cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2014)" : 6 Documents clear
IMPROVING CONCEPTUAL COST ESTIMATING PERFORMANCE PADA PERHITUNGAN HARGA SATUAN TERTINGGI BANGUNAN GEDUNG DI SUMATERA BARAT Nasril Nasril; Dwifitria Y. Jumas
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.805 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.32-42.2014

Abstract

Harga Satuan Tertinggi Bangunan Negara (HST-BGN) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah PU 45/PRT/M/2007 merupakan suatu contoh pengunaan metode conceptual estimasi dalam acuan penentuan anggaran. Pedoman tersebut secara teknis berisi bagaimana menghitung estimasi biaya awal konstruksi bangunan gedung serta rumah negara melalui parameter-parameter seperti lokasi, kelas bangunan, luas lantai dan jumlah lantai. Kenyataannya, setiap Pemerintah Daerah Tingkat II menggunakan formula yang seragam dalam bentuk aplikasi spreedsheet untuk mengestimasi biaya konstruksi bangunan gedung di wilayah masing-masing. Kelemahan dari formula ini adalah tidak diakomodasinya perbedaan yang timbul dari parameter-parameter tersebut. Dalam penelitian tahap I, telah ditunjukan bahwa lokasi dan waktu mempengaruhi biaya konstruksi bangunan negara tersebut, terutama yang terkait dengan komponen sumber daya berupa material dan tenaga kerja. Selanjutnya dalam penelitian ini juga perlu ditunjukan suatu conceptual estimasi model yang melibat dua factor lain tersebut yaitu luas lantai dan jumlah lantai yang nantinya akan meningkatkan efisiensi atau performance dari proses biaya conceptual estimasi. Keywords: harga satuan, conceptual cost estimating, bangunan gedung.
LOCAL AREA TRAFFIC MANAGEMENT PADA JALAN PERKOTAAN KAWASAN PENDIDIKAN DAN PEMUKIMAN (STUDI KASUS JALAN GAJAH MADA KOTA PADANG) Endri Endri; Yossyafra Yossyafra; Hendra Gunawan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.411 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.43-56.2014

Abstract

Kota Padang sebagai kota besar dengan jumlah penduduk ± 860.000 jiwa memiliki permasalahan transportasi seperti kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan terutama pada jam-jam sibuk, yaitu pagi (jam masuk sekolah/kantor), dan sore (saat pulang). Ruas jalan Gajah Mada merupakan salah satu jalan penghubung antara sub-pusat kegiatan yaitu pasar satelit Alai dan pasar satelit Siteba. Pada ruas jalan ini juga terdapat beberapa institusi pendidikan, perkantoran dan komplek perumahan,seperti pada segmen antara simpang Jl Gajah Mada – Jl STKIP PGRI dan simpang Jl Gajah Mada – Jl Perumahan Tabiang Banda Gadang yang sering terjadi kemacetan lalu lintas pada jam sibuk pagi dan sore. Dari hasil observasi lapangan terhadap simpang Jl Gajah Mada – Jl STKIP PGRI dan simpang Jl Gajah Mada – Jl Perumahan Tabiang Banda Gadang didapatkan kapasitas simpang sebesar 2.739 smp/jam dan 2.738 smp/jam, Derajat kejenuhan (DS) 0.76 dan 0,76, dan Tundaan simpang (D) 12,74 detik dan 12, 42 de-tik,serta Indek Tingkat Pelayanan “ D” dan “ D”. Untuk itu perlu adanya upaya pengaturan lalu lintas pada kawasan tersebut guna meningkatkan kinerja simpang dan ruas jalan yaitu dengan memisahkan arus lalu lintas keluar masuk dari dan ke jalan lokal. Dengan melakukan manajemen lalu lintas pada kawasan tersebut maka disimpang Jl Gajah Mada – Jl STKIP PGRI,terjadi peningkatan kapasitas simpang 40 %, mengurangi Tundaan simpang ± 2 - 3 detik serta meningkatkan Indek Tingkat Pelayanan dari “D” menjadi “C”. Sedangkan untuk simpang Jl Gajah Mada – Jl Perumahan Tabiang Banda Gadang terjadi peningkatan Kapasitas simpang 32 %, mengurangi Tundaan simpang± 2 - 3 detik dan meningkatkan Indek Tingkat Pelayanan dari “D” menjadi “C”. Keywords: local area traffic management,kinerja simpang, kinerja ruas jalan
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI JENIS SERAT PADA KUAT TEKAN PAVING BLOCK Fauna Adibroto
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.458 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.1-11.2014

