cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN TEKNIK BUDIDAYA TERHADAP PRODUKSI PADI DAN IKAN PADA SISTEM MINA PADI Elmy Mahmudiyah; Raden Soedradjad
AGRITROP Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v16i1.1552

Abstract

Jajar legowo merupakan teknik budidaya yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam. Penggunaan teknik budidaya jajar legowo cocok dikombinasikan dengan sistem mina padi. Sistem mina padi merupakan cara pemeliharaan ikan disekeliling tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik dan teknik budidaya terhadap produksi padi dan ikan pada sistem mina padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Dahanrejo Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik pada bulan 05 Mei sampai dengan 20 September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (split plot design) dengan rancangan dasar RAK. Sebagai petak utama (main plot) adalah teknik budidaya terdiri dari 3 taraf yaitu teknik budidaya konvensional (V1), teknik budiaya jajar legowo 2:1 (V2) dan teknik budidaya jajar legowo 3:1 (V3). Sebagai anak petak (sub plot) adalah dosis pupuk organik yang terdiri dari 3 taraf yaitu dosis pupuk organik 0 ton/ha (P0), 10 ton/ha (P1), 15 ton/ha (P2), dan 20 ton/ha (P3). Data penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila terdapat hasil yang berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan (1) Hubungan antara teknik budidaya konvensional atau jajar legowo dengan dosis pupuk organik tidak berpengaruh terhadap produksi padi dan ikan pada sistem mina padi. (2) Dosis pupuk organik 20 ton/ha berpengaruh terhadap produktivitas padi sebanyak 6,88 ton/ha. (3) Teknik budidaya tidak berpengaruh terhadap produksi padi dan ikan pada sistem mina padi.
RESPON PRODUKTIFITAS OKRA (Abelmoschus esculentus)TERHADAP PEMBERIAN DOSIS PUPUK PETROGANIK DAN PUPUK N Muhammad Chabib Ichsan; Pranata Riskiyandika; Insan Wijaya
AGRITROP Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i1.407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk Petroganik dan dosis pupuk N yang tepat terhadap produksi tanaman okra. Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari tanggal 1 September 2015 sampai 29 November 2015 dengan ketinggian 89 meter diatas permukaan laut.Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua factor, Faktor pertama adalah pemberian dosis pupuk Petroganik terdiri dari kontrol,  1000 kg/ha, 2000 kg/ha, 3000 kg/ha, faktor kedua dosis pupuk N yaitu 150 kg/ha, 200 kg/ha, 250 kg/ha. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Perlakuan pemberian dosis pupuk Petroganik 2000 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel pengamatan baik pertumbuhan maupun produksi tanaman okra. Dosis pupuk N 200 kg/ha  memberikan hasil terbaik pada variabel pengamatan pertumbuhan dan produksi tanaman okra. Perlakuan dosis  pupuk Petroganik dan dosis pupuk N berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman umur (40 dan 60) ht, jumlah buah persampel, berat buah persampel, jumlah buah perpetak, berat buah perpetak dan berat kering brangkasan, berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman umur 20 hst dan berpengaruh tidak nyata pada variabel tinggi tanaman umur 20 hst dan diameter batang umur 20 hst, 40 hst, dan 60 hst. Interaksi antara dosis pupuk Petroganik dan  pupuk N berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.
PENGARUH KONSENTRASI PGPR DAN DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays S.) Hilman Supiandi; Dadi Nurdiana; Isna Tustiyani
AGRITROP Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i2.2366

Abstract

Penggunaan bahan organik dalam budidaya jagung dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Sebagai contohnya menggunakan bahan organik yang berasal dari daerah sekitar, yaitu PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Percobaan dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2019 di kebun percobaan Balai Pengembangan Benih Padi dan Palawija Kecamatan Karangpawitan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4×4 dengan 2 kali ulangan. Faktor perlakuan pertama adalah Konsentrasi PGPR (P) dengan empat taraf, yaitu : p0 = Kontrol, p1 = 10 ml/l, p2 = 20 ml/l, dan p3= 30 ml/l. Faktor perlakuan kedua adalah dosis Pupuk Kalium (K) dengan empat taraf yaitu : k0 = Kontrol, k1= 50 kg/ha (0.94 gr/ tan), k2          = 75 kg/ha (1.41gr/tan), dan k3 = 100 kg/ha (1.88 gr/tan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara waktu konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Secara mandiri perlakuan konsentrasi PGPR dan dosis kalium tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada semua parameter perlakuan..
STUDY TENTANG TIGA VARIETAS TERUNG DENGAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Juli Santoso; Djarwatiningsih PS
AGRITROP Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v11i1.667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan tiga varietas terung dengan komposisi media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun secara rancangan acak lengkap dengan dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor I terdiri dari 3 faktor yaitu varietas terung (V) yang meliputi V1 = varietas aubergine, V2 = varietas fortuna F1 dan V3 = varietas Mustang F1 dan faktor II terdiri dari 4 faktor, yaitu komposisi media tanam (M) yang meliputi M1 = tanah : pasir : pupuk kandang (1 : 1 : 1) ; M2 = tanah : pasir : pupuk kandang (1 : 1 : 2) ; M3 = tanah : pasir : pupuk kandang (1 : 2 : 1) dan M4 = tanah : pasir : pupuk kandang (2 : 1 : 1). Hasil penelitian  menunjukkan adanya interaksi antara tiga varietas terung dengan komposisi media tanam terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, dan berbeda nyata pada parameter jumlah buah dan berat buah pada umur 77 hari sampai umur 91 hari setelah tanam. Kata kunci : Aubergine, Fortuna F1, Mustang F1, komposisi media tanam.
EKSPLORASI Bacillus spp., DARI PERAKARAN KUBIS SEBAGAI AGEN ANTAGONIS Xanthomonas campestris pv. campestris Fajar Dwi Agustina Wati; Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti; Hardian Susilo Addy
AGRITROP Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v15i2.1178

