cover
Contact Name
Jurnal TP Unisi
Contact Email
juraltpunisi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltepeunisi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
ISSN : 23014083     EISSN : 25985132     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian ini merupakan publikasi resmi yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri, Tembilahan. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan Mei Tahun 2012. Namun OJS baru diterapkan pada Tahun 2018. Jurnal ini memuat tinjauan mengenai hasil-hasil penelitian dan non penelitian tentang suatu permasalahan secara komprehensif dan prospek pengembangannya, serta bertujuan memberi informasi tentang Teknologi Pertanian Jurnal ini berfokus pada teknologi pertanian seperti sains dan teknik pangan, teknologi dan manajemen industri pangan, teknik pertanian dan rekayasa bioproses.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
PENGARUH PERENDAMAN LARUTAN SULFIT DAN PENGASAPAN BELERANG TERHADAP MUTU KOPRA PUTIH DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Mulono Apriyanto; Rujiah Rujiah
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v8i2.941

Abstract

Pada umumnya petani kopra di Propinsi Riau melakukan pengeringan dengan pengasapan langsung atau pengeringan dengan panas api. Pada pengeringan ini, kopra yang dihasilkan dibawah standar mutu yang ditetapkan, dengan ciri-ciri : berwarna coklat, berbau asap, kadar air yang cukup tinggi sekitar 15 - 22% sehingga mudah terserangan mikroorganisme. Pada penelitian ini dilakukan perbaikan teknologi pengeringan kopra dengan menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi yaitu berupa tunel pengering dengan atap dan dinding terbuat dari plastik terpal kembes (warna biru).Alat pengering dirakit dan dicobakan di Desa Teluk Dalam Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau pada bulan Oktober-Desember 2018. Penggunaan bubuk belerang tampaknya meningkatkan kualitas kopra diproduksi dan lebih hemat dibandingkan penggunaan batok kelapa sebagai sumber bahan bakar. Penambahan bubuk belerang semakin terbukti kualitas kopra putih.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoe batatas var. Ayamurasaki) TERHADAP KARAKTERISTIK BOLU YANG DIHASILKAN Ali Abu Julabi Setyadi; Retti Ninsix
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v8i2.942

Abstract

Ubi jalar ungu merupakan salah satu pangan yang tinggi akan kandungan nutrisi yaitu mengandung vitamin (A, B1, B2, C, dan E), mineral (kalsium, kalium, magnesium, tembaga, dan seng), serat pangan, serta karbohidrat bukan serat. Ubi jalar ungu merupakan sumber karbohidrat dan sumber kalori yang cukup tinggi. Ubi jalar memiliki prospek dan peluang yang cukup besar sebagai bahan baku industri pangan salah satunya dijadikan tepung dalam proses pengolahan bolu. Bolu sendiri merupakan produk olahan pangan yang berbahan dasar tepung terigu, selain itu bolu merupakan olahan yang digemari oleh seluruh kalangan usia, dalam pembuatan bolu harus menggunakan tepung yang memiliki kandungan protein berupa gluten seperti tepung terigu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh subtitusi tepung ubi jalar ungu terhadap kadar air, kadar abu dan kadar karbohidrat. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan C (tepung ubi jalar ungu 75% dan tepung terigu 25%), dengan nilai kadar air kadar 9,60%, kadar abu 0,91%, dan kadar karbohidrat sebesar 29,74%.
ANALISIS KESIAPAN PETANI SWADAYA DALAM MENGHADAPI RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN NO. 44 TAHUN 2020 TENTANG PENGELOLAAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN DITINJAU DARI ASPEK STATUS LAHAN, LEGALITAS DAN SUMBER BIBIT DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Mulono Apriyanto; Muhammad Arpah; Amd Junaidi
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v8i1.970