Abstract

Umumnya paving block digunakan untuk perkerasan jalan, pedestrian dan trotoar. Selain itu dapat juga digunakan pada area khusus seperti area pelabuhan peti kemas, lahan parkir, area terbuka dan area industri. Penggunaan paving block sangatlah mendukung go green yang telah dikumandangkan secara nasional/internasional, karena daya serap air melalui pemasangan paving block dapat menjaga keseimbangan air tanah. Penelitian laboratorium ini menguji kuat tekan paving block dengan penambahan serat (ijuk, plastik dan kawat) pada benda uji dengan kadar dari 1% sampai 5% dari volume campuran paving block. Dari penelitian ini diharapakan memperoleh paving block dengan mutu kuat tekan yang tinggi. Dan berdasarkan hasil pengujian yang diperoleh ternyata secara prinsip ternyata penambahan serat (ijuk, plastik, kawat) sampai 5 % terhadap campuran paving block tidak memberikan nilai yang significant terhadap penambahan kuat tekan paving block, malah sebagian campuran memberikan kecenderungan penurunan kuat tekan dibandingkan dengan kuat tekan paving block standar sebagai pembanding. Untuk penambahan serat ijuk kekuatan tekan rata-rata maksimum hanya diperoleh sebesar 323,98 kg/cm2 pada penambahan serat ijuk panjang 3 cm dengan persentase penambahan serat 2%. Untuk penambahan serat plastik kekuatan tekan ratarata maksimum hanya diperoleh sebesar 325,10 kg/cm2 pada penambahan serat ijuk panjang 2 cm dengan persentase penambahan serat 3 %. Sedangkan untuk penambahan serat kawat kekuatan tekan rata-rata maksimum hanya diperoleh sebesar 341,52 kg/cm2 pada penambahan serat ijuk panjang 3 cm dengan persentase penambahan serat 3%. Keywords: paving block, serat (ijuk, kawat, plastik), kuat tekan
PENENTUAN TARIF ANGKUTAN BARANG MODA KERETA API JALUR PADANG-SOLOK Hardi Wijaya; Purnawan Purnawan; Hendra Gunawan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.992 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.57-67.2014

Abstract

Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan diseluruh wilayah Indonesia. Tidak terkecuali pembangunan infrastruktur di provinsi Sumatera Barat. Salah satu upaya pemerintah mendanai pembangunan infrastruktur adalah bermitra dengan pihak swasta dalam bentuk Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). Unsur terpenting KPS adalah kelayakan ekonomi dan keuangan berupa pengembalian modal. Rencana pembangunan jalur kereta api Padang-Solok tahun 2000 masuk dalam usulan rute pada skema jaringan jalur kereta api Pulau Sumatera. Penentuan tarif merupakan unsur terpenting pengembalian modal investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran tarif beberapa jenis komoditi angkutan barang kereta api jalur Padang-Solok. Metode dilakukan dengan tiga cara yaitu survey, tarif berdasarkan tata cara perhitungan yang dilakukan PT Kereta Api Divisi Regional II Sumatera Barat serta perhitungan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 34 Tahun 2011. Dari hasil survei diperoleh Nilai ATP (Abillity to Pay) ratarata pengguna jasa angkutan batu bara sebesar Rp 530,85, semen sebesar Rp 1.005,44, CPO sebesar Rp 519.78, karet sebesar Rp 552.47, beras sebesar Rp 1.027,73, pupuk sebesar Rp 445,45, inti sawit sebesar Rp 500.00, dan kelontong sebesar Rp 670.53,- /ton /km. Nilai WTP (Willingness to Pay) rata-rata pengguna jasa angkutan batu bara sebesar Rp 499.97, semen sebesar Rp 823.91, CPO sebesar Rp 430.00, karet sebesar Rp 471.94, beras sebesar Rp 855.06, pupuk sebesar Rp 550.00, inti sawit sebesar Rp 166.67, serta kelontong sebesar Rp 633.83,- /ton /km. Untuk komoditi pupuk nilai ATP lebih kecil dari WTP sedangkan untuk komoditi lainnya nilai ATP lebih besar dari WTP. Keywords: Infrastruktur, Kerjasama Pemerintah Swasta, Tarif, Abillity to Pay dan Willingness to Pay
SIMULASI PENGARUH VARIASI KECEPATAN INLET TERHADAP PERSENTASE PEMISAHAN PARTIKEL PADA CYCLONE SEPARATOR DENGAN MENGGUNAKAN CFD A. Husairy; Benny D. Leonanda
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.06 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.12-21.2014

