cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMAN 1 PAKUSARI DENGAN METODE KONTEKSTUAL Ririn Budi Utami Kusumawardhani
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i2.392

Abstract

Metode Kontekstual dipilih dan digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen siswa kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Pakusari Jember Tahun Pelajaran 2014/2015. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar menulis cerpen siswa kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Pakusari Jember Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan metode kontekstual. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Pakusari Jember Tahun Pelajaran 2014/2015. Hasil  penelitian  bahwa  metode  kontekstual  dapat  meningkatkan  kemampuan menulis  cerpen  siswa  kelas X IPS1  SMA 1 Pakusari.  Dari prates ke siklus I dan  ke  siklus  II   kemampuan menulis cerpen  siswa  selalu  mengalami  peningkatan. Pada  prates  siswa  yang  tuntas  26 (65%);  siklus  I  meningkat  menjadi   31 (77,5%);  dan  pada  siklus II   menjadi  37 (92,5%).  Kata Kunci: menulis cerpen, metode kontekstual
PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER ISLAM DALAM CERPEN AKU INGIN EMAK MASUK SURGA KARYA MAIYADE LAILA YANE Eka Nova Ali Vardani
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1106

Abstract

Pendidikan karakter adalah suatu hal yang sangat penting dan perlu dilakukan oleh setiap orangtua, pendidik, atau pemimpin yang menginginkan anak, peserta didik, atau masyarakat yang berkarakter. Dalam cerpen banyak kita jumpai nilai-nilai kehidupan, di antaranya adalah nilai-nilai karakter Islam. Dalam penanaman nilai-nilai karakter Islam terdapat tujuh cara untuk menumbuhkan kebajikan utama (karakter yang baik) dalam diri anak, yaitu 1) empati, 2) hati nurani, 3) kontrol diri, 4) rasa hormat, 5) kebaikan hati, 6) toleransi, dan 7) keadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana peneliti berperan sebagai instrumen utama. Adapun prosedur penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Analisis terhadap cerpen Aku Ingin Emak Masuk Surga karya Maiyade Laila Yane menunjukkan bahwa terdapat tujuh penanaman nilai-nilai karakter Islam menurut Borba, sebagai berikut. Pertama,terdapat delapan nilai empati. Kedua, terdapat satu nilai hati nurani. Ketig, terdapat tiga nilai kontrol diri. Keempat, terdapat dua nilai rasa hormat. Kelim, terdapat tujuh nilai kebaikan hati. Keenam, terdapat satu nilai toleransi dan ketujuh, terdapat satu nilai keadilan.Kata Kunci: cerpen, nilai-nilai karakter Islam.
Eksistensi Kebakuan Bahasa Indonesia dalam Karya Tulis Mahasiswa Ayunda Riska Puspita; Hafidz Rosyidiana
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.3521

Abstract

Fenomena kesalahan berbahasa sudah semakin menjamur. Bahkan di kalangan akademis pun sudah sering ditemukan bentuk kesalahan ejaan, morfologi, kata baku, dan kalimat efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan bahasa yang terdapat dalam karya tulis mahasiswa PGMI IAIN Ponorogo. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian studi kasus dengan metode deskripsi-interpretasi. Bentuk kesalahan ejaan yang ditemukan dalam karya tulis mahasiswa PGMI IAIN meliputi kesalahan penggunaan tanda koma (,), tanda baca ganda, huruf kapital, huruf miring, tanda titik koma (;), dan tanda hubung (-). Bentuk kesalahan morfologi meliputi kesalaan afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Bentuk kesalahan kata baku meliputi kesalahan penulisan kata yang tidak sesuai dengan bentuk baku di (Kamus Besar Bahasa Indonesia) KBBI. Bentuk kesalahan kalimat efektif merupakan kesalahan pada kalimat yang tidak lugas, ambigu, tidak jelas, berbelit-belit, dan tidak sejajar. Terdapat pula kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa namun di tempat lain benar menuliskannya. Hal ini menunjukkan ketidakkonsistenan mahasiswa dalam berbahasa. Sikap seperti ini merupakan sikap bahasa yang negatif. Sebagian kasus menunjukkan bahwa sebenarnya mahasiswa mengetahui kesalahannya tapi enggan atau tidak peduli dengan hal yang sepele. Jika dibiarkan maka lambat laun bahasa Indonesia yang sesuai dengan aturan akan memudar digantikan oleh bahasa yang tanpa aturan baku.
PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN AHOK (AK) DALAM WAWANCARA EKSKLUSIF KISRUH DPRD DKI JAKARTA DI KOMPAS TV Finda Mia Wulandari*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.71

