cover
Contact Name
Waluyo Satrio Adji
Contact Email
waluyo.satrio.adji@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
piaud@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Edukasi AUD
ISSN : 24432636     EISSN : 26155907     DOI : -
Core Subject : Education,
Early Childhood Education Journal (JEA): JEA is an Open Access journal containing research articles in the field of Early Childhood Education. JEA: receive articles in Indonesian, English and Arabic. This journal publishes articles twice a year in June and December. JEA uses quetext plagiarism checker. This journal is published by the FTK State Islamic University Antasari Banjarmasin. JEA has p-issn 2443 2636 and e-issn 2615 5907.
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
PEMAHAMAN ANAK TERHADAP AGAMA MENURUT PERSEPSI GURU PAUD (MAHASISWA NON-REGULER PIAUD UIN ANTASARI) ZAIN, ANWAR
Jurnal Edukasi AUD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.227 KB) | DOI: 10.18592/jea.v4i1.2164

Abstract

Dimensi agama sebenarnya sudah ada pada anak sejak ia masihkecil bahkan ketika masih didalam perut ibunya, karena dimensi agamamerupakan naluri jiwa yang ada dalam setiap fithrah (potensi) anak. Anakusia dini merupakan dunia bermainnya anak, anak pada usia ini selaluingin bergerak melakukan hal-hal yang menyenangkan. Tetapi walaupundemikian, anak pada usia ini juga mempunyai naluri agama danpemahaman agama, karena kegiatan ibadah agama dan nasehat-nasehatkeagamaan akan dijumpainya baik di rumah, di lingkungan dan disekolah.Tujuan penenlitian ini untuk mengetahui bagaimana pemahamananak usia dini terhadap agama melalui persepsi guru-guru PAUD, yangamana guru-guru ini juga sebagai mahasiswa non-reguler Jurusan PIAUDFakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Metodepenelitian adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan penelitianlapangan (feil fesarch), dan subjeknya adalah mahasiswa non-regulerPIAUD yanag dalam keseharian mereka mengajar sebagai Guru danKepala Sekolah di RA (Raudhatul Athfal) yang berjumlah 43 ahasiswa.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman anakterhadap agama terbagi menjadi 5 dimensi; 1) dimensi pahala dan dosa,2) dimensi syurga dan neraka, 3) dimensi ibadah dzohir (nampak) dan 4)agama sebagai aturan dimensi, 5) agama sebagai identias.Kata Kunci : Peahaman Anak, Agama, Persepsi Guru
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MELANJUTKAN DONGENG YANG TELAH DIPERDENGARKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PICTURE AND PICTURE DI KELOMPOK B TK KARTINI IDHATA BANJARMASIN Hilmiyatiy, Hilmiyatiy
Jurnal Edukasi AUD Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.318 KB) | DOI: 10.18592/jea.v1i2.2159

Abstract

Pembelajaran di TK Kartini Idhata guru mendapatkan anak dari kelompok B masih kesulitan dalam berbahasa khususnya pada kegiatan melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan, anak pasif dan guru saja yang aktif pada saat pembelajaran. Berdasarkan hal itu dilakukan penelitian yang berjudul Upaya Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan Menggunakan Model Picture and Picture Pada Anak Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Kartini Idhata Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan anak tentang peningkatan kemampuan berbahasa anak dalam melanjutkan cerita/dongeng yang telah diperdengarkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Pendekatan Tindakan Kelas dengan dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Setting penelitian ini adalah di Kelompok B TK Kartini Idhata Banjarmasin dengan jumlah anak sebanyak 13 orang anak yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 6 orang perempuan pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas anak. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan tehnik persentase. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa aktivitas guru berkriteria Sangat baik, aktivitas anak berkualifikasi sangat aktif dan hasil perkembangan anak mengalami peningkatan di setiap siklusnya. Dari hasil penelitian itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model Picture and Picture meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan anak dalam pembelajaran berbahasa melalui kegiatan melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan. oleh karena itu, model pembelajaran Picture and Picture dapat menjadi salah satu alternatif dalam memilih dan merancang pembelajaran yang akan diterapkan di kelasKata Kunci : Dongeng, Model Picture and Picture
LINTAS SEJARAH DAN RAGAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (FORMAL, NON FORMAL, INFORMAL) Saudah, Saudah
Jurnal Edukasi AUD Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.851 KB) | DOI: 10.18592/jea.v1i1.2145

