Articles
530 Documents
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA OGODOPI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Sudarni, Ni Wayan;
Sudirman, Sudirman;
Afni, Nur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.345 KB)
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.401
Hipertensi adalah penyakit yang kejadiannya sering dijumpai pada lansia dan kejadiannya diperkirakan akan terus meningkat seiring pertambahan usia dan perubahan gaya hidup. Hipertensi merupakan kondisi patologis yang dapat menyebabkan kelainan multiorgan termasuk mata, jantung, ginjal dan otak. Tujuan penelitian adalah untuk faktor risiko kejadian hipertensi pada lansia di Desa Ogodopi Wilayah Kerja Puskesmas Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini penelitian survei analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana faktor risiko itu terjadi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan case control. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 64 responden yang terdiri dari 32 kasus dan 32 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pola makan dengan nilai OR = 16.111 > 1, aktifitas fisik dengan nilai OR = 3.857 > 1 dan penyakit diabetes militus dengan nilai OR = 21.923 > 1 terhadap Penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan ada pengaruh ketiga variabel independen (pola makan, aktifitas fisik, dan penyakit diabetes militus dengan variabel dependen penyakit hipertensi pada lansia. Saran dalam penelitian diharapkan bagi pihak instansi terkait Puskesmas Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong mampu meningkatkan sosialisasi dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di posbindu pada lansia agar menurunkan angka kejadian penyakit hipertensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA USIA LANJUT DI POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAOLAN KABUPATEN TOLI-TOLI
Ashar, Ashar;
Sudirman, Sudirman;
Kadri, Abdul
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.756 KB)
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.334
Berdasarkan data dari Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Toli-toli tahun 2015 cakupan pelayanan kesehatan lansia yang berumur ≥ 60 tahun di Kabupaten Toli-toli sebanyak 843 jiwa dengan jumlah lansia sebanyak 1.902 jiwa. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Toli-toli tahun 2016, Puskesmas Baolan merupakan salah satu puskesmas yang memiliki capaian kinerja standar pelayanan kesehatan pada usia lanjut terendah dengan jumlah lansia yang berumur ≥60 tahun sebanyak 110 jiwa. Untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada usia lanjut di Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-toli. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan secara Cross Sectional Study dimana variabel dependent dan variabel independent dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Hasil dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara Sikap Lansia dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Lansia di posyandu lansia Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-toli dengan nilai P = 0,248 (>0,05), ada hubungan antara Dukungan Sosial dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-toli dengan nilai P = 0,021 (>0,05), ada hubungan antara pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan lanjut usia di puskesmas baoalan kabupaten Toli-toli p = 0,021 (<0,05). Berdasarkan penelitian tersebut maka disarankan agar Diharapkan pihak instansi untuk mengikut sertakan peran keluarga lansia dalam mendukung pemanfaatan pelayanan kesehatan. Serta meningkatkan penyuluhan berbagai macam hal terkait masalah kesehatan dalam pelayanan kesehatan lansia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA DIABETES MELLITUS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD MAMUJU UTARA
Jariana, Jariana;
Sudirman, Sudirman;
Afni, Nur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (547.251 KB)
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.350
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan sebuah penyakit, di mana kondisi kadar glukosa di dalam darah melebihi batas normal. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya Diabetes Mellitus pada pasien rawat jalan di RSUD Mamuju Utara.Penelitian ini merupakan Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Dengan jumlah 52 sampel dengan teknik Accidental Sampling dengan menggunakan uji analisis Chi square .Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan pola makan dengan Diabetes Mellitus dengan nilai Ï 0.748 > 0.05, tidak ada hubungan pola aktifitas fisik dengan Diabetes Mellitus dengan nilai Ï 0.522 > 0.05 dan ada hubungan riwayat herediter dengan Diabetes Mellitus dengan nilai Ï 0.021 ≤ 0.05.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan pola makan dengan terjadinya Diabetes mellitus, tidak ada hubungan pola akatifitas fisik dengan terjadinya Diabetes mellitus dan ada hubungan herediter dengan terjadinya Diabetes mellitus.Saran dalam penelitian ini adalah bagi petugas RSUD Mamuju Utara disarankan untuk mengetahui faktor predisposisi terjadinya Diabetes Mellitus dan Pelayanan kesehatan yang lebih baik diharapkan dapat menangani pencegahan Diabetes Mellitus yang akan menekan angka morbiditas.
HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU
Purwanto, I Wayan Hendrik;
Miswan, Miswan;
Yani, Ahmad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.386 KB)
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.368
Diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan, penularan penyakit diare dapat terjadi secara secara fekal-oral, melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi agen yang berasal dari air yang tercemar maupun dari tinja yang terkontaminasi. Sanitasi dasar rumah sangat erat hubungannya dengan angka kejadian penyakit menular terutama diare, Lingkungan rumah sangat berpengaruh terhadap terjadinya kajadian penyakit diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sanitasi dasar dengan kejadian diare pada anak Balita di Wilayah kerja Puskesmas Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah analitik dalam bentuk survey yang bersifat observasional dengan metode pendekatan Case Control yaitu rancangan penelitian yang membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol yang sudah diketahui kejadiannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kualitas fisik air dengan kejadian diare pada anak balita dengan nilai P Value 719 (>0,05) dan ada hubungan antara kondisi jamban dengan kejadian diare P Value 0,000 (<0,05) serta kondisi tempat sampah 0,000 (<0,05) namun tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian diare pada anak balita dengan nilai P Value 497(>0,05), dan ke empat variabel tersebut merupakan faktor risiko terhadap kejadian diare pada anak balita. Hasil penelitian menyarankan agar instansi kesehatan lebih melakukan penyuluhan tentang sanitasi dan penyuluhan tentang penyakit diare.
PERBEDAAN DISIPLIN PEGAWAI RSUD RAJA TOMBOLOTUTU SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN ABSENSI FINGER PRINT
Lahinta, Rachmat;
Sudirman, Sudirman;
Kadri, Abdul
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.111 KB)
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.385
Tingkat Kehadiran atau Absensi adalah suatu kegiatan atau rutinitas yang dilakukan oleh pegawai untuk membuktikan dirinya hadir atau tidak dalam bekerja di suatu instansi. Absensi ini berkaitan dengan penerapan disiplin yang ditentukan oleh masing masing perusahaan atau institusi. Berkurangnya komitmen pegawai dalam bekerja akan berdampak pada motivasi dan kinerja pegawai yang semakin menurun. Pencatatan absensi pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM atau Human Resources Management). Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya perbedaan disiplin pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Raja Tombolotutu sebelum dan sesudah penggunaan absensi finger print. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan metode quasi-experimental onegroup pretest-posttest design Dengan jumlah 67 sampel dengan menggunakan uji statistik paired t-test Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan disiplin pegawai sebelum dan setelah penggunaan finger print dengan nilai Ï 0.000< 0.05. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa ada perbedaan rata-rata frekuensi disiplin setelah penggunaan absensi finger print dengan nilai Ï Value = 0.000 Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan kepada para pegawai Rumah Sakit Umum Daerah untuk dapat meningkatkan disiplin kerja, dalam hal ini berkaitan dengan melaksanakan pekerjaan dengan tepat waktu, tidak terlambat, tidak datang untuk absensi kemudian pergi meninggalkan rumah sakit, masuk maupun pulang sesuai jam kerja, dan lebih meningkatkan kinerjanya dalam bekerja.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT ISPA PADA ANAK BALITA DESATINOMBO KECAMATAN TINOMBO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Aisah, Siti;
Miswan, Miswan;
Yani, Ahmad;
Rafiudin, Rafiudin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.243 KB)
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.396
