cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,327 Documents
PENGARUH TEKANAN TERHADAP KERAPATAN, KADAR AIR DAN LAJU PEMBAKARAN PADA BIOBRIKET LIMBAH KAYU SENGON Feta Kukuh Pambudi; Wahidin Nuriana; Hantarum Hantarum
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari limbah organik dan dicampur dengan bahan lain kemudian dicetak menggunakan tekanan tertentu sehingga didapatkan bentuk dan karakteristik yang diinginkan. Tujuan penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan pencetakan terhadap kerapatan, kadar air dan laju pembakaran pada biobriket arang limbah kayu sengon dangan variasi tekanan 45 kg/cm2, 80 kg/cm2 , 115 kg/cm2 , 150 kg/cm2 . Hasil penelitian didapatkan densitas tertinggi 0,47 g/cm3 pada biobriket limbah kayu sengon dengan tekanan 150 kg/cm2 , nilai kadar air tertinggi adalah 6,6 %  pada biobriket limbah kayu sengon dengan tekanan 150 kg/cm2 dan pembakaran paling rendah yaitu rata-rata 0,35 g/menit pada biobriket limbah kayu sengon dengan tekanan 150 kg/cm2. Semakin besar tekanan pencetakan maka semakin tinggi kerapatannya, semakin rendah kadar airnya dan semakin rendah laju pembakarannya.
GEOLOGI DAN PETROGENESA BATUAN ANDESIT DESA SUMBERTANGKIL DAN SEKITARNYA KECAMATAN TIRTOYUDO KABUPATEN MALANG PROPINSI JAWA TIMUR Sebastian P. Lolong; Handoko Teguh Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian secara atministratif terletak di Desa Sumbertangkil dan Sekitarnya, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa timur. Secara astronomis terletak pada koordinat X : 700000 - 708000 dan Y : 9079000 - 9084000. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keadaan geologi daerah penelitian, yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi serta menentukan petrogensa  batuan andesit pada daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisis petrografi didapatkan  jenis batuan andesit yang dominan pada daerah penelitian adalah andesit basaltic, ukuran butirnya halus-sedang. Komposisi mineralnya plagioklas feldspar (40 %) piroksen (15 %) serta gelas,(15%). Opak (5 %) dan masa dasar gelas (40 %) Dari hasil analisis ini  maka batuan andesit pada daerah penelitian terbentuk secara ekstrusi (Lava). Berdasarkan relief, litologi, genesa dan kenampakan morfologi di lapangan maka bentuk asal di daerah penelitian adalah Bentuk Asal Struktural (S), Bentuk Asal Denudasional (D) dan Bentuk Asal Fluvial (F). Urutan satuan batuan dari yang tua ke yang muda pada daerah penelitian yaitu Satuan Tuff, Satuan Breksi Vulkanik, Satuan Lava Andesit, Satuan Batugamping Sisipan Batubara dan terendapkan Satuan Aluvial sebagai Satuan termuda pada daerah penelitian.
ANALISA RISIKO OPERASIONAL PROSES BANGUNAN KAPAL BARU (STUDI KASUS PEMBANGUNAN KAPAL LPD 124 M DI PT. PAL INDONESIA (PERSERO)) Candra Permana P; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan kapal baru yang melalui serangkaian tahapan proses produksi yang panjang seringkali terjadi beberapa hambatan, baik hambatan dalam hal teknis maupun non-teknis yang dapat mempengaruhi kegiatan/proses produksi tersebut sehingga target yang dituju meleset/tidak tercapai. Penurunan kualitas pada proses bangunan kapal baru dapat menyebabkan beberapa risiko yang berdampak buruk pada proses maupun hasil dari pekerjaan. Risiko-risiko apa saja yang dapat terjadi dan apa pencegahan yang diberikan agar risiko tersebut berkurang atau bahkan hilang pada proses bangunan kapal baru. Untuk menyelesaikan permasalahan ini dilakukan analisa risiko dengan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pada Fitting On Sub Assembly/Assembly Shop dengan potensi kegagalan tertinggi yaitu ketidaklurusan (Missallignment) dengan nilai RPN 161, pada Welding On Sub Assembly/Assembly Shop dengan potensi kegagalan tertinggi yaitu retak (Crack) dengan nilai RPN 175, pada Fitting On Erection Shop dengan potensi kegagalan tertinggi yaitu ketidaklurusan (Missallignment) dengan nilai RPN 199,8, dan Welding On Erection Shop potensi kegagalan tertinggi yaitu las putar (Round Weld) dengan nilai RPN 149. Adapun proses mitigasi risiko operasional pembangunan kapal baru maka harus dilakukan tindakan Fitt Up dan Check Accuracy. Selanjutnya pada proses Welding perlu dilakukan pengecekan permukaan material, cek gap pengelasan, cek gas yang akan digunakan, memahami WPS, dan skill tukang las.
