cover
Contact Name
Iriyanto Widisuseno
Contact Email
humanika@undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humanika@undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HUMANIKA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14129418     EISSN : 25025783     DOI : -
Humanika ISSN 2502-5783 (online), ISSN 1412-9418 (print) is an open access and peer-reviewed journal published by Faculty of Humanities, Diponegoro University, Indonesia. This Journal published twice a year (January-June and July-December).The scope of journal is: Literature, Linguistics, History, Art, Religion, and Philosophy.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2021): June" : 5 Documents clear
THE USES OF MYTH AND RITUALS AS COMMUNICATION STRATEGIES FOR ENVIRONMENTAL PRESERVATION BY KRATON NGIYOM IN SEKARALAS AND SEKARPUTIH VILLAGES Parani, Rizaldi; Berliana, Brigitta; Putri, Liza Diniarizky; Annisarizki, Annisarizki; Malik, Abdul
HUMANIKA Vol 28, No 1 (2021): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i1.37326

Abstract

Kraton Ngiyom is a non-profit organization that focuses on environmental preservation. To overcome the environmental problems in the villages of Sekaralas and Sekarputih, Ngawi, East Java, especially regarding the condition of damage to the forest area and both springs in the village area, Kraton Ngiyom uses communication strategies based on local wisdom by utilizing mythologically oriented instrument and ceremonies as a medium of communication to encourage the public to care and actively contribute in carrying out environmental preservation activities. This study aims to answer the research question of how the Kraton Ngiyom uses myth and rituals as communication strategies for environmental conservation in the villages of Sekaralas and Sekarputih. This study employs an ethnographic study approach. Data collection was carried out using direct observation and in-depth interviews with five informants. The results of this study found that the communication strategies based on local wisdom are well implemented by Kraton Ngiyom through 2 instruments, namely myths and rituals. The myth is used by Kraton Ngiyom to deliver environmental preservation messages to the people of Sekaralas and Sekarputih villages, while the rituals are used by Kraton Ngiyom as instruments to support the delivery of messages, which is to encourage changes in village community behavior. The process of delivering messages through myths, which was maximized in the implementation of a ceremony, succeeded in changing the behavior of Sekaralas and Sekarputih villagers to become more concerned about their environmental conditions and to take initiatives in undertaking environmental conservation efforts.
PERANAN SANDUR KEMBANG DESA DALAM PELESTARIAN KESENIAN SANDUR DI BOJONEGORO, JAWA TIMUR Firdaus, Elvin Nuril; Sukmawan, Sony
HUMANIKA Vol 28, No 1 (2021): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i1.35771

Abstract

Sandur merupakan seni pertunjukan tradisional yang tumbuh dan berkembang di wilayah masyarakat agraris, yaitu masyarakat yang memenuhi kebutuhan hidupnya bersumber dari produksi dan pemeliharaan tanaman dan pertanian. Sandur mengisahkan tentang kehidupan masyarakat agraris, interaksi antarmasyarakat, bercocok tanam, hingga transisi masyarakat agraris menuju masyarakat urban. Salah satu daerah tempt berkembangnya Sandur adalah Bojonegoro. Sandur pernah mencapai masa kejayaannya di Bojonegoro. Seiring berjalannya waktu, Sandur dianggap kurang relevan dengan kehidupan masyarakat modern karena tidak ada penyesuaian dengan perkembangan zaman dan tidak ada regenerasi. Hal tersebut ditambah dengan hantaman modernisasi yang semakin memperburuk keadaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya pelestarian Sandur melalui kelompok Sandur Kembang Desa, yaitu sekelompok pemuda yang mempertahankan kesenian Sandur dengan cara menginovasi cerita dalam Sandur agar dapat diterima masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Desa Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara tidak terstruktur dan observasi nonpartisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Sandur terancam punah karena tidak adanya regenerasi dan ceritanya yang dianggap kurang relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Hal tersebut menjadikan minat masyarakat terhadap kesenian Sandur semakin berkurang. Sandur Kembang Desa merupakan kelompok kesenian yang menginovasi Sandur di tengah pola kehidupan masyarakat yang bergeser mengikuti arus modernisasi. Inovasi Sandur Kembang Desa terinspirasi dari gaya hidup masyarakat modern, sehingga pertunjukannya mampu menarik perhatian masyarakat. Nilai-nilai yang diangkat dalam cerita Sandur Kembang Desa merupakan nilai-nilai yang relevan dengan masyarakat modern, tanpa mengubah nilai-nilai tradisional Sandur. Adanya inovasi dari Sandur Kembang Desa diharapkan mampu mempertahankan eksistensi Sandur di tengah perkembangan budaya modern.
EKSPRESI BAHASA POLITIK DIKALANGAN MENTERI: STUDI ANALISIS TALK SHOW MATA NAJWA “GONO-GINI KURSI MENTERI” Aini, Qurratul
HUMANIKA Vol 28, No 1 (2021): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i1.36491

