cover
Contact Name
Radja Erland Hamzah
Contact Email
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
ISSN : 14127873     EISSN : 25987402     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 8 (2004)" : 14 Documents clear
KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI SUAMI ISTERI PILAR UTAMA MEMBANGUN KEHARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA Salampessy, ASB
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tangga dibentuk melalui peristiwa perkawinan yang C!ilakukan oleh orang tua/walidi hadapanpenghulu (pejabat Departemen Agama) disaksikan  oleh para  seksi dari  kedua  be/ah pihak.  Karena  itu perkawinan tidak sekedar ikatan lahir batin dari dua insan berlainan jenis  (laki-/aki dan perempuan)  yang  terjadi  secara  /ahiriah  saja melairikan merupakan pefistiwa rohaniah dalam bingkai ajaran agama yang dianut.Karena itu peristiwa perkawinan tidak hanya disaksikan oleh para saksidan handai tau/an yang menghadirinya tetapi lebih dari itu peristiwa ini disaksikan o/eh Tuhan Yang Maha Esa. Sejak saat ijab qabul ini, kedua . insan  yang   berumah tangga itu,maka   selain     hubungan emosional dan moral, keduanya melepaskan  diri secara  sosial, ekonomi, politik,dan  mentaldari para   orang   tua   dari   mana keduanya berasal Keduanya bertanggung jawab penuh terhadap  kelangsungan rumah      tangganya,     yang dipengaruhi      oleh       aspek pemenuhan      kebutuhan, kepuasan hidup, hubungan sosial serta hak dan kewajiban terhadap bangsa, Negara dan agama.
APLIKASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI TAK GAMPANG Gunadi, YS
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rentang antara tahun 1990-2000, Departemen  Pendidikan Nasional Republik Indonesia  mulai sibuk  mencari untuk menemukan konsep baru  sebagai model penyelenggaraan  kependidikan. Sebelumya telah banyak   kurikulum dicobakan   kepada peserta didik, tetapi rasa,nya masih  belum ditemukan model yang pas yang  dapat dikembangkan menjadi kurikulum   idaman yang   dapat  membawa murid   atau mahasiswa menjadi individu atau  kelompok yang  ereati],  inouati], adoptif, dan mandiri. .Aebirnya, impian model pun  ditemukan dengan istilah sederbana, namun amat suli: diaplikasikan dalam  kegiatan mengajar  -  belqjar, yaitu, Kurikulum Berbasis Kompetensi".
MEMERANGI KONFLIK PASCA REFORMASI DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI GLOBAL Edhar, FX Bambang
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peradaban sosial-politik apakah yang tengah terjadi di Negara Kesatuan RI (NKRI)? Demikian kerasnya arus reformasi yang melanda di NKRI, sehingga berhasil menumbangkan regim yang berkuasa. Nuansa demokratisasi mulai bergulir. Namun apa yang muncul/dalam realitasnya, seakan-akan gerakkan reformasi berubah menjadi euphoria politik yang sepertinya hilang arah dan tujuannya. Hanya dalam empat tahunpasca reformasiNKRI telah mempunyai 3 (tiga) Presiden, suatu perubahan kehidupan politik yang signifikan. Eupho- ria politik terus berlanjut yang berdampak tidak saja melemahkan kredibilitas pemerintah,  tetapi juga mempertajam berbagai konflik vertikan maupun horizontol. Konflik yang  berkepanjangan mencabik-cabik kesatuan dan persatuan suatu negara bangsa, bahkan mengancam disintegrasi NKRI. 
NOMOR 9 TAHUN 1998 TENTANG KEMERDEKAAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT DIMUKA HUKUM DALAM UNDANG UNDANG DIMUKA UMUM Abdikoro, HM
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyelenggaraan Negara telah terjadi pemusatan kekuasaan wewenang dan tanggung jawab Presiden RI yang berakibat tidak berfungsinya dengan baik lembaga tertinggi Negara lainnya, serta tidak berkembang nya partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi control sosial dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
PENELITIAN KOMUNIKASI TEPAT GUNA DIMASA KRISIS Sunarto, Sunarto
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum kita membahas mengenai "Penelitian Komunikasi tepat Guna  Dimasa Krisis",ada baiknya terlebih dahulu  membicarakan mengenai latar belakang pengertian dan batasan dari judul tersebut. Terdapat 2 (dua) bahasan yang perlu kita ketahui dan rumuskan,agar pembicaraan tidak menqernbanqterlalu luas atau justru dapat menemui jalan buntu sehingga kesimpulannya sulit diperoleh, ingat pameo klasik "induk ayam dan telor ayam" Manusia memecahkan masalah "Telor" dan induknya.Lebih dahulu mana ?.
CAPRES DAN PROPAGANDA POLITIK Djamadin, Aswir
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carut marut politik Indonesia Pasca Orde baru memasuki babak baru, dengan tampilnya sejumlah calon presiden yang berasal dari (mantan) kalangan militer; yakni Wiranto (mantan Panglima TN/) dan Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya menyeruak di tengah bursa calon Presiden dari kalangan sipil: megawati, Amien Rais dan Gus Dur.  Wiranto yang secara fenomeal-mengalahkan Akbar Tandjung dalam konvensi partai Golkar baru-baru ini segera mengatur strategi melakukan manuver baru mengamankan paket Capres/wapres.  Salah satunya  adalah  dengan mendekati Abdurrahman Wahid agar tokoh berpengaruh  itu mau merestui pasangan Wiranto-Hasyim Muzadi  sebagai Capres-Wapres. Hasyim Muzadi yang ketua PB NU-ini  memang  tengah naik daun  menerima pinangan sejumlah capres  agar mau menjadi wakilnya  dalam pemilu Presiden 5 Juli 2004. Sayangnya, tawaran Golkar itu ditolak mentah-mentah Gus Dur (Republika,30/4) yang mengatakan dirinya takkan merestui pasangan Wiranto–Hasyim  Muzadi sebagai Capres-wapres,  begitu   juga pasangan Wiranto denqan kader atau tokoh-tokoh NU atau PKB lainnya.
PENGELOMPOKAN TEORI-TEORI KOMUNIKASI Abdullah, Abdullah
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa cara telah dipakai dalam usaha mengelompokan teori teori komunikasi yang telah dikembangkan dan diaplikasikan salah satu cara pengelompokan teori-teori  komunikasi  mencerminkan  teori-teori komunikasi itu dikelompokan dalarn hubungannya dengan persuasi, komunikasi  antar pribadi,  komunikasi  dalam  hubungan  dengan kelompok kecil, komunikas idalam hubungannya dengan organisasi, komunikasi antar budaya,  komunikasi rnassa, aplikasi komunikasi dalam bidang  kesehatan.  dan aplikasi  komunikasi  dalam bidang pembelajaran. Tulisan  ini disusun  dengan  tujuan  menjabarkan  teori-teori  yang mencakup dalam kelompok diatas.
APRESIASI FILM Fariastuti, Ida
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v2i8.224

