cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA ANAK TK NEGERI PEMBINA USIA 4 TAHUN Suaedi*, Hasan
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.888 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i1.73

Abstract

Second language acquisition (SLA) is one of the formal studies in language learning which is different from the first language acquisition (FLA). In FLA, a child, unconsciously learn language from his closest person; father or mother. SLA. At TK Negeri Pembina, SLA occurs in formal learning activities through many different ways; i.e., telling stories, drawing, and playing. In this study, the writer applied qualitative method. It aims at giving clear description on the talks occur during the learning process. The results of the study show that (1) The language production of 4 year old children at TK Negeri Pembina comprises six parts of speech: (a) nouns, (b) verbs, (c) adverb, (d) pronouns, (e) adjectives, and (f) numbers. And nouns are the most frequently used. (2) In sentence case, the language production is mostly in interrogative sentences when teacher and students are having questions and answer during the learning process and (3) The use of pronouns are appropriate with its functions. The 4 year old children can distinguish the use of pronouns; personal, singular and also plural pronouns.Key words: Second Language Acquisition (SLA), words, sentence, pronouns
Fungsi dan Muatan Nilai-Nilai Budaya dalam Basanan Using Banyuwangi Syuhadak*, Syuhadak
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.282 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i1.78

Abstract

Cultural society has its own ways and tradition to express ideas and thoughts which exists in a community. In Banyuwangi community it is called as Using Community named as basanan. As a part of Using Community in Banyuwangi, basanan has its functions and cultural values which reflect its society. The purpose of this study to describe those purposes and traditional values of basanan in Using community. Descriptive-qualitative method is applied in this article to gather the data. The techniques applied are participant observation, interviews and documentation. The data was analyzed based on Spradley (1997) ethnography model which comprises (1) domains analysis, (2) the taxonomic analysis, (3) componential analysis, and (4) ordered cultural themes analysis. The results of this study showed that thefunctions of basanan in the Using Banyuwangi community involved recommendation or advice, satire, humor, feelings, and praise; meanwhile the cultural values of basanan in Using Banyuwangi community involved religious, social, and  personality values.Key words: Banyuwangi, basanan, functions, cultural values.
EVIDENSI DEFINISI DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Amilia, Fitri
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.659 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i2.395

Abstract

Definisi berisi informasi berupa konsep-konsep, fitur-fitur pada sebuah lema. Konsistensi definisi dapat dilihat dari jenis penguraian konsep dan fitur, keajegan penguraian pada perubahan bentuk kata, dan ketepatan penggunaan definiandum. Penelitian ini mengaji konsistensi penggunaan definiandum. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan adanya konsistensi dan inkonsistensi dalam penggunaan definiandum. Temuan ini menunjukkan adanya kesalaham penggunaan definiandum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua bentuk evidensi, yaitu konsistensi evidensi dan inkonsistensi evidensi. Konsistensi evidensi menunjukkan kesesuaian dan keakuratan konsep antara definisi dan contoh penggunaannya. Namun, meskipun makna dalam contoh definisi menunjukkan konsistensi, ditemukan adanya ketidakbakuan, ketidaktepatan penyusunan kalimat. Oleh sebab itu, diperlukan revisi susunan kalimat yang menjadi contoh penggunaan definisi. Inkonsistensi evidensi menunjukkan adanya pelanggaran terhadap konsep dalam definisi, ketidaksesuaian dan ketidakakuratan  makna antara definiandum dalam contoh penggunaan dan definian. Inkonsistensi evidensi ditemukan dalam bentuk peribahasa.Kata kunci: konsistensi, inkonsistensi, evidensi, definisi.
FIKSI REALISTIK DALAM NOVEL ANAK KARYA SHERINA SALSABILA Nurhayati, Eni
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.343 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i2.401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap realitas interpersonal sesama anak, realitas hubungan anak dan keluarga, dan realitas hubungan anak dan lingkungan sekitar pada novel-novel Sherina Salsabila. Penelitian berjenis tekstual deskriptif ini menggunakan ancangan kajian fiksi realistik model Norton.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1)hubungan anak dengan anak lainnya memiliki kepentingan yang sama. (2)realitas hubungan anak dan keluarga merupakan hubungan dari awal anak lahir sampai dewasa sebagai penanggung jawab terhadap perkembangan moral, sikap, dan keamanan jasmaniah anak. (3 )realitas hubungan anak dan lingkungan adalah realitas hubungan yang saling ketergantungan. Anak akan lebih memiliki rasa percaya diri ketika anak mampu memberikan peran dalam masyarakat. Peran anak dalam masyarakat lebih bersifat pada hubungan timbal balik. Seperti pada asas kebutuhan dalam mempertahankan hidup di masyarakat luas.Kata Kunci: Fiksi Realistik, Interpersonal, Realitas, Anak, Lingkungan
PARADIGMA LINGUISTIK BADUDU DALAM PEMERIAN BAHASA INDONESIA Afrizal, Mohamad
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.495 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i1.646

