cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,327 Documents
Identifikasi Sebaran dan Analisis Karakteristik Deposit Fosfat di Kecamatan Omben dan sekitarnya, Sampang, Jawa Timur Hendra Bahar; Ikwan Ikwan; Sapto Heru Yuwanto; Lakon Utamakno; Heni Siska Wiyanti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fosfat merupakan mineral penyusun suatu bahan galian dari unsur batuan beku atau sedimen dengan kandungan fosfor yang bersifat ekonomis. Keterdapatan cadangan fosfat di Indonesia cukup signifikan, termasuk di Jawa Timur, terutama di wilayah Pulau Madura. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penyelidikan sebaran dan karakterisik fosfat di Jawa Timur, khususnya di Pulau Madura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pengambilan data primer lapangan dan dikombinasikan dengan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis sampel batuan fosfat yang di ambil dari lokasi penelitian kemudian dideskripsikan secara megaskopis dan analisis laboratorium yaitu X-Ray Fluorescene (XRF). Berdasarkan hasil analisis unsur batuan diketahui bahwa deposit fosfat yang prospek sebagai fosfat alam adalah sampel Batugamping pasiran dengan kandungan unsur Ca 93,43% - Al 1,1% - P 2,7% dan Fe 1,86%, dengan sebaran berada di sebelah timur hingga ke selatan lokasi penelitian. Karakteristik deposit fosfat yang prospek sebagai deposit alam pada lokasi penelitian hasil analisis XRF adalah termasuk kelompok Crandallite, diindikasikan terbentuk dari penghancuran batuan fosfat ataupun hancuran tulang belulang vetebrata kecil serta kotoran burung dan kelelawar yang berasosiasi dengan batugamping, kelompok ini dikategorikan jenis sebagai Fosfat Guano (Guano Phosphate).
PENGARUH EFEK SKALA PADA UJI UCS DALAM MENENTUKAN KESTABILAN PILAR Yudho Dwi Galih Cahyono; Lakon Utamakno; Hendra Bahar; Heni Siska Wiyanti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penambangan dengan metode room and pillar menjadikan pilar sebagai penyangga. Dalam menentukan kondisi pilar yang aman maka diperlukan perihutungan yang tepat. Salah satu metode penentuan kondisi pilar yang aman maka digunakan perihitungan dari uji Uniaxial Compressive Strength (UCS)  dengan berbagai ukuran contoh. Kemudian dari hasil uji UCS dilakukan analisis kestabilan pilar untuk mendapatkan Faktor Feamanan (FK) yang stabil dengan metode Probabilitas Kemantapan (PK). Hasil perhitungan kemantapan pilar adalah untuk ukuran contoh 42 mm, probabilitas kemantapan sebesar 86 % mantap dan 11 % tidak mantap kemudian ukuran contoh 65 mm probabilitas kemantapan 76 % mantap dan 24. Sedangkan untuk ukuran contoh 95 mm probabilitas kemantapan adalah 68% mantap dan 32 % tidak mantap. Faktor yang berpengaruh dalam penilaian Probabilitas Kemantapan (PK) pada pilar  sama dengan penilaian Faktor Keamanan (FK) adalah dimensi pilar, distribusi tegangan, kekuatan pilar dan kehadiran bidang diskontinu.
Pembuatan Biofuel dengan Proses Perengkahan dari Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) Menggunakan Katalis CaO Daniatus Syahr Hajj; Dinda Aprilia RP; Agus Budianto
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tak terelakkan bahwa ketergantungan akan bahan bakar fosil kian hari semakin meningkat. Sedangkan bahan bakar fosil tidak dapat diperbaharui. Kondisi ini mendorong untuk menemukan bahan bakar alternatif terbarukan yang juga lebih ramah lingkungan. Biofuel merupakan alternatif solusi yang tepat untuk kondisi tersebut. PFAD merupakan produk samping dari pengolahan minyak kelapa sawit, yang bisa dikonversi menjadi bahan bakar, sehingga dapat dimanfaatkan. Selain itu, ketersediaan PFAD yang melimpah, harga cukup murah, dan juga penggunaannya tidak bersaing dengan bahan untuk pangan seperti kelapa sawit. Sehingga PFAD memiliki potensi tinggi untuk dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan biofuel. Penelitian ini menggunakan PFAD sebagai bahan baku, dengan meggunakan katalis CaO. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh temperatur dan berat katalis CaO terhadap yield, dan selektivitas produk biofuel yang dihasilkan. Suhu reaksi yang digunakan sebesar (300, 350, 400, 450)oC dengan berat katalis (2, 3, 4 dan 5) gram. Penelitian ini dilakukan dengan proses perengkahan katalitik dalam sebuah reaktor fixed bed dan akan dianalisa komposisinya menggunakan GC- MS. Berdasarkan analisa dapat diketahui bahwa yield tertinggi sebesar 27,59% pada suhu reaksi 400oC dengan berat katalis 4 gram. Selektivitas tertinggi adalah biodiesel sebesar 84,72% pada suhu 400oC dengan berat katalis 4 gram.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL BANDARA UDARA INTERNASIONAL SOFIFI, MALUKU UTARA TEMA: ARSITEKTUR SIMBOLISME Sahril Mahmud; Sukarnen Sukarnen
