Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Sejak Tanggal 9 Juli 2018 berdasarkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 21/E/KPT/2018 TENTANG PERINGKAT AKREDITASI JURNAL ILMIAH PERIODE I TAHUN 2018.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12, No 1 (2016)"
:
10 Documents
clear
KEKERASAN TERHADAP ANAK : TINJAUANDARI SISI PELAKU (STUDI DI WILAYAH KABUPATEN JEMBER)
Gani, Husni Abdul
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.568 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.325
Anak (0-18 tahun) berada dalam proses tumbuh kembang yang sangatdipengaruhi oleh tiga kebutuhan dasar yaitu asuh, asih, dan asah. Terpenuhinyakebutuhan dasar tersebut akan berdampak positif terhadap kualitas hidup anak.Kenyataannya, masih banyak anak Indonesia yang belum memperoleh jaminanterpenuhi hak-haknya, antara lain banyak yang menjadi korban kekerasan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kejadian kekerasan terhadap anak,ditinjau dari sudut pelaku yang terjadi di wilayah kerja lembaga Pusat PelayananTerpadu Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB)Kabupaten Jember.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2012 dengan metodediskriptif analitik menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporanpendampingan pada kasus kekerasan terhadap anak di wilayah kerja lembagaPusat Pelayanan Terpadu BPPKB Kabupaten Jembertahun 2011.Data-datatersebut kemudian diolah dan dianalisa secara deskriptif dengan menggunakanpemikiran yang logis dikaitkan dengan konsep kesehatan masyarakat.Telaahpustaka juga dilakukan untuk memperkaya dan mempertajam analisa data yangdilakukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik korban kekerasan meliputijenis kelamin korban yang terbesar adalah anak perempuan dengan usia 13-18tahun, dan tingkat pendidikan SLTP. Sedangkan karakteristik kekerasan yangbanyak dialami anak adalah kekerasan seksual. Karakteristik pelaku kekerasanmeliputi berjenis kelamin laki-laki dengan usia 18-25 tahun, dimana terkaithubungan dengan korban merupakan orang lain, dengan tingkat pendidikanSLTA, dan berstatus belum menikah.Karakteristik tempat terjadinya pelakuadalah tempat lain seperti kos-kosan, rumah saudara/teman, hotel, warung dansebagainya.
KONTRIBUSI STRATEGI REGULASI EMOSI TERHADAP KECENDERUNGAN MISCONDUCT DAN IDE BUNUH DIRI PADA NARAPIDANA LAPAS II A JEMBER
Handayani, Panca Kursistin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.568 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.326
Penanganan permasalahan di lapas mestinya tidak hanya berjalan pada satusisi, karena sebenarnya penanganan atau intervensi apapun yang diberikanhanyalah merupakan stimulasi bagi perubahan perilaku. Perubahan perilakupositif seperti yang diharapkan akan terjadi bila ada dukungan dari faktor internalindividu sendiri. Tampaknya perlu dilakukan upaya pemberdayaan denganmemanfaatkan potensi atau karakter positif dari narapidana sendiri dalammenghadapi segala tekanan hidup yang ada di lapas setiap harinya. Hal ini bisadibentuk dan dilatihkan, namun dibutuhkan asesmen yang tepat mengenaikarakter positif apa yang dapat mempengaruhi pembentukan perilaku.Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi sejauhmana peran strategiregulasi emosi yang dilakukan individu terhadap kecenderungan misconduct danmunculnya ide bunuh diri selama mereka menjalani hukuman di lapas Kelas IIAJember. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek yangdilibatkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 orang dengan ciri yang sudahditentukan.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara strategi regulasi emosidengan ide bunuh diri dengan nilai p 0.000< 0.05, dengan r square 0.218menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi memberikan kontribusi sebesar 0.218pada munculnya ide bunuh diri narapidana Lapas II A Jember. Selain itu jugaditemukan bahwa tidak ada hubungan antara strategi regulasi emosi dengankecenderungan misconduct pada narapidana di Lapas II A Jember dengan nilai p0.895> 0.05.Kecenderungan misconduct lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternaldari individu seperti kondisi lingkungan, hubungan dengan orang lain sertadukungan sosial. Sedangkan ide bunuh diri sangat ditentukan oleh keterampilanindividu dalam melakukan coping pada permasalahan yang sedang merekahadapi. Coping ditentukan oleh kemampuan individu dalam meregulasikanemosinya sehingga dapat memodifikasi emosi negatif dalam bentuk ekspresi yangadaptif dan adekuat.