Abstract

Salah satu upaya yang saat ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia untukmemastikan keberlanjutan pengembangan industri kelapa sawit adalah menciptakanstandar keberlanjutan yang disebut Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dalamperaturan presiden no 44 tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenentukan nilai kemampuan petani swadaya kelapa sawit di Indragiri Hilir untukmemenuhi standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan mengidentifikasimasalah yang dihadapi dalam mencapai standar-standar ini. Evaluasi kemampuanpetani swadaya untuk mencapai standar ISPO dilakukan dengan metode audit, hasilpenilaian dari semua parameter yang ditetapkan sesuai dengan Prinsip, Kreteria danIndaktor. Kriteria dan Indikator yang terkandung dalam ketentuan ISPO kemudiandinilai dalam satuan persen. Metode audit dilakukan secara analisis deskriptifkuantitatif kesesuaian antara prinsip, kriteria dan indikator ISPO denganmembandingkan pelaksanaan legalitas, organisasi dan pengelolaan, pengelolaan danpemantauan lingkungan yang diterapkan oleh petani swadaya. Kesiapan penerapanISPO pada petani sawdaya dengan melakukan penilaian terhadap empat prinsip, 20kriteria dan 47 indikator. Dari 47 indikator yang ditetapkan pada persayaratan ISPOpola swadaya, sebanyak 58,94% indikator ISPO belum pernah dijalankan petaniswadaya dan sebesar 42,06 % indikator ISPO sudah ada petani yang menjalananya.Dari indikator ISPO yang sudah dijalankan petani swadaya, hanya dijalankan olehsebahagian kecil petani swadaya.
ANALISIS NILAI TAMBAH PERMEN AIR KELAPA Hermiza Mardesci
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v8i2.972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah permen air kelapa. Penelitian dilakukan di salah satu UMKM di Indragiri Hilir yang memproduksi permen air kelapa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Hayami. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengolahan air kelapa menjadi permen air kelapa dapat meningkatkan nilai tambah. Nilai tambah produk permen air kelapa ini sebesar Rp. 69.980,8 per kg, dengan rasio nilai tambah sebesar 70%. Nilai tambah ini masuk kategori tinggi, karena lebih besar dari 40%. Nilai tambah yang tinggi ini bisa meningkatkan kesejahteraan pengrajin permen air kelapa di Indragiri Hilir.
PENGEMBANGAN PUDING DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG WORTEL(Daucus Carrota L) DAN KUNING TELUR SEBAGAI ALTERNATIF SNACK FOOD SUMBER PRO VITAMIN A Sepni Asmira; Delzi Ilham; Partini Widiastika
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i2.1583

Abstract

Impaired vision and blindness are still a health problem in the world, including in Indonesia. Efforts to maintain eye health can be done by consuming foods that contain lots of vitamin A or provitamin A. Carrots are a source of provitamin A and egg yolks are a source of fat apart from being a source of vitamin A as well. This study aims to determine the effect of adding carrot flour and egg yolk on organoleptic quality and levels of beta-carotene and fat in pudding. This study is an experimental study using a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and two replications. Observations were made subjectively on taste (organoleptic test) with 25 moderately trained panelists and objective observations included testing the levels of beta-carotene with UV-vis spectrophotometry and fat content testing using the Soxhlet method. Based on the results of the organoleptic test, it was found that the best treatment was treatment B (10:10) with four indicators assessed including color, aroma, texture and taste. The laboratory results showed that the highest beta-carotene content was between sample A (control) and sample B (10:10) with the highest average result in sample B of 50.2 and the highest fat content in sample B was 0.169. It is recommended to further researchers to test the acceptability of the product and make more use of local food in research besides being easy to find and having high nutritional value and economic value.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RANTAI PASOK DALAM PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK KOPI DI KOTA PADANG Malikul Mulki Nasni; Rika Ampuh Hadiguna; Gunarif Taib
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i2.1614

Abstract

Berkembangnya industri kopi bubuk berskala kecil dan menengah di Kota Padang menunjukkan bahwa usaha dibidang industri kopi ini memberikan prospek dan peluang, salah satu industri kopi bubuk yang ada di Kota Padang adalah kopi bubuk Cap Tiga Sendok, memiliki kapasitas produksi terkecil yaitu sebesar ±600 kg/bulan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi rantai pasok dalam peningkatan daya saing produk kopi, untuk menghasilkan rumusan faktor-faktor tersebut dapat menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan Partial Least Square (PLS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rantai pasok kopi dalam peningkatan daya saing produk kopi yang berada di Kota Padang, studi kasus pada usaha kopi cap Tiga Sendok. Variabel dan indikatornya diambil dari beberapa jurnal penelitian. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa dalam peningkatan daya saing produk kopi di kota Padang dipengaruhi oleh 3 variabel dari 4 variabel yang terdapat pada penelitian secara signifikan yaitu variabel struktur rantai pasok, variabel efektifitas, dan variabel kebijakan pemerintah dan 1 variabel tidak berpengaruh secara signifikan terhadap daya saing yaitu variabel saluran rantai pasok, dalam upaya peningkatan daya saing produk kopi memerlukan dukungan yang lebih dari pemerintah untuk memperhatikan aspek saluran rantai pasok dalam peningkatan daya saing produk kopi di Kota Padang.
UJI TEKNO-EKONOMI ALAT PEMOTONG TAHU YANG ERGONOMIS Renny Eka Putri; Fadhli Anas; Ashadi Hasan
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i2.1661

Abstract

Industri rumah tangga masih melakukan pemotongan tahu secara manual dengan menggunakan penggaris dan pisau. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan alat pemotong tahu semi mekanis untuk meningkatkan efektivitas waktu potong tahu, analisis teknis alat pemotong tahu. Penelitian ini meliputi pengembagan alat pemotong tahu semi mekanis yang menggunakan 2 perlakuan dengan 5 kali ulangan setiap perlakuan dan melakukan uji terhadap alat pemotong tahu dengan kadar air P1 (ukuran 10 cm x 5 cm) dan P2 (5 cm x 5 cm) berturut-turut 82,19% dan 80,35%. Hasil penelitian dari pengujian alat dengan 2 perlakuan menghasilkan kapasitas kerja efektif alat 126,2 kg/jam dan 119,64 kg/jam, kapasitas teoritis 145,73 kg/jam, efesiensi alat 86,578% dan 82,08%, persentase terpotong sempurna 88,54% dan 89,30%, persentase kerusakan hasil 5,16% dan 3,96%, kehilangan hasil 6,29% dan 6,72%, daya operator 24,61 watt dan 24,27 watt.
PENGARUH TEPUNG BUAH NIPAH TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT TINGGI SERAT Ulyarti; Surhaini; Adha Farwati
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i2.1697

Abstract

The amount of fibre consumption in Indonesia is lower than recommended by WHO. The use of nypa flour as wheat substitution in biscuit formulation is able to increase fibre content in biscuit. The aims of this research were to determine the effect of Nypa fruticans flour to the physicochemical and sensory properties of high-fiber biscuit. This research used a completely randomized design (CRD) with the concentration of Nypa fruticans flour (0, 10, 20, 30, 40, 50, and 60%) as the treatments. Data was analysed by ANOVA and DnMRT at 95% confidence level. The result showed that Nypa flour had 10% water content , 3,18% crude fiber content and color characteristic L * = 87,57; a * = -3,33; and b * = 20,17. The concentration of Nypa flour significantly affect water and crude fiber content, color characteristic, crispyness and grit, but did not significantly affect hardness, spread ratio, color (sensory), taste, aroma, overall acceptance and multiple comparison. The concentration of 40% nypa flour was the best treatment to produce high-fiber biscuit with 2,78% water content, 1,47% crude fiber content, hardness 1301,3 gF, spread ratio 5,15, color characteristic (L * = 75,51; a * = 0,18; b * = 30,00), color description (brownish yellow), slightly crunchy, rough, taste (rather liked), aroma (rather liked), and overall acceptance (rather liked). Multiple comparison tests showed that the biscuit favored by panelists similar to the reference biscuit.
UJI MUTU MINYAK GORENG SAWIT KEMASAN X DAN Y BERDASARKAN STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) Syafrinal
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i2.1737

Abstract

Minyak goreng sawit kemasan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang dikonsumsi hampir setiap hari yang dijual dalam bentuk kemasan. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui mutu dari minyak goreng sawit kemasan yang kita komsumsi agar kesehatan tubuh bisa tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji mutu minyak goreng sawit kemasan X dan Y berdasarkan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menentukan mutu minyak goreng sawit kemasan yang lebih baik. Parameter uji yang dilakukan adalah uji Free Fatty Acid (FFA), Moisture & Impurities (M & I), Iodine Value (IV), Peroxide Value (PV), dan Colour. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai parameter uji dari minyak goreng sawit kemasan X dan Y secara berturut – turut adalah 0,072 % dan 0,073 % untuk kadar FFA. Kadar M&I sebesar 0,043 % dan 0,046 %. Nilai IV sebesar 60,837 g I2 / 100 mg minyak dan 59,023 g I2 / 100 mg minyak. Nilai PV sebesar 0,098 Mek O2/Kg dan 0,102 Mek O2/Kg. Nilai Colour sebesar 2,5/51 Merah/Kuning dan 2,0/51 Merah/Kuning. Semua parameter uji yang dilakukan telah sesuai dengan SNI kecuali uji Colour warna kuning dan diperoleh minyak goreng sawit kemasan X lebih baik mutunya daripada Y.
MODEL ANALISIS FINANSIAL OLAHAN KOMODITAS KELAPA (Studi Kasus pada Kecamatan Mandah Indragiri Hilir) Hermiza Mardesci; Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i2.1801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model analisis kelayakan finansial olahan komoditas kelapa. Untuk menghasilkan model analisis kelayakan finansial olahan komoditas kelapa, diperlukan input berupa biaya tetap, biaya tidak tetap, kapasitas pengolahan, harga bahan baku, harga jual produk, tingkat suku bunga, dan jumlah jam kerja. Input inilah yang akan diproses pada basis data analisis finansial, sehingga output yang diperoleh berupa NPV, B/C Ratio, IRR, dan BEP. Hasil perhitungan NPV dengan umur proyek 5 tahun pada tingkat suku bunga 6% per tahun, untuk pengolahan minyak goreng adalah Rp 53.778,98 dengan jumlah produksi sebanyak 3,5 kg per hari, Gross B/C ratio adalah 1,005, IRR adalah 12,4 per tahun, dan BEP adalah 266,50 kg/tahun. Hasil perhitungan NPV untuk pengolahan gula kelapa adalah Rp 77.195.135,36 dengan jumlah produksi sebanyak 10 kg per hari, Gross B/C ratio adalah 1,748, IRR adalah tak terhingga, dan BEP adalah 347,74 kg/tahun. Hasil perhitungan NPV untuk pengolahan arang tempurung adalah Rp 318.969.800,56 dengan jumlah produksi 150 kg per hari, Gross B/C ratio adalah 9,557, IRR adalah tak terhingga, dan BEP adalah 1.526,73 kg/tahun.