Abstract

Apresiasi seni berarti penghargaan terhadap kehadiran sebuah karya seni. Apresiasi dibedakan dengan kritik seni. Kritik seni bertolak dari apresiasi, tetapi pada prinsipnya kritik seni menelaah suatu karya seni secara menyeluruh dan mendalam Suatu tinggi rendahnyaapresiasi tegantung dengan pemyataan suka dan tidak suka atau menerik dan tidak menarik yang muncul dalam apresiasi, kemudian  akan dirumuskan dengan tegas danje/as beserta alasan-alasannya. Kritik seni selalu slap dengan perangkat-perangkat teori untuk rnelakukan suatu sorotan kritik. Perangkat teori menyebabkan kritik seni memiliki  aliran-aliran kritik. Kritik seni dilakukan oleh kritikus seni, yaitu para profesional yang menekuni bidang kritik seni. Kritikus memuat kritikannya di koran-koran, majalah-majalah, atau menulis   telaah-telaah seni dalam   bentuk buku. Semakin profesional seorang kritikus semakin terbuka  kemungkinan  ia menjadi  kritikus yang berwibawa. Kritikus yang  suaranya didengar  oleh para seniman maupun masyarakat luas  Apresiasi akan  dilakukan  oleh orang terlebih dahulu ingin mengenal bagaimana sebuah karya seni   diwujudkan baru kemudian memberikan penghargaan. Jadi  aparesiasi   seni merupakan  langkah awal menuju kritik seni.
APRESIASI FILM Fariastuti, Ida
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v2i8.224

