cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PALANTAR NYANGAHATNMANTA’ UPACARA NABO’ PANTAK SUKU DAYAK KANAYATN Ursula Dwi Oktaviani; Evi Fitrianingrum
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2564

Abstract

Upacara Nabo’ Pantak merupakan upacara bersyukur dan meminta, masyarakat Dayak Kanayatn mengenal tradisi bersyukur dan meminta dengan sebutan nyangahatn yang berupa mantra, nyangahatn dituturkan oleh panyangahatn (penutur mantra). Seperti halnya pada setiap upacara adat Dayak Kanayatn tidak terlepas dari nyangahatn , jadi pada upacara nabo’ pantak ini juga demikian, tidak terlepas dari nyangahatn. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tanda-tanda pada palantar nyangahatn manta’ upacara nabo’ pantak suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat  dari sudut pandang semiotika Roland Barthes. Dalam hal ini tanda-tanda dianalisis melalui penanda (signifier), petanda (signified), tanda denotative (denotative sign), penanda konotatif (connotative signifier), petanda konotatif (connotative signified), dan tanda konotatif (connotative sign). 
Eksistensi Bahasa Melayu Sintang pada Media Spanduk dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang (Kajian Etnolinguistik) Yudita Susanti; Ursula Dwi Oktaviani; Tedi Suryadi
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.3491

Abstract

Bahasa daerah merupakan identitas, sarana dalam berkomunikasi, sebuah kearifan lokal dan hegemoni budaya suatu masyarakat sebagai penguna bahasa. Indonesia memiliki sekitar 700 bahasa daerah yang sudah didokumentasikan oleh Badan Bahasa, salah satunya bahasa Melayu Sintang. Di Kabupaten Sintang, eksisktensi bahasa Melayu Sintang digunakan dalam media spanduk dengan tujuan untuk mengajak masyarakat Kabupaten Sintang agar melakukan pencegahan terhadap penyebaran COVID-19. Eksistensi bahasa Melayu Sintang pada media spanduk dianggap mampu mempengaruhi dan mendorong pembaca sehingga mengikuti isi dari informasi yang disampaikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan bentuk monomorfemis dan polimorfemis dalam bahasa Melayu Sintang yang terdapat pada media spanduk dan untuk melestarikan bahasa Melayu Sintang sebagai kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif yang menjelaskan dan menguraikan bentuk monomorfemik dan polimorfemik yang terdapat dalam bahasa Melayu Sintang pada media spanduk. Teknik pengumpulan data yaitu teknik dokumentasi, teknik simak dan teknik catat. Sumber data penelitian yaitu bahasa Melayu Sintang yang terdapat dalam media spanduk. Berdasarkan hasil penelitian, pembentukan monomorfemis terdapat 24 kata yaitu pada kata bayah, pambar, aboh, utan, yak, demam, sengah, rekong, pedeh, leteh, basok, pakai, banyak, belepa, batok, tik, jom, matok, engkayuk, baik, amaki, bah, menyadik, dan sik. 24 kata tersebut merupakan morfem dasar dan tidak mengalami penambahan morfem. Pembentukan polimorfemis bentuk afiksasi sufiks (nge-) terdapat 1 kata yaitu ngetau; bentuk redupliasi terdapat 1 kata yaitu tano-tano; dan bentuk pemajemukan terdapat 6 kata yaitu bayah pambar (membentuk frasa verba), rekong pedeh (membentuk frasa adjektiva), batok sengah (membentuk frasa ajektiva), bayah am (membentuk frasa verba), nafas sesak (membentuk frasa nomina), dan jom sik (membentuk frasa nomina).
PENGGUNAAN KALIMAT DALAM TEKS ANEKDOT Dyah Nova Erliafika
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i1.642