PERAN ORANGTUA PADA REGULASI EMOSI ANAK AUTIS
Yumpi-R, Festa
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.568 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.328
Problematic emotional responses, such as tantrums and anger outbursts,are surprisingly common in children with autism spectrum disorder (ASD). ASDis characterized by impaired emotion regulation that results in deficits modulatingemotional responses. Indeed, clinical reports and a few initial empirical studiesprovide evidence of severe impairments in emotional functioning among childrenwith ASD. However, significant person such as parents, teacher and clinicianshave long noted the importance of emotional problems and to find the way how tohelp them to regulate of emotion. A case study design was used to explore theauthentic experience of 3 parents with children of 3-9 years old who werediagnosed with autism syndrome. How parentâs roles to treat their children toachieve emotion regulation were analized by using thematic analysis. The resultshowed parents provided vehicle for children to regulate emotion, such asappropriate voice to make instruction, massaged the body, food diet of CFGFSF(Casein Free, Gluten Free and Sugar Free), extinction, identified of stimuluswhich triggered of disregulation emotion and gave information of confiningbehavior. Results suggested a potential factor about the importantance the role ofparentâs ability to regognize some treatments to help emotion regulation forchildren with ASD.
PSYCHOLOGICAL NEEDS DAN PARENTAL ATTITUDES PADA IBU MUDA YANG MENIKAH DINI
Istiqomah, Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.329
Pemenuhan kebutuhan psikologis yang tidak optimal dapat berpengaruhpada sikap orangtua terhadap anak mereka. Kurang optimalnya proses pengasuhanakan mengakibatkan konsekuensi negatif di kedua sisi, ibu dan anak, bahkankeluarga.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemenuhankebutuhan psikologis terhadap pengembangan sikap orangtua pada perempuanyang menikah dini. Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Kalisat Jember.Datamengumpulkan dengan menggunakan BNS dan FIQ kuesioner. Teknik analisisyang digunakan dalam penelitian ini, analisis regresi linear.Uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh pemenuhankebutuhan psikologis sikap orangtua dari ibu-ibu muda yang menikah dini di DesaKalisat (F = 1,967, p <0,000). Sumbangan efektif pemenuhan kebutuhanpsikologis terhadap sikap orangtua sebesar 2,9%.Hasil ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan psikologis ibu-ibumuda yang menikah dini berpengaruh sebesar 2,9% pada pengembangan sikaporangtua terhadap anak-anak mereka, utamanya dalam proses pengasuhan.
PENGARUH PERSEPSI KINERJA LAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA KONSUMEN PT JNE JEMBER
Muasaroh, Norma Qosyati;
Aini, Siti Nur
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.568 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.330
Kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan yang konsumen rasakanterhadap layanan yang diberikan oleh perusahaan, apabila layanan yang diberikansesuai atau melebihi harapan maka konsumen akan merasa puas. Salah satu faktormeningkatnya kepuasan konsumen adalah persepsi positif konsumen terhadapkinerja layanan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kinerja layananterhadap kepuasan konsumen pada konsumen PT JNE Cabang Jember. Penelitianini menggunakan 269 responden yang melakukan transaksi pengiriman di PT JNECabang Jember. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling.Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan bentukassosiatif. Alat ukur yang digunakan berupa skala persepsi kinerja layanan.Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bawa ada pengaruh antara persepsi kinerjalayanan terhadap kepuasan konsumen pada konsumen PT JNE Cabang Jemberdengan nilai r = 0,836. Semakin positif persepsi kinerja layanan, maka kepuasankonsumen akan semakin tinggi dengan nilai persamaan regresi linier sederhanasebesar Y = 2,630 + 0,468. Prosentase persepsi positif konsumen terhadap kinerjasebesar 50,9 % dan persepsi negatif sebesar 49,1 %sedangkan prosentasekonsumen yang merasa puassebesar 50,6 % dan tidak puas sebesar 49,4 %.
PSYCHOLOGICAL NEEDS DAN PARENTAL ATTITUDES PADA IBU MUDA YANG MENIKAH DINI
Istiqomah Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.329
Pemenuhan kebutuhan psikologis yang tidak optimal dapat berpengaruhpada sikap orangtua terhadap anak mereka. Kurang optimalnya proses pengasuhanakan mengakibatkan konsekuensi negatif di kedua sisi, ibu dan anak, bahkankeluarga.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemenuhankebutuhan psikologis terhadap pengembangan sikap orangtua pada perempuanyang menikah dini. Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Kalisat Jember.Datamengumpulkan dengan menggunakan BNS dan FIQ kuesioner. Teknik analisisyang digunakan dalam penelitian ini, analisis regresi linear.Uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh pemenuhankebutuhan psikologis sikap orangtua dari ibu-ibu muda yang menikah dini di DesaKalisat (F = 1,967, p 0,000). Sumbangan efektif pemenuhan kebutuhanpsikologis terhadap sikap orangtua sebesar 2,9%.Hasil ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan psikologis ibu-ibumuda yang menikah dini berpengaruh sebesar 2,9% pada pengembangan sikaporangtua terhadap anak-anak mereka, utamanya dalam proses pengasuhan.
PENGARUH PERSEPSI KINERJA LAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA KONSUMEN PT JNE JEMBER
Norma Qosyati Muasaroh;
Siti Nur Aini
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.330
Kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan yang konsumen rasakanterhadap layanan yang diberikan oleh perusahaan, apabila layanan yang diberikansesuai atau melebihi harapan maka konsumen akan merasa puas. Salah satu faktormeningkatnya kepuasan konsumen adalah persepsi positif konsumen terhadapkinerja layanan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kinerja layananterhadap kepuasan konsumen pada konsumen PT JNE Cabang Jember. Penelitianini menggunakan 269 responden yang melakukan transaksi pengiriman di PT JNECabang Jember. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling.Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan bentukassosiatif. Alat ukur yang digunakan berupa skala persepsi kinerja layanan.Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bawa ada pengaruh antara persepsi kinerjalayanan terhadap kepuasan konsumen pada konsumen PT JNE Cabang Jemberdengan nilai r = 0,836. Semakin positif persepsi kinerja layanan, maka kepuasankonsumen akan semakin tinggi dengan nilai persamaan regresi linier sederhanasebesar Y = 2,630 + 0,468. Prosentase persepsi positif konsumen terhadap kinerjasebesar 50,9 % dan persepsi negatif sebesar 49,1 %sedangkan prosentasekonsumen yang merasa puassebesar 50,6 % dan tidak puas sebesar 49,4 %.
KEKERASAN TERHADAP ANAK : TINJAUANDARI SISI PELAKU (STUDI DI WILAYAH KABUPATEN JEMBER)
Husni Abdul Gani
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.325
Anak (0-18 tahun) berada dalam proses tumbuh kembang yang sangatdipengaruhi oleh tiga kebutuhan dasar yaitu asuh, asih, dan asah. Terpenuhinyakebutuhan dasar tersebut akan berdampak positif terhadap kualitas hidup anak.Kenyataannya, masih banyak anak Indonesia yang belum memperoleh jaminanterpenuhi hak-haknya, antara lain banyak yang menjadi korban kekerasan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kejadian kekerasan terhadap anak,ditinjau dari sudut pelaku yang terjadi di wilayah kerja lembaga Pusat PelayananTerpadu Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB)Kabupaten Jember.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2012 dengan metodediskriptif analitik menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporanpendampingan pada kasus kekerasan terhadap anak di wilayah kerja lembagaPusat Pelayanan Terpadu BPPKB Kabupaten Jembertahun 2011.Data-datatersebut kemudian diolah dan dianalisa secara deskriptif dengan menggunakanpemikiran yang logis dikaitkan dengan konsep kesehatan masyarakat.Telaahpustaka juga dilakukan untuk memperkaya dan mempertajam analisa data yangdilakukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik korban kekerasan meliputijenis kelamin korban yang terbesar adalah anak perempuan dengan usia 13-18tahun, dan tingkat pendidikan SLTP. Sedangkan karakteristik kekerasan yangbanyak dialami anak adalah kekerasan seksual. Karakteristik pelaku kekerasanmeliputi berjenis kelamin laki-laki dengan usia 18-25 tahun, dimana terkaithubungan dengan korban merupakan orang lain, dengan tingkat pendidikanSLTA, dan berstatus belum menikah.Karakteristik tempat terjadinya pelakuadalah tempat lain seperti kos-kosan, rumah saudara/teman, hotel, warung dansebagainya.