Abstract

Apresiasi seni berarti penghargaan terhadap kehadiran sebuah karya seni. Apresiasi dibedakan dengan kritik seni. Kritik seni bertolak dari apresiasi, tetapi pada prinsipnya kritik seni menelaah suatu karya seni secara menyeluruh dan mendalam Suatu tinggi rendahnyaapresiasi tegantung dengan pemyataan suka dan tidak suka atau menerik dan tidak menarik yang muncul dalam apresiasi, kemudian akan dirumuskan dengan tegas danje/as beserta alasan-alasannya. Kritik seni selalu slap dengan perangkat-perangkat teori untuk rnelakukan suatu sorotan kritik. Perangkat teori menyebabkan kritik seni memiliki aliran-aliran kritik. Kritik seni dilakukan oleh kritikus seni, yaitu para profesional yang menekuni bidang kritik seni. Kritikus memuat kritikannya di koran-koran, majalah-majalah, atau menulis telaah-telaah seni dalam bentuk buku. Semakin profesional seorang kritikus semakin terbuka kemungkinan ia menjadi kritikus yang berwibawa. Kritikus yang suaranya didengar oleh para seniman maupun masyarakat luas Apresiasi akan dilakukan oleh orang terlebih dahulu ingin mengenal bagaimana sebuah karya seni diwujudkan baru kemudian memberikan penghargaan. Jadi aparesiasi seni merupakan langkah awal menuju kritik seni.
PENGELOMPOKAN TEORI-TEORI KOMUNIKASI Abdullah, Abdullah
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v2i8.225

Abstract

Beberapa cara telah dipakai dalam usaha mengelompokan teori teori komunikasi yang telah dikembangkan dan diaplikasikan salah satu cara pengelompokan teori-teori komunikasi mencerminkan teori-teori komunikasi itu dikelompokan dalarn hubungannya dengan persuasi, komunikasi antar pribadi, komunikasi dalam hubungan dengan kelompok kecil, komunikas idalam hubungannya dengan organisasi, komunikasi antar budaya, komunikasi rnassa, aplikasi komunikasi dalam bidang kesehatan. dan aplikasi komunikasi dalam bidang pembelajaran. Tulisan ini disusun dengan tujuan menjabarkan teori-teori yang mencakup dalam kelompok diatas.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Volume 24, No. 2 December 2025 Volume 24, No. 1 June 2025 Volume 23, No. 2 December 2024 Volume 23, No. 1 June 2024 Volume 22, No. 2 December 2023 Volume 22, No. 1 June 2023 Volume 21, No. 2 December 2022 Volume 21, No. 1 June 2022 Vol 20, No 2 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 20, No 1 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 20, No. 2 December 2021 Volume 20, No. 1 June 2021 Vol 19, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 19, No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 19, No. 2 December 2020 Volume 19, No. 1 June 2020 Vol 18, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 18, No 1 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 18, No. 2 December 2019 Vol 18, No 1 (2019) Volume 18, No. 1 June 2019 Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 17, No. 2 December 2018 Vol 17, No 2 (2018) Vol 17, No 1 (2018) Volume 17, No. 1 June 2018 Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 6, No 22 (2007) Vol 6, No 22 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2005) Vol 4, No 13 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 2 (2002) Vol 1, No 2 (2002) More Issue