This means that the variables of visual, auditory and kinesthetic learning styles become one of the driving variables so that student learning achievement increases especially towards student learning achievement on economic subjects. So students who are able to utilize their learning styles to the maximum both visual, auditory, and kinesthetic learning styles will be able to improve their learning achievement, especially on economic subjects.
POTRET KEHIDUPAN PEREMPUAN PANGGURIS DI DESA AEK MANGGIS KECAMATAN BATANG NATAL KABUPATEN MANDAILING NATAL (2003- 2018)
Umar Kholil;
Juliana .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (618.615 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.892
Sejarah keterlibatan perempuan dalam kegiatan “mangguris” di Desa Aek Manggis Kecamatan Batang Natal. Memang pada dasarnya sejak dari dahulu sudah memegang peranan penting dalam sektor pertanian/perkebunan yang juga sebagai bentuk kegiatan ekonomi keluarga pedesaan. Keterlibatan kaum perempuan dalam kegiatan mangguris ini tidak terlepas juga dari fenomena tambang emas rakyat yang semakin populer dalam masyarakat Aek Manggis. Pada awalnya perempuan bekerja hanya untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Faktor yang mendorong keterlibatan perempuan dalam kegiatan mangguris di Desa Aek Manggis Kecamatan Batang Natal salah satunya karena : a.Faktor financial (ekonomi) dan dimana suaminya tidak mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya sendiri. b. Faktor sosial-relasional (budaya/tradisi) yang di turunkan secara turun tenurun dari generasi ke generasi yang berikutnya. c. Faktor aktualisasi diri (kesadaran diri) yang dimana adanya kesukarelaan tampa adanya unsur paksaan. Batasan spesialnya adalah Desa Aek Manggis Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal dan batasan temporalnya tahun 2003-2018. Tahun 2003 sebagai batasan awal, semenjak mulai terjadinya perubahan orientasi pola mata pencaharian kaum laki-laki, sehingga memaksa sebagian besar kaum perempuan Desa Aek Manggis mulai terlibat secara besar-besaran dalam kegiatan perkebunan karet sebagai pengguris. Dan Tahun 2018 dipilih sebagai batasan akhir, dengan mulai lenyapnya trend pertambangan emas, sehingga kaum laki-laki mulai kembali ke sektor perkebunan sehingga menciptakan kerjasama dan pembagian kerja dengan kaum perempuan yang sebelumnya telah menggantikan posisi mereka