cover
Contact Name
Jurnal TP Unisi
Contact Email
juraltpunisi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltepeunisi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
ISSN : 23014083     EISSN : 25985132     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian ini merupakan publikasi resmi yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri, Tembilahan. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan Mei Tahun 2012. Namun OJS baru diterapkan pada Tahun 2018. Jurnal ini memuat tinjauan mengenai hasil-hasil penelitian dan non penelitian tentang suatu permasalahan secara komprehensif dan prospek pengembangannya, serta bertujuan memberi informasi tentang Teknologi Pertanian Jurnal ini berfokus pada teknologi pertanian seperti sains dan teknik pangan, teknologi dan manajemen industri pangan, teknik pertanian dan rekayasa bioproses.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
PENGARUH KONSENTRASI MINYAK CENGKEH TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI PATI SINGKONG - KITOSAN Ulyarti; M. Rizki; Mursyid; Irma Rahmayani; Rahayu Suseno; Nazarudin
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v11i2.2156

Abstract

Edible film merupakan bahan tipis yang dapat dimakan berfungsi untuk melapisi makanan dan melindunginya. Salah satu kekurangan edible film pati singkong adalah memiliki laju transmisi uap air yang tinggi sehingga tidak dapat membatasi pergerakan uap air keluar dan masuk film. Perbaikan terhadap karakteristik ini dapat dilakukan dengan melakukan kombinasi bahan penyusun edible film dengan bahan yang bersifat hidrofobik seperti minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi minyak cengkeh terhadap karakteristik edible film pati singkong-kitosan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 taraf perlakuan konsentrasi minyak cengkeh (%/bb) yaitu 0, 0.5, 1, 1.5, 2, dan 2.5%. Perlakuan konsentrasi minyak cengkeh dapat memperbaiki kemampuan film sebagai penghalang serta memiliki pengaruh nyata terhadap ketebalan, transparansi, kelarutan, dan warna, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kuat tekan film. Karakteristik edible film terbaik dihasilkan pada penggunaan minyak cengkeh 2,5% yaitu ketebalan 0,21 mm, transparansi 1,05 %/mm, kelarutan 73,66%, laju transmisi uap air 21,53 gram/m2.jam, kuat tekan 7,03 gF, L*= 61,33, a*= 0, b*=18,33 dan diameter zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebesar 17,05 mm.
RANCANGAN PERBAIKAN CACAT PRODUK DENGAN PENDEKATAN DEFINE, MEASURE, ANALYZE, IMPROVE, DAN CONTROL (DMAIC) PADA PT. XYZ Hartami Dewi; Olvi Yovanda
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v11i2.2178

Abstract

XYZ adalah industri manufaktur yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK). Tahapan proses produksi filling cup sangat rentan terjadi kesalahan yang mengakibatkan cacat produk, seperti: proses seal kurang baik sehingga berdampak pada tampilan kemasan, proses pengepresan tidak sesuai sehingga air berkurang, perbedaan jumlah air setiap isian cup, serta terjadinya cup ganda. Evaluasi dan rancangan perbaikan proses diperlukan untuk menghindari dan mengurangi cacat produk serta meminimalisasi biaya inspeksi produk. Metode define, measure, analyze, improve, dan control (DMAIC) adalah salah satu metode yang mampu menjaga, memperbaiki, dan mempertahankan kualitas produk terutama untuk mencapai peningkatan kualitas menuju zero defect. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapat hasil bahwa persentasi jenis cacat tertinggi terjadi pada cacat seal miring dengan persentasi 31% dengan jumlah kecacatan sebanyak 1.021 cup dan terendah terjadi pada cacat cup ganda dengan persentasi 17% dengan jumlah kecacatan 555 cup. Perhitungan nilai DPMO sebesar 1100 menunjukkan bahwa dari satu juta kesempatan akan terdapat 1100 kemungkinan cacat produk. Hasil identifikasi masalah menunjukkan sumber cacat produk berasal dari faktor mesin dan manusia sehingga industri perlu melakukan evaluasi terhadap perawatan mesin dan kinerja operator. Berdasarkan hal tersebut maka PT. XYZ berada di tingkat kapabilitas sigma proses level 4, yaitu di antara rata-rata industri Indonesia dan USA.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN PANGAN DARI BIJI BUAH ALPUKAT (Persea americana MILL) Rifni Novitasari; Tuty Anggraini; Hasbullah; Dini Hervani
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v11i2.2194

Abstract

Sumatera barat adalah salah satu penyumbang komoditi buah alpukat dari Indonesia. Buah alpukat (persea Americana mill), masyarakat kurang mengetahui bahwa bukan hanya daging buah alpukat yang berkasiat bagi kesehatan, tetapi biji buah alpukat juga berperan karena kandungan gizi dan antioksidan serta serat. Kandungan antioksidan yang tinggi dan persentase kandungan pati yang tinggi membuat biji alpukat memungkinkan menjadikannya pangan fungsional dalam bentuk tepung biji alpukat. Beberapa tahun ini telah dilakukan penelitian pemanfaatan biji buah alpukat (Persea americana Mill) dalam menghasilkan produk, baik dalam bidang teknologi pangan (makanan dan minuman), kimia, farmokologi dan seni rupa. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), untuk mengetahui diverfikasi produk olahan biji alpukat sudah ada, dan merupakan teknologi yang bisa diterapkan ditengah masyarakat.
IMPLEMENTASI SISTEM JAMINAN HALAL PRODUK LIVIA CATERING BERDASARKAN HAS 23000 Khairunnisa Indah Safitri; Ika Dyah Kumalasari
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v11i1.2196

Abstract

The implementation of HAS 23000 is a requirement of LPPOM MUI to obtain a halalcertificate.Thepurposeoftheimplementationofpracticalworkistodeterminetheimplementation of the halal assurance system based on the has 23000 standard criteria andto find out that products and raw materials have received halal approval by the MUI. Themethodsusedindatacollectionareobservationmethods,interviews,directpractice,documentation, and literature studies. The results obtained after being carried out related totheimplementationofthehalalassurancesystemat LiviaCateringthereareshortcomingsinthe halal assurance system criteria from the halal management team, internal audits, andmanagement reviews.
TEKANAN PNEUMATIK PEMBUKA DAN PENUTUP PINTU PENCURAH ADONAN MESIN PENCETAK KERIPIK TEMPE Bambang Sugiyanto; Abd Rahman; Nisfan Bahri; Supriyanto; Nursuar
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v11i2.2306

Abstract

Tempe is a typical Indonesian food which is widely consumed by the public as a side dish to increase appetite, as well as as a snack that has its own flavor for its fans. Tempe artisans in Karanganyar Village, Secanggang District, Langkat Regency, North Sumatra Province still maintain the method of making tempe chips manually by printing tempe chips one by one while they are still dough. will have a distinctive taste. This research examines the prototype of a tempe chip printing machine using a pneumatic system in the process of pouring dough onto molds in bulk which can replace manual work. The results of the study obtained the pressure value to open and close the dough pouring door ranging from 1.2 bar to 1,6 bar which resulted in the best batter pouring over the mold patron, this is expected to be a reference in developing/designing tempe chip printing machines, especially printing machines semi-automatic tempe chips which are controlled using pneumatic media.
KARAKTERISASI ALAT PIROLISIS ASAP CAIR MENGGUNAKAN VARIASI LIMBAH TONGKOL JAGUNG DAN AMPAS TEBU Shafwan Amrullah; Cyrilla Octaviananda
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v12i1.2548