Abstract

This study examines the violation of the principle of politeness acted by Ak in the exclusive interview of Jakarta parliament  boondcased on Kompas TV. The method used is descriptive qualitative. Data collection used in the study. Is listening and note taking based on the broadcast by Kompas TV. The data analysis applied is Miks and Huberman model, consting data reduction, data presentation and verification. The resuet of the study shows that there was 35,9% of tact maxim violation, 2,5% of generosity maxim violation, 7,7 % of affirmation maxim violation, 45.5% of modesty maxim violation 7,7 % of syimphaty maxim violation.Keywords:  violation, politeness maxime.
SOFT SKILLS UNGGULAN DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA Samsuri Samsuri
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i2.833

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap kandungan soft skills unggulan dan strategi penanamannya dalam Novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi. Desain kualitatif dipilih untuk menjelaskan kedua tujuan di atas. Unit data penelitian ini berupa kalimat dan paragraf yang mengindikasikan adanya soft skills. Hasil penelitian menemukan sebelas soft skills yang dominan, yaitu kedisplinan, kemandirian, berpikir terbuka, komitmen, peduli, kesetiakawanan, kebersamaan, keikhlasan, dan antusiasme. Di sisi lain penelitian ini juga menemukan empat strategi penanaman soft skills, yaitu konsistensi penerapan sistem, pembiasaan, keteladanan, dan modifikasi lingkungan. Muara dari semua soft skills adalah pendidikan kedisiplinan yang sungguh-sungguh pada semua aspek aktivitas.Kata kunci: disiplin, strategi sinergi, pembentukan karakter.
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH BERBASIS FILM Farida Nugrahani; Mukti Widayati; Ali Imron A.M
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1865

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pendidikan karakter melalui gerakan literasi sekolah (GLS) berbasis film. Model itu  dikembangkan melalui empat tahap mengikuti Plomp (1997), meliputi (1) pengkajian awal, (2) perancangan, (3) realisasi (konstruksi), (4) validasi dan revisi. Penelitian dimulai dengan pengamatan kondisi faktual di lapangan, dan pengkajian teori berkaitan dengan pendidikan karakter, literasi, dan film. Selanjutnya dilakukan perencanaan model dan realisasinya melalui penetapan komponen sintaks, sistem sosial, sistem pendukung, dampak instruksional dan pengiringnya. Setelah itu dilakukan validasi dan revisi model dengan meminta pertimbangan ahli dan praktisi pendidikan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan karakter yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat diwujudkan dalam bentuk buku Panduan pendidikan karakter melalui GLS berbasis film yang bersifat valid, praktis dan efektif untuk diterapkan dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Karakter di sekolah. Panduan itu memuat (1) latar belakang, pengertian, tujuan, ruang lingkup, sasaran, dan target; (2) tahapan pendidikan karakter melalui GLS di Sekolah Dasar; (3) pelaksanaannya  pada tahap pembiasaan; (4) pelaksanaannya pada tahap pengembangan; (5) pelaksanaannya pada tahap pembelajaran; dan (6) Penutup. Buku panduan yang dikembangkan ini telah di uji cobakan di Sekolah Dasar Negeri Pengkol 1 Kabupaten Sukoharjo dan diterbitkan dengan ber ISBN.   
Digitalisasi Tuturan Psikogenik Latah (Kajian Fonetik Akustik) Habib Rois
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i1.2863

Abstract

Tuturan psikogenik latah merupakan salah satu gangguan dalam berbahasa. Gangguan berbahasa pada tingkat psikogenik latah dapat disembuhkan dengan mengetahui pola-pola tuturan yang diproduksi oleh penderita latah. Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan pola tuturan latah dengan menggunakan kajian fonetik akustik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode penelitian dari  Institut voor Perceptie Onderzoek (IPO). Teori IPO merupakan kajian yang menganalisis fonetik secara linguistic science. Tuturan latah [tutup e tutup] merupakan bentuk tuturan yang dikaji secara akustik. Bentuk analisis digunakan terdiri dari tiga jenis pengukuran, yaitu pengukuran durasi, pengukuran frekuensi fundamental, dan pengukuran intensitas bunyi. Pada segmen bunyi vokoid /e/ secara durasi memiliki nilai yang relatif kecil, akan tetapi secara frekuensi memiliki nilai yang besar yaitu 391.828 Hz. Selain itu, pengukuran intensitas bunyi pada segmen kedua bunyi vokoid /e/ memiliki nilai yang lebih besar di antara segmen lainnya, sebesar 80.451 dB. Bunyi vokoid /e/ memiliki nilai frekuensi dan intensitas yang besar karena secara artikulatoris, besarnya frekuensi fundamental berkorespondensi dengan getaran pita suara. Peningkatan ini diakibatkan oleh adanya getaran pita suara yang lebih cepat dibanding pada saat pengucapan tuturan pada segmen satu yaitu kata /tutup/ dan segmen ketiga pada kata /tutup/ yang merupakan kata terakhir tuturan [tutup e tutup]. Berdasarkan uraian di atas maka bentuk tuturan latah Echolalia pada umumnya memiliki pola [silaba/kata]+[vokoid netral]+[silaba/kata]. Perbedaan pola pada tuturan lain hanya berkaitan dengan jumlah kata yang diulang-ulang, secara garis besar bunyi vokoid netral berperan sebagai puncak intensitas tuturan latah Echolalia.
ISTILAH ASING PRODUK BAHASA SUROBOYOAN SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN KEARIFAN LOKAL KOTA SURABAYA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Pheni Cahya Kartika, Insani Wahyu Mubaro
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i1.647

Abstract

Faktor bahasa menjadi kesepakatan dalam komunikasi mereka, begitu pula dengan masyarakat yang membentuk suatu kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan bahasa dalam suatu kelompok dalam komunitas di masayrakat. Metode penelitian yang dilakukan adalah melalui observasi, ynag mana pengumpulan data diperoleh melalui rekaman pembicaraan penggunaan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia yang dilakukan oleh orang-orang Jawa di kota Bontang. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terbentuknya komunitas disebabkan oleh berbagai faktor antara lain, (1) asal daerahnya, (2) profesinya, (3) hobinya (4) atau bahkan bahasanya. Ada faktor lain yang dianggap mampu mendukung terjadinya kontak bahasa yaitu perlu adanya tempat dalam berinteraksi antar sesama kelompok masyarakat. Istilah asing yang diperkenalkan mempersuasif siapapun yang berada dalam situasi socialKatakunci: istilah asing, dialek surabaya, budaya lokal
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “JITUNDI” UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KAIDAH KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR Muara Suprapti
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1587

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi perlunya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam penguasaan materi pembelajaran bahasa Indonesia, terlebih pada kelas gemuk dan heterogen. Tujuan penelitian ini menerapkan model pembelajaran “Jitundi” (Jigsaw dengan variasi Tutor Sebaya Undi)” untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pembelajaran ini diawali dengan model pembelajaran Jigsaw kemudian dipadukan dengan tutor sebaya dengan teknik pengundian, baik pengundian siswa yang harus menjadi tutor maupun pengundian materi yang harus dijelaskan di depan kelas. Penggunaan metode pembelajaran ini peneliti lakukan karena peneliti kurang puas dengan metode diskusi yang pernah peneliti terapkan. Pada pembelajaran  ini yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut. (1) Penerapan model Jigsaw pada siklus I, di mana siswa dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 5 anak kemudian diberi materi yang berbeda-beda. Setelah mempelajari materi masing-masing, siswa berpindah kelompok dengan siswa lain yang membahas materi yang sama (ini disebut tim/kelompok ahli). Setelah berdiskusi dengan tim ahli, siswa kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan materinya kepada teman satu kelompok. (2) Penerapan model pembelajaran Jigsaw yang divariasi dengan tutor sebaya undi pada siklus II (model pembelajaran Jitundi), yaitu mirip dengan siklus I, diawali dengan model pembelajaran Jigsaw, tetapi setelah itu dilanjutkan dengan variasi pengundian siapa  yang harus menjadi tutor maupun materi apa yang harus dijelaskan. Dengan dua siklus, terdapat peningkatan hasil belajar kognitif antara penerapan metode pembelajaran Jigsaw dan Jigsaw dengan variasi tutor sebaya sistem pengundian (Jitundi) pada pembelajaran Teks Prosedur siswa kelas XI MMD 2 tahun pelajaran  2016/2017 di SMK Negeri 5 Jember.Kata Kunci: hasil belajar, model pembelajaran ”Jitundi”, teks prosedur
ISTILAH-ISTILAH PERKEBUNAN PADA MASYARAKAT MADURA Kiki Tristanti
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2558

Abstract

Artikel ini membahas bentuk-bentuk, penggunaan dan makna istilah bahasa Madura pada bidang perkebunan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara yang dilengkapi dengan teknik dasar pancing. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik cakap semuka yang dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual yang dilanjutkan dengan metode deskriptif. Data diklasifikasikan atas beberapa bentuk yaitu:nomina, verba, ajektiva dan frasa. Data berupa nomina terdiri atas nomina dasar, nomina turunan, nomina tempat, dan nomina kuantita dan penggolong. Data berupa verba terdiri atas verba asal dan verba turunan. Berdasarkan ada tidaknya nomina yang mendampinginya, data berupa verba terdiri atas verba kausatif. Secara semantik, data yang dianalisis memiliki makna istilah antara lain berupa makna khusus, makna deskriptif, dan makna refensial. Berdasarkan penggunaannya, dihasilkan bentuk-bentuk istilah yang secara etnolinguistik hanya digunakan dan dapat dipahami oleh masyarakat pemilik budaya dan pengguna bahasa tersebut.