Abstract

Bahasa yang diapakai dalam suatu masyarakat bersifat arbiter, hal ini menyebabkan munculnya variasi bahasa. Salah satu variasi dalam bahasa adalah bahasa politik yang digunakan sebagai media komunikasi oleh para politisi. Para politisi lebih banyak memilih untuk menggunakan bahasa retorika dalam diskusi politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana penggunaan bahasa politik dikalangan para politisi dan apa maksud dari retorika bahasa tersebut. Penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan untuk mengetahui makna tersembunyi dibalik topeng retorika bahasa, sehingga akan terungkap apa makna sebenarnya dan apa tujuan penggunaan bahasa tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitataif, yaitu mendeskripsikan data sesuai dengan apa adanya. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan menggunakan Teknik catat dan Teknik simak. Dari hasil penelitian ini dtemukan bahwa ekspresi bahasa yang digunakan oleh politisi termasuk dalam varian register bahasa. Fungsi dari register bahasa adalah untuk memperhalus bahasa yang digunakan dan bernilai moral, dengan tujuan untuk menyimpan makna yang sebenarnya dari tuturan. Sehingga variasi ini akan menciptakan kedamaian dan image para politisi juga akan terjaga. Variasi yang termasuk dalam konteks ini adalah bahasa politik berupa bentuk pertama dan bahasa politik berupa ungkapan.
STRIVING FOR SUPERIORITY TOKOH HARUMI TAKASUGI DALAM MANGA TAKASUGI SAN CHI NO OBENTOU KARYA NOZOMI YANAHARA (SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA ALFRED ADLER) Suryandari, Agustina; Noor, Redyanto; Kistanto, Nurdin Harry
HUMANIKA Vol 28, No 1 (2021): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i1.37360

Abstract

Perjuangan adalah satu hal yang harus terus diusahakan untuk memperoleh keberhasilan. Manga Takasugi san chi no Obentou karya Nozomi Yanahara dengan jelas menunjukkan proses perjuangan seorang perjaka bernama Harumi Takasugi untuk menjadi wali seorang anak di bawah umur. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana proses perjuangan tokoh Harumi Takasugi untuk menjadi wali yang bertanggung jawab dalam manga Takasugi san Chi No Obentou karya Nozomi Yanahara. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan psikoloi sastra, dengan memanfaatkan teori Striving for Superiority yang dikemukakan oleh Alfred Adler untuk menunjukkan awal kebangkitan seseorang dari rasa inferioritasnya. Data penelitian diambil dari beberapa adegan yang menunjukkan proses perjuangan tokoh Harumi Takasugi dari kondisi inferior sampai mencapai superioritasnya. Hasil penelitian proses striving for superiority menunjukkan dengan jelas bahwa keagresifan, motivasi diri, berpikir positif, rela berkorban, dan bekerja keras menjadikan striving for superiority yang dilakukan tokoh Harumi menjadi motor penggerak untuk mengalahkan perasaan inferiornya dan bahkan kepuasan menjadi kebahagiaan yang dirasakan tokoh Harumi di dalam manga Takasugi san Chi No Obentou karya Nozomi Yanahara.
MNEMONIC DEVICE (KALENDER) UNTUK PENGAYAAN LITERASI MUSIM MENUJU SUMBA BARAT DAYA YANG BERDAULAT PANGAN Laksono, Paschalis Maria; Christianto R., Wisma Nugraha; Widada, Arif Wahyu; Anantasari, Esti; Marlina, Inda; Nandiswara, Olga Aurora; Dhanwani, Natasha Devanand
HUMANIKA Vol 28, No 1 (2021): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i1.35653

Abstract

Kedaulatan pangan adalah solusi bagi kelaparan. Namun demikian di Sumba Barat Daya, kondisi lapar tersebut berkelindan menyatu dengan perubahan kondisi alam, sosial, ekonomi, dan budaya. Pengadaan dan kecukupan pangan pun dibayangkan bertautan dengan kebutuhan untuk memenuhi kontrak-kontrak sosial dalam komunitas setempat, yaitu dengan moralitas yang ditampilkan melalui rangkaian ritual daur hidup sepanjang tahun. Kelindan pengadaan pangan, yang utamanya lewat kegiatan pertanian dan peternakan, dengan rangkaian kegiatan ritual ini diperlukan penataan agar hidup lebih terorganisir dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Kelindan ini secara tradisional telah diantisipasi menggunakan berbagai macam media. Salah satu di antaranya adalah kalender musim yang di Sumba Barat Daya dan banyak tempat lain sudah terabaikan. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan aplikasi kalender musim sebagai mnemonic device yang dapat membantu petani, untuk menemukenali kembali jiwa alam sehingga mereka dapat bertani selaras dengan irama alam. Selain itu, kalender musim menjadi sarana pencatatan mengenai tanda-tanda alam yang selama ini samar, sehingga petani mampu menyeimbangkan diri antara kepentingan pemenuhan komoditas dan juga pemenuhan kebutuhan hidupnya. Secara partisipatoris penelitian dilakukan selama tiga tahun, yaitu tahun pertama menghasilkan identifikasi masalah; tahun kedua menghasilkan rumusan model kedaulatan pangan, dan tahun ketiga berisi rangkaian workshop uji coba model. Artikel ini khusus mengulas bagaimana model kedaulatan pangan yang berupa mnemonic device itu diperkaya melalui serangkaian workshop, yang diikuti para pemangku kepentingan di Sumba Barat Daya serta komunitas mahasiswa Sumba yang ada di Yogyakarta. Pengayaan kalender musim ini diharapkan mempermudah serta memperluas aksesibilitas penggunanya secara lintas gender, usia, dan strata sosial. Apresiasi kalender musim akan menjamin petani insaf akan pentingnya mendahulukan kedaulatan pangan daripada gengsi sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 5