PEMANFAATAN BUAH SALAK BUSUK (Salacca zalacca) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL Handy Rifaldin; Marita Nilam Kusuma
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah buah salak busuk yang sering ditemukan di pasar buah atau perkebunan dalam jumlah yang banyak dan belum ada pemanfaatan untuk limbah buah salak tersebut, sampah salak busuk yang dihasilkan oleh setiap pedagang buah berkisar 11% per hari dari jumlah buah yang dijual. Alkohol dapat dihasilkan dari tanaman yang banyak mengandung glukosa dengan bantuan aktifitas mikroba. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah salak busuk sebagai bahan baku pembuatan bioetanol mulai dari kandungan glukosa buah salak, kandungan etanol, pengaruh suhu dan pH dan kesesuaian kandungan bioetanol yang dihasilkan dengan kriteria campuran bahan bakar fosil. Metode Penelitian ini menggunakan variasi penambahan berat ragi roti (Saccaromyches cerevisiae) dan dilakukan proses fermentasi selama 7 hari dengan penambahan ragi yang sama sebesar 30g; 37,5g; 45g; 52,5g; 60g; dan 67,5g. Diperoleh hasi kandungan glukosa dalam salak buah busuk sebesar 1,16%. Pada salak busuk di dapatkan kadar etanol sebesar 59 – 99%. Suhu fermentasi yang baik untuk pembentukan bakteri Saccaromyches Cerevisiae dalam melakukan proses fermentase yaitu 290C – 350C dan pH optimum untuk pertumbuhan bakteri sebesar 3-4,5. Bioethanol yang dihasilkan oleh salak busuk bioethanol yang dihasilkan sebesar 99% dengan penambahan ragi 67,5 gram.
Studi Perbandingan Letak Shear Wall terhadap Perilaku Struktur dengan menggunakan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 Hendra Wijayana; Eka Susanti; Yanisfa Septiarsilia
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Gedung bertingkat pada era saat ini lebih ke arah vertikal. Hal ini dikarenakan keterbatasan lahan menjadi permasalahan utama, khususnya di daerah perkotaan, sehingga bangunan ke arah vertikal sudah menjadi kebutuhan pada Perkembangan Pembangunan. Rentannya struktur bangunan tingkat tinggi terhadap gaya lateral, salah satunya gaya gempa mengharuskan struktur bangunan tingkat tinggi mampu menahan gaya lateral yang terjadi. Terdapat beberapa sistem struktur dalam menahan gaya lateral, diantaranya merupakan sistem rangka pemikul momen dan sistem dinding geser (Shear Wall). Dalam penelitian ini menggunakan Sistem Ganda, yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen dan Sistem Dinding Geser dengan lima model posisi dinding geser. Penelitian  ini  dibuat  untuk  mengetahui  permodelan  posisi  dinding  geser yang  efektif  pada  bangunan  bertingkat  tinggi  dengan  membandingkan  5  permodelan  posisi  dinding  geser  yang  bervariasi menggunakan   nilai  prosentase  sistem  ganda,  periode  struktur,    dan  simpangan  antar  lantai. Berdasarkan  nilai  prosentase  penyerapan  gaya  lateral  pada  Sistem  Rangka  Pemikul  Momen  (SRPM)  didapatkan  nilai  terkecil  arah  X  sebesar  30,27  %  dan  arah  Y  sebesar  29,58 %  pada  permodelan  ke  5. Dengan  nilai  prosentase  sistem  ganda,  periode  struktur  dan  simpangan  antar  lantai yang  kecil  dalam  menahan  gaya  lateral  dianggap  struktur  bangunan  tersebut  lebih  aman.  Karna  resiko  kerusakan  pada  struktur  bangunan  dianggap  lebih  kecil  ketika  terjadi  goncangan  atau  pergerakan  struktur  bangunan  akibat  beban  lateral  seperti  beban gempa  yang  terjadi.  Sehingga  sistem  rangka  pemikul  momen  dengan  dinging  geser  yang  terletak  di  inti  bangunan   seperti  pada  permodelan  ke  5  dianggap  paling  efektif  dalam  menahan  gaya  lateral  seperti  beban  gempa.