Abstract

Tulisan ini membahas tentang paradigma ilmu pengetahuan yang digunakan Badudu dalam menyusun karya-karya ilmiah mengenai bahasa Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan. Metode  analisis yang digunakan adalah metode deskriptif-interpretatif. Simpulan dari tulisan ini ialah paradigma strukturalisme-difusionis digunakan Badudu secara implisit dalam memerikan bahasa Indonesia. Hal ini dapat diketahui dari asumsi-asumsi dasar Badudu tentang bahasa Indonesia, yaitu bahasa yang berakar dari bahasa Melayu ditambah unsur-unsur bahasa-bahasa asing dan daerah.Kata Kunci: Badudu, Bahasa Indonesia, Paradigma Ilmu, Filsafat Ilmu.
KESALAHAN EJAAN PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Mulyani, Sri
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.675 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i1.651

Abstract

Ejaan merupakan keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana hubungan antara lambang-lambang bahasa. Oleh karena itu, pengajaran bahasa di sekolah itu penting. Sebab, bahasa sebagai alat komunikasi baik secara lisan maupun tulis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kesalahan ejaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian kesalahan ejaan pada peserta didik kelas VI A dan VI B, yaitu dalam memperbaiki penulisan kesalahan huruf kapital, memilih jawaban benar atau salah, dan menjawab soal pilihan ganda sedangkan penguasaan ejaan peserta didik kelas VI A  dalam memperbaiki penulisan kesalahan huruf kapital sebesar 80% atau kategori baik,  pengguasaan dalam memilih jawaban benar atau salah sebesar 69% atau kategori baik, penguasaan dalam memilih jawaban soal pilihan ganda sebesar 42% atau kurang. Kelas VI B dalam memperbaiki penulisan kesalahan huruf kapital sebesar 78% atau kategori baik, pengguasaan dalam memilih jawaban benar atau salah sebesar 65% atau kategori cukup, dan pengguasaan dalam memilih jawaban soal pilihan ganda sebesar  41% atau kategori kurang. Dari temuan ini bisa disimpulkan bahwa siswa memahami pada tingkat penggunaan huruf besar atau capital saja.Kata kunci: Bahasa, Kesalahan Ejaan, Peserta Didik
PENGAJARAN SASTRA DI SEKOLAH MENENGAH POTRET BURAM NASIB SASTRA KITA Suyanto, Suyanto
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.937 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i2.834

Abstract

Pengajaran sastra di Sekolah Menengah (SMP dan SMA/SMK) di masa lalu, kini, dan yang akan datang sungguh memprihatinkan. Ini terlihat pada aspek strategi pembelajaran, kinerja para guru bahasa, sarana-prasarana. Fenomena ini menjadi menarik perhatian banyak pihak, pasca 2007 lalu pemerintah menggelontorkan tambahan kesejahteraan dalam bentuk tunjangan sertifikasi guru sebesar gaji pokok setiap bulan, baik guru PNS maupun guru non-PNS. Fenomena bertambahnya kesejahteraan tidak berkorelasi positif dengan meningkatnya etos kerja guru, dan produk karya-karya sastra yang dihasilkan oleh siswa atau oleh keduanya.Kendala yang dihadapi oleh guru sastra  cukup beragam, diantaranya terbatasnya koleksi pustaka sastra di sekolah, koran belum masuk sekolah, dan kurusnya koleksi di perpustakaan sekolah. Sungguh sebuah ironi yang memalukan. Siapakah yang harus bertanggungjawab atas keadaan ini?Kata kunci: Pengajaran sastra, potret buram, nasib sastra Indonesia.
KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS PRESS RELEASE DENGAN PENDEKATAN STUDENT CENTER LEARNING Aris Setiawan, Idhoofiyatul Fatin, R. Panji Hermoyo,
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.748 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i2.829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menulis press realease dengan menggunakan pendekatan Student Center Learning (SCL). Press release merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan media massa yang dibuat oleh humas suatu organisasi atau instansi kepada redaksi media massa agar meliput kegiatan yang dilakukan oleh instansi maupun perorangan tersebut. Dalam pembelajarannya, digunakan SCL karena pendekatan ini mampu mengkondisikan mahasiswa lebih aktif, mandiri, dan bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajaran yang dilakukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan observasi dan dokumentasi pada teknik pengumpulan datanya. Objek penelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya yang menempuh mata kuliah Kehumasan sejumlah 22 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kemampuan mahasiswa dalam membuat press release baik, yaitu mahasiswa mampu mengidentifikasi, menulis dan mengkombinasikan unsur 5W+1H dalam press release. Beberapa kelemahan yang muncul pada tulisan mahasiswa adalah belum tepat dalam mengidentifikasi unsur “How” dan berpengaruh dalam menggunakan bahasa ilmiah.Kata Kunci:menulis,press release, SCL
PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER ISLAM DALAM CERPEN AKU INGIN EMAK MASUK SURGA KARYA MAIYADE LAILA YANE Vardani, Eka Nova Ali
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.382 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1106