Abstract

Children are a gift of God which is given to be treated and maintained. Oneeffort to give attention to early childhood is the provision of a decent education tochildren, especially during the development of the child, so the child is able tomaximize its development to the optimum. an early age is an important phase inhuman development across the life span. the attention of parents to their childrenwill determine how the child in adult life. to provide educational services for earlychildhood can be started since the child is born until the age of 6 years. thegovernment has set up the organization for early childhood: first, formal channelsinclude kindergarten (TK), Raudhatul RA (RA) and kindergarten outstanding(TKLB). A second, non-formal pathways include garden Nursery (TPA), play group(KB) and a type of early childhood education Units (SPS), and the third informalchannels such as family education and the environment. This type of service devotedto early childhood is intended to prepare children to enter further education.Keywords: Early Childhood Education(ECD), Formal, Formal, Informal
Upaya Mengembangkan Kemampuan Bahasa dalam Menyusun Kalimat Sederhana pada Struktur Lengkap Melalui Media Visual pada Anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar Fatmawati, Nurul
Jurnal Edukasi AUD Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.331 KB) | DOI: 10.18592/jea.v1i1.1536

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar yang disebabkan siswa sulit memahami materi serta kurangnya penggunaan alat peraga dan tanpa adanya pengalaman langsung pada saat proses pembelajaran yang hanya berpatokan pada buku paket atau penjelasan guru saja. Hal ini terbukti Hal ini terbukti dari 14 orang anak, hanya 6 anak atau 42 % yang berkembang sesuai harapan, sedangkan 8 anak atau 58 % masih dikatagorikan belum berkembang. Untuk memperbaiki pengembangan kemampuan bahasa anak maka digunakan media visual. Tujuan pelaksanaan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas guru saat melaksanakan pembelajaran, aktivitas anak saat mengikuti pembelajaran, dan hasil pengembangan kemampuan bahasa dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, siklus I dan siklus II masing-masing dua kali pertemuan. Penelitian ini mengambil setting di TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar pada semester I tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B yang berjumlah 14 orang. Data diolah dengan interpretasi, distribusi frekuensi, dan persentase. Instrumen pengumpulan data melalui observasi guru, observasi anak dan hasil pengembangan anak selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru dalam pelaksanaan pengembangan kemampuan bahasa anak melalui media visual dalam menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap aktivitas guru terlaksana dengan katagori sangat baik. Aktivitas anak pada siklus I dengan persentase 53 % katagori aktif mengalami peningkatan menjadi 96 % katagori sangat aktif. Hasil pengembangan kemampuan bahasa berkembang sesuai harapan dari siklus I 43 % menjadi 100 % pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan kemampuan bahasa pada materi menyusun kalimat sederhana pada struktur lengkap melalui media visual pada anak Kelompok B TK Permata Hati Martapura Kabupaten Banjar berkembang dengan signifikan dan hipotesa diterima. Saran untuk guru, Taman Kanak-kanak dan peneliti, bahwa media visual dapat dijadikan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengembangan kemampuan bahasa anak.Kata kunci: Kemampuan Bahasa, Media Visual, Menyusun Kalimat Sederhana
MENGENALKAN HURUF PADA ANAK KELOMPOK A TK BUNGA HARAPAN KABUPATEN TAPIN MELALUI MODEL TALKING STICK KIPTIAH, MARIATUL
Jurnal Edukasi AUD Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.683 KB) | DOI: 10.18592/jea.v1i2.2160

Abstract

Upaya mengenalkan huruf kepada anak usia dini sering kali mendapatkan berbagai hambatan. Metode yang digunakan sering kali membosankan anak didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil belajar melalui model kooperatif talking stick untuk peningkatan hasil belajar aspek pengembangan berbahasa anak khususnya dalam mengenal huruf di kelompok A TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin. Setting penelitiannya adalah TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin dengan subjek penelitian seluruh anak kelompok A berjumlah 12 orang yang terdiri dari 7 laki-laki dan 5 perempuan pada semester II tahun 2012/2013. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kealitatif dengan menggambarkan keadaan sebenarnya dalam pembelajaran mengenal huruf di kelompok A TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin. Cara pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru Sangat Baik, Aktivitas anak Sangat Aktif, Hasil Kemampuan Belajar Anak dikategorikan Berhasil dengan prosentasi keberhasilan sebesar 83,33% secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil kemampuan belajar anak di kelompok A TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin dengan materi pokok mengenal huruf melalui model pembelajarantalking stick dapat meningkat. Bagi guru disarankan hendaknya dapat mencoba untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa dalam dalam mengenalkan huruf.Kata Kunci : Mengenal huruf, Kooperatif, Talking Stick
EFEKTIVITAS PERMAINAN GAMBAR BENDA DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN BAHASA ANAK DOWN SYNDROME Ismail, Murniyanti
Jurnal Edukasi AUD Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.272 KB) | DOI: 10.18592/jea.v1i1.2146

Abstract

Anak Down Syndrome dengan kondisi keterbatasan dalam kecerdasan mengalami berbagai hambatan, baik dalam hal belajar yang sifatnya akademis maupun dalam kemampuan bahasa secara baik dan benar. Dalam kecerdasan berbahasa mereka kurang dalam penguasaan kata-kata, perbendaharaan kata, kesalahan dalam pengucapan serta dalam konsep pemahaman. Subjek penelitian ini adalah anak Down Syndrome usia enam tahun, yang bersangkutan menunjukkan bahwa perbendaharaan kata masih sangat terbatas, anak dapat bicara tetapi pengucapan kata-kata sering tidak jelas. Anak sudah dapat menyambung titik dalam menulis huruf-huruf tapi anak belum dapat membaca dan bila diminta untuk mengulang menyebutkan kata-kata atau huruf anak sering tidak mau, dalam aspek sosialisasi anak juga mengalami hambatan. Desain atau rancangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan subjek tunggal (Single Subject Research) yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu subjek dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yang diberikan secara berulang-ulang dalam waktu tertentu (Tawney & David, 1987:9). Dalam penelitian dengan metode subjek tunggal, desain yang akan digunakan adalah desain A-B-A, yang terdiri dari tiga tahapan kondisi, yaitu: A1 Baseline-1, (B) Treatment, A2 Baseline-2. Setelah dilakukan pengujian dalam bentuk eksperimen kemudian dianalisis secara keseluruhan, disimpulkan bahwa media gambar benda secara signifikan dapat membantu dalam mengidentifikasi, menyebutkan dan mengingat gambar dalam menyebutkan huruf awal dari nama benda tersebut.Kata Kunci :Gambar Benda, Kecerdasan Bahasa, Down Syndrome
Upaya Mengembangkan Bahasa Dalam Mengenal Pembendaharaan Kata Mengenai Kata Sifat Melalui Model Examples Non Examples Pada Kelompok A TK Al Amini, Siti Rahmah
Jurnal Edukasi AUD Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.756 KB) | DOI: 10.18592/jea.v2i2.1542