Angka kejadian ISPA di negara berkembang mencapai 15%-20% pertahun dengan jumlah balita yang meninggal mencapai ± 13 juta pertahun. Di Indonesia ISPA merupakan penyebab utama kematian bayi yang mencapai 150.000 pertahun. Sulawesi Tengah angka tertinggi penderita Ispa pada anak Balita mencapai 34%.Kabupaten Parigi Moutong tepatnya desa Tinombo kecamatan Tinombo penderita Ispa pada anak Balita tertinggi mencapai 20%-30%.Usia yang rawan menderia Ispa adalah usia anak Balita yaitu bayi umur < 1 tahun dan 1–5 tahun. Umumnya angka kejadian Ispa pada anak balita dapat dicegah dengan meningkatkan pelayanan dan penyuluhan kesehatan yang optimal terutama yang berhubungan dengan penyakit Ispa pada anak Balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit Ispa pada anak Balita di desa Tinombo kecamatan Tinombo kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey Analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan pengukuran variabel independen (4 Variabel) dengan jumlah sampel 61 responden (sampel jenuh) dengan uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4 variabel yang diteliti menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara ventilasi, jenis lantai, kepadatan hunian terhadap penyakit ISPA pada anak balita, akan tetapi menunjukkan ada hubungan antara paparan asap rokok terhadap kejadian ISPA pada anak balita. Penelitian ini menyarankan agar instansi kesehatan lebih meningkatkan kegiatan pelayanan dan penyuluhan kesehatan yang berhubungan dengan penyakit ISPA pada anak Balita terutama mengenai bahaya asap rokok di dalam rumah dengan penyakit ISPA pada anak balita.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN TERPADU PUSKESMAS (SP2TP) DI PUSKESMAS KAWUA KECAMATAN POSO SELATAN KABUPATEN POSO
Passapari, Erwin;
Sudirman, Sudirman;
Nor, Andi Reza Alief Chairin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.432 KB)
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.345
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) dapat berperan banyak dalam menunjang proses manajemen Puskesmas. Melalui SP2TP, puskesmas diwajibkan mengumpulkan data transaksi pelayanan baik pelayanan UKP maupun UKM secara rutin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program SP2TP dari aspek input (sumber daya manusia, fasilitas dan dana), aspek procces (pencatatan dan pelaporan) dan aspek output (ketepatan waktu dalam pelaporan, pencatatan dan penyetoran laporan bulanan) di Puskesmas Kawua Kabupaten Poso. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. dalam penelitian ini terdiri dari 5 (lima) orang 3 informan utama dan 2 informan tambahan di Puskesmas Kawua Kecamatan Poso Selatan Kabupaten Poso. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas di Puskesmas Kawua sudah terlaksana meskipun belum optimal, selain itu terdapat beberapa masalah yaitu, belum adanya koordinasi yang baik antara koordinator SP2TP dengan petugas SP2TP, tidak adanya teknologi yang menunjang pelaksanaan program SP2TP, belum adanya dukungan sumber daya manusia khusus pelaksanaan SP2TP baik secara kualitas dan kuantitas, dan untuk pengiriman laporan umumnya petugas yang bertugas mengantarkan laporan SP2TP ke Dinkes Kota masih menggunakan fasilitas dan saranan milik pribadi, tanpa diberi biaya dana operasional dan masih adanya petugas yang merekap data laporan secara manual dan tidak tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh Koordinator SP2TP di Puskesmas Kawua Kecamatan Poso Selatan Kabupaten Poso. Ditujukan bagi pihak instansi Puskesmas Kawua Perlu adanya koordinasi antara petugas dengan koordinator SP2TP yang baik dan terbuka agar pelaksanaan program ini berjalan lancar, adanya bantuan dana dari pemerintah serta adanya sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pelaksanaan SP2TP di puskesmasdi Puskesmas Kawua Kecamatan Poso Selatan Kabupaten Poso.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAMBAIRA KABUPATEN PASANGKAYU
Azmi, Azmi;
Sakung, Jamaluddin;
Yusuf, Herlina
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.089 KB)
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.363
Diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan dan terjadi hampir di seluruh daerah geografis di dunia, dan Anak balitaadalah salah satu kelompok umur yang berada dalam situasi sangat rentan dengan penyakit. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk diketahuinya hubungan sanita silingkungan dengan penyakit Diare pada anak balita diwilayah kerja Puskesmas Bambaira Kabupaten Pasangkayu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan metode Cross Sectional Study. Dengan jumlah 95 sampel dengan menggunakan uji Statistik yaitu Chi – square ( X2 ). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pemanfaatan jamban dengan terjadinya Diare dengan nilai Ï 0.000< 0.05, ada hubungan penyediaan air bersih dengan terjadinya Diare dengan Ï 0.006< 0.05, dan ada hubungan pembuangan sampah dengan terjadinya Diare dengan nilai Ï 0.000 ≤ 0.05. Diharapkan agar pihak puskesmas/instansi terkait lebih aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit Diare khususnya mengenai PHBS serta lebih aktif memonitoring prevalensi Diare diwilayah kerja Puskesmas Bambaira.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT DIARE PADA ANAK BALITA DI DESA BAINA’A KECAMATAN TINOMBO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Ardianti, Kiki;
Budiman, Budiman;
Yusuf, Herlina
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.222 KB)
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.379
Penyakit diare sering menyerang bayi dan balita, bila tidak diatasi lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan kematian. Banyak faktor risiko yang diduga menyebabkan terjadinya penyakit diare pada bayi dan balita di Indonesia. Salah satu faktor risiko yang sering diteliti adalah faktor lngkungan yang meliputi sarana air bersih (SAB), jamban, saluran pembuangan air limbah (SPAL), kualitas bakteriologis air, dan kondisi rumah. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit diare pada anak balita di Desa Baina’a Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 52 anak balita uji Statistik yang digunakan adalah “Chi Square†, penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei sampai dengan juni 2018 di Desa Baina’a Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara kondisi fisik air dengan kejadian Diare pada anak balita dengan nilai Ï 0.000, ada hubungan bermakna antara kepemilikan jamban dengan kejadian Diare pada anak balita dengan nilai Ï 0.019, ada hubungan bermakna antara kepemilikan tempat sampah dengan kejadian Diare pada anak balita dengan nilai Ï 0.000, dan ada hubungan bermakna antara saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian Diare pada anak balita dengan nilai Ï 0.006. Disarankan kepada instansi diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan bahan pertimbangan bagi Puskesmas Tinombo, Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah, dan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil suatu kebijakan dalam melaksanakan pemberantasan penyakit Diare.
EFEKTIVITAS LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI PENGURAIAN SAMPAH ORGANIK DAN MENCEGAH GENANGAN AIR DI RUMAH SAKIT MADANI
Puspita, Dewi;
Sudirman, Sudirman;
Budiman, Budiman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (154.202 KB)
|
DOI: 10.31934/jom.v1i1.340
Untuk menghindari resiko pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan maka penyelenggara lingkungan rumah sakit harus sesuai dengan persyaratan kesehatan dan kebersihan salah satunya yaitu pelestarian lingkungan hidup dengan kriteria terdapat pohon pelindung yang cukup, program penghijauan, pengomposan sampah, pembuatan resapan air Biopori, dan efisiensi penggunaan air. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui efektifitas Lubang Resapan Biopori sebagai pengurai sampah organik dan mencegah genangan air di rumah sakit Daerah Madani Mamboro Kecamatan Palu Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Experimen,sampel sebanyak 5 buah Analisa data yang digunakan berdasarkan kajian teori yaitu hasil experimen pada Lubang Resapan Biopori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disimpulkan bahwa Lubang Resapan biopori memiliki tingkat keefektifan yang tinggi dalam meresapkan air, dengan nilai laju resapan yaitu 4-8 cm/perjam dengan perbandingan laju inflasi normal tanah yaitu 2 cm per jam dan sangat evektif dalam menguraikan sampah ditandai dengan perubahan warna,tekstur,suhu,dan kelembaban.Perlu dikaji lebih mendalam lagi tentang Penbuatan Lubang Resapan Biopori agar ditemukan terobosan-trobosan baru dalam peanggulangan sampah organik dan genangan air di Provinsi Sulawesi tengah