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah sebuah Negara besar dengan umur yang bisa dibilang sangat muda jika dibandingkan dengan negara – negara maju lainya. Indonesia dikenal sebagai negara dengan luas laut yang lebih besar dibandingkan dengan daratan. Kota – kota besar dipisahkan oleh pulau – pulau yang dibatasi dengan lautan. Sehingga Negara Indonesia dijuluki dengan negara maritim. Ketika berbicara tentang kepulauan maka terlintas dipikiran kita tentang transportasi. Berbeda dengan Negara kecil yang utuh tanpa adanya lautan dengan fokus transportasi darat. Indonesia cukup unik sehingga transportasi utama adalah transportasi udara dan laut. Infrastruktur ini sangat perlu diperbaiki sebagai tingkat investasi dan fasilitas bagi masyarakat yang ada di Indonesia. Sofifi dikenal memiliki intensitas angin yang cukup tinggi, hal ini tentu membuat laju pesawat akan terganggu, disisi lain aksesibilitas dari lokasi eksisting menuju pusat kota tidak terakomodir, sehingga dalam perancangan ini dituntut untuk berfikir dan menyelesaikan masalah dengan sekala kota dan Kawasan yang lebih luas, dengan tujuan agar seluruh elemen masyarakat bisa menggunakan fasilitas ini dengan nyaman dan terjangkau, di lain sisi masyarakat juga bias menerima dan merasakan ke dalam ruang dengan suasana yang khas dengan simbolis. Dengan tingkat perancangan bandara yang cukup kompleks maka pendekatan desain adalah dengan menggunakan metode observasi dan literatur di beberapa bandara yang ada di indonesia maupun luar negeri untuk mengetahui standart-standart tentang perancangan bandara internasional. Sehingga didalam Tugas akhir ini bias memberikan sebuah perancangan bandara yang berstandart internasional sesuai dengan konsep yang di terapkan yaitu ‘’Arsitektur Simbolisme’’, sehingga masyarakat akan bangga dan merasakan budaya yang dulu pernah ada dan sekarang hadir kembali denga wujud yang berbeda.
KARAKTERISTIK MENARA PENDINGIN TIPE INDUCED DRAFT DENGAN BAHAN ISIAN KAIN FLANEL Arrad Ghani Safitra; Fifi Hesty Sholihah; Inas Nabilah Fauziyyah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menyajikan tentang studi eksperimen untuk menguji karakteristik kinerja termal pada counter flow wet cooling tower yang direpresentasikan dengan panas yang dibuang ke atmosfir, efektivitas dan NTU. Cooling tower diisi dengan bahan isian kain flanel yang memiliki tinggi 0.3 m dan susunan bahan isian  zigzag, setengah, 2:1, dan susunan penuh. Pada makalah ini telah dianalisa pengaruh laju aliran udara pendingin terhadap temperatur, panas yang dibuang, efektivitas, dan NTU. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa karakteristik menara meningkat dengan adanya peningkatan kecepatan udara pendingin yang disertai dengan variasi susunan bahan isian. Karakteritik tertinggi diperoleh pada bahan isian dengan susunan penuh yang ditambahkan lapisan penutup berupa kain flanel karena semburan air tertahan oleh kain flanel akibat adanya kapilaritas pada bahan. Kemudian dengan membandingkan bentuk susunan bahan isian dan variasi kecepatan udara pendingin, panas tertinggi yang dibuang adalah 5.02 kW, efektivitas 0.9 dan nilai NTU sebesar 4.19 pada kecepatan udara pendingin 7.1 m/s dengan variasi bahan isian menggunakan susunan penuh yang dilapisi kain flanel.
STUDI PENDAHULUAN PENGGUNAAN MINIMUM QUANTITY LUBRICANT PADA PROSES PEMESINAN Desmas Arifianto Patriawan; Hery Irawan; Eriek Wahyu Restu Widodo
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini membahas tentang potensi dari minimum quantity lubricant (MQL) pada proses pemesinan. MQL adalah proses metal cutting dengan menggunakan coolant atau lubricant yang dicampur dengan udara yang terkompresi. Campuran udara dengan kecepatan 30 m/s dan cairan antara 5-30 ml/h. Campuran ini tidak banyak menggunakan bahan cair sehingga bisa lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Hasil dari proses pemesinan didapatkan bahwa gaya yang digunakan lebih rendah daripada dry cutting namun hampir sama dengan metode konvensional. Residual stress dan flank wear lebih baik jika dibandingkan dry cutting. Namun pada saat hard cutting MQL tidak lebih baik dari pada dry cutting dan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan cutting fluid secara konvensional.