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak meguasai keterampilan yang ditandai dengan rendahnya hasil pengembangan bahasa dalam mengungkapkan kata sifat. Hal ini disebabkan anak kurang aktif dalam kegiatan pembelajara, pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Oleh sebab itu perlu menyusun kegiatan pembelajaran dengan menerapkan suatu model pembelajaran, melalui model pembelajaran examples non examples untuk membuat pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru, meningkatkan aktivitas siswa, dan meningkatkan hasil pengembangan bahasa anak. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas, dengan rancangan 2 siklus 3 kali pertemuan. Setting penelitiannya di kelompok A TK Al-Khairiyah Martpaura. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa dan LKS evaluasi untuk siswa yang diadakan pada akhir pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar pengembangan bahasa anak kelompok A TK Al Khairiyah Martapura mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil observasi aktivitas guru yaitu mendapat skor 26 pada pertemuan 1, dan 27 pada pertemuan 2, sedangkan pada siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 28, sedangkan observasi aktivitas anak yaitu 79,44% katagori aktif pada pertemuan 1 siklus I, dan 82,22% katagori sangat aktif pada pertemuan 2, meningkat menjadi 93,33% katagori sangat aktif pada pertemuan 1 siklus II begitu juga dengan hasil pengembangan anak yaitu 100% di atas indikator ketuntasan pengembangan pada pertemuan 1, menurun pada pertemuan 2 menjadi 73,33% ketuntasan , kemudian meningkat pada siklus II menjadi 100% di atas indikator ketuntasan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini disarankan agar guru-guru di tamak kanak-kanak dapat menggunakan model Examplen non Examples dalam melaksanakan kegiatan pengembangan bahasa sebagai upaya dalam menciptakan perbaikan dan meningkatkan pemahaman anak, aktivitas anak serta meningkatkan mutu kualitas pembelajaran disekolah masing-masing.Kata Kunci: Pengembangan bahasa, kata sifat, Model examples non examples
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MENGENAL POLA ABC-ABC MELALUI MODEL TALKING STICK DI KELOMPOK A TK DAMAI BANJARMASIN NAIMAH, NAIMAH
Jurnal Edukasi AUD Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.884 KB) | DOI: 10.18592/jea.v1i2.2161

Abstract

Latar belakang masalah yang terjadi dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas guru, aktivitas anak dan rendahnya pengembangan aspek kognitif anak terhadap pembelajaran mengenal pola ABC-ABC di TK Damai Banjarmasin. Hal ini disebabkan karena guru kurang memiliki kreativitas yang bagus dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran serta kurangnya ketersediaan media atau alat peraga yang terbatas. Hal ini mengakibatkan anak kurang memiliki ketertarikan dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan guru, sehingga anak masih belum bisa mengembangkan kemampuan aspek kognitif dalam mengenal pola ABC-ABC secara maksimal sesuai dengan usia perkembangan dan pertumbuhan anak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setting penelitian adalah anak kelompok A di TK Damai Banjarmasin tahun ajaran 2013/2014, dengan jumlah anak 11 orang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Data yang dikumpulkan antara lain menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui instrument penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru dan kegiatan anak melakukan aktivitas dan mengembangkan kemampuan aspek kognitif. Sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui lembar kerja yang dikerjakan anak. Analisis data menggunakan teknik naratif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model talking stick dapat mengembangkan kognitif anak pada aspek mengenal pola ABC-ABC. Aktivitas guru pada siklus I pertemuan 1 mencapai 48,33 dengan kategori cukup baik meningkat menjadi 71,67 dengan kategori baik pada pertemuan 2, sedangkan pada siklus II mencapai 96,67 dengan kategori sangat baik. Aktivitas anak dalam mengikuti pembelajaran juga meningkat, keaktifan anak untuk siklus I pertemuan 1 mencapai 36,37% meningkat menjadi 54,54% pada pertemuan kedua, sedangkan, keaktifan anak untuk siklus II mencapai 90,9%. Keberhasilan pada pengembangan kognitif anak pada aspek mengenal pola ABC-ABC pada siklus I pertemuan 1 sebesar 54,55% meningkat menjadi 72,72% pada pertemuan 2, sedangkan siklus II mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hipotesis yang berbunyi “jika menggunakan model pembelajaran talking stick dalam menyusun pola ABC-ABC, maka dapat meningkatkan pengembangan aspek kognitif anak di Kelompok A pada TK Damai Banjarmasin” dapat diterima. Dengan ini, diharapkan agar guru-guru dapat menggunakan model talking stick dalam pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai upaya dalam menciptakan perbaikan dan pengembangan kemampuan kognitif, peningkatan aktivitas anak serta peningkatan mutu pembelajaran disekolah masingmasing.Kata Kunci : Mengenal Pola ABC-ABC, Talking Stick
UPAYA PENGEMBANGAN ASPEK KOGNITIF DALAM AKTIVITAS YANG BERSIFAT EKSFLORATIF & MENYELIDIK (MENCAMPUR WARNA) MENGGUNAKAN MODEL EXAMPLE NON EXAMPLES DI KELOMPOK B TK TUNAS MUDA KEC. SIMPANG EMPAT KAB. BANJAR Norlaila, Hj.
Jurnal Edukasi AUD Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.619 KB) | DOI: 10.18592/jea.v1i1.2147

