cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL SELULOSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Selulosa (JSel) is a journal that provides scientific information resources aimed at researchers and engineers in academia, research institutions, government agencies, and industries. Jurnal Selulosa publishes original research papers, review articles and case studies focused on cellulose, cellulose derivatives, pulp technology, paper technology, environment, biorefinery and other related topics. Formerly known as Berita Selulosa, and the first publication was in 1965. Since 2011, the journal renamed to Jurnal Selulosa.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Efektivitas Pemurnian Asap Cair Biomassa Serbuk Gergaji dengan Distilasi, Adsorpsi Zeolite dan Karbon Aktif Wahyu Anggo Rizal; Ria Suryani; Muslih Anwar; Dwi Joko Prasetyo; Satriyo Krido Wahono; Wuri Apriyana; Tri Hadi Jatmiko; Andri Suwanto; Roni Maryana; Hernawan Hernawan; Sugeng Hariyadi
JURNAL SELULOSA Vol 12, No 01 (2022): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25269/jsel.v12i01.353

Abstract

Effectiveness of Liquid Smoke Purification of Sawdust by using Distillation Method, Zeolite and Active Carbon AdsorptionAbstractLiquid smoke is a product resulting from the pyrolysis of biomass under conditions of minimal oxygen. The compounds of liquid smoke is influenced by the type of biomass, water content, process temperature and the length of pyrolysis time. In general, liquid smoke is dark brown in color with an acidic and has a unique aroma and taste, depending on the type of biomass. Liquid smoke chemical compounds characterize organoleptic, antimicrobial and antioxidant, in addition to functional compounds sometimes also produce harmful compounds such as a group of polycyclic aromatic hydrocarbon compounds, and 2-propanone, 2-butanone, cyclopentanone which are toxic or carcinogenic. Crude liquid smoke may contain several mixtures of hazardous compounds depending on the process conditions, so it cannot be directly applied to food products. To get quality liquid smoke, it is necessary to carry out a purification process to reduce or eliminate harmful compounds. Methods that have been widely applied include distillation and adsorption processes. This study aims to measure the effectiveness of zeolite and activated carbon in the purification of liquid smoke with mixed sawdust biomass as raw material. Liquid smoke is purified by distillation, and adsorption with several adsorbents. The results obtained indicate that the liquid smoke still contains 2-propanone ,2-butanone and cyclopentanone. Zeolite ZG2 showed the best effectiveness in removing the three harmful compounds, while ZK1and Cca still left 2-propanone in liquid smoke. Thus zeolite ZG2 is effective as an absorbent in the purification of liquid smokeKeywords: Liquid Smoke, Adsorption, Biomass, Sawdust Abstrak Asap cair adalah produk yang dihasilkan dari pirolisis biomassa pada kondisi minim oksigen. Komposisi senyawa asap cair dipengaruhi oleh jenis biomassa, kadar air, dan suhu proses serta lama waktu pirolisis. Pada umumnya asap cair berwarna cokelat tua dengan pH asam dan memiliki aroma serta rasa yang unik, tergantung dari jenis biomassanya. Senyawa kimia asap cair mencirikan sifat organoleptik, antimikroba dan antioksidan, selain senyawa fungsional terkadang juga menghasilkan senyawa berbahaya seperti kelompok senyawa Polycyclic aromatic hydrocarbon, dan 2-propanone, 2-butanone, cyclopentanone yang bersifat toksik atau karsinogenik. Asap cair crude dimungkinkan terdapat beberapa campuran senyawa berbahaya tergantung dari kondisi prosesnya, sehingga tidak dapat secara langsung diaplikasikan untuk produk pangan. Untuk mendapatkan asap cair berkualita perlu dilakukan proses pemurnian untuk mengurangi atau menghilangkan senyawa berbahayanya. Metode yang telah banyak diaplikasikan antara lain dengan proses distilasi dan adsorpsi. Penelitian ini bertujuan mengukur efektifitas zeolite dan karbon aktif dalam pemurnian asap cair dengan bahan baku biomasa serbuk gergaji campuran. Asap cair di lakukan pemurnian dengan destilasi, dan adsorpsi dengan beberapa adsorben. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa asap cair masih mengandung 2-propanone ,2-butanone dan cyclopentanone. ZG2 menunjukkan efektifitas yang paling baik mampu menghilangkan ketiga senyawa berbahaya tersebut sedangkan ZK1 dan Cca masih menyisakan 2-propanone dalam asap cair. Dengan demikian zeolite ZG2 efektif sebagai absorben dalam pemurnian asap cair Kata kunci : Asap  Cair, Adsorpsi, biomassa, serbuk gergaji kayu
Pemanfaatan Serat Daur Ulang Popok Bekas pada Pembuatan Kertas dan Karton Lies Indriati; Reza Bastari Imran Wattimena; Bangkit Farizki; Dzikry Dalwatul Ielmi
JURNAL SELULOSA Vol 12, No 02 (2022): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25269/jsel.v12i02.361

