cover
Contact Name
Eko Susanto
Contact Email
ekobkummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
guidena15ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling
ISSN : 20889623     EISSN : 24427802     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
(E-ISSN 2442-7802) (P-ISSN 2088-9623) is a peer-reviewed scientific Open Access journal published by Universitas Muhammadiyah Metro collaboration with Association of Guidance and Counseling Indonesia (ABKIN). The scope besides Guidance and Counseling as well psychology and education. Published twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2012)" : 6 Documents clear
PENGGUNAAN MEDIA DALAM PROSES BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS (Pada Siswa SMA Negeri 10 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2007-2008) Susanto, Eko
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4868.538 KB) | DOI: 10.24127/gdn.v2i1.357

Abstract

Masalah pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan kreativitas siswa. Adapun permasalahannya, apakah penggunaan media dalam proses bimbingan kelompok dapatmeningkatkan kreativitas siswa. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan kreativitas siswa dengan menggunakan media dalam proses bimbingan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode eksperimental semu (Quasi Experimental) dengan design One Group Pretest-Posttest. Dengan subjek penelitian 12 orang siswa di SMA Negeri 10 Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata pretest 116,25 dan skor rata-rata posttest 127,50. Setelah dilakukan Uji t menunjukkan adanya perbedaan skor kreativitas yang cukup signifikan antara sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan kelompok, perbedaan skor kreativitas sampai pada taraf signifikansi 0,01, maka dapat dikatakan adanya peningkatan kreativitas antara sebelum dan sesudah dilakukan bimbingan kelompok. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam proses bimbingan kelompok dapat meningkatkan kemampuan kreativitas siswa. Saran dari hasil penelitian ini menyarankan kepada guru pembimbing untuk dapat memanfaatkan media sebagai alat bantu dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling disekolah. Bagi peneliti dan mahasiswa bimbingan konseling diharapkan dapat berinovasi untuk mengembangkan media-media bimbingan yang lain dalam rangka pengembangan diri siswa.
PERAN SUPERVISI DALAM KONSELING Wibowo, Satrio Budi
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4349.559 KB) | DOI: 10.24127/gdn.v2i1.358

Abstract

Proses supervisi penting dilakukan dalam menjamin terselenggaranya praktik konseling psikologis yang terstandar. Supervisi dilakukan oleh konselor yang berpengalaman (supervisor) kepada konselor yang masih baru (supervisee). Ketika proses supervise berlangsung, maka kegiatan konseling dan terapi psikologis yang diberikan oleh konselor sepenuhnya menjad itanggungiawab supervisor. Supervisor dapat membimbing supervisee dengan melewati proses real relationship, working alliance, dan transference. Supervisi yang baik akan mampu meningkatkan ketrampilan supervisor, sehingga layanan psikologis yang diberikan menjadi efektif dalam proses terapi klien.
Pelaksanaan Bimbingan Belajar Dalam Peningkatan Motivasi Belajar SMP Negeri 2 TrimurjoTahun Ajaran2011-2012 Melaningsih, Hariani
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1833.942 KB) | DOI: 10.24127/gdn.v2i1.361

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan di SMP Negeri 2 Trimurjo yang berjumlah 32 peserta didik dapat ditunjukan 1). Kurangnya minat dan kesadaran siswa untuk belajar sejumlah 10 peseta didik, 2). Mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan belajar sejumlah 12 peserta didik, 3). Kurang percaya diri (merasa kurang mampu terhadap pelajaran tertentu) sejumlah 3 peserta didik, 4). Sering mencontek sejumlah 7 siswa.Terlihat dari latar belakang masalah tersebut peneliti mengambil penelitian tentang Pelaksanaan Bimbingan Belajar Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 2 Trimurjo Tahun 2011-2012.
PENILAIAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DAN IMPLIKASI PENGELOLAANNYA Anjar, Tri
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3014.84 KB) | DOI: 10.24127/gdn.v2i1.359

Abstract

Sebagaimana telah dijabarkan dalam berbagai makalah sebelumnya, salah satu konsep perencanaan program BK yang baik adalah ’memungkinkannya dilakukan penilaian’. Sejumlah ketentuan dan rumusan tentang tatalaksana bimbingan konseling disetiap jenjang pendidikan pun pada akhirnya akan menyisakan pemikiran dalam benak kita tentang ”Bagaimana konsep dan pelaksanaan penilaian terhadap bimbingan konseling itu sendiri?
MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI KERJA SAMA PELAYANAN GURUPEMBIMBING (BK) DAN ORANG TUA Pranoto, Hadi
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1928.952 KB) | DOI: 10.24127/gdn.v2i1.360

Abstract

Realita lapangan menunjukan bahwa siswa di Indonesia tidak memiliki kemauan dan keinginan belajar yang tinggi. Banyak siswa merasa “tidak bersemangat” di dalam kelas, tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka dan kurangnya guru pembimbing dalam memberikan layanan. Siswa masih menganggap kegiatan belajar tidak menyenangkan dan memilih kegiatan lain di luar kontek belajar. Rendahnya motivasi belajar siswa akan membuat mereka tertarik pada hal-hal yang negatif. Tugas guru pembimbing (BK) adalah membangkitkan motivasi anak sehingga ia mau melakukan serangkaian kegiatan belajar. Kegiatan untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Maka orang tua dan guru pembimbing (BK) perlu bekerja sama untuk  menumbuhkan motivasi belajar siswa.Kata kunci: Motivasi Belajar, Pelayanan Guru Pembimbing (BK), Orang Tua
PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PUNGGUR LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2007/2008 Novitasari, Yuni
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3610.388 KB) | DOI: 10.24127/gdn.v2i1.356

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa, permasalahannya apakah layanan konseling kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan layanan konseling kelompok dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain eksperimen pre-test post-test one group, dengan menggunakan subjek penelitian sebanyak 8 orang siswa kelas VII SMP Negeri 1 Punggur Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2007/2008 yang memiliki motivasi belajar rendah.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa dengan penggunaan layanan konseling kelompok. Hal ini terbukti dari adanya peningkatan skor pre test 61.50 kemudian setelah dilaksanakan layanan konseling kelompok skor post test 72.13, yang berarti ada peningkatan skor sebesar 10.63.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa layanan konseling kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1). Kepada guru pembimbing (Guru BK), hendaknya dapat membantu siswa dalam meningkatkan motivasi belajarnya dengan menggunakan layanan konseling kelompok, (2). Kepada peneliti lainnya, hendaknya dapat melakukan penelitian mengenai motivasi belajar terhadap subjek yang berbeda dengan menggunakan teknik/model konseling lainnya, (3). Tenaga kependidikan lainnya dapat menjadi motivator dan fasilitator belajar yang baik bagi siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6