cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
KONSEP KURIKULUM REKONSTRUKSI SOSIAL DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN DI ERA MODERN Mubaroq, Syahrul
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.037 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1112

Abstract

Kurikulum rekonstruksionis sosial merupakansebuah gagasan untuk menggunakan sekolah sebagai institusi perubahan dan pengajaran positif seperti membangun masyarakat yang lebih baik. Paulo Freire menerapkan rekonstruksi sosial dengan konsep “Cultural Action for conscientization”. Conscientization merupakan proses dimana seseorang bukan sebagai penerima tetapi sebagai pembelajar aktif, Keberhasilan di sekolah berhubungan erat dengan khayalak masyarakat, orang tua, perhatian masyarakat, organisasi, pebelajar, dan kelompok lainnya harus terlibat dalam pembelajaran. Shane menggunakan perencanaan masa yang akan datang (Futurologist) sebagai dasar penyusunan kurikulum. Beliau menekankan peranan individu dalam menemukan peranan masa depanya sendiri, mereka tidak dapat melepaskan diri dari perkembangannya akan tetapi harus menyesuaikannya. Shane menyarankan para pengembang kurikulum agar mempelajari tren perkembangan. Tren utama pada era modern ini adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat, serta kecenderungan lain seperti perkembangan ekonomi , politik, sosial, dan budaya.Kata Kunci: kurikulum, social, tren.
PEMILIHAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA IBU PADA KELUARGA ETNIK MADURA DI KECAMATAN PATRANG Anggraeni*, Astri Widyaruli
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.12 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i1.70

Abstract

This study examines the Indonesian choice language in Madura ethnic family as a mother tongue in District Patrang. Issues to be achieved is how social and psychological factors of parents in the realm of the family of the Indonesian language choice as a mother tongue in ethnic families of Madura in District Patrang. The collection of data in this research done twice: first, conducted to obtain information on family social background and the background of the language used in family communication which includes Madura language and Indonesian languages. Second, the data collection was done by purposive sampling, by using certain conditions. Analysis of the data used in this study is a qualitative correlation method. The study was based on social factor and psychological factors family, which is considered as a factor that causes and encourage Indonesian choice as the Indonesia language used in family communication.Key words: language choice, mother tongue, Madurese ethnic.
MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN YANG KREATIF Citraningrum*, Dina Merdeka
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.5 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i1.75

Abstract

Learning to write poetry is still experiencingnumbers of  obstacles. The obstacles are both from students and teachers. Students tend to prefer popular science essay writing than poetry writing. It sometimes becomes the most difficult thing for students to do. This is due to the students thought that the poem is toocomplicated in terms of language and interpretation. In addition, the un-achieved learning goals performed by the teacher becomes an obstacle in poetry writing class. Therefore, teachers should start looking for ways to make students eager to learn to write poetry. Teachers must provide effective and creative learning techniques to students at school. The understanding that writing poetry can be learned must be imparted to the students so that they would be open-minded to learn to write poetry.Key words: Writing Poetry, Learning Techniques.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMAN 1 PAKUSARI DENGAN METODE KONTEKSTUAL Kusumawardhani, Ririn Budi Utami
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.331 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i2.392

Abstract

Metode Kontekstual dipilih dan digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen siswa kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Pakusari Jember Tahun Pelajaran 2014/2015. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar menulis cerpen siswa kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Pakusari Jember Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan metode kontekstual. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Pakusari Jember Tahun Pelajaran 2014/2015. Hasil  penelitian  bahwa  metode  kontekstual  dapat  meningkatkan  kemampuan menulis  cerpen  siswa  kelas X IPS1  SMA 1 Pakusari.  Dari prates ke siklus I dan  ke  siklus  II   kemampuan menulis cerpen  siswa  selalu  mengalami  peningkatan. Pada  prates  siswa  yang  tuntas  26 (65%);  siklus  I  meningkat  menjadi   31 (77,5%);  dan  pada  siklus II   menjadi  37 (92,5%).  Kata Kunci: menulis cerpen, metode kontekstual
IMPLEMENTASI ANALISIS WACANA KRITIS PERSPEKTIF LEEUWEN DALAM BERITA POLITIK SURAT KABAR PADANG EKSPRES TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS TEKS Frangky Silitonga, Yunisa Oktavia
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.76 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i2.397