Abstract

     Seiring dengan meningkatnya konsumsi popok sekali pakai, potensi masalah lingkungan akibat pembuangan popok bekas ke lingkungan juga cenderung meningkat dan memerlukan penanganan yang serius. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendaur ulang popok bekas untuk mendapatkan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk pembuatan produk bernilai tambah. Salah satunya adalah serat yang diperoleh dari proses daur ulang popok bekas. Sekitar 70% dari serat daur ulang popok bekas dikategorikan sebagai serat panjang dengan panjang serat lebih dari 2 mm. Percobaan pemanfaatan serat daur ulang popok bekas sebagai serat pensubstitusi pada pembuatan kertas/karton telah dilakukan pada laboratorium dan inkubator bisnis. Pada percobaan laboratorium, penggunaan serat daur ulang popok bekas pada lembaran dari OCC atau waste sludge menghasilkan kekuatan lembaran yang lebih tinggi. Sedangkan pada percobaan di Inkubator Bisnis menunjukkan hasil yang kurang seragam. Serat daur ulang popok bekas berpotensi dimanfaatkan sebagai serat penguat (reinforcing fiber) pada lembaran kertas/karton dari serat daur ulang kertas bekas. Kata kunci: popok, kertas, karton, daur ulang, serat panjang The Utilization of Used Diapers Recycled Fibers in Paper and Paperboard Making Abstract Along with the increasing consumption of disposable diapers, the potential for environmental problems due to their disposal into the environment also tends to increase and requires serious handling. One of the efforts made is by recycling used diapers to obtain materials that can be reused to manufacture value-added products. One of them is a recycled fiber obtained from used diapers recycling process. Approximately 70% of used diapers recycled fiber is categorized as long fiber with a fiber length of more than 2 mm. Experiments on the utilization of used diapers recycled fibers as substitute fibers in the manufacture of paper/paperboard have been carried out in the laboratory and the Business Incubator. In the laboratory experiment, the use of recycled fibers on sheets from Old Corrugated Containers (OCC) or waste sludge resulted in higher sheet strength. Whereas the experiments in the Business Incubator showed less uniform results. Therefore, the ussed diapers recycled fibers have the potential to be used as reinforcing fibers on paper/paperboard made from waste paper recycled fibers. Keywords: diapers, paper, paperboard, recycling, long fiber  
Variasi Fungsi Penerapan Ekoenzim dari Limbah Organik: Tinjauan Literatur Muhammad Daffa Fadlurrahman; Martha Aznury
JURNAL SELULOSA Vol 12, No 02 (2022): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25269/jsel.v12i02.373