Abstract

Isolasi Bacillus spp diambil dari tanah rhizosfer kubis sehat di oven dengan suhu 80○C selama 1 jam dan ditumbuhkan pada media YPGA.Sebanyak 24 isolat Bacillus spp merupakan gram positif dan hipersensitif bersifat negatif. Isolat tersebut dilakukan uji zona penghambatan terhadap Xanthomonas campestris pv. campestris, terdapat 12 isolat yang membentuk zona hambatan. Ke 12 isolat Bacillus spp tersebut memiliki perbedaan ukuran daam membentuk zona hambatan dan memiliki mekanisme penghambatan bakteriostatik, isolat tersebut masing-masing diambil 2 perwakilan untuk kategori zona hambatan besar, sedang dan kecil. Terdapat 6 isolat terpilih, kemudian dilakukan karakterisasi yang terdiri dari uji oksidase, katalase, dan hidrolisa pati dan memiliki kesamaan dalam hasil karakeristiknya.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON TERHADAP DOSIS PUPUK PHONSKA Hendra Oktarina
AGRITROP Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v13i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk phonska yang paling efektif dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember pada tanggal 8 Maret 2015 sampai dengan 14 Juni 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari faktor dosis pupuk phonska dengan variable 0g, 42g, 84g, 126g, 168g, dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk phonska pada berbagai dosis berpengaruh pada tinggi tanaman umur (21, 28, dan 35) hst, diameter batang pada umur (28 dan 35) hst, berat buah saat panen, diameter buah saat panen, berat berangkasan basah saat panen, dan berat berangkasan kering saat panen. Sedangkan variable pengamatan pada umur (7, 14, dan 21) hst tidak berpengaruh terhadap tinggi dan diameter batang tanaman melon. Perlakuan terbaik ditunjukkan pada penggunaan dosis pupuk phonska 126 g/tanaman dengan rata-rata berat buah melon 2,19 kg.Kata Kunci : Phonska, melon.
RESPONS TANAMAN PADI (Oryza Sativa L.) TERHADAP BERBAGAI MEDIA TANAM DAN SUMBER NUTRISI PADA SISTEM TANAM HIDROPONIK VERTIKULTUR BOKAS Iskandar Umarie; M. Hazmi; Moh. Muhaimin
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah  sistem hidroponik dapat memberikan produksi tanaman padi yang cukup memadai sehingga layak untuk dikembangkan di perkotaan. Percobaan mengunakan Rancangan Petak terbagi (Split Plot Design) disusun rancangan Rancangan Acak kelompok Lengkap (RAKL), dimana Petak Utama adalah Nutrisi Tanaman terdiri dari AB Mix (N1), Pupuk Organik Cair (POC) (N2), dan Pupuk Majemuk NPK (N3), sedangkan anak petak terdiri dari Arang Sekam (M1), Batu Batu (M2), dan Serbuk Gergaji (M3).. Pemberian nutrisi AB Mix menghasilkan yang terbaik pada tinggi tanaman, luas daun spesifik, umur panen, berat gabah per rumpun dan berat 1000 butur gabah. Sedangkan media pecahan batu bata menunjukkan hasil yang nyata terbaik terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun spesifik, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif, umur panen, jumlah bulir per rumpun, jumlah bulir bernas, berat gabah per rumpun, berat 1000 butir biji, dan berat gabah per ha. Interaksi antara nutrisi AB Mix dengan media serbuk gergaji (N1 x M3) yang terbaik pada parameter tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun spesifik, dan jumlah anakan per rumpun, dan umur panen. interaksi antara nutrisi AB Mix dengan media pecahan batu bata (N1 x M2) yang terbaik pada parameter jumlah bulir bernas, berat gabah per rumpun, berat 1000 butir, dan berat gabah per ha. Nutrisi AB Mix, media pecahan batu bata, dan interaksi nutrisi AB Mix dengan media pecahan batu batu atau interaksi nutrisi AB Mix dengan media serbuk gergaji, memberikan hasil yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada sistem budidaya hidroponik baik berperan sebagai faktor tunggal maupun sebagai kombinasi.
ANALISIS EKONOMI PAKAN TERNAK TERFERMENTASI BERBASIS LIMBAH AGROINDUSTRI PISANG DI KABUPATEN LUMAJANG Shanti Akhiriani; Nurhayati Nurhayati
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i2.436