Analisis Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Penambangan Batu Gamping Di Pt. Pertama Mina Sutra Perkasa, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur Lian Polyan Watumlawar Watumlawar; Lakon Utamakno
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pertama Mina Sutra Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor pertambangan batu gamping, yang saat ini ada pada tahap operasi produksi dimana metode penambangnnya menggunakan metode tambang terbuka. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Data yang digunakan yaitu data primer. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 karyawan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan teknik Probability Sampling yaitu pengambilan sampel secara acak. Untuk mengetahui apakah keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan penelitian ini menggunakan metode analisis linier berganda, koefisien determinasi R², uji F, uji t, sedangkan untuk menguji kevalidan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil pengujian ini menunjukan bahwa seluruh variabel valid karena 0,297 dan reliabel karena 0,6. Selanjutnya menggunakan regresi linier berganda dapat ditentukan variabel mana yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasilnya yaitu variabel keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena tingkat signifikansi 0,000 0,05 dan lingkungan kerja juga berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena tingkat signifikansi 0,000 0,05. Keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan Karena probabilitasnya 0,000 jauh lebih kecil dari 0,05
ANALISIS PENERAPAN BALLAST WATER MANAGEMENT SESUAI REGULASI IMO PADA KAPAL YANG BEROPERASI DI PERAIRAN TIMOR-LESTE Joao Guterres; Minto Basuki; Erivife Pranatal
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan air balas yang dilakukan oleh kapal dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lain dapat menimbulkan masalah. Air balas yang diangkut dari suatu kapal dapat membawa mikroorganisme yang hidup pada lingkungan asal dan kemudian dibuang pada ekosistem yang baru. Dampak dari perkembangan spesies asing di laut oleh IMO dinilai lebih sulit ditanggulangi dibanding dampak dari pencemaran akibat tumpahan minyak dan telah menjadi masalah global sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari seluruh komunitas maritim dunia. Namun, Konvensi Manajemen Air Balas atau International Maritime Organization (IMO), yang diadopsi pada tahun 2004, bertujuan untuk mencegah penyebaran organisme air berbahaya dari satu daerah ke daerah lain, dengan menetapkan standar dan prosedur untuk pengelolaan dan pengendalian air balas kapal dan sedimen. Metode yang dilakukan analisa dalam penelitian ini yakni mengenai aspek peraturan Timor Leste yang menjadi dasar ratifikasi peraturan IMO mengenai Konvensi internasional untuk pengendalian dan manajemen air ballas dan sedimen dari kapal 2004 dan Aspek Infrastuktur yang mendukung untuk Penerapan yakni menganalisa kesiapan pemerintah Republik Demokratik Timor Leste serta sampai pada aspek pelaksanaannya seperti dari sistem birokrasi yang berwenagn untuk mengawasi operator dan juga regulator serta sangsi/hukuman akibat pelanggaran manajmen air balas.
ANALISIS PENYEBARAN GAS KARBON MONOKSIDA (CO) DARI SUMBER TRANSPORTASI DI JALAN TUNJUNGAN SURABAYA Guruh Annas Setyo; Rachmanu Eko Handriyono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan salah satu sumber pencemaran udara terbesar di perkotaan, salah satunya di Kota Surabaya yang mengalami pertambahan penduduk setiap tahunnya. Hal ini berpotensi meningkatknya jumlah kendaraan bermotor sehingga menghasilkan polusi udara berupa Karbon Monoksida (CO) yang berasal dari emisi kendaraan bermotor. Karbon Monoksida (CO) merupakan salah satu penyumbang polusi udara terbesar yang berasal dari alat transportasi dan perlu diperhatikan terutama di daerah perkotaan yang menjadi sumber terbentuknya polusi udara. Jalan Tunjungan merupakan daerah yang menjadi tempat penelitian dengan waktu penelitian yang dimulai pada jam 07.00 WIB dan 16.00 WIB. Dipilihnya waktu pada jam tersebut dikarenakan meningkatnya jumlah volume kendaraan sehingga terjadi kemacetan, dan diketahui Jalan Tunjungan merupakan jalan utama yang berada di pusat Kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian berupa pengukuran langsung dan pemodelan Gauss menggunakan pemetaan penyebaran dengan Software Meti-Lis dan menganlisa udara ambien Karbon Monoksida (CO) yang dihasilkan oleh kendaraan sehingga dapat diketahui konsentrasi gas Karbon Monoksida yang dihasilkan alat transportasi, kualitas udara di Jalan Tunjungan dan dapat mengetahui sebaran gas Karbon Monoksida di Jalan Tunjungan. Metode penelitian yang digunakan adalah melalui survei dan observasi lapangan pada hari Senin, Rabu, dan Jum’at selama dua minggu pada jam puncak. Hasil pengamatan pada pengukuran langsung menunjukkan bahwa nilai terbesar konsentrasi Karbon Monoksida pada Jalan Tunjungan sebesar 8817 ?g/Nm3. Sedangkan hasil pemodelan Gauss menunjukkan nilai konsentrasi Karbon Monoksida tertinggi di Jalan Tunjungan sebesar 36125,82 ?g/ms. Untuk sebaran dispersi Karbon Monoksida menggunakan software Meti-Lis pada Jalan Tunjungan terjadi pada Kawasan pemukiman di Jalan Tunjungan Gang I – Kawasan Jalan Tanjung Anom.