Abstract

Various Application of Eco-enzymes from Organic Waste: A ReviewAbstractRecycling is an effective waste-handling method to utilize. One of the products of the process of recycling is eco-enzymes. Eco-enzymes is a fermented liquids from mixed organic waste and molasses. The eco-enzymes fermentation process usually takes 90 days or more to produce the optimal number of enzymes. In our daily life, eco-enzymes could be used for various applications. Eco-enzyme’s abilities to reduce various impurities in water makes eco-enzymes an alternative water purification. Aside from being a water purification, eco-enzymes can also be used as hand sanitizers and disinfectants because they have bactericidal properties. Ecoenzymes can also be used as fertilizers and soil conditioners because they contain high levels of nitrogen, phosphorus, potassium, and so many other benefits.Keywords: eco-enzymes, function, applicationAbstrakDaur ulang merupakan metode penanganan sampah yang efektif untuk digunakan. Salah satu produk dari proses daur ulang ialah ekoenzim. Ekoenzim merupakan cairan hasil fermentasi dari limbah organik dan molase. Proses fermentasi ekoenzim biasanya sekitar 90 hari atau lebih untuk menghasilkan enzim yang optimal. Dalam kehidupan sehari-hari, ekoenzim dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal. Kemampuan ekoenzim mengurai berbagai unsur pengotor air menjadikan ekoenzim sebagai salah satu alternatif media penjernih air. Selain sebagai media penjernih air, ekoenzim juga dapat dimanfaatkan sebagai panyanitasi tangan (hand sanitizer) dan disinfektan karena memiliki sifat bakterisid. Ekoenzim juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan pembenah tanah karena mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium yang cukup tinggi serta masih banyak manfaat lainnya.Kata Kunci: ekoenzim, fungsi, penerapan 
Preparasi Hidrochar dari Limbah Pelepah Nipah dengan Penambahan Asam Oksalat serta Uji Aplikasinya untuk Adsorpsi Metilen Biru Wiwin Tyas Istikowati; Jeng Mas Ayu Devanda Buhang; Risaldi Ridwan; Sunardi Sunardi
JURNAL SELULOSA Vol 12, No 02 (2022): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25269/jsel.v12i02.366

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan preparasi hidrochar dari lignoselulosa limbah pelepah nipah dengan metode hidrotermal serta aplikasinya sebagai adsorben zat warna metilen biru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam oksalat terhadap karakteristik dan kemampuan hidrochar dari pelepah nipah untuk adsorpsi metilen biru. Proses hidrotermal dilakukan pada suhu 170˚C selama 2 jam dengan penambahan asam oksalat dengan konsentrasi sebesar 0; 1,5; 3,0; dan 4,5% (b/v). Substrat hasil proses hidrotermal dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR untuk mengetahui perubahan gugus fungsi pelepah nipah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepah nipah mengalami penurunan massa serta pergeseran gugus fungsi setelah proses hidrotermal dengan penambahan asam oksalat. Kapasitas adsorpsi terhadap metilen biru mengalami peningkatan setelah proses hidrotermal dengan penambahan konsentrasi asam oksalat 1,5; 3,0; dan 4,5% (b/v) yaitu masing-masing sebesar 44,33; 45,10; 45,98; dan 46,62 mg/g. Hasil kapasitas adsorpsi tertinggi diperoleh pada hidrochar dengan penambahan asam oksalat dengan konsentrasi 4,5% yaitu sebesar 46,62 mg/g.Kata Kunci: hidrochar, pelepah nipah, hidrotermal, adsorpsi, metilen biru In this research, the preparation of hidrochar from lignocellulosic nypa frond waste was carried out using the hydrothermal method and its application as adsorption for methylene blue dye. This study aims to determine the effect of the addition of oxalic acid on the characteristics and adsorption ability of hydrochar from nypa frond to adsorption of methylene blue. The hydrothermal process was carried out at 170˚C for 2 hours with the addition of oxalic acid at a concentration of 0; 1.5; 3.0; and 4.5% (w/v). Substrates resulting from the hydrothermal process were characterized using FTIR spectroscopy to determine the functional group changes of the nypa frond. The results showed that the nypa fronds decreased in mass and shifted in functional groups after the hydrothermal process with oxalic acid addition. The adsorption capacity of methylene blue increased after the hydrothermal process with the addition of oxalic acid concentrations 1.5; 3.0; and 4.5% (w/v), which were 44.33; 45.10; 45.98; and 46.62 mg/g. The highest adsorption capacity results were obtained for hydrochar with the addition of 4.5% oxalic acid, which was 46.62 mg/gKeywords: hydrochar, nypa frond, hydrothermal, adsorption, methylene blue

Filter by Year

1965 2022