cover
Contact Name
Jurnal TP Unisi
Contact Email
juraltpunisi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltepeunisi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
ISSN : 23014083     EISSN : 25985132     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian ini merupakan publikasi resmi yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri, Tembilahan. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan Mei Tahun 2012. Namun OJS baru diterapkan pada Tahun 2018. Jurnal ini memuat tinjauan mengenai hasil-hasil penelitian dan non penelitian tentang suatu permasalahan secara komprehensif dan prospek pengembangannya, serta bertujuan memberi informasi tentang Teknologi Pertanian Jurnal ini berfokus pada teknologi pertanian seperti sains dan teknik pangan, teknologi dan manajemen industri pangan, teknik pertanian dan rekayasa bioproses.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUR DAUN SINGKONG (Manihot esculenta) TERHADAP KARAKTERISTIK STIK YANG DIHASILKAN Sari, Nofi Mustika; Ninsix, Retti
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubur daun singkong terhadap karakteristik stik yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimen langsung yakni mengadakan pengamatan langsung terhadap objek penelitian, dengan berat bahan yang digunakan adalah 250 gram tepung terigu dan 50 gram tepung kacang hijau. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu A : Bubur daun singkong 10% perberat bahan, B : Bubur daun singkong 20% perberat bahan, C : Bubur daun singkong 30% perberat bahan, dan D : Bubur daun singkong 40% perberat bahan. Perlakuan ini diulang sebanyak 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh pola perlakuan 4 x 3 dengan 12 unit percobaan. Hasil terbaik pada stik yang dihasilkan yaitu perlakuan A dengan penambahan bubur daun singkong sebanyak 10% per berat tepung kacang hijau dan tepung terigu, yang mempunyai nilai rasa 3,7, warna 4,25, aroma 3,45, tekstur ,4,05, kandungan air 8,25%, kandungan protein 8,25% dan kandungan pati 24,60%.
PENGARUH PENAMBAHAN GULA AREN DAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA TERHADAP MUTU DAN NUTRISI NATA DE CASSAVA Jamjami, Jamjami; Novitasari, Rifni
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.657 KB)

Abstract

Air singkong adalah limbah cair dari proses pencucian singkong yang akan diolah menjadi suatu produk olahan. Limbah ini jika tidak diolah dengan baik bisa menimbulkan bau yang tidak sedap dan beberapa penyakit, sehingga diperlukan alternatif lain dalam mengolahnya. Salah satu alternatifnya yaitu mengolah limbah cair ini menjadi nata yang disebut nata de cassava dengan menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum. Tujuan penelitian nata de cassava adalah mengedintifikasi pengaruh penambahan kadar gula kelapa dan lama fermentasi terhadap nata de cassava.Dari hasil penelitian ini penambahan kadar gula dan lama fermentasi memilki pengaruh sangat nyata terhadap produk nata yang dihasilkan, sedngkan untuk uji mutu organoleptik tingkat kesukaan terhadap aroma,warna, dan tekstursecara keseluruhan produk nata de cassava disukai oleh para panelis. perlakuan A2B2 dalam pembuatan produk nata de cassava menghasilkan nata dengan kadar sukrosa optimum yaitu; 2,43, sedangkan untuk untuk kadar sukrosa terendah ditunjukan pada perlakuan A1B1 (gula kelapa 15% dan lama fermentasi 7 hari) yakni 0,40 . pada ujiorganoleptik produk nata de cassava yang di sukai adalah perlakuan A1B1 (gula kelapa 15% dan lama fermentasi 7 hari) dengan nilai rata-rata untuk warna (5,05), aroma (5,15), tekstur (4,60).
PENGARUH PERBANDINGAN SARI BUAH MARKISA DENGAN SARI TERUNG PIRUS TERHADAP MUTU SIRUP YANG DIHASILKAN Novitasari, Rifni
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang  “ Pengaruh Perbandingan Sari Markisa dengan Sari Buah Terung Pirus terhadap Sirup yang Dihasilkan.” Telah dilakukan si Laboratorium Teknologi Pangan , Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indagiri Hilir, Tembilahan pada bulan Juli – Agustus  2011.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perbandingan sari buah yang optimal sehingga dihasilkan sirup dengan karakteristik yang baik serta memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh SNI.Rancangan percobaan yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, perlakuan yang dicobakan adalah A (perbandingan sari markisa : sari terung pirus = 2 : 1) ; B (perbandingan sari markisa : sari terung pirus = 2 : 2) ; C (perbandingan sari markisa : sari terung pirus = 2: 3) dan D (perbandingan sari markisa : sari terung pirus = 2 : 4). Kemudian sirup yang dihasilkan diamati kadar gula, total asam, kadar vitamin c, pH, nilai terhadap organoleptik, viscositas, total padatan terlarut, lempeng total dan stabilitas suspensi. Hasil pengamatan tersebut kemudian dilakukan analisis sidik ragam dan uji lanjutan dengan metoda Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan pencampuran sari buah markisa dengan sari buah terung pirus berpengaruh terhadap: total asam, kadar vitamin C, viscositas larutan, padatan terlarut dan tingkat penerimaan panelis secara organoleptik dari segi rasa dan aroma serta tidak berpengaruh terhadap kadar gula dan pH larutan. Pada tingkat perbandingan sari markisa dengan terung pirus = 2 : 2 (perlawanan B) terbukti lebih diminati dari uji organoleptik, dengan hasil analisa : kadar gula 70.15 0Brix, total asam 5,4 , kadar vitamin C 16,02%, pH 4,1 , viscositas 35,21 Cps, total padatan 77,28% dan negative terhadap pertumbuhan mesofil aerob juga pengendapan selama penyimpanan.
EVALUASI KESESUAIAN UKURAN CACAHAN TANDAN KOSONG SAWIT UNTUK PROSES DAN HASIL PENGOMPOSAN DENGAN PEMBERIAN BIOAKTIFATOR ORGADEC Mardesci, Hermiza
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.653 KB)

