cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
PERANAN Synechococcus sp. SEBAGAI BIOFERTILIZER UNTUK MENINGKATKAN KADAR PROTEIN BIJI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merill) Soedradjad, R
AGRITROP Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.163 KB) | DOI: 10.32528/agr.v11i1.639

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein biji kedelai melalui foliar biofertilizer yang aman terhadap lingkungan dan murah harganya, sehingga dapat digunakan untuk usaha pemenuhan protein masyarakat, terutama masyarakat miskin yang masih berjumlah 30.018.930 jiwa. Biji kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati bagi masyarakat Indonesia karena kandungan proteinnya tinggi (sekitar 30,90 g protein per 100 g biji kedelai) dan tidak mengandung kolesterol. Berbeda dengan sumber protein hewani, misalnya daging ayam yang mengandung protein (26%) sekaligus kolesterol sebesar 12,8% (Johnson, et.al., 2008); selain itu harga protein nabati relatif lebih murah daripada protein hewani. Sumber protein nabati masih perlu disosialisasikan secara terus menerus, karena masyarakat Indonesia telah terpola untuk mengkonsumsi karbohidrat lebih banyak daripada konsumsi protein. Hal ini dikarenakan sumber karbohidrat, seperti beras dan umbi, harganya lebih terjangkau dan lebih mengenyangkan lambung manusia daripada sumber protein nabati, seperti kedelai. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Synechococcus sp sebagai foliar biofertilizer dapat meningkatkan kandungan protein biji kedelai sebesar 6,35 persen dan dapat digunakan sebagai sumber protein masyarakat.Kata Kunci : Pupuk hayati, protein, kedelai, dan Synechococcus.
RESPONSIBILITAS JUMLAH BUAH PER MALAI TERHADAP UKURAN DAN KUALITAS BUAH MANGGA (Mangifera indica L.) VARIETAS ARUMANIS IS, Muhammad Chabib
AGRITROP Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.681 KB) | DOI: 10.32528/agr.v11i1.666

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh jumlah buah per malai yang tepat untuk mempertahankan kualitas buah dengan produksi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh jumlah buah per malai terhadap produksi dan kualitas buah mangga. Penelitian dilaksanakan di kebun  milik pribadi di Desa Maron, Kecamatan Patemon, Kabupaten Probolinggo pada tanggal 20 Juli sampai 24 Nopember 2000. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa jumlah buah per malai berpengaruh terhadap ukuran buah dan produksi, tetapi tidak berpengaruh terhadap kualitas buah mangga Arumanis. Perlakuan tiga buah  per malai dapat  meningkatkan  produksi sebesar 36% dibandingkan dengan satu buah per malai dan 28% dibandingkan dengan dua buah per malainya. Kata Kunci: Mangga Arumanis, jumlah buah, ukuran buah, kualitas mangga, dan produktivitas.
UJI EFIKASI NEMATODA ENTOMOPATOGEN PADA HAMA TANAMAN CABAI Widayati, Wiludjeng; Rahayuningtyas, Sri
AGRITROP Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.684 KB) | DOI: 10.32528/agr.v11i1.671

Abstract

Cabai merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Akibat serangan hama tanaman Cabai (Spodopterasp.), produksi cabai merosot tajam.Selama ini, pengendalian Spodoptera sp. bertumpu pada penggunaan bahan kimia. Dampak negatif dari penggunaan bahan kimia sintetis yang bersifat racun dapat menyebabkan munculnya hama-hama sekunder, musnahnya serangga bermanfaat, serta adanya residu pestisida yang tinggi pada komponen biotik dan abiotik dalam agroekosistem sehingga mengganggu kesehatan manusia dan keseimbangan lingkungan. Dari hal tersebut diatas maka dilakukan pengembangan cara pengendalian dengan menggunakan agens hayati NEP yang memiliki potensi tinggi untuk mematikan hama. Salah satu agens hayati tersebut adalah nematodeentomopatogen.Nematoda entomopatogen dapat membunuh inangnya dengan cepat (24–72 jam), mempunyai kisaran inang yang luas yaitu hama dari berbagai ordo (Lepidoptera, Coleoptera, Dipteradan Hymenoptera), tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Keyword :Spodoptera, sp, Nematoda Entomopatogen, Steinernema, sp
OPTIMASI TRANSFORMASI GENETIKA MELALUI AGROBACTERIUM PADA TANAMAN PADI Hazmi, Muhammad; Ermawati, Netty; Sugiharto, Bambang
AGRITROP Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.739 KB) | DOI: 10.32528/agr.v12i1.694

Abstract

Keberhasilan transformasi genetika pada tanaman padi sangat dipengaruhi oleh karakternya yang bersifat recalsitrant, terutama padi jenis indica yang banyak ditanam oleh petani di Indonesia. Oleh karena itu, optimasi metode selalu diperlukan sebelum melakukan transformasi genetika pada tanaman padi. Transformasi gen GUS sering digunakan sebagai sarana optimasi metode transformasi sebelum melakukan overekspresi gen yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa komponen transformasi gen melalui Agrobacterium tumefaciens dapat bekerja secara efektif pada tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biosain Politeknik Jember dari bulan Maret sampai dengan Desember 2013. Konstruk gen GUS diperoleh dari Laboratorium Biologi Molekuler Universitas Jember. Padi yang digunakan adalah varietas Inpari 20 dari BPTP Malang dan CV Dongjin dari Korea Selatan sebanyak 20 biji dari setiap verietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi gen GUS melalui Agrobacterium tumefaciens berhasil menginfeksi eksplan. Eksplan yang diinfeksi tumbuh pada media seleksi antibiotik higromisin sampai umur 65 hari setelah infeksi. Hasil uji GUS menunjukkan bahwa gen GUS tidak terekspresi pada tanaman Padi. Hal ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan DNA promoter dan plasmit pCAMBIA tidak kompatibel pada tanaman padi. Agrobacterium tumefaciens dapat digunakan untuk transformasi genetika pada tanaman padi, tetapi perlu DNA promoter dan plasmit yang kompatibel.Kata kunci: Optimasi, transformasi, gen GUS,  Agrobacterium tumefaciens, dan padi.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JABON (Anthocephalus cadamba) TERHADAP JENIS PENCAMPUR MEDIA DAN VOLUME BAHAN ORGANIK [ GROWTH RESPONSE OF PLANT BREEDING JABON (Anthocephalus cadamba) TYPE OF MEDIA AND VOLUME OF ORGANIC MATERIALS ] Triyono, Mei; Hasbi, Hudaini
AGRITROP Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.369 KB) | DOI: 10.32528/agr.v12i1.699

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi media terhadap pertumbuhan bibit tanaman jabon (Anthocephalus cadamba) sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan.Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2013. Tempat pelaksanaan di lahan Batu Raden Gang IX Jember. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial terdiri dari dua faktor dengan tiga level, di antaranya pupuk kandang, dan bokashi, cocopeat dengan dosis (0.5, 1.0, 2.0) per polibag. Masing-masing perlakuan menggunakan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bokashi dengan dosis 1.0 memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanaman jabon. Perlakuan M2R2 komposisi (tanah, pasir, bokashi) dengan perbandingan (1:1:1) merupakan perlakuan yang mampu memiliki rerata pertumbuhan tertinggi. Kata Kunci : Jabon, pupuk kandang, bokashi, cocopeat
PELUANG AGRIBISNIS KORO PEDANG SEBAGAI BAHAN BAKU PENGGANTI KEDELAI UNTUK INDUSTRI TEMPE DI KABUPATEN JEMBER David K. Susilo, Najmi Indah
AGRITROP Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.964 KB) | DOI: 10.32528/agr.v13i2.82

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis prospek koro pedang sebagai bahan baku pengganti kedelai untuk industri di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion) dan interview mendalam menggunakan kuestioner terhadap konsumen dan pengusaha industri tempe di beberapa wilayah Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember guna mengumpulkan data primer dan sekunder, datan kemudian dianalisis dengan metode SWOT. Dari analisis SWOT diketahui bahwa adalah beberapa faktor internal yang mempengaruhi pengembangan koro pedang sebagai bahan baku pengganti kedelai dengan nilai IFAS sebesar 2,76, demikian pula ada beberapa faktor ekternal yang mempengaruhi dengan nilai EFAS sebesar 2,22. Nilai ini menunjukkan bahwa koro pedang yang digunakan bahan baku pengganti kedelai impor untuk industri tempe di Kabupaten Jember berada pada sektor abu-abu atau sektor lemah tetapi berpeluang (weakness-opportunity sector). Ini berarti bahwa usaha mempunyai peluang pasar yang prospektif dan memiliki kompetensi untuk meraih peluang tersebut, tetapi kelemahan perlu diatasi secara strategis melalui pelatihan dan tranfer pengetahuan untuk meningkatkan mutu SDM dan penguasaan teknis produksi koro pedang.Kata kunci: koro pedang (Canavalia ensiformis), industri tempe, agribisnis koro, SWOT
SUMBANGAN ILMU ETNOBOTANI DALAM MEMFASILITASI HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TUMBUHAN DAN LINGKUNGANNYA [ CONTRIBUTIONS IN SCIENCE ETHNOBOTANY FACILITATE HUMAN RELATIONS WITH PLANTS AND ENVIRONMENT ] Wijaya, Insan; Oktarina, Oktarina
AGRITROP Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.042 KB) | DOI: 10.32528/agr.v12i1.706

Abstract

Ruang lingkup penelitian etnobotani telah dikembangkan untuk lingkup yang lebih luas dari kata berasal etnobotani diciptakan, disiplin ini mencoba untuk menjelaskan hubungan timbal balik yang terjadi antara masyarakat lokal dan dunia alam, masih ada di antara masyarakat lokal dan budaya mereka yang mencerminkan dalam catatan arkeologi. Etnobotani juga sangat erat kaitannya dengan domestikasi tanaman seperti spesies peliharaan, di mana spesies ini domestikasi, tujuan domestikasi, cara, dan status tanaman dijinakkan hari ini. Etnobothany juga menyangkut peran tanaman dalam ekologi, lingkungan dan phytogeography yang dipahami oleh tradisi atau oleh masyarakat setempat. Selain peran tradisionalnya dalam botani ekonomi dan eksplorasi kognisi manusia, penelitian etnobotani telah diterapkan ke daerah-daerah praktis seperti prospeksi keanekaragaman hayati dan pengelolaan vegetasi. Jadi idealnya, etnobotani harus mencakup aturan dan kategorisasi diakui oleh masyarakat setempat. Aturan dan kategorisasi yang digunakan untuk tepat menghadapi situasi sosial sehari-hari dalam mengenali, menafsirkan dan memanfaatkan sumber daya tanaman di lingkungan mereka. Singkatnya, ruang lingkup penelitian dalam etnobotani adalah interdisipliner dan ethnoscience seperti yang disebutkan sebelumnya dan cakupan ini akan menjadi fokus utama pembahasan dalam artikel ini. Secara khusus, dalam hubungannya dengan posisi strategis Indonesia berdasarkan kekayaan, keragaman tanaman, spesies dan ekosistem dan kehidupan sosial budaya. Kata Kunci: Etnobotani, pengetahuan lokal, Kebijaksanaan.
RESPON APLIKASI PUPUK DAUN DAN BAKTERI Synechococcus sp TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI MINYAK NILAM Anang Syamsunihar, Sigit Soeparjono
AGRITROP Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.686 KB) | DOI: 10.32528/agr.v13i2.89