KONTRIBUSI STRATEGI REGULASI EMOSI TERHADAP KECENDERUNGAN MISCONDUCT DAN IDE BUNUH DIRI PADA NARAPIDANA LAPAS II A JEMBER
Panca Kursistin Handayani
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.326
Penanganan permasalahan di lapas mestinya tidak hanya berjalan pada satusisi, karena sebenarnya penanganan atau intervensi apapun yang diberikanhanyalah merupakan stimulasi bagi perubahan perilaku. Perubahan perilakupositif seperti yang diharapkan akan terjadi bila ada dukungan dari faktor internalindividu sendiri. Tampaknya perlu dilakukan upaya pemberdayaan denganmemanfaatkan potensi atau karakter positif dari narapidana sendiri dalammenghadapi segala tekanan hidup yang ada di lapas setiap harinya. Hal ini bisadibentuk dan dilatihkan, namun dibutuhkan asesmen yang tepat mengenaikarakter positif apa yang dapat mempengaruhi pembentukan perilaku.Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi sejauhmana peran strategiregulasi emosi yang dilakukan individu terhadap kecenderungan misconduct danmunculnya ide bunuh diri selama mereka menjalani hukuman di lapas Kelas IIAJember. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek yangdilibatkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 orang dengan ciri yang sudahditentukan.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara strategi regulasi emosidengan ide bunuh diri dengan nilai p 0.000 0.05, dengan r square 0.218menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi memberikan kontribusi sebesar 0.218pada munculnya ide bunuh diri narapidana Lapas II A Jember. Selain itu jugaditemukan bahwa tidak ada hubungan antara strategi regulasi emosi dengankecenderungan misconduct pada narapidana di Lapas II A Jember dengan nilai p0.895 0.05.Kecenderungan misconduct lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternaldari individu seperti kondisi lingkungan, hubungan dengan orang lain sertadukungan sosial. Sedangkan ide bunuh diri sangat ditentukan oleh keterampilanindividu dalam melakukan coping pada permasalahan yang sedang merekahadapi. Coping ditentukan oleh kemampuan individu dalam meregulasikanemosinya sehingga dapat memodifikasi emosi negatif dalam bentuk ekspresi yangadaptif dan adekuat.
PERAN ORANGTUA PADA REGULASI EMOSI ANAK AUTIS
Festa Yumpi-R
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.328
Problematic emotional responses, such as tantrums and anger outbursts,are surprisingly common in children with autism spectrum disorder (ASD). ASDis characterized by impaired emotion regulation that results in deficits modulatingemotional responses. Indeed, clinical reports and a few initial empirical studiesprovide evidence of severe impairments in emotional functioning among childrenwith ASD. However, significant person such as parents, teacher and clinicianshave long noted the importance of emotional problems and to find the way how tohelp them to regulate of emotion. A case study design was used to explore theauthentic experience of 3 parents with children of 3-9 years old who werediagnosed with autism syndrome. How parent‘s roles to treat their children toachieve emotion regulation were analized by using thematic analysis. The resultshowed parents provided vehicle for children to regulate emotion, such asappropriate voice to make instruction, massaged the body, food diet of CFGFSF(Casein Free, Gluten Free and Sugar Free), extinction, identified of stimuluswhich triggered of disregulation emotion and gave information of confiningbehavior. Results suggested a potential factor about the importantance the role ofparent’s ability to regognize some treatments to help emotion regulation forchildren with ASD.