PEMANFAATAN PAVING STONE BETON BERPORI DENGAN BAHAN TAMBAHAN SIKACIM UNTUK MENANGGULANGI PERMASALAHAN BANJIR Arie Wardhono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving stone beton merupakan material yang paling banyak ditemui dan digunakan sebagai material infrastruktur terutama di perumahan dan taman. Namun kelemahan utama paving stone beton normal adalah rendahnya kemampuan mereduksi air limpasan akibat genangan air yang tinggi yang diakibatkan oleh tingginya curah hujan di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Salah satu upaya untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan menggunakan paving stone beton berpori yang memiliki kemampuan cukup tinggi dalam menyalurkan atau meresapkan air genangan akibat banjir ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sikacim terhadap kuat tekan dan porositas paving stone beton berpori. Paving stone beton berpori dibuat dengan campuran 1,0 semen : 4,0 agregat : 0,32 air dengan rasio penambahan sikacim terhadap berat semen sebesar 0,001, 0,002, 0,003, 0,004 dan 0,005 berat semen. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tekan untuk mengetahui kekuatan dan kualitas, serta uji porositas untuk mendapatkan kemampuan paving stone beton berpori dalam menyerap air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi dicapai oleh paving stone beton berpori dengan penambahan sikacim 0,001 dengan kuat tekan sebesar 14,24 MPa dengan nilai porositas 22,09% dan kecepatan serap air sebesar 0,411 cm/detik. Berdasarkan nilai kuat tekan, paving stone beton berpori dengan penambahan sikacim 0,001 masuk dalam kategori kualitas C-D dan cenderung untuk dapat digunakan pada area pedestrian dan taman.
Kajian Teknis Alat Muat dan Alat Angkut Untuk Pencapaian Target Produksi Batugamping Sebesar 24.500 Ton/Hari Pada Crusher Tuban I PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur Avellyn Shinthya Sari; Destyagung Febyeta; Budiarto Budiarto; Hardi Wahono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batugamping merupakan salah satu bahan galian yang tergolong sangat banyak digunakan dalam berbagai kegiatan industri salah satu diantaranya adalah industri semen. Dan seiring bertambahnya permintaan maka bertambah pula kebutuhan raw material yang disiapkan sehingga harus dilakukan analisa agar target produksi mampu terpenuhi sehingga tidak menganggu proses selanjutnya. Kegiatan penambangan di kuari batugamping PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. banyak mengalami kendala salah satunya merupakan ketidaktercapaian produksi batugamping untuk memenuhi kebutuhan pabrik. Salah satu analisa yang akan dilakukan adalah dengan menganalisa kegiatan pemuatan dan pengangkutan antara dalam hal ini alat muat (backhoe) dan alat angkut (dumptruck). Untuk target produksi yang diinginkan adalah sebesar 24.500 ton/hari tetapi kondisi nyata dilapangan tidak mampu untuk memenuhi target tersebut. Maka dari itu penulis menganalisa secara langsung kegiatan pengangkutan (hauling) dan Pemuatan (loading) dan merumuskan pemecahan masalah antara lain, pertama dengan melakukan peningkatan waktu efektif karena temuan dilapangan dari total waktu yang tersedia hanya ±73% waktu efektif yang digunakan sehingga perlu ditingkatkan agar mampu mencapai produksi, tetapi dengan kondisi Efective Utility (EU) yang hanya 58% maka total capaian maksimal yang bisa dilakukan hanya sekitar 60% dari total target yang diinginkan dan kondisi tersebut sudah sangat baik. Kondisi untuk produksi alat muat saat ini adalah 9.676,83 ton/hari dan dari hasil analisa pemecahan masalah didapat bahwa dengan penambahan waktu efektif untuk alat muat Komatsu PC 400 dari sebelumnya sebesar 74,28% menjadi 86,11% meningkat sebesar 1.541,63 ton/hari menjadi 11.218,47 ton/hari. Kemudian untuk alat angkut dumptruck Scania P-360 adalah dengan panambahan waktu efektif dari 73,33 % menjadi 88,22% produksi meningkat 1.906,31 ton/hari menjadi 11.295,61 ton/hari.

Page 61 of 133 | Total Record : 1327


Filter by Year

2018 2024


Filter By Issues
All Issue 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI TERAPAN VI (SNTEKPAN VI) TAHUN 2018 Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan More Issue