Abstract

Tandan kosong sawit (TKS) merupakan limbah pabrik kelapa sawit yang biasanya hanya dibuang. Padahal TKS ini mengandung unsur hara yang tinggi yang dapat dikembalikan ke dalam tanah. Namun proses dekomposisi dari TKS membutuhkan waktu yang lama, karenaTKS mengandung lignin dan selulosa yang tinggi sehingga sulit untuk didekomposisi. Selain itu TKS utuh memiliki luas permukaan efektif yang kecil sehingga menyulitkan mikroorganisme dalam merombaknya. Untuk mengatasi hal tersebut, telah dikembangkan mesin pencacah TKS, namun pengaruh dari ukuran bahan cacahan terhadap proses dekomposisi belum diketahui. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap sifat fisik bahan cacahan, evaluasi kecocokan ukuran bahan cacahan TKS untuk proses dan hasil pengomposan, serta melakukan evaluasi ekonomi untuk mengetahui biaya pokok yang diperlukan selama pengomposan.Dari hasil penelitian didapatkan ukuran terbaik untuk pengomposan adalah ukuran besar (cacahan yang didominasi oleh tangkai yang masih utuh atau sedikit tercacah dengan spikelet masih menempel pada tangkai, yang berukuran ≥ 5 cm). Kompos dari cacahan ukuran besar menunjukkan nisbah C/N yang relatif sama dengan cacahan ukuran kecil, tetapi memiliki kandungan unsur hara dan asam humat yang jauh lebih tinggi dari pada kompos dari cacahan ukuran kecil. Proses pengomposan lebih cepat berlangsung pada cacahan yang diberi bioaktifator dibanding tanpa pemberian bioaktifator. Untuk lama pengomposan, masa inkubasi 3 bulan jauh lebih baik dibanding 1 atau 2 bulan. Dari analisa ekonomi didapatkan biaya pokok untuk proses dan hasil pengomposan pada cacahan ukuran besar dengan pemberian bioaktifator sekitar Rp. 1.213,37/kg yang terdiri dari biaya pokok pencacahan Rp. 5,31/kg, dan biaya pokok pengomposan sekitar Rp. 1.208,06/kg.
ANALISA KIMIA DAN FISIK NANAS KALENG PINEAPLE SOLID PACK PT. RIAU SAKTI UNITED PLANTATIONS – INDUSTRY PULAU BURUNG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROPINSI RIAU Bustami, Bustami; Salhan, Susi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. RSUP-Industry adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian salah satu produknya adalah nanas kaleng. Untuk menghasilkan mutu dari nanas kaleng perlu dilakukan analisa fisik, kimia dan organoleptik. Analisa Fisik yaitu Net Weight 3062, Drained Weight 1700, Penetuan Jumlah (count), Crush, Head Space, Defect, Dimensi Potongan Nanas. Analisa Kimia yaitu Brix Water 5,0 – 9-9 oB, Juice 10,0 – 13,9 oB, Light Syrup 14,0 – 17,9 oB, Heavy Syrup 18,0 – 21,9 oB , pH 3,0 – 4,0 , Acidity 30 – 40 %. Analisa Organoleptik yaitu : Uji rasa, aroma, warna, dimana rasa dan aroma harus sesuai dengan rasa dari aroma khas nanas, untuk warna disesuaikan dengan permintaan buyer.
PENGARUH EKSTRAKSI LEMAK TERHADAP RENDEMEN DAN KARAKTERISTIK TEPUNG AMPAS KELAPA YANG DIHASILKAN Ninsix, Retti
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.615 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i1.32

Abstract

Penelitian dengan judul Pengaruh Fkstraksi terhadap Rendemen dan Karakteristik Tepung Ampas Kelapa yang Dihasilkan, bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Ekstraksi terhadap Rendemen dan Karakteristik Tepung Ampas Kelapa yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Islam Indragri dan di laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Univertas Andalas Padang pada bulan Juli 2010 - September 2010.Rancangan yang digunakan di dalam penelitian ini Rancangan Acak Lenngkap yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu : A perlakuan tanpa ekstraksi dan B perlakuan ekstraksi yang masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf nyata5 %.Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa Ekstraksit memberikan pengaruh terhadap Rendemen dan Karakteristik Tepung Ampas Kelapa yang Dihasilkan dengan nilai analisi tepung yang dihasilkan berkisar Rendemen 37,15 % - 38,25 %, Kadar Air 4,20 – 4,99 %, Kadar Abu 0,98 – 1,10 %, Protein 2,44 – 2,98 %, Lemak 8,49 % - 9,49 %, Karbohidrat 81,55 – 83,76 %, Serat Kasar 27,21 % – 27,43 %, dan pH 6,40 – 6,55. Penyimpanan tepung ampas kelapa pada waktu 0 – 30 hari, dikatakan masih layak dikonsumsi, sebab tidak memberikan pengaruh pada bilangan peroksida tepung yang dihasilkan. Berdasarkan uji organoleptik, tepung ampas kelapa bisa diterima oleh panelis. dengan nilai organoleptik untuk warna 3,0 – 3,4, rasa 3,0 – 3,10, aroma 3,0 – 3,10 dan tekstur 3,00 – 3,40. Hasil yang terbaik dari perlakuan ini yaitu B dengan perlakuan ekstraksi dengan nilai rendemen 38,25 %,, kadar air 4,20 %, kadar abu 1,10 %, kadar protein 2,44 %, kadar lemak 8,49 %, kadar karbohidrat 83,76 %, kasar serat kasar 27,21 %dan pH 6,55.
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN PRODUK TURUNAN KELAPA SAWIT Mardesci, Hermiza
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.072 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i1.33

Abstract

Indonesia merupakan Negara penghasil CPO terbesar di dunia. Namun industri pengolahan produk turunannya belum berkembang dengan baik. Untuk itu pada tulisan ini akan membahas kajian tentang pengembangan industri pengolahan produk turunan dari CPO. Kajian tersebut meliputi pemilihan alternatif produk turunan CPO yang potensial untuk dikembangkan, dilihat dari aspek potensi pasar, kondisi bahan baku, teknologi proses, nilai tambah produk, dan daya serap tenaga kerja. Dari hasil analisis dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan aplikasi Expert Choice diperoleh oleokimia sebagai alternatif terbaik untuk dikembangkan.
PENGOLAHAN TEPUNG DAN MIE SUKUN Nuroso, Agus
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.586 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i1.35

Abstract

Pengolahan tepung dan mie sukun bertujuan untuk menggali komoditas pangan harapan ( sumber karbohidrat lokal ) untuk meningkatkan ketahanan pangan yang berasal dari sukun, mengetahui proses pembuatan mie, mempromosikan pengolahan prodok pangan yang berasal dari buah sukun menjadi suatu olahan mie sehingga dapat memasuki dunia usaha, merupakan bahan arternatif pembuatan mie pada umunnya yang dikonsumsi (tepung terigu), menambah pengetahuan dan memperkaya keilmuan tentang pengolahan. Buah sukun merupakan karbohidrat yang cukup tinggi (27,12%) dan dapat diolah menjadi produk setengah jadi yaitu tepung sukun. Proses pembuatan mie dengan menggunakan tepung sukun hampir sama olahannya dengan produk mie pada umumnya (tepung terigu). Mie sukun merupakan salah satu makanan alternative produk mie yang dapat dipasarkan. Dalam usaha produk mie sukun cukup menjanjikan membantu perekonomian keluarga, rumah tangga dan atau masyarakat untuk skala industri.
PENGARUH PERBANDINGAN SARI BUAH MARKISA DENGAN SARI TERUNG PIRUS TERHADAP MUTU SIRUP YANG DIHASILKAN Novitasari, Rifni
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.817 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i1.36

Abstract

Penelitian tentang “ Pengaruh Perbandingan Sari Markisa dengan Sari Buah Terung Pirus terhadap Sirup yang Dihasilkan.” Telah dilakukan si Laboratorium Teknologi Pangan , Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indagiri Hilir, Tembilahan pada bulan Juli – Agustus 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perbandingan sari buah yang optimal sehingga dihasilkan sirup dengan karakteristik yang baik serta memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh SNI.Rancangan percobaan yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, perlakuan yang dicobakan adalah A (perbandingan sari markisa : sari terung pirus = 2 : 1) ; B (perbandingan sari markisa : sari terung pirus = 2 : 2) ; C (perbandingan sari markisa : sari terung pirus = 2: 3) dan D (perbandingan sari markisa : sari terung pirus = 2 : 4). Kemudian sirup yang dihasilkan diamati kadar gula, total asam, kadar vitamin c, pH, nilai terhadap organoleptik, viscositas, total padatan terlarut, lempeng total dan stabilitas suspensi. Hasil pengamatan tersebut kemudian dilakukan analisis sidik ragam dan uji lanjutan dengan metoda Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan pencampuran sari buah markisa dengan sari buah terung pirus berpengaruh terhadap: total asam, kadar vitamin C, viscositas larutan, padatan terlarut dan tingkat penerimaan panelis secara organoleptik dari segi rasa dan aroma serta tidak berpengaruh terhadap kadar gula dan pH larutan. Pada tingkat perbandingan sari markisa dengan terung pirus = 2 : 2 (perlawanan B) terbukti lebih diminati dari uji organoleptik, dengan hasil analisa : kadar gula 70.15 0Brix, total asam 5,4 , kadar vitamin C 16,02%, pH 4,1 , viscositas 35,21 Cps, total padatan 77,28% dan negative terhadap pertumbuhan mesofil aerob juga pengendapan selama penyimpanan.
STUDI PENERAPAN HACCP PADA PROSES PENGOLAHAN SANTAN KALENG (Canned Coconut Milk) Mardesci, Hermiza
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.582 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i1.37

Abstract

Tujuan dari penerapan HACCP dalam suatu industri pangan adalah untuk mencegah terjadinya bahaya sehingga dapat dipakai sebagai jaminan mutu pangan guna memenuhi tututan konsumen. HACCP bersifat sebagai sistem pengendalian mutu sejak bahan baku dipersiapkan sampai produk akhir diproduksi masal dan didistribusikan. Oleh karena itu dengan diterapkannya sistem HACCP akan mencegah resiko komplain karena adanya bahaya pada suatu produk pangan. Selain itu, HACCP juga dapat berfungsi sebagai promosi perdagangan di era pasar global yang memiliki daya saing kompetitif. Penerapan HACCP pada proses pengolahan santan kaleng di PT.RSUP-Ind telah ditetapkan 4 CCP, yaitu; pada proses penyaringan, pengalengan, pemasakan, dan pendinginan setelah pemasakan. Ke-empat proses ini memiliki bahaya fisik dan biologi, yang jika tidak dikendalikan bisa membahayakan konsumen.

Page 8 of 33 | Total Record : 327