Articles
229 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2019)"
:
229 Documents
clear
KORELASI PELAKSANAAN SHOLAT DHUHA TERHADAP KONSISTENSI SHOLAT WAJIB DI MADRASAH ALIYAH MUHAMAMMADIYAN NUNU PALU
Ali, Israwati Mw.;
Normawati, Normawati;
Hilal, Muhammad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.934
Sholat merupakan ibadah wajib yang harus di lakukan oleh setiap muslim yang sudah akhir balig .Dengan melaksanakan sholat hati akan terasa lebih tentram serta damai karena kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Swt. Melaksanakan sholat wajib maupuns holats unnah itu adalah bentuk perwuju dan komunikasi kita terhadap Allah Swt. Selain sebagai penghubung antara manusia dengan PenciptaNya, sholat juga dapat dijadikan media untuk membentuk akhlakul karima yang sangat perlu untuk diajarkan kepada anak-anak salah satunya dengan membiasakan melakukan ibadah sholat sunnah dhuha yang dilakukan setiap hari di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nunu Palu membuat peserta didik jadi terbaisa dalam melakukan ibadah wajib maupun sunnah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaiamana proses pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, yang mana,variabel dalam penelitian  ini  yaitu sholat dhuha (X) dan sholat wajib vaiabel (Y). Teknik dalam pengumpulan  data ini menggunakan observasi, angket/kusioner dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang penulis telah lakukan, Kegiatan sholat dhuha diMadrasah Aliyah Muhammadiyah Nunu Palu cukup terlaksana dengan baik dan terarah, kegiatan ini tidak hanya sekedar sholat saja namun peserta didik tidak langsung bergegas dari masjid, melainkan memperbaiki posisi untuk mendegarkan kajian-kajian tersebut. Sholat dhuha di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nunu Palu adalah pengganti dari apel pagi yang biasa dilakukan disekolah-sekolah lain. Rumusan masalah Kedua diketahui setelah melakukan berbagai macam uji yang terdapat dalam lampiran, bahwa korelasi pelaksanaan sholat dhuha terhadap konsistensi sholat wajib diMadrasah Aliyah Muhammadiyah Nunu Palu sangat berkorelasi karena hasil dari semua uji yang dilakukan menunjukan adanya signifikan. Dan hasil uji terakhir menunjukan bahwa  75,0% dari 30 responden memiliki tingkat konsistensi sholat wajib yang tinggi dan 25,0% dari 30 responden memiliki tingkat yang rendah dalam konsistensi sholat wajib. Kata kunci: Pelaksanaan Sholat Dhuha, Konsistensi Sholat Wajib
EFEKTIVITAS DESENTRALISASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SMA NEGERI 1 LAKEA
Mangale, Rustam S.;
Kadir, Surni;
Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.739
Skripsi ini membahas tentang efektivitas desentralisasi pendidikan dalammeningkatkan profesionalisme guru di SMA Negeri 1 Lakea dengan pokok pembahasana bagaimana deskripsi desentralisasi pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMA Negeri 1 Lakea? dan bagaimana implikasi desentralisasi pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMA Negeri 1 Lakea. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuideskripsi dan implikasi desentralisasi pendidikan dalam meningkatkan prodfesionalisme guru di sekolah tersebut.Untuk menjawab permsalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian skripsi ini yaitu: deskripsi Desentralisasi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMA Negeri 1 Lakea: (1) Desentralisasi pendidikan merupakan pemberian kewenangan kepada daerah untuk mengelola pendidikannya, lalu daerah melimpahkan kepada masing-masing sekolah (2) Pemerintah pusat tetap mengontrol pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan masing-masing sekolah melalui akreditasi nasional yang dilaksanakan oleh BAN-SM (3) Aspek-aspek yang menjadi kewenangan sekolah dalam melaksanakan desentralisai pendidikan yakni: (a) Perencanaan