Abstract

Pada tulisan ini akan dibahas pengaruh kecepatan dan dimensi terhadap persentase pemisahan partikel cyclone separator dengan menggunakan CFD. Persamaan yang digunakan dalam CFD adalah persamaan kepsilon RNG. Variasi kecepatan 7, 10, 15, 20, dan 30m/s dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap persentase pemisahan partikel. Variasi lebar inlet 0,2 dan 0.25m serta diameter outlet 0.4 dan 0.5m juga dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap cyclone separator. Persentase pemisahan partikel didapat dengan simulasi Particle Track. Dimana pada penelitian didapat jumlah partikel yang Escaped ataupun Trapped. Escaped adalah jumlah partikel yang ikut keluar bersama udara bersih, sedangkan Trapped adalah partikel yang telah disisihkan dari udara bersih dan masuk kedalam chopper. Pada simulasi ini juga didapat kontur tekanan dan kecepatan dari cyclone separator tersebut. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa variasi kecepatan cukup berpengaruh terhadap persentase pemisahan partikel, dimana semakin tinggi kecepatan inlet maka persentase partikel yang escaped semakin sedikit dan yang trapped semakin bertambah. Dari 4 tipe cyclone separator yang disimulasikan, cyclone separator dengan diameter outlet 0.4m dan lebar inlet 0.25m menghasilkan persentase pemisahan yang paling tinggi, untuk kecepatan 20m/s , hanya 4.54% partikel yang keluar bersama udara bersih. Tapi cyclone separator ini menghasilkan tekanan yang lebih tinggi dibandingkan cyclone separator tipe lainnya. Keywords: cyclone separator, kecepatan, tekanan, persentase pemisahan partikel
MODEL KECELAKAAN LALULINTAS BERDASARKAN KORELASI POPULASI, TINGKAT PEMAHAMAN PENGGUNA DAN TINGKAT PERTUMBUHAN KENDARAAN DI KOTA BESAR, SEDANG DAN KECIL SUMATERA BARAT Cut Dona Kordelia; Yossyafra Yossyafra; Titi Kurniati
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.319 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.22-31.2014

Abstract

Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kecelakaan cukup tinggi, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa peningkatan rata-rata kecelakaan mencapai angka 34.72% pertahun dari periode tahun 2007-2011. Faktor Populasi, tingkat pemahaman pengguna dan pertumbuhan kendaraan dianggap memiliki korelasi terhadap jumlah kecelakaan yang terjadi, namun berapa besar korelasi ini perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan di tiga kategori ukuran kota : kota kecil (kota Pariaman), kota sedang ( kota Payakumbuh) dan kota besar (kota Padang). Observasi di lapangan menunjukkan masih sangat rendahnya pemahaman pengguna kendaraan terhadap aturan lalu lintas dan etika berlalu lintas yang ada. Pengguna kendaraan yang tidak paham terhadap aturan dan etika berlalu lintas di kota Padang, Payakumbuh dan Pariaman masing-masingnya adalah 71%, 86%, dan 89%. Pemodelan didapat dengan menggunakan metode model regresi linear berganda, sehingga diketahui korelasi antara faktor yang diteliti diatas dengan jumlah kecelakaan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi korelasi yang berbeda pada setiap jenis ukuran kota. Jumlah kecelakaan di kota Padang memiliki korelasi dengan jumlah penduduk dan pemahaman pengguna kendaraan ; kota Payakumbuh berkorelasi dengan faktor jumlah penduduk ; sedangkan kota Pariaman berkorelasi hanya dengan pemahaman pengguna kendaraan saja. Dari hasil ini kemudian dipilih pemodelan yang paling tepat untuk masing-masing daerah, diantaranya : untuk kota padang adalah Y=-3590.1417+0.0044X1+0.0013X3, model Payakumbuh adalah Y=-127.738+0.0019X1, sedangkan Pariaman adalah Y=26.8961+0.0119X3, dan Sumatera Barat adalah Y=18.2977+0.0002X1+0.0286X2+0.0009X3.Selain itu juga banyak fakta-fakta lainnya yang ditemukan pada penelitian ini, seperti jumlah pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) yang mengikuti Ujian teori dan praktek. Keywords: kecelakaan, lalulintas, tingkat pemahaman aturan lalulintas, pemodelan dan prediksi kecelakaan

Page 1 of 1 | Total Record : 6