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat dalam teks anekdot yang ada di dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/MA kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.  Teknik pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Data dalam penelitian dianalisis dengan teknik ganti yaitu teknik analisis yang berupa penggantian unsur satuan lingual data. Teks anekdot yang disajikan dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/MA kurikulum 2013 yang ditulis oleh Kemendikbud belum memenuhi empat kalimat meliputi: (1) kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu, (2) kalimat retoris, kalimat yang bentuk atau susunan kalimatnya merupakan kalimat tanya tetapi tujuannya lebih dari sekedar mencari informasi., (3) kalimat perintah adalah kalimat yang mengharapkan adanya reaksi berupa tindakan fisik, (4) kalimat seru adalah kalimat yang menyatakan emosi, seperti karena kagum, kaget, terkejut, takjub, heran, marah, sedih, gemas, kecewa, tidak suka, dan sebagainya serta kalimat interjektif disusun dari sebuah klausa diawali dengan kata seru, seperti wah, nah, aduh, ah, hah, alangkah, dan sebagainya.Kata kunci: kalimat teks anekdot, teks anekdot
PRINSIP KERJA SAMA DAN IMPLIKATUR PADA TUTURAN ALIH KODE DALAM FILM-FILM JERMAN Adha Ahyana Yulianti
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji realisasi prinsip kerja sama dan mencari makna implikatur yang terdapat pada tuturan alih kode dalam film-film Jerman. Penelitian ini menggunakan teori Grice  tentang prinsip kerja sama dan implikatur, serta teori Chaer dan Agustina tentang faktor penyebab alih kode. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tujuh film Jerman yang mengandung tuturan alih kode. Data penelitian ini adalah transkrip tuturan yang mengandung alih kode.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realisasi prinsip kerja sama pada tuturan alih kode dalam film-film Jerman terbagi menjadi dua jenis, yaitu penaatan dan pelanggaran maksim-maksim percakapan. Pada penaatan dan pelanggaran prinsip kerja sama terdapat empat maksim yang ditaati, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara.Implikatur yang terdapat dalam penelitian ini dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Pada implikatur percakapan umum terdapat 4 faktor yang mempengaruhi makna implikatur, yaitu faktor penutur, lawan tutur, situasi formal/informal, dan perubahan topik pembicaraan. Pada implikatur percakapan khusus terdapat 5 faktor yang mempengaruhi makna implikatur, yaitu faktor penutur, lawan tutur, kehadiran orang ketiga, situasi formal/informal, dan perubahan topik pembicaraan.Kata Kunci: implikatur, prinsip kerja sama, tuturan alih kode
PEMEROLEHAN KALIMAT TANYA BAHASA INDONESIA ANAK PRASEKOLAH USIA 5—6 TAHUN Ziyadatur Rohmah; Bambang Yulianto; Maria Mintowati
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2122

Abstract

Perkembangan bahasa anak merupakan proses yang unik. Perkembangan tersebut  berkaitan dengan perkembangan fisik dan otak anak. Masa perkembangan bahasa yang mendekati sempurna adalah prasekolah (5—6 tahun) karena anak telah memahami gramatikal dan memproduksi bahasa pertamanya. Pada masa ini, anak telah menyampaikan berbagai kalimat, misalnya  kalimat tanya. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemerolehan kalimat tanya pada anak prasekolah 5—6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data yang diharapkan adalah kalimat tanya yang disampaikan anak. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan dianalisis dengan teknik padan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Anak prasekolah berusia lima dan enam tahun telah memperoleh kalimat tanya bahasa Indonesia. Anak prasekolah yang berusia 5 tahun telah mampu menyusun kalimat tanya biasa dengan struktur penggantian unsur kalimat berita dengan kata tanya apa, mana, dan kok serta kalimat tanya konfirmatif dengan kata iyakan yang disampaikan dengan intonasi tanya. Namun jumlahnya tidak banyak. Pemerolehan kalimat tanya pada anak usia enam tahun lebih bervariatif dibanding anak usia limat tahun. Untuk kalimat tanya biasa, anak menggunakan kata tanya apa, siapa, kenapa, dan kok serta kalimat tanya konfirmasi dengan struktur kalimat berita berintonasi tanya. Selain itu, anak juga menggunakan kata ganti apa (kah) untuk kalimat konfirmasi tersebut.
Ekologi Budaya Suku Bajau dalam Novel Mata dan Manusia Laut Karya Okky Madasari Noviatussa’diyah Noviatussa’diyah; Sugiarti Sugiarti; Eggy Fajar Andalas
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.3780

Abstract

Novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari menggambarkan bentuk relasi antara manusia dengan lingkungan serta ekologi budaya masyarakat pesisir. Adapun penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan (1) gambaran ekologi budaya masyarakat daerah pesisir (2) bentuk relasi antara manusia dan lingkungan (3) dampak relasi manusia dan lingkungan dalam novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan ekologi budaya. Sumber data yang digunakan adalah novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari.  Data berupa narasi dan dialog tokoh dalam novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari. Untuk mendapatkan data tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik baca catat. Maksud dari teknik baca catat yaitu membaca keseluruhan novel, kemudian mencatat hal-hal yang berkaitan dengan ekologi budaya atau objek penelitian.  Adapun analisis data yang dilakukan diantaranya adalah mengklasifikasi data, mengkategori data dan menemukan permasalahan penting yang berkaitan dengan perspefktif ekologi budaya yang ada pada masyarakat pesisir khususnya wilayah pesisir suku Bajau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat (1) gambaran ekologi budaya masyarakat darah pesisir (2) bentuk relasi antara manusia dan lingkungan (3) dampak relasi antara manusia dan lingkungan. Relasi-relasi yang mengakibatkan munculnya sebuah dampak positif maupun negatife harus terus diperhatikan agar mencapai ekologi budaya yang ideal.
MEMBANGUN BUDAYA MEMBACA DI SEKOLAH DASAR BERBASIS REVOLUSI MENTAL Samsuri Samsuri
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i2.393

Abstract

Di sekolah dasar, membaca merupakan keterampilan dasar potensial yang belum pernah tuntas pencapaian targetnya. Terdapat dua sasaran pokok pembinaan keterampilan membaca, yaitu peningkatan kemampuan membaca dan membangun budaya membaca. Keberhasilan membangun budaya membaca di sekolah dasar akan berdampak positif dan kontruktif bagi pencerdasan dan percepatan sumber daya manusia Indonesia. Untuk tu perlu diidentifkasi permasalahan dan faktor penyebab sehingga dapat diupayakan strategi jitu untuk menyukseskan keterampilan ini mulai dari jenjang pendidikan dasar. Hasil-hasil penelitian dan  praktik-praktik terbaik penyelenggarakan program membaca dapat dijadikan inspirasi dan rujukan untuk perubahan dan perbaikan. Perubahan yang terstruktur dimulai dari mengubah pola pikir atau merevolusi mental para pendidik.Kata kunci: budaya membaca, praktik terbaik, dan revolusi mental.
MENGGALI EKSISTENSI BUDAYA SASTRA LISAN MELALUI PENGUMPULAN DAN PENERBITAN NASKAH NYANYIAN RAKYAT SUKU TIDUNG DI KALIMANTAN UTARA Eva Apriani, Siti Sulistyani Pamuji
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna nyanyian Rakyat suku tidung dan tema nyanyian rakyat suku tidung. Teori yang digunakan untuk mendeskripsikan fokus penelitian yakni sastra lisan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian informan asli suku Tidung. Jenis data yang dikumpulkan terdiri atas, yaitu: (1) syair atau teks lagu, (2) komposisi, (3) bentuk pertunjukkan atau pembawaan lagu dan (4) cara pewarisan lagu nyanyian rakyat suku Tidung di Kalimantan utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: teknik observasi (participant observation), perekaman, wawancara mendalam dan teknik pencatatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis deskriptif (descriptive analysis). Penelitian ini menghasilkan temuan penelitian berupa (1) Makna (2) tema nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Hasil penelitian menunjukkan Nyanyian rakyat suku Tidung di wariskan kepada generasi-generasi muda selanjutnya secara turun temurun. Makna dan Tema nyanyian rakyat suku Tidung dapat berwujud petuah/ nasehat dan penyemangat kerja.Kata Kunci: etnografi, makna, tema, nyanyian Rakyat Suku Tidung.
Kemampuan Membaca Pemahaman Mahasiswa di Lamongan Abdul Kholiq
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.3216

Abstract

This study aims to analyze the reading comprehension ability of college students in the Lamongan Regency. The focus research is the level of literal, inferential, critical, and creative comprehension of college students in the Lamongan Regency. This research uses descriptive quantitative. The sample of this study was 373 Universitas Islam Lamongan students; 353 students of Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan; 222 Universitas Billfath Lamongan. Data collection used a test. Data analysis is to find the mean value. The results of the study showed that the level of literal comprehension was 64.12 with a high category. The level of inferential comprehension was 57.95 in the medium category. The level of critical comprehension was 61.49 with a high category. The level of creative comprehension was 44.25 with a medium category. Of the four results above, the level of reading comprehension of college students in the Lamongan Regency is at a medium level with a mean 56.95. The results are above the average national literacy rate of 37.32.
SAPAAN GELAR KEAGAMAAN PADA MASYARAKAT MADURA JEMBER: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DENGAN PENDEKATAN SOSIAL BUDAYA Fitri Amilia*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.72

Abstract

Jemberese are multicultural society for they have three different languages and cultures occupied in their interactions. This multicultural circumstance has caused the contact on the language and culture. One of the evidences can be seen from how the “Madura Jember”(MMJ) greets others using their religious titles. This is very interesting to be studied further for it is followed by “specific” a verbal and non-verbal attitudes which have not found in other greetings. This greeting and its verbal and non-verbal attitudes which followed were the reflections of a language, community and the cultural blueprints of Jemberese. The results of the study reveal that there are two systems in greetings using religious title; first is genetic or kinship and second is greeting for efforts and motivation. The genetic or kinship includes kiaé [kiaé], gus [gUs] or lora [lƆra], ning [nIŋ], dan nyai [ñai]. Greeting for efforts and motivation includes haji, makkaè [ma?kaé], Bhindhârâ  [bhindhârâ], dan ustad. The use of genetic or kinship greeting show high social status in MMJ; it is attributed with a polite way of greeting, polite and respectful manners, obedient and conformity. In the greeting for efforts or motivation polite way of greeting is also attributed, but with a little lower degree of politeness. The exceptional of this greeting in “haji” is that there is a change in name on the person who owns the title.Key words: greetings, religious title