Abstract

Pakan ternak terfermentasi merupakan produk bernilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari salah satu limbah agroindustri pisang, yaitu kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan dan efisiensi usaha pada agroindustri pakan ternak terfermentasi dari kulit pisang; dan (2) nilai tambah pada pemanfaatan kulit pisang menjadi pakan ternak terfermentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif dan analitik. Pengambilan data pada penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri pakan ternak terfermentasi menguntungkan dan efisien untuk diusahakan berdasarkan analisis pendapatan dan nilai R/C ratio, yaitu pendapatan agroindustri pakan ternak terfermentasi untuk produksi setiap hari sejumlah Rp 567.179,00 dengan nilai R/C ratio 1,54.  Agroindustri pakan ternak terfermentasi memberikan nilai tambah positif untuk setiap kilogram bahan baku yang digunakan, yaitu sebesar Rp 393,48 atau 62,98% dari nilai produk.
Efektivitas Sumber Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Selada (Lactuca sativa L.) Pada Sistem Hidroponik Ayu soleha; Bejo Suroso; Insan Wijaya
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.4065

Abstract

Sayuran selada banyak digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi sebagai lalapan, penghias makanan. Seiring permintaan sayuran selada meningkat dan lahan pertanian beralih menjadi lahan non pertanian maka memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk respon pertumbuhan beberapa varietas selada (Lactuca sativa L.) dan macam jenis nutrisi yang dibudidayakan pada sistem hidroponik. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (Split plot design) yang terdiri dua faktor yaitu faktor pertama sebagai petak utama, jenis nutrisi (N) terdiri 3 taraf : N1 = AB Mix, N2 = POC Biogan, N3 = POP Supernasa sedangkan faktor kedua sebagai anak petak, varietas (V) terdiri 3 taraf: V1= Selada keriting, V2 = Selada merah, V3 = Selada krop masing – masing diulang tiga kali. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan nutrisi AB Mix (N1) merupakan perlakuan terbaik karena berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman selada. Sedangkan perlakuan varietas selada krop (V3) merupakan perlakuan terbaik karena berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan selada diantaranya lebar daun, panjang daun, berat segar tanaman. Interaksi antara nutrisi dengan varietas berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan lebar daun (30 hst) sedangkan perlakuan lainnya tidak berpengaruh nyata.
RESPONS KEDELAI TERHADAP PEMBUANGAN DAUN TEBU DAN PENYIANGAN GULMA PADA SISTEM TUMPANGSARI TEBU- KEDELAI DI LAHAN TEBU [RESPONSE OF SOYBEAN TO REMOVAL OF SUGER CANE LEAVES AND WEEDING IN SUGER CANE-SOYBEAN ITERCROPPING SYSTEM IN SUGAR CANE AREA] Zainul Arofik; Iskandar Umarie; Bejo Suroso
AGRITROP Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v12i2.710

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembuangan daun tebu dan frekuensi penyiangan terhadap pertumbuhan dan  hasil tanaman   kedelai pada sistem budidaya tumpang sari  tebu dan kedelai  telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, dengan ketinggian tempat89 m dpl, pada tanggal 11 Februari 2014 sampai dengan tanggal 27 Mei 2014. Penelitian menggunakan RancanganAcak Kelompok dengan perlakuan penyiangan tanaman 2 minggu setelah tanam kedelai, penyiangan tanaman 2 dan4 minggu setelah tanam kedelai, dan penyiangan tanaman  2, 4, dan 6 minggu setelah tanam kedelai. Pengklentekan daun tebu 3  minggu setelah tanam kedelai, pengklentekan daun tebu 3  dan 6  minggu setelah tanam kedelai, pengklentekan daun tebu 3, 6, dan 9 minggu setelah tanam kedelai, serta pengklentekan daun tebu 3, 6, 9, dan 12 minggu setelah tanam kedelai. Kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali pada jarak tanam yang berbeda yaitu:10 cm x 20 cm, 20 cm x 20 cm, dan 30 cm x 20 cm. Perlakuan pengklentekan daun tebu tidak menunjukkanpengaruh yang  nyata pada semua parameter yang diamati, begitu juga dengan perlakuan penyiangan.  Namun pada ulangan jarak tanam menunjukkan pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman dan umur berbung kedelai, berbeda sangat nyata pada jumlah cabang, jumlah buku subur, jumlah biji pertanaman, dan berat biji per tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata pada umur panen dan berat 100 biji tanaman kedelai. Kata kunci : Tumpangsari, tebu, kedelai

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue