cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Stigma Negatif Masyarakat terhadap Pasien Korona: Kajian Pragmatik Mimas Ardhianti
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.4196

Abstract

Situasi pandemi covid-19 telah memunculkan berbagai stigma negatif di kalangan masyarakat Indonesia sehingga memunculkan diskriminasi terhadap korban. Stigma merupakan pemberian nama terhadap korban yang dirasa memiliki kekurangan dan tidak sama dengan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan dan mendeskripsikan stigma negatif masyarakat terhadap pasien positif korona dengan menggunakan kajian pragmtik. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini berasal dari kumpulan berita-berita yang berisi stigma negatif masyarakat terhadap pasien positif korona. Data penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat yang berisi stigma negatif masyarakat terhadap pasien positif korona. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah mengumpulkan, memilah, menyeleksi data, menjelaskan dan mendeskripsikan data berupa pernyataan- pernyataan masyarakat terhadap pasien positif korona. Teknik analisis data adalah mengabsahkan temuan penelitian dan verifiksi serta penarikan simpulan. Hasil analisis membuktikan stigma negatif terhadap pasien korona dibuktikan melalui adanya data lingual yang mengandung unsur penghinaan, pencemaran nama baik berupa label.
IMPLEMENTASI ANALISIS WACANA KRITIS PERSPEKTIF LEEUWEN DALAM BERITA POLITIK SURAT KABAR PADANG EKSPRES TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS TEKS Yunisa Oktavia Frangky Silitonga
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i2.397

Abstract

Leeuwen mengemukakan bahwa model analisis wacana kritis mengacu kepada bagaimana peristiwa dan pelaku sosial atau kelompok tertentu ditampilkan dalam sebuah wacana pemberitaan. Leeuwen memperkenalkan model analisis wacana untuk mendeteksi dan meneliti bagaimana suatu kelompok atau seseorang dimarjinalkan posisinya dalam suatu wacana. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana suatu kelompok dominan lebih memegang kendali dalam menafsirkan ke dalam suatu peristiwa dan pemaknaannya, sementara kelompok lain yang posisinya rendah cenderung untuk terus-menerus sebagai objek pemaknaan, dan digambarkan secara buruk. Selanjutnya, dianalisis kategori strategi eksklusi dan inklusi tersebut berdasarkan ideologi yang diperjuangkan, ideologi yang dimarjinalkan, dan indikasi penyalahgunaan kekuasaan pada proses memperjuangkan dan memarjinalkan ideologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah tajuk rencana dan berita politik dalam Harian Padang Ekspres. Dalam kajian analisis ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kaitan antara wacana dan kekuasaan. Kekuasaan bukan hanya beroperasi lewat jalur-jalur formal, hukum, dan institusi negara dengan kekuasannya untuk melarang dan menghukum tetapi juga beroperasi lewat serangkaian wacana untuk mendefinisikan sesuatu atau suatu kelompok sebagai tidak benar atau buruk. Sering kali tindakan kekuasaan itu datang setelah suatu kelompok digambarkan secara buruk dan dapat memarjinalkan kelompok lain.Kata Kunci: Analisis wacana kritis, perspektif Theo van Leeuwen
ANALISIS TEMA NASIONALISME PENDIDIKAN PADA TULISAN CERITA SISWA SMA Siti Fathonah, Muhammad Thobroni
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1111

Abstract

Penelitian ini ingin menemukan kemampuan menulis cerita siswa kelas X SMA Aji Kuning Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara melalui Pembelajaran dengan Tema Nasionalisme. SMA Aji Kuning merupakan sekolah di perbatasan Indonesia-Malaysia, dan sebagian besar siswanya merupakan anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Interaksi siswa perbatasan Indonesia-Malaysia bercampur kebudayaan sehingga rentan terjadinya penggerusan nasionalisme, sehingga pembelajaran dilakukan dengan inovasi, salah satunya pembelajaran menulis dengan memanfaatkan film bertema nasionalisme. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat naturalistic dengan metode wawancara, pra lapangan, uji lapangan, analisis data serta evaluasi pelaporan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat naturalistic dengan metode wawancara, pra lapangan, uji lapangan, analisis data serta evaluasi pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tulisan cerita siswa Aji Kuning Sebatik mengandung tema nasionalisme pendidikan. Penelitian ini menghasilkan karya siswa dalam menuliskan karangan narasi yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar mereka. Dari hasil penelitian menghasilkan kemampuan menulis karangan narasi bertema nasionalisme yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar mereka, selain itu penelitian ini menghasilkan buku dasar-dasar menulis karangan narasi khusus untuk sekolah menengah atas. Kata Kunci: Keterampilan Menulis, Nasionalisme, Pendidikan, Perbatasan.
Penggunaan Frasa Nomina dalam Surat Kabar Jawa Pos: Kontruksi Frasa Nomina Rohmad Tri Aditiawan
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.3243

Abstract

Kontruksi frasa dalam bahasa Indonesia biasanya tersusun dari dua kata atau lebih sebagai anggotanya dan hubungan antara unsur langsungnya bersifat longgar atau terbuka. Selain itu, frasa memiliki fungsi sintaksis artinya, fungsi yang berkaitan dengan kata atau frasa dalam sebuah kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk frasa nominal yang terdapat dalam surat kabar Jawa Pos edisi 3 Desember 2019, (2) mendeskripsikan karakteristik fungsi frasa nominal yang terdapat dalam surat kabar Jawa Pos edisi 3 Desember 2019. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitiatif. Jenis data yang digunakan data kualitatif. Metode analisis data pada penelitian ini dilakukan menggunakan metode agih. Sumber data penelitian ini yaitu data tertulis berupa surat kabar. Teknik pengumpulan data menggunakan baca dan catat. Teknik analisis data dengan mengklasifikasikan teori dan referen frasa nomina. Teknik pengujian keabsahan data dengan mengunakan buku teori, pencocokan kembali data-data juga menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Hasil penelitian adalah bentuk-bentuk dan fungsi frasa nomina dalam surat kabar Jawa Pos edisi 3 Desember 2019 terdiri dari 3 bentuk dan fungsi frasa nomina yang terdiri dari nomina + nomina dengan temuan frasa nomina motor listrik dan rumah tangga yang memiliki kesamaaan menduduki fungsi objek (O), nomina + verba terdapat temuan bahan bakar minyak dan tikus berdasi yang memiliki kesamaan menduduki objek (O), nomina + adjektiva terdapat temuan perguruaan tinggi menduduki subjek (S) dan jangka panjang menduduki keterangan (Ket).
MEMAHAMI NILAI RELIGIUSITAS DALAM KEPEMIMPINAN ‘AHOK’ SEBAGAI BENTUK REGULASI DIRI M. Imron Abadi*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.76

Abstract

Values reflect a person's behavior in accordance with the norms and the rules t applied in religion. Religious interpreted as properties associated with religious values. Religiosity value refers to the values which guides human behavior to the right destination. Religiosities value is the concept of man's relationship to God, man to other man, and man to himself. Religiosity value cannot be separated from man behavior toward the truth and his behavior toward the rules of the religion. This study aims: (1) to understand the value of religiosity in ‘Ahok’ leadership, (2) to determine the form of self-regulation in the leadership of ‘Ahok’. This study uses a qualitative approach using content analysis. Sources of data in this study comprise any recorded data related to Ahok’s performance; those data include any printed or electronic transcriptions of the mass media.This study examined the value of religiosity of ‘Ahok’ concerning with (1) the religiosity relationship of 'Ahok' to his God, (2) the religiosity relationship 'Ahok'  to the community, and (3) the religiosity relationship 'Ahok' to himself. In addition, the form of ‘Ahok’ leadership regulation comparises (1) receiving, (2) evaluating, (3) searching, (4) formulating, (5) implementing, and (6) assessing.Key words: Values, Religiosity, Leadership, Self-Regulation.
KEKUASAAN SEKSUALITAS DALAM NOVEL: PERSPEKTIF ANALISIS WACANA KRITIS MICHEL FOUCAULT Hermawan Septian Abadi
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i2.828

Abstract

Konsep kekuasaan seksualitas perspektif Michel Foucault memiliki unitas strategis. Penelitian ini mengunakan pendekatan genealogi kekuasaan perspektif Michel Foucault. Dalam hal ini untuk membedah hubungan dan efek yang muncul dari relasi setiap wacana kekuasaan seksualitas dalam novel Kremil Karya Suparto Brata. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti menemukan 1) Relasi Kekuasaan Seksualitas dengan Praktik Ekonomi, Rumah Tangga (Perkawinan), dan Tata Lingkungan. 2) Relasi Kekuasaan Seksualitas dengan Histerisasi Tubuh Melalui Praktik Medis. 3) Relasi Kekuasaan Seksualitas dengan Pedagogis Seksualitas Anak.Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, genealogi, kekuasaan, seksualitas. 
PRINSIP KESANTUNAN DALAM FUNGSI TINDAK TUTUR ILOKUSI FILM EIN FREUND VON MIR DAN KOKOWÄÄH Mirfat M
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1870

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tindak tutur yang ada pada dialog antartokoh dalam film “Ein Freund von mir dan Kokowääh” yang meliputi (1) jenis tindak tutur ilokusi, (2) fungsi tindak tutur ilokusi, (3) prinsip kesantunan, dan (4) skala kesantunan.Penelitian kualitatif ini, menggunakan metode dokumentasi untuk mengumpulkan data. Melalui metode agih, jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dapat ditentukan. Untuk meneliti prinsip kesantunan dan skala kesantunan menggunakan metode padan pragmatis. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa:(1) pada film Kokowääh jenis tindak tutur yang ditemukan adalah asertif/representatif, ekspresif, direktif, komisif, dan deklarasi, sedangkan pada film Ein Freund von mir yang ditemukan adalah jenis tindak tutur asertif/representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi. (2) fungsi tindak tutur ilokusi yang didapat mempunyai jumlah berbeda-beda bergantung pada jenis tindak tutur ilokusinya baik pada film Kokowääh maupun pada film ein Freund von mir. (3) prinsip kesantunan yang paling banyak digunakan dalam film “Kokowääh”yaitu maksim kearifan, pujian, kedermawanan, kerendahan hati, dan kesimpatisan, sedangkan dalam film“Ein Freund von mir” adalah maksim pujian, kedermawanan, kearifan, kerendahan hati, dan kesimpatisan. (4) skala kesantunan yang digunakan adalah skala kemanasukaan dengan hasil didominasi oleh skala kemanasukaan tinggi.Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa tuturan-tuturan dalam kedua film tersebut banyak berupa pernyataan yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda tergantung dengan konteks di mana tuturan tersebut terjadi. Dari tuturan-tuturan tersebut diketahui bahwa maksim kesepakatanlah yang banyak digunakan dalam bersopan santun dengan skala kesantunan kemanasukaan tinggi, di mana lawan tutur dapat dengan bebas menentukan tindakan berikutnya.
Pemerolehan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua pada Siswa Thailand di MA Nurul Islam Jember Rosa Yuliana
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i1.2989

Abstract

Manusia diberkati sebuah alat yang bernama language acquisition device (LAD) sehingga memungkinkan mereka untuk mampu berbahasa. Begitu pula pemerolehan bahasa yang erat hubungan tentang bagaimana manusia  mempresepsi ujaran serta memahami ujaran orang lain, karena memahami serta mempresepsi ujaran adalah unsur pertama untuk menguasai hal dalam berbahasa. Sedangkan pemerolehan bahasa kedua merujuk pada bahasa apapun yang diepelajari seseorang setelah mereka menguasai bahasa ibunya. Studi penelitian ini tentang: (1) bagaimana proses pemerolehan bahasa Indonesia pada pelajar Thailand di MA Nurul Islam, dan; (2) pengimplikasiannya pada aspek sintaksis. Penelitian ini bersifat penelitian kualitatif deskriptif yang nanti akan menguraikan secara terperinci tentang proses pemerolehan bahasa Indonesia pada pelajar Thailand di MA Nuris Islam. Dimana sumber data yang dipakai ialah siswa Thailand itu sendiri. Hasilnya, pemerolehan bahasa Indonesia pada pelajar Thailand telah didapat lebih dulu sebelum tiba di Indonesia, berkat (a) adanya kemiripan antara B1 dengan B2, (b) mempelajari bahasa Indonesia melalui film. Lalu setiba di Indonesia pun pelajar Thailand juga memperoleh bahasa Indonesia dengan adanya, (c)  program bimbel untuk pelajar Thailand, dan (d) pemerolehan bahasa dari lingkungan pondok pesantren. Namun dalam implementasiannya dalam aspek sintaksis masih ditemukan (a) ketidak serasian makna kalimat, dan (b) ketidak serasian bentuk. Demikian, dapat disimpulkan bahwa pelajar Thailand ini menguasai bahasa Indonesia sebelum tiba di Indonesia dan mendapatkan wawasan baru berkat program bimbel serta pengaruh lingkungan pondok pesantren. Akan tetapi pengimpelementasiannya dalam aspek sintaksis masih kurang dalam hal makna dan ketidakserasian bentuk kalimat.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR UNTUK PEMBELAJAR PEMULA BIPA PADA KETERAMPILAN BERBICARA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER Agus Milu Susetyo
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i1.683

Abstract

Salah satu kebutuhan pembelajaran adalah buku ajar. Buku ajar yang baik tentunya harus memenuhi kebutuhan siswa dan kompetensi yang hendak dicapai. Berdasarkan hasil pengamatan di Universitas Muhammadiyah diketahui bahwa terdapat mahasiwa asing dari Thailand yang menempuh kuliah dalam rangka pertukaran pelajaran/mahasiswa. Mahasiswa ini diketahui sebagai mahasiswa baru karena di negaranya baru lulus sekolah setingkat SMA. Selain itu diketahui juga bahwa kemampuan berbahasa Indonesia masih kurang lancar, dan dapat dikatakan mereka pada level pemula. Mahasiwa asing ini hanya bisa menggunakan bahasa Thai dan bahasa Melayu untuk percakapan saat di kampus. Berdasarkan keadaan seperti inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian pengembangan buku ajar BIPA pada keterampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Model yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations). Namun dalam penelitian ini hanya sampai tahap implementasi saja. Data yang diharapkan pada penelitian ini adalah data deskripsi tulis dan numerik. Hasil penelitian mendapatkan kesimpulan sebagai berikut. (a) buku ajar BIPA dinyatakan cocok dan sesuai. (b) Materi dan kompetensi sesuai dengan tingkat pemula BIPA. (c) Dimensi buku memudahkan pembelajar BIPA. (e) Ini merupakan produk yang sangat diharapkan oleh mahasiswa asing yang ada di Universitas Muhammadiyah Jember.
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING Wulida Nurul Fauziah, Deden Ahmad Supendi, Hera Wahdah Humaira
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1592

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya eksistensi bahasa Indonesia di kancah dunia, oleh karena itu saat ini banyak lembaga formal baik di luar negeri maupun di Indonesia yang memfasilitasi masyarakat dari berbagai negara untuk mempelajari bahasa Indonesia. Dalampembelajaranbahasa Indonesia bagi pembelajar asing tidaklah mudah sehingga diperlukannya strategi atau metode yang sesuai. Kurangnya informasi mengenai penggunaan metode pembelajaran bahasa Indonesia bagi pembelajar asing menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian penggunaan metode pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing di salah satu lembaga formal luar negeri yaitu Nirandonwitya School Thailand bagian selatan.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Peneliti hadir sebagai pengamat sekaligus berpartisipasi terlibat aktif dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia siswa Mathayom Nirandonwitya School untuk menganalisis penggunaan metode dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan delapan metode dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan di berbagai kelas dengan materi yang berbeda. Kedelapan metode tersebut yaitu metode baca tirukan, mambaca berantai, demonstrasi, ceramah, deskripsi gambar, menyanyikan lagu, scramble dan teka-teki silang. Kedelapan metode tersebut digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa pembelajar yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Analisis kesesuaian penggunaan metode yang digunakan guru dilakukan dengan mengacuke pada teori yang ada, sehingga ditemukan kelebihan dan kelemahan dalam setiap metode.Kata Kunci: BIPA, metode, Nirandonwitya, pembelajaran