Abstract

Pendidikan karakter adalah suatu hal yang sangat penting dan perlu dilakukan oleh setiap orangtua, pendidik, atau pemimpin yang menginginkan anak, peserta didik, atau masyarakat yang berkarakter. Dalam cerpen banyak kita jumpai nilai-nilai kehidupan, di antaranya adalah nilai-nilai karakter Islam. Dalam penanaman nilai-nilai karakter Islam terdapat tujuh cara untuk menumbuhkan kebajikan utama (karakter yang baik) dalam diri anak, yaitu 1) empati, 2) hati nurani, 3) kontrol diri, 4) rasa hormat, 5) kebaikan hati, 6) toleransi, dan 7) keadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana peneliti berperan sebagai instrumen utama. Adapun prosedur penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Analisis terhadap cerpen Aku Ingin Emak Masuk Surga karya Maiyade Laila Yane menunjukkan bahwa terdapat tujuh penanaman nilai-nilai karakter Islam menurut Borba, sebagai berikut. Pertama,terdapat delapan nilai empati. Kedua, terdapat satu nilai hati nurani. Ketig, terdapat tiga nilai kontrol diri. Keempat, terdapat dua nilai rasa hormat. Kelim, terdapat tujuh nilai kebaikan hati. Keenam, terdapat satu nilai toleransi dan ketujuh, terdapat satu nilai keadilan.Kata Kunci: cerpen, nilai-nilai karakter Islam.
ANALISIS TEMA NASIONALISME PENDIDIKAN PADA TULISAN CERITA SISWA SMA Muhammad Thobroni, Siti Fathonah,
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.89 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1111

Abstract

Penelitian ini ingin menemukan kemampuan menulis cerita siswa kelas X SMA Aji Kuning Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara melalui Pembelajaran dengan Tema Nasionalisme. SMA Aji Kuning merupakan sekolah di perbatasan Indonesia-Malaysia, dan sebagian besar siswanya merupakan anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Interaksi siswa perbatasan Indonesia-Malaysia bercampur kebudayaan sehingga rentan terjadinya penggerusan nasionalisme, sehingga pembelajaran dilakukan dengan inovasi, salah satunya pembelajaran menulis dengan memanfaatkan film bertema nasionalisme. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat naturalistic dengan metode wawancara, pra lapangan, uji lapangan, analisis data serta evaluasi pelaporan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat naturalistic dengan metode wawancara, pra lapangan, uji lapangan, analisis data serta evaluasi pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tulisan cerita siswa Aji Kuning Sebatik mengandung tema nasionalisme pendidikan. Penelitian ini menghasilkan karya siswa dalam menuliskan karangan narasi yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar mereka. Dari hasil penelitian menghasilkan kemampuan menulis karangan narasi bertema nasionalisme yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar mereka, selain itu penelitian ini menghasilkan buku dasar-dasar menulis karangan narasi khusus untuk sekolah menengah atas. Kata Kunci: Keterampilan Menulis, Nasionalisme, Pendidikan, Perbatasan.

Page 3 of 26 | Total Record : 252