dan evaluasi program sekolah dalam hal ini sekolah berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan cara merencanakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan profesionalisme guru, misalnya mengutus guru untuk mengikuti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan merencanakan bimbingan teknis untuk meningkatkan keterampilan guru dan mengevaluasi berbagai perencaan kegiatan program sekolah (b) Aspek pengelolaan proses belajar, memberikan kewenangan kepada masing-masing guru untuk mengelola proses pembelajaran pada mata pelajaran yang dipegangnya dan kepala sekolah melukan supervisi kepada guru untuk mengevaluasi dan membimbing pelaksanaan proses pembelajaran guru tersebut (c) Aspek pengelolaan ketenagaan, SMA Negeri 1 Lakea mengelola 25 orang guru dan 3 orang tenaga administrasi, pengelolaan yang dilakukan misalnya memberikan guru mata pelajaran yang sesuai dengan keahliannya, dan mengutus guru sebagai perwakilannya dalam kegiatan seminar mapun workshop (d) Aspek pengelolaan keuangan, sekolah mengelola dana BOS dengan prosedur sesuai dengan aturan penggunaan dana tersebut yakni sebagai operasional sekolah, misalnya mengupayakan pembayaran honor guru honorer yang tidak pernah terlambat dibayarkan. Implikasi Desentralisasi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMA Negeri 1 Lakea: (1) Program sekolah dalam meningkatkan profesionalisme dapat terlaksana dengan baik (2) Masing-masing guru berupaya meningkatkan pengelolaan proses belajarnya sebagai implikasi dari pelaksanaan supervisi (3) Sekolah memiliki tenaga pendidik sesuai dengan kebutuhan dan (4) Pengelolaan keuangan yang dilaksanakan oleh sekolah dapat memotivasi guru untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.Kata Kunci       :   Desentralisasi pendidikan, profesionalisme guru
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENJUAL JAJANAN DENGAN HIGIENE SANITASI MAKANAN YANG DIJAJAKAN DISEKOLAH DASAR DI PALU BARAT
Sadia, Nur Ismy;
Sakung, Jamaluddin;
Rismawati, Nur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.787
Hygiene dan sanitasi merupakan suatu tindakan atau upaya untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan melalui pemeliharaan dini setiap individu dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya, agar individu terhindar dari ancaman kuman penyebab penyakit. Sanitasi adalah cara  pengawasan masyarakat yang menitik beratkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penjual jajanan dengan higiene sanitasi makanan yang di jajakan di Sekolah dasar di kecamatan palu barat. Berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan bahwa nilai P.Value = 0,622 (p>0,05) maka Ho diterima yang berarti tidak ada hubungan pengetahuan dengan higiene sanitasi makanan di sekolah dasar kecamatan palu barat. Berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan bahwa nilai P.Value = 0,041 (p<0,05) maka Ho ditolak yang berarti ada hubungan sikap dengan higiene sanitasi makanan. Berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan bahwa nilai P.Value = 1,000 yang artinya (p>0,05) maka Ho diterima maka tidak ada hubungan tindakan dengan higiene sanitasi makanan di sekolah dasar kecamatan palu barat. Bagi Penjual Jajanan Makanana, diharapkan lebih meningkatakan pengetahuan , sikap dan tindakan tentang higiene sanitasi makanan melalui penyuluhan tenaga kesehatan atau media massa atau informasi dari masyarakat sekitar.Kata Kunci     : Hygiene sanitasi,Makanan,Pengetahuan,Sikap,Tindakan
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS BIROBULIKECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU
Wahidah, Robiatul;
Sudirman, Sudirman;
Andri, Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.829
Penguna jasa pelayanan kesehatan di puskesmas menuntut pelayanan yang berkualitas tidak hanya menyangkut kesembuhan dari openyakit secara fisik akan tetapi juga menyangkut kepuasan terhadap sikap, pengetahuan dan ketrampilan petugas dalam memberikan pelayanan serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan dapat memberikan kenyamanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di puskesmas birobuli kecematan palu selatan kota paluJenis penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional study yang digunakan untuk mengukur variabel independen dan variabel dependen secara bersamaan. Dengan jumlah samapel sebanyak 96 responden yang didapat dari hasil perhitungan rumus estimasi proporsi. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan Uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan keterhandalan dengan kepuasan pasien dengan nilai p=0,000<0,05. Ada hubungan antara empati dengan kepuasan pasien dengan nilai p=0,002<0,05. Ada hubungan antara berwujud dengan kepuasan pasien dengan nilai p=0,000<0,05. Ada hubungan antara ketanggapan dengan kepuasan pasien dengan nilai p=0,009<0,05. Ada hubungan antara jaminan kepastian dengan kepuasan pasien dengan nilai p=0,000<0,05. Hasil peneitian ini kiranya dapat penelitian ini dapat di jadikan informasi untuk peningkatan pelayanan yang mutu pelayanan kesehatan di puskesmas birobuli kecamatan palu selatan provinsi sulawesi tengah (kota palu). Kata kunci : Mutu Pelayanan, Kepuasan Pasien
PERANAN RESERSE DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (STUDY KASUS DI DITRESKRIMUM POLDA SULTENG)
Fahrudin,, Fahrudin,;
Purnawati, Andi;
Lestiawati, Ida
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.695
Skripsi ini bertujuan (1). Mendeskripsikan peranan reserse dalam penyidikan tindak pidana pencurian oleh anak di Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah menurut Undang-undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dan    (2). Mendeskripsikan faktor-faktor yang dihadapi reserse di Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah dalam melakukan penyidikan tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian hukum normatif - empiris dan analisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1). Dalam penyidikan tindak pidana pencurian menurut Undang-undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak pada dasarnya pihak Kepolisian tidak banyak kesulitan baik dalam melakukan penangkapan maupun dalam melakukan penyidikan, (2). Hambatan secara eksternal yang biasa ditemui oleh penyidik adalah dalam memberikan pengertian terhadap orang tua/wali, atau keluarga dari anak yang melakukan tindak pidana, karena mereka sulit untuk mengintropeksi diri tentang peran mereka sebagai orang tua yang disatu sisi mereka sebagai bapak dan disisi lain mereka sebagai teman atau bahkan relasi sehingga sebagian besar orang tua menganggap sudah memberikan yang terbaik buat anaknya. Sehingga mereka tidak percaya kalau anaknya sampai terlibat kasus atau perbuatan yang melanggar hukum atau tindak pidana. Kata Kunci : Peranan reserse, tindak pidana pencurian, pelaku Anak.Â
ANALISIS BAURAN PEMASARAN PRODUK BAWANG GORENG PADA UD. SRI REJEKI KOTA PALU
Nofriansyah, Nofriansyah;
Burhannudin, Burhannudin;
Salmiati, Salmiati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.925
Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui Analisis Bauran Pemasaran yang Dilakukan oleh Pada UD.Sri Rejeki Kota Palu Dalam Memasarkan Hasil Produk Bawang Goreng. Antara variabel Bauran Pemasaran yaitu Produk, Harga, Promosi Tempat, Orang, Bukti Fisik, Proses (X) Terhadap Pemasaran Produk Bawang Goreng (Y) Dengan menggunakan Metode Penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian Analisis Kualitatif dan Deskriptif Kuantitatif (non statistik) dengan cara mengurangi dan pengembangan obyek peneliti pada UD. Sri Rejeki Palu. Dari Analisis Bauran Pemasaran Produk Bawang Goreng pada UD.Sri Rejeki Kota Palu. Periode tahun 2016 sampai dengan 2017, menunjukan bahwa Penjualan mengalamin kenaikan Penjualan 24.180 kg, pada tahun 2016. dan Pada tahun 2017 kenaikan menjadi 26.130 kg. Pada tahun 2018 mengalami Penurunan dimana yaitu menjadi 25.740 kg. Dari hasil Analisis Penjualan Bawang Goreng pada UD. Sri Rejeki Kota Palu. Sudah berjalan dengan efektif dikarenakan pada tahun 2018 ada Penurunan Penjualan Produk Bawang Goreng. Dikarenakan faktor alam. Kata Kunci:  Bauran Pemasaran, Produk, Harga, Promosi, Tempat, Orang, Bukti Fisik, Proses. Pemasaran Produk Bawang Goreng.Â
WASIAT WAJIBAH ANAK ANGKAT MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM DI PENGADILAN AGAMA PALU KELAS I A
Maribunti, Irfo;
Kadir, Surni;
Gazali, Gazali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.730
Deskripsi Wasiat wajibah Anak Angkat dalam Kompilasi Hukum Islam Dalam KompilasiHukum Islam orang tua angkat secara serta merta dianggap telah meninggalkan wasiat (karena itu diberi nama wasiat wajibah) maksimal sebanyak 1/3 dari harta yang ditinggalkan untuk anak angkatnya, atau sebaliknya anak angkat untuk orang tua angkatnya, dimana hartatersebut dalam sistem pembagiannya bahwa sebelum dilaksanakan pembagian warisan kepada para ahli warisnya, maka wasiat wajibah harus ditunaikan terlebih dahulu. Wasiat wajibah sebagai wasiat yang pelaksanaannya tidak dipengaruhi atau tidak bergantung kepada kemauan atau kehendak yang meninggal dunia. Wasiat wajibah adalah suatu wasiat yang diperuntukkan kepada ahli waris atau kerabat yang tidak memperoleh bagian harta warisan dari orang yang wafat, karena adanya suatu halangan syara. Implementasi wasiat wajibah kepada anak angkat dalam putusan hakim di Pengadilan Agama kelas I A Palu yaitu : Pertama pihak pengadilan agama menerima permohonan gugatan wasiat wajibah kemudian yang kedua pengadilan agama mempelajari perkara yang masuk dan menyiapkan kelengkapan berkas sesuai dengan ketentuan pengadilan yang berlaku, ketiga pengadilan agama menetapkan majelis hakim yang akan menyelesaikan perkara berdasarkan bukti-bukti yang kuat yang dihadirkan oleh anak angkat ( Penggugat) yakni majelis hakim memutuskan memberikan 1/3 dari jumlah harta yang ditinggalkan apabila penggugat dapat mengahdirkan bukti berupa putusan majelis hakim tentang pengangkatan anak. Majelis hakim juga dapat memutuskan perkara secara berbeda apabila penggugat memiliki surat wasiat yang sah dari orang tua angkatnya dalam hal ini putusan majelis hakim harus mengikuti isi dari surat wasiat tersebut. Kata Kunci: Wasiat Wajibah dan Kompilasi Hukum Islam
PENGARUH MEDIA POSTER DAN LEAFLET TERHADAP SIKAP MASYARAKAT TENTANG 10 PHS DALAM KEDARURATAN DI HUNTARA GAWALISE KOTA PALU
Jabir, Alan;
Kunoli, Firdaus J.;
Yani, Ahmad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.988
ABSTRAKKegawatdaruratan ialah suatu keadaan di mana seseorang dalam kedaan gawat atau menjadi gawat dan terancam anggota badannya dan jiwanya akan menjadi cacat atau mati bila tidak mendapat pertolongan kedaruratan bisa berupa konflik, bencana alam atau wabah penyakit yang biasanya menyebabkan orang menderita baik karena akibat langsung dari kedaruratan maupun akibat tidak langsung, maka penelitian ini di lakukan bertujuan untuk mengetahui Media Poster dan Leaflet terhadap sikap masyarakat tentang 10 Pesan Hidup Sehat (PHS) dalam kedaruratan di Huntara Gawalise Kota Palu. Desain dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan The Nonequivalent Control Group Design, penelitian ini menggunakan total populasi yaitu 82 responden yang di bagi menjai kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, analisis yang di gunakan pada penelitian ini yaitu analisis Paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan 34.78 menjadi 37.46 dan nilai rata pada kelompok kontrol 33.93 menjadi 34.66 setelah di lakukan intervensi dengan menggunakan media poster dan leaflet di Huntara Gawalise Kota Palu. Hasil penelitian ini setelah di lakukan intervensi bagi pihak Kelurahan Duyu agar senantiasa mendorong dan memfasilititasi masyarakat dalam dalam mengupayakan 10 PHS dalam kedaruratan di Huntara Gawalise.Kata Kunci    : Media, 10 PHS, Sikap
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI PENGUNGSIAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN
Wulandari, Sri;
Miswan, Miswan;
Rismawati, Nur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.778
Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena masih sering timbul dalam bentuk KLB (Kejadian Luar Biasa) dan sering disertai kematian yang tinggi, di Sulawesi Tengah khususnya di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan dalam kurun waktu 1 tahun ada satu orang balita meninggal dunia, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hubungan kondisi fisik air, kebiasaan cuci tangan, dan kepemilikan sarana pembuangan sampah dengan kejadian diare di pengungsian wilayah kerja puskesmas pantoloan.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini observasional bersifat analitik dengan pendekatan restrospektif menggunakan metode case control dimana pengambilan data variabel akibat (dependen) dilakukan terlebih dahulu kemudian diukur variabel sebab yang telah terjadi pada waktu yang lalu.Berdasarkan hasil uji chi-square yang di lakukan menunujukkan bahwa kondisi fisik air dengan kejadian diare di peroleh p value = (0) artinya kondisi fisik air tidak ada hubungan antara kejadian diare, sementara mencuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare di peroleh p value = 0.001Â artinya mencuci tangan pakai sabun ada hubungan antara kejadian diare, dan kepemilikan sarana tempat pembuangan dengan kujadian diare di peroleh p value = 0,194 artinya kondisi fisik air tidak ada hubungan antara kejadian diare.Di tujukan bagi pihak Puskesmas Pantoloan agar meningkatkan sosialisasi melalui penyuluhan mengenai sanitasi lingkungan dan (PHBS) perilaku hidup bersih dan sehats yang baik agar dapat mencegah terjadinya penyakit diare.Kata Kunci: Kondisi fisik air, Cuci tangan, Tempat sampah, Diare
HUBUNGAN INFORMASI DAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA PASIEN HIV-AIDS DI POLI PDP RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH
Sucerni, Sucerni;
Sudirman, Sudirman;
Afni, Nur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.844
Kepatuhan terhadap terapi antiretroviral merupakan kunci keberhasilan pengobatan HIV, karena ARV berkelanjutan mampu menekan HIV hingga tak terdeteksi, meningkatkan kualitas dan kelangsungan hidup, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan serta mengurangi risiko penularan HIV. Sebaliknya, ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan penyebab utama kegagalan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan informasi dan motivasi dengan kepatuhan minum obat ARV.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah 62 sampel. Analisa menggunakan uji statistik Chi-Square dengan taraf signifikansi α <0,05.Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan informasi dengan kepatuhan minum obat ARV dengan nilai p value = 0,299 > 0,05. Ada hubungan motivasi dengan kepatuhan minum obat ARV dengan nilai p value = 0,002 < 0,05.Kesimpulannya adalah tidak ada hubungan informasi dengan kepatuhan minum obat ARV dan ada hubungan motivasi dengan kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV-AIDS. Saran dalam penelitian ini adalah perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan minum ARV melalui pemberian informasi yang akurat dan berkesinambungan serta motivasi yang kuat dari keluarga atau dari kelompok dukungan sebaya. Kata Kunci: HIV, AIDS, Antiretroviral, ODHA, Informasi, Motivasi, Kepatuhan ARV