Abstract

Food preservation is currently an important focus, this is due to the food crisis which is worrying. Various techniques have been developed to overcome this, one of which is the preservation of manakan. This is necessary as an appropriate step in maintaining the shelf life. One of the most popular techniques today is the use of liquid smoke, because liquid smoke can be used safely and inexpensively. In this research, the process of characterizing liquid smoke made using agricultural waste, namely corn cobs and bagasse. This research was conducted by mixing the raw materials for corn cobs: bagasse (100:0 (V1); 70:30 (V2); 50:50 (V3)). The tool used is a self-designed pyrolysis tool. The results obtained are the characterization of liquid smoke products showing that the best treatment is in the 50:50 raw material formulation, namely with a yield of 1.8%, pH 2.5, and specific gravity is 1.0225. While the results of the GC-MS test showed that the acetic acid content produced was 49.76%. The smoke color in this formulation is reddish brown without any suspended matter. Based on these results, the 50:50 formulation can meet the Indonesian National Standard (SNI) for liquid smoke.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL pH LARUTAN NUTRISI DAN PENCAHAYAAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) PADA HIDROPONIK VERTIKULTUR Renny Eka Putri; Abdullah Habib; Ashadi Hasan
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v12i1.2551

Abstract

Budidaya tanaman hidroponik vertikultur ini mempunyai keunggulan yaitu dengan lahan 1 m2 dengan tinggi tower 1,5 m memiliki lubang tanam dua kali lipat dengan cara konvensional. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem kontrol pH larutan dan pencahayaan pada hidroponik vertikultur terhadap tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat terhubung pada smartphone. Sistem kontrol yang digunakan yaitu mikrokontroler ESP32, Sensor pH Probe 4502C, dan Sensor Cahaya BH1750. Pompa peristaltik sebagai aktuator untuk larutan Buffer sebagai pengontrol pH larutan. Lampu LED growing ligth pengganti sinar matahari untuk tanaman. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai R2 dari pH Probe 4502C dan Sensor BH1750 berturut-turut sebesar 0,9913 dan 0,9947 dengan persetanse rata-rata nilai error sebesar 0,3144% dan 0,4086%. LED growing light hidup selama 13 jam setiap hari. Pengamatan pertumbuhan tanaman pakcoy didapatkan rata-rata tinggi tanaman sebesar 19,6 cm, jumlah daun sebanyak 12,7 helai, lebar daun sebesar 8,1 cm, dan berat sebesar 29,5 g. Sistem kontrol yang telah dibuat dapat bekerja dengan baik dan dapat digunakan untuk budidaya tanaman hidroponik vertikultur.
FORMULASI PERBANDINGAN LIMBAH KULIT KAYU AKASIA (ACASIA MANGIUM) DAN TEPUNG TAPIOKA SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIO BRIKET Ruby Afrizon; Anwar Kasim; Dewi Arziyah
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v12i1.2583

Abstract

This study aims to determine the effect of the concentration of acacia bark and tapioca flour on the characteristics of acacia bark biobriquettes. This research was conducted at the Laboratory for Analysis of Physical Properties of Materials and Products, Agricultural Industrial Technology, Dharma Andalas University, Padang. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with a comparison of the percentage of adhesive concentration, namely: A = 0%, B = 5%, C = 10%, D = 15%, E = 20% with 3 replications. Observations from each treatment were analyzed by ANOVA. If it is significantly different, then continue using the DNMRT follow-up test at the 5% level. The research was carried out in two stages, the first stage was the manufacture of biobriquettes with a comparison of the percentage of adhesive concentration and chemical analysis testing of the biobriquettes was carried out. The results showed that the comparison of the percentage of adhesive concentration had a significant effect on moisture content, ash content, density test, calorific value and burning rate. The results of testing on biobriquettes obtained treatment E. with the addition of 20% adhesive.
ANALISA PENGENDALIAN MUTU PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO) MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) Hartami Dewi; Annisa Septika Yannimar
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v12i1.2594

Abstract

Tingginya permintaan pasar nasional maupun internasional akan minyak kelapa sawit yang ramah lingkungan diiringi dengan persaingan bisnis yang ketat dan konsumen yang semakin cerdas. Minyak kelapa sawit yang dihasilkan haruslah didukung dengan standar mutu, hal inilah yang menjadi alasan bagi pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan kebijakan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Kualitas menjadi faktor dasar keputusan konsumen dalam memilih produk. Sejalan dengan proses pengendalian mutu produk dibutuhkanlah suatu metode pengendalian kualitas stastitik. Metode Statistical Quality Control (SQC) adalah metode yang komplek dalam upaya memonitor, mengendalikan, menganalisis, meengelola dan memperbaiki produk dan proses menggunakan metode-metode statistik. Pada penelitian ini, pengendalian kualitas terhadap mutu crude palm oil mencakup kadar air, kadar kotoran dan kadar asam lemak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat spesifikasi kemampuan sasaran proses mutu CPO pada kadar ALB 0,83 dengan nilai kapabilitas proses cp < 1, kadar kotoran 1 denagn nilai kapabilitas proses 1 < Cp < 1,33, sedangkan kadar air 2,7 dengan nilai kapabilitas proses Cp > 1,33 . Hal ini dapat diartikan bahwa kemampuan proses produksi CPO untuk kadar ALB masih terbilang rendah, kemampuan proses untuk kadar kotoran sudah terbilang mampu, sedangkan kadar air sudah terbilang baik. Pertimbangan mutu CPO yang paling dominan yaitu pada mutu kadar kotoran, hal ini diketahui melalui diagram pareto yang mengidentifikasi penyebab terbesar suatu masalah pada cacat mutu CPO, dan diketahui kadar kotoran tersebut memiliki cacat mutu sebanyak 13 cacat dengan persentase 42%. Penyebab terjadinya penyimpangan mutu pada kadar kotoran dengan menggunakan diagram fishbone dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu: faktor mesin, manusia, material dan lingkungan. Dimana faktor penyebab yang paling berpengaruh adalah faktor manusia.
PENENTUAN C-ORGANIK PADA TANAH UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN DAN KEBERLANJUTAN UMUR TANAMAN DENGAN METODA SPEKTROFOTOMETRI UV VIS Risma Sari; Maryam; Rahayu A. Yusmah
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v12i1.2598

Abstract

Karbon merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme tanah, sehingga dengan adanya C-organik di dalam tanah akan memacu aktivitas mikroorganisme sehingga dapat meningkatkan proses dekomposisi tanah dan juga reaksi-reaksi bahan organik di dalam tanah. Meningkatkan proses dekomposisi tanah dan juga reaksi-reaksi yang membutuhkan bantuan mikroorganisme. Penentuan kadar C-organik ini dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri uv vis berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh nilai kadar hara C-organik pada sampel tanah dengan kode lab T46-44/21-LA/IRG sebanyak 44 sampel yang dianalisa diperoleh hasil kadar C-organik berkisar antara 0,81-4,08%. Terdapat beberapa kadar C-organik yang berada pada kisaran defisiensi yaitu 1 sampel kategori sangat rendah (<1,00%), 24 sampel kategori rendah (1,00-2,00%) dan 6 sampel kategori tinggi (3,01-5,00%) serta terdapat juga 13 sampel yang berada pada kisaran optimal dengan kategori sedang (2,01-3,00%). Hasil analisis yang diperoleh, kadar C-organik banyak yang berada pada kisaran defisiensi. Kisaran defisiensi (rendah), dampak dari kurangnya kadar C-organik tanah adalah pertumbuhan tanaman yang kurang baik. Agar tanah menjadi baik maka untuk meningkatkan kadar C-organik tanah dan kualitas tanah, maka dilakukan penambahan pupuk kompos atau pupuk urea agar mendapatkan kualitas tanah yang baik dengan kadar C-organik tanah yang baik dengan kadar C-organik tanah sesuai standar.