Abstract

Leeuwen mengemukakan bahwa model analisis wacana kritis mengacu kepada bagaimana peristiwa dan pelaku sosial atau kelompok tertentu ditampilkan dalam sebuah wacana pemberitaan. Leeuwen memperkenalkan model analisis wacana untuk mendeteksi dan meneliti bagaimana suatu kelompok atau seseorang dimarjinalkan posisinya dalam suatu wacana. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana suatu kelompok dominan lebih memegang kendali dalam menafsirkan ke dalam suatu peristiwa dan pemaknaannya, sementara kelompok lain yang posisinya rendah cenderung untuk terus-menerus sebagai objek pemaknaan, dan digambarkan secara buruk. Selanjutnya, dianalisis kategori strategi eksklusi dan inklusi tersebut berdasarkan ideologi yang diperjuangkan, ideologi yang dimarjinalkan, dan indikasi penyalahgunaan kekuasaan pada proses memperjuangkan dan memarjinalkan ideologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah tajuk rencana dan berita politik dalam Harian Padang Ekspres. Dalam kajian analisis ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kaitan antara wacana dan kekuasaan. Kekuasaan bukan hanya beroperasi lewat jalur-jalur formal, hukum, dan institusi negara dengan kekuasannya untuk melarang dan menghukum tetapi juga beroperasi lewat serangkaian wacana untuk mendefinisikan sesuatu atau suatu kelompok sebagai tidak benar atau buruk. Sering kali tindakan kekuasaan itu datang setelah suatu kelompok digambarkan secara buruk dan dapat memarjinalkan kelompok lain.Kata Kunci: Analisis wacana kritis, perspektif Theo van Leeuwen
PENGGUNAAN KALIMAT DALAM TEKS ANEKDOT Nova Erliafika, Dyah
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.265 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i1.642

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat dalam teks anekdot yang ada di dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/MA kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.  Teknik pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Data dalam penelitian dianalisis dengan teknik ganti yaitu teknik analisis yang berupa penggantian unsur satuan lingual data. Teks anekdot yang disajikan dalam buku Bahasa Indonesia kelas X SMA/MA kurikulum 2013 yang ditulis oleh Kemendikbud belum memenuhi empat kalimat meliputi: (1) kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu, (2) kalimat retoris, kalimat yang bentuk atau susunan kalimatnya merupakan kalimat tanya tetapi tujuannya lebih dari sekedar mencari informasi., (3) kalimat perintah adalah kalimat yang mengharapkan adanya reaksi berupa tindakan fisik, (4) kalimat seru adalah kalimat yang menyatakan emosi, seperti karena kagum, kaget, terkejut, takjub, heran, marah, sedih, gemas, kecewa, tidak suka, dan sebagainya serta kalimat interjektif disusun dari sebuah klausa diawali dengan kata seru, seperti wah, nah, aduh, ah, hah, alangkah, dan sebagainya.Kata kunci: kalimat teks anekdot, teks anekdot
Register Istilah dalam Bidang Pemasaran Hima, Rofiatul
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.145 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i1.648

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memetakan penggunaan istilah bahasa Indonesia dengan bahasa asing melalui perspektif sosiolinguistik. Istilah asing dalam bahasa Inggris sering digunakan dalam pemasaran suatu produk yang berupa produk makanan, barang, dan property. Penggunaan istilah asing tersebut mampu menunjukkan pretise atau tingkat social penggunannya. Manfaat yang lain adalah mampu meningkatkan nilai jual produk tertentu jika dibandingkan dengan produk yang menggunakan bahasa local (bahasa Indonesia). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini adalah studi observasi dan dokumentasi berupa brosur/pamphlet penjualan produk yang menggunakan istilah bahasa inggris. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa istilah asing yang digunakan dalam bidang pemasaran produk memiliki perubahan makna karena bidang pemakaian dan memiliki fungsi register bahasa untuk tujuan khusus yaitu mencapai keuntungan besarKata kunci : register, istilah bahasa Inggris, istilah bahasa Indonesia, bidang pemasaran
PENGEMBANGAN BUKU AJAR UNTUK PEMBELAJAR PEMULA BIPA PADA KETERAMPILAN BERBICARA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER Susetyo, Agus Milu
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.317 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i1.683

Abstract

Salah satu kebutuhan pembelajaran adalah buku ajar. Buku ajar yang baik tentunya harus memenuhi kebutuhan siswa dan kompetensi yang hendak dicapai. Berdasarkan hasil pengamatan di Universitas Muhammadiyah diketahui bahwa terdapat mahasiwa asing dari Thailand yang menempuh kuliah dalam rangka pertukaran pelajaran/mahasiswa. Mahasiswa ini diketahui sebagai mahasiswa baru karena di negaranya baru lulus sekolah setingkat SMA. Selain itu diketahui juga bahwa kemampuan berbahasa Indonesia masih kurang lancar, dan dapat dikatakan mereka pada level pemula. Mahasiwa asing ini hanya bisa menggunakan bahasa Thai dan bahasa Melayu untuk percakapan saat di kampus. Berdasarkan keadaan seperti inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian pengembangan buku ajar BIPA pada keterampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Model yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations). Namun dalam penelitian ini hanya sampai tahap implementasi saja. Data yang diharapkan pada penelitian ini adalah data deskripsi tulis dan numerik. Hasil penelitian mendapatkan kesimpulan sebagai berikut. (a) buku ajar BIPA dinyatakan cocok dan sesuai. (b) Materi dan kompetensi sesuai dengan tingkat pemula BIPA. (c) Dimensi buku memudahkan pembelajar BIPA. (e) Ini merupakan produk yang sangat diharapkan oleh mahasiswa asing yang ada di Universitas Muhammadiyah Jember.
KOMPETISI BAHASA SEBAGAI WUJUD EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Hima, Rofiatul
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.753 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i2.832

Abstract

Kompetisi wujud kebahasaan saat ini sering digunakan dalam pertuturan maupun dalam penulisan karya ilmiah. Tampaknya penutur Bahasa Indonesia (BI) sering menggunakan kosa kata bahasa Asing (BA) yang belum diserap ke dalam bentuk bahasa Indonesia. Dikhawatirkan pada waktu mendatang, istilah dan kosa kata BI) kurang mendapat perhatian. Mengingat di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) arus produk ekonomis, informasi dan komunikasi masyarakat sekitar kawasan Asia Tenggara akan menggunakan bahasa Inggris untuk media komunikasi sehari-hari, tentu berdampak pada eksistensi BI. Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui wujud kompetisi BI dan BA, juga kompetisi antarentitas BI. Tujuan ini dicapai melalui metode penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis transkrip pertuturan dengan ancangan masyarakat bahasa poskolonial.Tahap kegiatannya adalah melaksanakan observasi terhadap bentuk kebahasaan yang berkompetisi yang dapat digunakan dalam kajian penelitian. Kemudian mengecek penggunaannya dalam situasi ragam formal untuk menunjukkan kegayutan data. Selain itu melaksanakan kegiatan wawancara terhadap penutur (narasumber) dalam acara seminar maupun guru dan dosen dalam memberikan materi pembelajaran yang terindikasi terdapat bentuk kebahasaan yang berkompetisi. Dari hasil analisis data ini, diharapkan bentuk istilah dan kosa kata BI yang baku dapat digunakan sebagai eksistensi bahasa indonesia sehingga bangsa indonesia bangga menggunakan bahasa indonesia.Kata Kunci: Kompetisi bahasa, MEA, eksistensi.
ASPEK IDEOLOGI DALAM NOVEL: TINJAUAN WACANA KRITIS Eka Nova Ali Wardani, Hasan Suedi,
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.82 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i2.827

Abstract

Pada novel Kemi 1 karya Adian Husaini berbeda dari novel-novel yang ada. Jika kebanyakan novel menceritakan perjuangan, penindasan, persahabatan, dan percintaan dalam novel kemi 1 membahas banyak tentang ideologi. Paham ideologi yang terdapat dalam novel Kemi 1 dibenturkan satu dengan yang lainnya. Pada penelitian ini, pendekatan  penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif, yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan bentuk, pertarungan, dan eksploitasi ideologi terhadap pandangan Islam. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak sembilan bentuk ideologi dalam novel Kemi 1. Kesembilan ideologi tersebut adalah (a) pluralisme, (b) gender, (c) agama sebagai produk budaya, (d) liberalisme, (e) lesbian (f) perkawinan lintas agama, (g) netral agama, (h) netral agama, dan (i) eksklusif. Dari segi pertarungan ideologi terdapat dua pertarungan yaitu dalam bentuk perdebatan ideologi yang berupa pluralisme agama dan kesetaraan gender. Permasalahan eksploitasi ideologi terhadap pandangan islam yang terdapat dalam novel Kemi 1 ditemukan adanya enam faham atau ideologi. Keenam faham atau ideologi tersebut yaitu liberal, netral agama, pluralisme, kebenaran objektif, gender, dan budaya manusia.Kata Kunci: pluralisme, gender, liberalisme.

Page 5 of 26 | Total Record : 252