Abstract

Anak-anak di TK Tunas Muda Kab. Banjar khususnya pada kelompok B, masih memiliki kemampuan kognitif yang rendah dalam mengenal warna. Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak khususnya dalam pembelajaran mencampur warna adalah model pembelajaranexamples non examples. Model ini merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas anak untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Terjadi peningkatan pada kemampuan kognitif anak dalam mencampur warna melalui pembelajaran Examples non Examples dalam hal ketepatan anak membedakan gambar dan menyebutkan gambar dengan benar serta ketepatan dalam mencampur warna. Secara klasikal akhir siklus pertama diketahui jumlah anak yang tuntas mencapai 64% meningkat menjadi 82% pada akhir siklus kedua. Kata Kunci : Kognitif, Example Non Examples, Eksfloratif , Menyelidik
Pengaruh Meronce Dengan Media Tutup Botol Bekas Terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak Kelompok B PAUD Terpadu Ar-Rahmah Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Amurwaningsih, Lela Lavita; Hasanah, Nor Izatil
Jurnal Edukasi AUD Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.805 KB) | DOI: 10.18592/jea.v4i2.2560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh meronce dengan media tutup botol bekas terhadap keterampilan motorik halus anak. Objek dalam penelitian ini adalah meronce dengan media tutup botol bekas terhadap keterampilan motorik halus anak dalam meningkatkan koordinasi indra mata dan aktivitas tangan, ketepatan serta kecepatan penggunaan otot-otot halus, sedangkan yang menjadi subjek penelitiannya adalah anak-anak kelompok B PAUD Terpadu Ar-Rahmah sebanyak 18 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang positif dan signifikan pada kegiatan meronce dengan media tutup botol bekas terhadap keterampilan motorik halus anak. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Desaign. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan, nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 58,28, dan nilai rata-rata posttest sebesar 78,66. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai sig data hasil penelitian 0,047 < 0,05 yang berarti data berdistribusi normal dan uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai sig data hasil penelitian 0,870 > 0,05 yang berarti data homogen atau sama, dari hasil kedua uji tersebut menjadi syarat dilakukannya Uji Paired T Test untuk hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa hasil pretest dan posttest terdapat perbedaan. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis nilai sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 yang menandakan bahwa kegiatan meronce dengan media tutup botol bekas dapat mempengaruhi keterampilan motorik halus anak. Dengan demikian, dapat dibuktikan bahwa kegiatan meronce dengan media tutup botol bekas dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Keterampilan Motorik Halus anak kelompok B PAUD Terpadu Ar-Rahmah. Kata Kunci: Meronce, Media Tutup Botol Bekas, Motorik Halus, PAUD Terpadu

Page 2 of 19 | Total Record : 181