Kualitas Baku Mutu Air Pada Void Batubara di Desa Mekar Jaya Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan Arrina Khanifa; Avellyn Shintya Sari; Waterman Sulityana Bargawa
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan pertambangan batubara yang menggunakan metode tambang terbuka yang meninggalkan bekas lubang galian tambang atau void . Sisa lubang bekas galian tambang tersebut pada akhirnya akan menjadi tampungan air larian maupun air hujan . Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengkaji kualitas air didalam lubang bekas galian tambang (void) berdasarkan parameter fisika dan kimia air berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan Atau Kegiatan Pertambangan Batubara dan 115 Tahun 2003 Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Pengujian kualitas air pada void di Desa mekar Jaya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan dilakukan di UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur dengan menggunakan parameter suhu, pH, Besi (Fe), Mangan ( Mn), BOD5 (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid). Penentuan status mutu air dengan menggunakan Metode Storet maka didapatkan hasil kelas( I) dengan hasil -28 termasuk pada kelas C, kelas (II) dengan hasil -14 berada pada kelas C , kelas (III) mendapatkan hasil -8 berada pada kelas B, dan kelas (IV) dengan hasil -2 berada pada kelas B. Masyarakat tidak bisa menngunakan air Kelas I dan II karena tidak memenuhi kriteria.
Pemetaan Parameter Logam Pada Air Tanah Di Kabupaten Bangkalan Herce Farida Solossa; Yulfiah Yulfiah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air tanah yang melampaui batas standar baku mutu, dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia. Pemetaan sebaran kualitas air tanah di Kabupaten Bangkalan perlu dilakukan, sebagai bentuk antisipasi dampak buruk dari pemanfaatan air tanah, khususnya untuk sumber air bersih. Air sumur dangkal dengan kedalaman tidak lebih dari 20 m, pada 18 titik pengukuran, dikumpulkan sebagai sampel penelitian. Sampel air tanah diambil pada musim kemarau. Berdasarkan pemetaan sebaran parameter logam ditunjukkan bahwa, air tanah di daerah penelitian masih layak untuk dikonsumsi, khususnya di Kecamatan Geger, Kokop, dan Konang.
PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS PETROGRAFI UNTUK MENENTUKAN DIAGENESA BATUGAMPING PADA FORMASI PASEAN DAERAH GULUK-GULUK DAN SEKITARNYA KABUPATEN SUMENEP PROVINSI JAWA TIMUR Rio Pidi Sugiharto; Jusfarida Jusfarida
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian terletak di Daerah Guluk-Guluk dan Sekitarnya Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur dengan objek penelitian berupa batugamping Formasi Pasean. Pada daerah penelitian memiliki singkapan batugamping  yang cukup melimpah dan menarik untuk dijadikan objek penelitian, karena perkembangan batugamping yang sangat sensitif terhadap perubahan keadaan geologi, Secara umum litologi yang ditemukan yaitu batugamping pasiran pada Formasi Pasean dan batugamping terumbu pada Formasi Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pengamatan lapangan, Pengambilan sampel, Analisis sayatan petrografi, Analisis mikrofosil. Hasil Penelitian dari 9 sampel sayatan petrografi didapatkan fasies yaitu fasies Rudstone, fasies Floatstone, fasies Calcareous Lithic Wacke, fasies Wackestone, fasies Packstone dengan proses diagenesis berupa micritisasi microbial, kompaksi, sementasi dan pelarutan yang menandakan bahwa Formasi Pasean  pernah ada padalingkungan diagenesis Marine phreatic, Burial, Meteoric phreatic, danMeteoric vadose.Berdasarkan hasil analisis mikrofosil Formasi Pasean di daerah telitian berumur ( N13-N15 Miosen Tengah-Atas) lingkungan pengendapan berada pada Inner neritic-Middle neritic (0-50m,0-100 m).
ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS COBIT 4.1 PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR DIGITAL PRINTING Awalludiyah Ambarwati; Natalia Damastuti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar perusahaan telah mengandalkan Teknologi Informasi (TI) untuk menyelesaikan kegiatan administrasi, pengolahan data dan efisiensi proses bisnis perusahaan. Penerapan TI dalam suatu perusahaan membutuhkan investasi di bidang TI yang cukup besar, untuk itu diperlukan tata kelola TI yang dapat meyelaraskan TI dengan tujuan bisnis. Salah satu perusahaan distributor digital printing telah menerapkan TI untuk mendukung operasional perusahaan. Namun demikian perusahaan tersebut belum menyadari pentingnya tata kelola TI. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan analisa tata kelola TI berbasis framework COBIT 4.1 pada perusahaan distributor digital printing. Hasil analisa menunjukkan bahwa penerapan TI pada perusahaan masih terbatas pada fungsi operasional dan berada pada level satu (initial/Ad Hoc).

Page 60 of 133 | Total Record : 1327


Filter by Year

2018 2024


Filter By Issues
All Issue 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI TERAPAN VI (SNTEKPAN VI) TAHUN 2018 Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan More Issue