Abstract

Nilam (Pogostemon cablin, Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dari keluarga Labiatae. Hasil dari tanaman ini adalah minyak atsiri yang didapat melalui destilasi daun dan batang tanaman. Penelitian aplikasi pupuk daun dan bakteri Synechococcus sp. terhadap pertumbuhan dan produksi minyak nilam (Pogostemon cablin, Bent) dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jember selama periode musim tanam 2010 s/d 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu konsentrasi pupuk daun (P1 = 1,5 g/l, P2 = 2 g/l dan P3 = 2,5 g/l) dan faktor aplikasi bakteri Synechococcus sp (B0 = tanpa aplikasi bakteri dan B1 = dengan aplikasi bakteri), setiap kombinasi perlakuan di ulang tiga kali dengan sampel pengamatan sebanyak lima tanaman. Hasil penelitian menujukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi pupuk daun 2,5 g/l dengan aplikasi bakteri Synechococcus sp. memberikan pengaruh sangat nyata terhadap produksi biomas sebesar (390,25 g/tanaman) , produksi minyak nilam sebesar (48,89 g/tanmn) dan kadar minyak nilam (1,72 %).Kata kunci : Konsentrasi pupuk daun, Synechococcus sp., minyak nilam.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH TERHADAP APLIKASI PUPUK SP-36 DAN PUPUK CAIR HAYATI [GROWTH AND PRODUCTION RESPONSE OF PEANUT ON SP-36 AND BIOLOGICAL LIQUID FERTILIZER APPLICATION] Hazmi, Muhammad; Hartoyo, Rudi
AGRITROP Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.121 KB) | DOI: 10.32528/agr.v12i2.711

Abstract

Aplikasi pupuk fosfat dan pupuk cair hayati dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi kacang tanah varietas Bison terhadap aplikasi berbagai dosis pupuk SP-36 dan pupuk cair hayati Feng Shou serta interaksinya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dua faktor dan setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk SP-36, yaitu 0, 50, 75 dan 100 kg/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk hayati cair, yaitu 0, 0,5, 1 dan 1,5 l/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons tinggi tanaman terbesar diperoleh pada aplikasi pupuk SP-36 dosis 100 kg/ha. Respons jumlah polong, jumlah biji, berat basah polong, berat basah brangkasan dan berat 100 biji tertinggi diperoleh pada aplikasi pupuk SP-36 dosis 75 kg/ha. Respons petumbuhan dan produksi kacang tanah terhadap aplikasi pupuk cair hayati Feng Shou terbaik diperoleh pada dosis 1 l/ha. Kata Kunci: kacang tanah, pupuk SP-36 dan pupuk cair hayati Feng Shou
APLIKASI PEMUPUKAN NITROGEN DAN MOLYBDENUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BUNCIS BLUE LAKE (Phaseulus vulgaris) DI TANAH ENTISOL Tripama, Bagus; Pangesti, Pebrian Diah
AGRITROP Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.505 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i1.404

Abstract

Penerapan nitrogen dan molibdenum merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi pada tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nitrogen dan molibdenum terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman buncis Blue Lake. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2015 sampai tanggal 13 Desember 2015 di Kebun Percobaan Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak Kelompok (RAK) dua faktorial dengan perlakuan pertama dosis Nitrogen N0 (Kontrol), N1 (0,5 g/polybag) dan N2 (1,6 g/polybag), perlakuan kedua dosisi molibdenum M0 (Kontrol), M1 (0,5 ppm), M2 (1 ppm), M3 (2 ppm) dan M4 (3 ppm) dengan tiga ulangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan N1 memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman buncis blue lake. Sedangkan pada perlakuan Mo di berbagai dosis tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi, akibat tidak adanya bintil akar pada buncis blue lake.

Page 5 of 42 | Total Record : 416


Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue