cover
Contact Name
Jurnal TP Unisi
Contact Email
juraltpunisi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltepeunisi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
ISSN : 23014083     EISSN : 25985132     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian ini merupakan publikasi resmi yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri, Tembilahan. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan Mei Tahun 2012. Namun OJS baru diterapkan pada Tahun 2018. Jurnal ini memuat tinjauan mengenai hasil-hasil penelitian dan non penelitian tentang suatu permasalahan secara komprehensif dan prospek pengembangannya, serta bertujuan memberi informasi tentang Teknologi Pertanian Jurnal ini berfokus pada teknologi pertanian seperti sains dan teknik pangan, teknologi dan manajemen industri pangan, teknik pertanian dan rekayasa bioproses.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
STUDI PEMBUATAN TEPUNG PISANG Nuroso, Agus
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.42 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i2.39

Abstract

Pengolahan tepung pisang bertujuan untuk menggali komoditas pangan (sumber karbohidrat lokal) untuk meningkatkan ketahanan pangan yang berasal dari pisang, mengetahui proses pembuatan tepung, mempromosikan pengolahan produk pangan yang berasal dari buah pisang menjadi tepung sehingga dapat memasuki dunia usaha, merupakan bahan alternatif tepung terigu, menambah pengetahuan dan memperkaya keilmuan tentang pengolahan. Buah pisang mempunyai kandungan karbohidrat 19,5 % - 21,5% dan dapat diolah menjadi produk setengah jadi yaitu tepung pisang. Karena buah tersebut tidak tahan lama maka ada suatu kebutuhan yang mendesak untuk menerapkan suatu teknologi yang tepat guna dan cara pengawetan, penyimpanan dan pengolahan buah. Teknologi dan cara pengolahan tersebut diperlukan untuk meningkatkan produksi bagi perusahaan kecil maupun menengah baik dalam kualitas maupun kuantitas sehingga mampu bersaing dengan pengusaha besar.
DRY CURLY KOPAY CHILI (Capsicum Annum VAR. GLABIUSCUM) BY USING VAKUM OVEN STUDIED Novitasari, Rifni
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.456 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i2.40

Abstract

This research about “dry curly kopay chilli (Capsicum annum var. glabiuscum) by using vakum oven studied” has been done in Pilot Plant Agriculture Harvest Technologi, Technologi Of Agriculture Faculty, Islamic University of Indragiri, on Desember 2010 until Pebruari 2011. The aim of this research was find the best treatment to get optimum salt dry curly copay chilli and the rehidration.Method has used in this experiment was trifaktorial whit 3 pattern of group. The treatment was : (A) pressing ; A1= without pressing A2= by pressing. The second factor (B) was level of temperature, temp of B1 = 45oC, B2 = 60oC, B3 = 75oC. The third factor (C) was timed duration, timed of C1 = 6 hour, C2 = 7 hour, C3 = 8 hour. This research to find out water solubility, percentage of β caroten, hot storey level, rehidration, rehidration timed and organoleptic tests by used F test then continued DNMRT (Duncan`s new multiple range test). The capcaisin just only done at once. perception to growth of microbe only presented in the form of tables. Observered of β caroten only in the best treatment based on organoleptik.The result showed that chili dried 75oC for 8 hour by giving press has the best treatment based organoleptik ( colour, tasted, smell). Best treatment contained water solubility 10,04%, capcisin 23%, β karoten 2.390,95 μg/100g, The organoleptik of the best treatment compared whit import dried chili from Singapore that sold in Pekanbaru showed very significantly based on colour, significantly based on teksture and taste, non significantly based on smell.
STUDI PEMBUATAN YANGKO Nuroso, Agus
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.196 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i2.41

Abstract

Tujuan dari proses pembuatan yangko adalah dapat mengetahui dan memahami proses pembuatan Yangko sehingga dihasilkan yangko dengan Tekstur lunak, Warnanya cukup terang/cukup muda, Rasanya manis, Memiliki aftertaste agak lengket di gigi, manis terasa lama, berkesan gurih, aroma menarik. Oleh karena itu diperlukan inovasi produk. Inovasi ini dapat berupa perkembangan produk Yangko yang memiliki berbagai macam jenis seperti rasa coklat, rasa strawberry, kacang, keju, maupun rasa buah-buahan. Produk yangko yang prima memerlukan ketelitian sejak pengadaan bahan dasar, tahap pembuatannya sampai pada distribusinya. Oleh karena itu, pengolahannya harus tepat, baik perbandingan bahan – bahannya maupun langkah – langkah pembuatannya, serta hasilnya juga harus berpenampilan menarik. Proses pembuatan Yangko dibagi menjadi dua tahap yaitu pembuatan tepung beras ketan dan pemasakan. Dalam pembuatan Yangko, gula pasir dilarutkan dalam air mendidih. Proses pembuatan yangko meliputi pemilihan bahan dasar, pencampuran dengan bahan lain, pemasakan, pengemasan, dan pelabelan.
PENGARUH PEMBERIAN RANSUM DENGAN BEBERAPA LEVEL SERAT KASAR PADA PERIODE AWAL TERHADAP BOBOT ORGAN FISIOLOGIS AYAM BROILER PASCA PEMBERIAN RANSUM NORMAL Dianti, Devi
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.78 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i2.42

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum dengan beberapa level serat kasar pada periode awal terhadap bobot organ fisiologis ayam broiler pasca pemberian ransum normal.Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 80 ekor anak ayam broiler umur 1 hari atau Day Old Chick (DOC) dari strain Cobb. Ransum yang diberikan disusun sendiri dari: jagung, bungkil kedelei, tepung ikan, dedak, ampas sagu, minyak sawit dan top mix. Ransum disusun secara isokalori (3000 kkal/kg) dan isoprotein (19 %), kecuali ransum E dimana terjadi penurunan protein kasar akibat peningkatan pemberian serat kasar tinggi. Air minum diberikan secara ad libitum (tidak terbatas).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan pemberian serat kasar dalam ransum yang terdiri dari : A (6%SK), B (8%SK), C (10%SK), D (12%SK) dan E (14%SK). Masing-masing perlakuan mendapat 4 ulangan. Perbedaan antara perlakuan diuji dengan uji lanjut DMRT. Peubah yang diamati adalah bobot jantung, bobot hati, bobot ginjal, bobot pankreas, bobot tiroid ayam pada umur 3 minggu dan 8 minggu (mg/100 g bobot hidup).Hasil pengamatan menunjukkan penggunaan serat kasar sampai level 14% dalam ransum ayam broiler berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap bobot organ fisiologis. Hal ini terjadi karena pembesaran bobot organ fisiologis akibat meningkatnya kerja organ fisiologis dalam mencerna serat kasar.
ANALISA KIMIA DAN FISIK NANAS KALENG PINEAPLE SOLID PACK PT. RIAU SAKTI UNITED PLANTATIONS – INDUSTRY PULAU BURUNG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROPINSI RIAU Bustami, Bustami; Salhan, Susi
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.653 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i2.43

Abstract

PT. RSUP-Industry adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian salah satu produknya adalah nanas kaleng. Untuk menghasilkan mutu dari nanas kaleng perlu dilakukan analisa fisik, kimia dan organoleptik. Analisa Fisik yaitu Net Weight 3062, Drained Weight 1700, Penetuan Jumlah (count), Crush, Head Space, Defect, Dimensi Potongan Nanas. Analisa Kimia yaitu Brix Water 5,0 – 9-9 oB, Juice 10,0 – 13,9 oB, Light Syrup 14,0 – 17,9 oB, Heavy Syrup 18,0 – 21,9 oB , pH 3,0 – 4,0 , Acidity 30 – 40 %. Analisa Organoleptik yaitu : Uji rasa, aroma, warna, dimana rasa dan aroma harus sesuai dengan rasa dari aroma khas nanas, untuk warna disesuaikan dengan permintaan buyer.
ANALISA MUTU MINYAK KELAPA SAWIT MENTAH DI POM IV NYATO PT. TH INDO PLANTATIONS KECAMATAN PELANGIRAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR RIAU Irianto, Irianto; Apriyanto, Mulono
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.411 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i2.44

Abstract

POM (Palm Oil Mill) IV Nyato PT. TH Indo Plantation adalah salah satu perusahaan besar yang telah maju dan berkembang khususnya dalam bidang pengolahan minyak kelapa sawit mentah. Analisa mutu minyak sawit yang dilakukan di PT.TH Indo Plantations POM Nyato Kabupaten Indragiri Hilir Riau yaitu analisa Asam Lemak Bebas (ALB) dan Kadar Air serta analisa kadar kotoran / dirt. Di PT. TH Indo Plantations POM Nyato Kabupaten Indragiri Hilir Riau, standar Asam Lemak Bebas (ALB) yaitu >3 % untuk di vacum atau CPO produksi dan < 4 % untuk di BST % sedangkan standar Kadar Air yaitu 0,15-0,18 % dan untuk standar dirt atau kadar kotoran ialah 0,02. Untuk ketiga standar yang ditetapkan oleh POM Nyato, analisa yang sering melebihi dari standar ialah analisa moisture dan analisa dirt.
PENGARUH VARIASI KADAR AIR ADONAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN TINGKAT KESUKAAN MUTIARA PATI GARUT (Maranta arundinaceae L.) REHIDRASI Nuroso, Agus
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.79 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v2i1.45

Abstract

Permasalahan yang muncul pada pembuatan mutiara pati dengan bahan baku pati garut adalah perbedaan gelatinisasi, yaitu perbedaan kebutuhan air dan panas untuk gelatinisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan mutiara pati dengan bahan baku pati garut serta untuk menentukan kadar air adonan yang tepat sehingga dihasilkan mutiara pati garut rehidrasi dengan sifat fisik dan tingkat kesukaan yang disukai panelis.Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan mutiara pati garut rehidrasi dengan variasi kadar air adonan 45 %, 47.5 % dan 50 %. Analisa yang dilakukan yaitu solid loss, total cooking loss, tekstur, swelling index serta uji kesukaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin kecil kadar air adonan, maka solid loss kecil, total cooking loss kecil, tekstur makin keras dan makin disukai panelis. Mutiara pati garut rehidrasi yang disukai panelis adalah mutiara pati garut dengan kadar air adonan 45 % dengan nilai solid loss 1,46 % bk, total cooking loss 1,74 % bk, tekstur 3,95 N, deformasi 45,08 %.
STUDI PENERIMAAN KONSUMEN PADA MINUMAN SERBUK LINTAH LAUT (Discodoris sp.) Sari Putri, R. Marwita; Nurjanah, Nurjanah; Tarman, Kustiariyah
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.2 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v2i1.46

Abstract

Sumber daya perairan yaitu lintah laut (Discodoris sp.) dapat dibuat menjadi minuman fungsional. Lintah laut telah dilaporkan memiliki sifat antioksidan dan mengandung taurin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerimaan konsumen pada minuman serbuk fungsional lintah laut. Tiga formula terbaik yang diterima secara organoleptik yaitu Formula T1 (Discodoris sp. 20%, jahe 40%, 20% curcuma, lemon 20%.), T2 Formula (Discodoris sp. 25%, jahe 40%, 15% curcuma, lemon 20%) dan T3 Formula (Discodoris sp. 30%,. jahe 40%, 10% curcuma, lemon 20%).
INTRODUKSI PENGOLAHAN ’SALA LAUAK’ PANGANAN KHAS PARIAMAN SEBAGAI PANGAN KAYA NUTRISI Mardesci, Hermiza
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.458 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v2i1.47

Abstract

Introduksi pengolahan sala lauak bertujuan untuk memperkenalkan panganan khas lokal dari Pariaman yang selama ini belum terlalu dikenal oleh masyarakat di luar Sumatera Barat. Sala lauak merupakan panganan yang berbahan dasar tepung beras putih dan ikan asin yang ditambah dengan bumbu rempah yang khas. Tepung beras mengandung 9,4 gram protein, 126,61 gram karbohidrat, dan 578 kalori per cangkir. Ikan asin mengandung protein 42%, lemak 1,5%, fosfor 0,3%, dan besi 0,002%. Kandungan tepung beras dan ikan asin tersebut menjadikan sala lauak sebagai panganan kaya nutrisi. Pengolahan yang tidak begitu sulit, bisa menjadikan sala lauak sebagai cemilan untuk keluarga oleh semua orang, meskipun panganan ini merupakan panganan khas Pariaman.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN KALSIUM KARBONAT DAN NATRIUM KARBONAT DALAM PEMISAHAN CANGKANG DAN KERNEL Sari, Vonny Indah
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.027 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v2i1.48

Abstract

Clay bath is where the separation of the shell, core nucleus intact and broken. The process of separation occurs because of differences in density between the core with the shell with the help of a solution of CaCO3. Core with a lighter density in the solution of CaCO3 floats and shells with a greater specific gravity settle to the bottom. This process is carried out in a cone-shaped vessel is equipped with a pump to circulate CaCO3. The existence of the circulation of fluid motion will bring the kernel into the sieve vibration to be cleaned and then sent to the kernel in the Kernel Wet Fan heading to Kernel Shiloh to the heat. This reseach compared the performance of the solution with a solution of Na2CO3 and CaCO3 in their shells and kernels, seen from the solubility rate between kalsim carbonate and sodium carbonate in water

Page 9 of 33 | Total Record : 327